Pontianak (ANTARA) - PT Kemysantra, pengembang Perumahan Kemyla di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyalurkan sekitar 8.000 liter air bersih kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program berbagi air bersih tersebut dilaksanakan Kamis (10/9) mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di kawasan Perumahan Kemyla. Air bersih yang dibagikan berasal dari sumber air pegunungan Anjungan dan disalurkan menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 8.000 liter atau setara sekitar 500 galon.
Direktur Utama PT Kemysantra, Dr. Ria Hayatunnur Taqwa, S.Ag., M.Si., mengatakan program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kondisi kemarau dan keterbatasan akses air bersih.
“Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, kami menginisiasi Program Berbagi Air Bersih ini agar sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemarau panjang yang melanda Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya, turut berdampak terhadap kualitas lingkungan dengan munculnya kabut asap akibat karhutla serta menurunnya ketersediaan air bersih bagi sebagian warga.
Dalam pelaksanaan kegiatan, perusahaan menerapkan sistem pembagian menggunakan kupon yang sebelumnya telah diberikan kepada warga. Setiap rumah tangga mendapatkan jatah dua galon air bersih.
Manajer Marketing dan KPR PT Kemysantra, Susanto, mengatakan antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Sejumlah warga telah mengantre membawa galon di lokasi pembagian sebelum kegiatan dimulai.
“Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan barisan galon yang telah mengular di titik pembagian sebelum kegiatan dimulai,” katanya.
Ria Hayatunnur Taqwa menambahkan, PT Kemysantra akan terus memantau perkembangan kondisi kemarau dan kabut asap di wilayah Kubu Raya serta membuka peluang melanjutkan program serupa apabila kebutuhan air bersih masyarakat masih berlangsung.
“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberi manfaat nyata bagi warga di tengah situasi kemarau yang cukup berat tahun ini, sekaligus menjadi wujud kehadiran PT Kemysantra di tengah masyarakat,” ujarnya.
PT Kemysantra merupakan pengembang Perumahan Kemyla, kawasan hunian subsidi tipe 36 yang berlokasi di Jalan Raya Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kuningan -
Setelah berjibaku selama tiga hari, kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akhirnya berhasil dipadamkan. Lahan seluas 40 hektare hangus terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu menyatakan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai hingga Rabu (9/9/) pukul 20.00 WIB, sudah tidak terlihat lagi.
Meski titik api sudah tidak lagi terlihat lagi, namun untuk mencegah kebakaran lanjutan, pihaknya masih terus melakukan penyekatan dan pendinginan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Update Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, titik api tidak terlihat. Namun, penyekatan dan pendinginan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," tutur Indra dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Indra memaparkan ada 40 hektare lahan kawasan Gunung Ciremai terbakar yang terbagi dalam empat blok, yakni Blok Cileutik, Blok Manguntapa, dan Blok Simaung. Semuanya masuk dalam wilayah Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
"Untuk luasan kebakaran hutan lahan taman nasional gunung ciremai perkiraan 40 Haktare dan masih dilakukan pemetaan oleh pihak TNGC," tutur Indra.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan bersama TNGC, TNI, Polri, Yonif TP 839/SP, MPA Paguyuban Silihwangi Ciayumajakuning, Forkopimcam Pasawahan, PMI, aparat desa dan masyarakat.
Indra memaparkan kebakaran pertama kali terjadi pada hari Senin, (7/9/ 2026) di mana ada kepulan asap di wilayah kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa. Agar lebih efektif, di hari pertama, penanganan kebakaran dibagi dalam beberapa tim.
Akses menuju titik api yang terjal dan dipenuhi bebatuan, cuaca panas, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala selama proses pemadaman. Kondisi tersebut diperparah dengan vegetasi yang kering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas gabungan melakukan pemadaman api dan penyekatan dengan cara manual, dan dibantu dengan menggunakan mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, serta kendaraan gardan ganda milik TNGC.
BPBD Kuningan juga menyiapkan water tank berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung suplai air dalam proses penanganan. Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai TNGC, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat peduli api (MPA) di kawasan TNGC.
Kebakaran hutan dan lahan di gunung Ciremai mulai terjadi sejak Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Kepulan asap di kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa.
Berdasarkan video resmi TNGC, terlihat api menyala di area lahan yang terdiri atas ranting dan pepohonan. Akibat kebakaran tersebut asap mengepul hingga menutupi area hutan yang dipenuhi pepohonan.
---------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
(wsw/wsw)
"PLN tentu bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram untuk bersama-sama menanggulangi sampah. Ini salah satu wujud nyata kolaborasi PLN EPI dengan Pemerintah Kota Mataram,"
Mataram (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) di kawasan Project Gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
PLN EPI meresmikan program tersebut pada Kamis (10/9). Program ini menjadi bagian dari kolaborasi PLN EPI dan Pemerintah Kota Mataram untuk mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat menangani persoalan sampah seorang diri.
"PLN tentu bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram untuk bersama-sama menanggulangi sampah. Ini salah satu wujud nyata kolaborasi PLN EPI dengan Pemerintah Kota Mataram," katanya.
Ia mengatakan peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat membuat persoalan sampah semakin kompleks. Karena itu, masyarakat perlu mengelola sampah agar tidak hanya menjadi beban lingkungan.
PLN EPI tidak hanya membangun fasilitas TPS3R. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada masyarakat yang akan mengelola fasilitas tersebut.
"Untuk pembangunan dari sisi lokasi ini kemudian juga pelatihan bersama masyarakat sekitar. Kita harus memastikan bahwa program ini akan sustain. Harapannya tidak hanya sekali membangun kemudian selesai, tetapi ada kesinambungan dengan masyarakat," ujarnya.
Menurut Erma, pemilihan kawasan Lombok Peaker sebagai lokasi program juga berkaitan dengan pengembangan pembangkit tersebut. PLTMGU Lombok Peaker ke depan akan beralih dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menuju gas.
Peralihan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangkit yang lebih ramah lingkungan. Program TPS3R kemudian memperkuat aspek pengelolaan lingkungan di sekitar kawasan pembangkit.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Mataram, Lalu Martawang mengapresiasi dukungan PLN EPI dalam membantu pemerintah menangani persoalan sampah.
Ia mengatakan Kota Mataram menghadapi keterbatasan kapasitas pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar kumpul, angkut, dan buang.
"Kita lebih dari itu sekarang. Sampah diambil, diproses menjadi komoditas yang memiliki produktivitas," ucapnya.
Menurutnya, TPS3R dan maggot center dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Fasilitas tersebut mendorong warga memilah sampah sejak dari sumbernya.
Masyarakat dapat memilah sampah plastik dan anorganik berdasarkan jenisnya. Sementara itu, sampah organik seperti sisa makanan dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot.
Pola tersebut dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok. Pada saat yang sama, pengolahan sampah dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Martawang mengatakan pengelolaan sampah juga berkaitan dengan penataan kawasan sekitar Lombok Peaker. Salah satunya rencana penataan 43 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pinggir pantai.
Sebagian besar PKL tersebut menjual makanan sehingga menghasilkan sampah organik. TPS3R dapat mengolah limbah makanan tersebut agar tidak seluruhnya berakhir di TPA.
"Core-nya PKL ini adalah makanan. Kalau tidak diintervensi, makanan ini akan menjadi limbah yang sangat banyak yang harus kita buang ke Kebon Kongok. Dengan yang sekarang diresmikan ini, kita bisa mengintervensinya menjadi sesuatu yang produktif," katanya.
Ketua TPS3R Tanjung Karang Permai, Ridwan mengatakan fasilitas tersebut telah menerima sampah dari sejumlah sumber di sekitar kawasan.
Salah satunya berasal dari 43 warung di kawasan wisata Pantai Viral, Bagik Kembar. Pengelola kemudian memilah sampah organik dan anorganik.
Pengelola memanfaatkan sampah organik untuk budidaya maggot. Sementara itu, sampah anorganik dipilah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
TPS3R juga menerima sampah dari lingkungan sekitar. Petugas mengangkut sampah menggunakan kendaraan operasional sebelum melakukan pemilahan di fasilitas TPS3R.
Ridwan mengatakan program tersebut mulai memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.
"Ekonominya sangat luar biasa. Sudah ada mata pencaharian baru untuk warga, khususnya masyarakat di lingkungan Bagik Kembar," katanya.
Saat ini, pengelolaan sampah di kawasan Pantai Viral melibatkan sekitar 10 orang yang mendapatkan upah dari kegiatan tersebut.
TPS3R juga mulai menerima limbah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah sekolah di sekitar lokasi.
Ridwan mengatakan PLN memberikan pelatihan kepada masyarakat sebelum pengelolaan TPS3R berjalan.
"Sudah ada pelatihan dari PLN. Sebelum ini kita ada pelatihan dulu, baru kita mulai bergerak," ujarnya.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Kamis, 10 September 2026 17:41 WIB
Sekretaris Disdik Kota palangka Raya Aprae Vico Ranan. ANTARA/Adi Antara
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP pada 11-12 September 2026 sebagai langkah antisipatif terhadap memburuknya kualitas udara.
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara pada Kamis (10/9) menunjukkan peningkatan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang mencapai angka 960.
"Kondisi kualitas udara saat ini menjadi perhatian serius, sehingga kami mengambil langkah cepat dan preventif untuk melindungi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan udara yang tidak sehat," kata Vico di Palangka Raya, Kamis.
Ia menjelaskan sebelumnya, berdasarkan evaluasi kondisi kualitas udara pada 8 dan 9 September 2026, nilai ISPU berada pada kisaran 180-200 dengan kecenderungan membaik. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada 10 September 2026.
Namun, kata dia, peningkatan signifikan ISPU pada 10 September membuat Disdik Palangka Raya perlu melakukan penyesuaian kembali pola pembelajaran.
"Karena kondisi kualitas udara kembali meningkat, pembelajaran pada 11 dan 12 September dilaksanakan melalui PJJ. Ini merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat terhadap peserta didik," ujarnya.
Orang nomor dua di lingkup Disdik Kota Palangka Raya tersebut mengungkapkan, kebijakan tersebut mengacu pada surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tanggal 9 September 2026 serta ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai penyelenggaraan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Selanjutnya, proses pembelajaran tetap harus berjalan meski dilakukan dari rumah, sementara sekolah diminta memastikan pelaksanaan PJJ berjalan dengan baik.
"Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan peserta didik menjadi prioritas bersama. Kondisi kualitas udara akan terus kami evaluasi dan kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan," demikian Vico.
Baca juga: Disdik: PTM terbatas Palangka Raya dimulai 10 September
Baca juga: Disdik Palangka Raya kembali perpanjang PJJ hingga 9 September 2026
Baca juga: Disdik Palangka Raya alihkan terapi bagi ABK ke rumah selama kabut asap
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Medan, CNN Indonesia --
Polrestabes Medan menaikkan status perkara kematian Winda Lorenza alias WL (30), mantan istri Brigadir IH, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Meski demikian, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan proses penyidikan masih berjalan.
"Belum ada tersangka. Baru proses sidik saja," kata Calvijn di Medan, Kamis (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Calvijn, peningkatan status perkara ke tahap penyidikan dilakukan agar penyidik lebih leluasa menjalankan berbagai tindakan hukum yang diperlukan.
"Proses awal itu sudah proses penyidikan untuk mempermudah semua upaya-upaya hukum yang dilakukan kepolisian. Karena ada beberapa upaya-upaya tertentu yang harus kita lakukan terkait dengan upaya paksa tentunya," ujarnya.
Calvijn menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan penyidik berkaitan dengan barang atau dokumen yang diperlukan dalam pengungkapan perkara.
"Memastikan surat-surat yang mau kita sita dan lain-lain, itu jadi kita lakukan dan sudah naik sidik (penyidikan) kasusnya," kata Calvijn.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Valentino Harry Marpaung, membenarkan pihaknya telah menerima SPDP kasus tersebut beberapa waktu lalu. Namun, SPDP yang diterima masih bersifat umum dan belum mencantumkan nama tersangka.
"Kemarin jaksa menerima SPDP dari Polrestabes. Tapi baru SPDP umum, belum ada penetapan tersangkanya," kata Valentino kepada CNN Indonesia.
Dalam SPDP tersebut, lanjut Valentino, peristiwa pidana yang disebutkan berkaitan dengan dugaan pembunuhan. Ia menyebut pasal yang dicantumkan penyidik adalah Pasal 458 KUHP atau Pasal 462 KUHP.
"Peristiwa pidananya Pasal 458 atau 462 KUHP," sebutnya.
Pasal 458 mengatur tentang tindak pidana merampas nyawa orang lain. Sementara pasal 462 mengatur tentang tindak pidana mendorong, membantu, atau memberi sarana kepada orang lain untuk bunuh diri.
Sebelumnya, Winda Lorenza ditemukan meninggal dunia di rumah mantan suaminya personel Polsek Medan Sunggal Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Polisi menyebut L diduga bunuh diri setelah menembak kepalanya menggunakan senjata api milik Brigadir IH. Namun keluarga menduga L dibunuh lantaran banyak kejanggalan dalam kematiannya. Keluarga korban telah melaporkan Brigadir IH ke Polda Sumut.
(fnr/wis)
Sergai (ANTARA) - Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Tambunan kembali membuka ruang dialog dengan masyarakat melalui dua agenda audiensi bersama kelompok media dan mahasiswa di ruang kerjanya, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Adlin menerima jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sergai serta Panitia Pelaksana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Insaniah Sumatera Utara untuk mendengarkan aspirasi, menerima masukan, dan membahas rencana kegiatan masing-masing.
Pada audiensi pertama, Adlin berdiskusi dengan jajaran PWI Sergai mengenai hubungan pemerintah daerah dengan insan pers, khususnya dalam membangun komunikasi publik yang baik. Menurutnya, sinergi dengan media diperlukan agar informasi mengenai kebijakan dan berbagai program pembangunan daerah dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Wabup Adlin menyampaikan bahwa Pemkab Sergai terbuka untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan organisasi pers, termasuk dalam mendukung kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah.
“Untuk hal-hal yang dapat kita sinergikan bersama, tentu akan kita dukung sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang ada. Yang terpenting, komunikasi dan koordinasi dapat terus terjalin dengan baik,” kata Adlin, yang juga menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor Sumut.
Ia menilai, keberadaan media memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik dengan insan pers perlu terus dibangun agar informasi mengenai program, kebijakan, dan pembangunan daerah dapat tersampaikan secara luas dan berimbang.
“Kita ingin hubungan dan komunikasi dengan rekan-rekan media terus terjaga dengan baik. Setiap kegiatan dan program pemerintah tentu membutuhkan dukungan informasi yang baik kepada masyarakat, sehingga koordinasi dengan insan pers perlu terus kita lakukan,” ujarnya.
Ketua PWI Kabupaten Sergai, Sugianto, menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kapasitas dan peran insan pers. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Pemkab Sergai dapat terus berjalan secara terbuka dan konstruktif, termasuk dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Kami dari PWI Sergai siap mendukung program-program pemerintah melalui peran dan kapasitas kami sebagai organisasi pers,” ujar Sugianto.
Pada agenda berikutnya, Adlin menerima Panitia Pelaksana PBAK Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Insaniah Sumatera Utara. Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan PBAK yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026.
Dalam pertemuan itu, panitia menyampaikan sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk aktivitas luar ruang yang dirancang sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan dan pembentukan kebersamaan bagi mahasiswa baru.
Adlin menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia mengingatkan panitia agar aspek keselamatan dan kesehatan mahasiswa tetap menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Yang paling terpenting adalah menjaga kesehatan selama kegiatan. Hati-hati dan jaga diri selama kegiatan berlangsung,” kata Adlin.
Selain menjadi sarana membangun kebersamaan, Adlin berharap kegiatan pengenalan mahasiswa baru dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa tanggung jawab di kalangan mahasiswa.
Turut hadir dalam rangkaian audiensi tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Ir. Kamaluddin, MMA, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nurchinta Depi Tambunan, S.Si., serta perwakilan OPD terkait.
Pewarta: Darmawan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sergai (ANTARA) - Pembangunan Ruas Jalan Penaga di Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai), H. Adlin Tambunan. Kamis (10/9/2026), Adlin meninjau pekerjaan ruas jalan tersebut untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur yang dikerjakan dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ruas Jalan Penaga dibangun menggunakan konstruksi hotmix dengan panjang 1.722 meter dan lebar 3 meter. Dalam peninjauan tersebut, Adlin melihat kondisi jalan yang sedang dikerjakan sekaligus mencermati pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Adlin mengatakan pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai meningkatkan akses dan pelayanan kepada masyarakat.
Jalan yang memadai, menurutnya, tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga dalam beraktivitas, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sergai untuk terus meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi dapat semakin berkembang,” ujar Adlin.
Ia menambahkan, keberadaan Ruas Jalan Penaga memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Juhar dan sekitarnya, khususnya dalam menunjang mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Adlin menekankan agar kualitas pekerjaan menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga jalan yang dibangun memiliki usia layanan yang baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang tidak kalah penting adalah kualitas. Kita ingin pembangunan yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, seluruh proses pengerjaan harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai standar yang telah ditentukan,” tegasnya.
Adlin juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat pembangunan membutuhkan dukungan bersama, tidak hanya dari pemerintah dan pihak pelaksana, tetapi juga dari masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
“Kita berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Jangan sampai infrastruktur yang sudah kita perbaiki justru cepat mengalami kerusakan akibat penggunaan jalan melebihi tonase dan kurangnya kepedulian untuk menjaganya,” ungkapnya.
Pewarta: Darmawan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 1,33% atau 88,86 poin ke level 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis (10/9). Ada transaksi crossing jumbo senilai Rp 1,25 triliun di saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI).
Seiring dengan itu, harga saham VICI terpantau melonjak 5,71% ke level 1.110 dan melesat 24,72% selama sepekan terakhir. Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 48,02 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,66 juta kali.
Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.554 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 21,37 triliun. Sebanyak 150 saham ditutup naik, 516 ditutup turun dan 127 saham tidak bergerak pada perdagangan hari ini.
Seluruh sektor yang ada di bursa ditutup di zona merah. Saham sektor energi rontok 2,06% secara sektoral. Di dalamnya, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 4,5% ke level 212, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 3,62% ke level 426, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) merosot 5,7% ke level 149.
Kemudian, saham sektor bahan baku juga kebakaran. Di dalamnya saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) anjlok 5,61% ke level 925, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 3,69% ke level 5.225 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkoreksi 3,64% ke level 530.
Sementara itu, indeks di kawasan Asia ditutup bervariasi hari ini. Indeks bursa Nikkei Jepang naik 0,14% ke level 65.232, Hang Seng terkoreksi 1,27% ke 24.954, Kospi Korea Selatan berkurang 0,25% ke level 7.033 dan Shanghai Composite turun 0,43% ke level 3.934.
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memindahkan sebanyak 123 orang narapidana kategori risiko tinggi yang berasal dari wilayah Banten dan Jakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Kamis.
Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangannya mengatakan pemindahan tersebut untuk penataan hunian, peningkatan keamanan, ketertiban, dan optimalisasi proses pembinaan narapidana atau warga binaan.
"Pemindahan ini sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan keamanan serta upaya pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di lapas dan rutan," kata Tatan.
Ia menjelaskan narapidana yang dipindah itu terdiri atas 87 orang berasal dari Lapas Kelas I Cipinang, sembilan orang dari Lapas Kelas I Tangerang, 26 orang dari Lapas Kelas II A Cilegon, dan satu orang dari Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta.
Ke-123 narapidana itu dipindahkan ke berbagai lapas di Nusakambangan dengan kategori supermaximum security, dan maximum security, yakni 40 orang ke Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar, 22 orang ke Lapas Kelas II A Besi, 22 orang ke Lapas Kelas II A Ngaseman, 20 orang ke Lapas Kelas II A Gladakan, 10 orang ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, dan 9 orang ke Lapas Narkotika Kelas II A Nusakambangan.
Untuk memastikan kelancaran proses pemindahan, kata Tatan, pihaknya bekerja sama dengan Satbrimob Polda Metro Jaya dan personel Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri.
Setibanya di Pelabuhan Wijayapura, warga binaan atau narapidana menjalani pengecekan administrasi, identitas, jumlah, serta kondisi keamanan.
Usai dipastikan aman dan kondusif, warga binaan menuju Pelabuhan Sodong Nusakambangan menggunakan kapal penyeberangan Pemasyarakatan, untuk selanjutnya diberangkatkan menuju lapas tujuan masing-masing.
"Alhamdulillah seluruh proses pemindahan berjalan lancar tanpa kendala sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Semoga di lapas yang baru, mereka dapat mengikuti pembinaan dengan lebih optimal dan stabilitas keamanan tetap terjaga," ujar Tatan.
Sementara itu, Kepala Lapas Batu Nusakambangan sekaligus Koordinator Wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap, Irfan mengatakan, penempatan warga binaan di Lapas Batu dilakukan bukan hanya berdasarkan pertimbangan keamanan tetapi juga aspek pembinaan.
"Di Lapas yang baru mereka akan mendapatkan pembinaan secara profesional dan humanis sesuai ketentuan yang berlaku," kata Irfan.
Ditjenpas mencatat dengan pemindahan tersebut, sejak November 2024 hingga hari ini tercatat sudah lebih dari 3.100 orang warga binaan dipindahkan ke Nusakambangan.
Baca juga: Lapas Cipinang pindahkan 87 narapidana risiko tinggi ke Nusakambangan
Baca juga: Ditjenpas pindahkan 115 napi dari Jatim dan Sulsel ke Nusakambangan
Pewarta: Laily Rahmawaty
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO Alternative für Deutschland (AfD) dalam waktu lebih dari satu dekade berubah dari partai kecil yang awalnya dikenal karena sikap skeptis terhadap Uni Eropa menjadi kekuatan oposisi terbesar di Jerman.
Perubahan itu berlangsung cukup cepat. Dalam pemilu federal Februari 2025, AfD meraih 20,8 persen suara dan mendapatkan 152 kursi di Bundestag, parlemen Jerman. Hasil tersebut menjadikan AfD sebagai partai oposisi terbesar di negara itu.
Kekuatan AfD kembali terlihat dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September 2026. Partai tersebut meraih 43,8 persen suara dan memperoleh 39 dari 83 kursi parlemen negara bagian. AfD memang belum mencapai mayoritas sehingga tidak dapat memerintah sendirian, tetapi hasil itu menjadi perolehan terbaik mereka dalam pemilu tingkat negara bagian di Jerman.
AfD awalnya bukan partai anti-imigrasi. AfD didirikan pada 2013, ketika Eropa sedang menghadapi krisis keuangan dan utang di kawasan Euro.
Pada masa awal, perhatian utama partai ini bukan imigrasi, melainkan penolakan terhadap euro dan kritik terhadap proses integrasi Eropa. AfD mempertanyakan kebijakan Uni Eropa yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan negara anggotanya.
Namun, arah politik AfD kemudian berubah.
Partai ini semakin mengedepankan nasionalisme Jerman, penolakan terhadap imigrasi dalam jumlah besar, kritik terhadap multikulturalisme dan sikap skeptis terhadap globalisasi.
AfD pertama kali masuk parlemen negara bagian pada 2014 dan kemudian berhasil masuk Bundestag pada 2017.
Sejak saat itu, pengaruhnya terus berkembang hingga menjadi partai sayap kanan paling sukses di Jerman sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Untuk memahami popularitas AfD, penting untuk melihat persoalan dari sudut pandang pemilihnya.
Tidak semua orang yang memilih AfD otomatis memiliki pandangan ekstrem kanan atau antisemit.
Sebagian pemilihnya merupakan masyarakat yang kecewa terhadap partai-partai utama Jerman. Isu yang mereka soroti antara lain imigrasi, kondisi ekonomi, kebijakan energi, serta sikap pemerintah Jerman terhadap Rusia dan Ukraina.
AfD kemudian menawarkan jawaban yang relatif sederhana terhadap persoalan tersebut: memperketat perbatasan, mengurangi imigrasi, memperkuat identitas nasional dan mengembalikan lebih banyak kewenangan kepada negara Jerman.
Di sinilah politik populisme bekerja.
Partai seperti AfD berusaha meyakinkan pemilih bahwa ada jarak antara "rakyat biasa" dan elite politik yang dianggap tidak lagi memahami keresahan masyarakat.
Istilah sayap kanan dalam konteks politik tidak otomatis berarti ekstremisme.
Secara umum, kelompok kanan cenderung lebih menekankan nilai tradisional, identitas nasional, keamanan, ketertiban dan peran negara dalam menjaga batas-batas sosial.