BCA Salurkan Kredit Manufaktur Rp 229,5 Triliun hingga Juni 2026

calendar_today 25.09.2026 - person  - timer ~

ILUSTRASI. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus memperkuat pembiayaan ke sektor manufaktur di tengah upaya pemerintah mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus memperkuat pembiayaan ke sektor manufaktur di tengah upaya pemerintah mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil. Hingga Juni 2026, kredit BCA ke sektor manufaktur, termasuk industri tekstil, mencapai Rp229,5 triliun.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perseroan akan mencermati berbagai arahan pemerintah dan regulator terkait penyaluran kredit ke sejumlah sektor ekonomi.

“Pada prinsipnya, BCA akan mencermati arahan pemerintah, regulator, maupun otoritas perbankan,” ujar Hera kepada kontan.co.id, Kamis (24/9).

Penyaluran kredit BCA ke sektor manufaktur, termasuk industri tekstil, hingga Juni 2026 tercatat tumbuh 11,8% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut menunjukkan peran pembiayaan perbankan dalam mendukung aktivitas sektor manufaktur di tengah dinamika perekonomian.

Baca Juga: KB Bank Bidik Pertumbuhan Kredit Wholesale hingga 18% pada 2026

Hera menyampaikan bahwa BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Menurut dia, perkembangan penyaluran kredit BCA akan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian nasional. Perseroan juga akan terus mencermati kebutuhan pembiayaan dari masing-masing sektor yang menjadi penerima kredit.

Di sisi lain, dukungan terhadap sektor riil tetap dibarengi dengan penerapan prinsip prudent dalam penyaluran pembiayaan. BCA mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan berdasarkan aktivitas usaha setiap debitur.

Perseroan juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan kredit yang telah diberikan guna memastikan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan aktivitas usaha debitur.

Baca Juga: Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Sudah Gunakan Rp1,6 Triliun Dana Rights Issue

“BCA terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan berdasarkan aktivitas usaha debitur, dan terus mengawasi penggunaan kredit yang diberikan,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, BCA masih membuka ruang bagi pertumbuhan kredit ke sektor manufaktur, termasuk industri tekstil. Namun, penyaluran kredit tetap akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi serta kebutuhan dan profil masing-masing debitur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BCA dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas pembiayaan, sekaligus mendukung kebutuhan pendanaan sektor produktif di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News