Cianjur (ANTARA) - Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menurunkan enam orang petugas dengan satu unit mobil pemadam kebakaran guna memadamkan api yang membakar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Furqon dan satu rumah di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Jumat.
Kordinator Lapangan Damkar Pos WMK 2 Ciranjang Achmad Zaeni di Cianjur, Jumat, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga akibat arus pendek listrik itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar bangunan terbakar nyaris rata dengan tanah.
Api dilaporkan terlihat pertama kali menyala di salah satu ruangan di ponpes berlantai dua hingga menjalar ke rumah guru yang letaknya bersebelahan langsung dengan bangunan ponpes. Warga sempat melakukan pemadaman dengan alat seadanya namun tidak membuahkan hasil.
"Kami langsung turun ke lokasi beberapa menit setelah mendapat laporan dari aparat setempat, saat sampai di lokasi angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan rumah guru yang terletak bersebelahan," katanya.
Penanganan yang dilakukan berlangsung selama satu jam, hingga akhirnya api dapat dipadamkan sehingga tidak sampai menjalar ke bangunan lainnya yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Beruntung saat api mulai menyala besar tidak ada aktivitas di lokasi karena sebagian santri sedang menggelar kegiatan di luar, bahkan beberapa orang tenaga pengajar sempat melakukan evakuasi barang-barang dari dalam ruangan yang terbakar.
Hingga Jumat petang pihaknya melakukan pendinginan guna memastikan api tidak kembali menyala di bangunan semi permanen milik ponpes tersebut, selanjutnya bersama petugas Inavis Polres Cianjur dilakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran.
"Dugaan sementara akibat arus pendek listrik di salah satu ruangan di lantai dua ponpes, namun untuk memastikan kami melakukan penyelidikan bersama petugas dari Polres Cianjur," katanya.
Guna menghindari hal serupa, tambah dia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan jaringan listrik terutama di atas langit-langit rumah, serta memastikan kabel sambungan dicabut guna mencegah terjadi arus pendek listrik.
Terlebih selama musik kemarau, pihaknya meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah dan membuang puntung rokok sembarangan terutama di lokasi rumput kering yang mudah terbakar guna menghindari kebakaran lahan dan hutan.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Indonesia has begun construction of a large-scale liquefied natural gas (LNG) project in the Masela Block, Tanimbar Islands District, Maluku, on July 16, 2026, taking a major step toward becoming an energy powerhouse.
President Prabowo Subianto virtually broke ground for the strategic project, dubbed Abadi Masela, from the Merdeka Palace in Jakarta, a ceremony that capped decades of bureaucratic deliberations since a contract was signed in 1998.
It took six presidents over nearly three decades for the nation to finally launch the project, from B.J. Habibie to Prabowo.
Nature was never the obstacle, as no one doubted the vast LNG reserves awaiting exploration and extraction at the site. The delay stemmed from contention over whether to develop facilities onshore or offshore, with the former eventually favored.
Over 28 years of debate, the project underwent several changes in its consortium structure, with Shell withdrawing in 2023 and Pertamina taking over shares alongside Petronas.
Consequently, ownership is now split between Japan’s INPEX Masela Ltd. (65 percent), Pertamina Hulu Energi Masela (20 percent), and Malaysia’s Petronas Masela (15 percent).
While the president commanded remotely from Jakarta, Energy and Mineral Resources Minister Bahlil Lahadalia led an onsite ceremony in Tanimbar.
The simultaneous ceremonies across locations thousands of kilometers apart marked a major milestone for the project's development.
Technical preparations advanced, with front-end engineering design progressing to 79.56 percent as of early July, way ahead of schedule. The final investment decision is expected by year-end.
Just as crucially, the landmark project passed Indonesia’s Environmental Impact Assessment (AMDAL) in February 2026, ensuring compliance with ecological standards.
In fact, three state-owned enterprises—PLN, PGN, and Pupuk Indonesia—have secured initial LNG purchase agreements tailored to their respective sectors: electricity, gas, and fertilizer.
It was revealed that the project largely owed its feasibility to an investment worth nearly US$21 billion.
Such an amount is nothing short of staggering and, in turn, is projected to contribute up to US$137.7 billion to national GDP by 2055, according to the Institute for Economic and Social Research, University of Indonesia.
The block's LNG output is forecast to generate Rp801.5 trillion, roughly US$45 billion, in state revenue, spanning tax and non-tax receipts.
Framing the three-decade horizon fairly, the prolonged preparations stand as proof of Indonesia’s tenacity to tap the massive energy reserves hidden in its eastern flank.
The newly launched construction phase is expected to generate 12,000 jobs, with the government prioritizing local workers and talent from Maluku and the Tanimbar Islands.
On top of that, the government envisions LNG facilities creating a multiplier effect, driving the rise of supporting industries and opening wider business avenues for micro, small, and medium enterprises.
Adding another layer to the story is the detail that securing the project perimeter required clearing customary land plots passed down across generations without paperwork. The careful approach taken could set a valuable precedent for other national strategic projects in eastern Indonesia.
Energy security, cleaner path
Abadi Masela stands out among LNG projects of its scale, having been designed to integrate carbon capture and storage (CCS) technologies from the outset.
Indonesia is positioning the project as its first major energy venture that seeks a balance between fossil fuel production and carbon emission containment.
The government gave the nod to incorporating CCS into the LNG project in late 2023, opting for a cost recovery scheme that sets a single stage for gas extraction and emission curbing to proceed side by side.
That very decision presents Abadi Masela with dual functions. The gas field is envisioned to sustain domestic supplies over the long term while serving as a testing ground for Indonesia to press ahead with its energy transition agenda without abruptly abandoning fossil sources.
Indonesia views a gradual approach to energy transition as the most realistic option, given its ongoing dependence on fossil fuels for primary energy. The country is treading a well-calculated path toward clean energy.
The groundbreaking for Abadi Masela came just as countries around the globe anxiously watched worsening instability in energy markets amid souring geopolitics.
The Strait of Hormuz, famous as a vital chokepoint for global oil shipments, fell victim to the war involving the United States, Israel, and Iran in early 2026.
Mounting tensions in the waterway quickly transcended traditional security concerns, prompting many nations to re-evaluate their energy security.
Indonesia is not spared, as war-induced hikes in global prices force Southeast Asian nations to adjust fuel costs.
In support of low- to middle-income citizens, the government insisted on keeping subsidized fuel prices intact, making adjustments only to products beyond the subsidy scheme.
That move, however, raises the question of whether Indonesia can withstand fiscal pressure as the cost of safeguarding fuel subsidies.
In that context, five national strategic projects in upstream oil and gas, with a combined investment value of around US$45.82 billion, are seen as key to preventing Indonesia from falling into a fiscal-energy trap.
Abadi Masela stands as one of the projects, promising the nation up to 9.5 million metric tons of LNG annually, with an estimated 150 million standard cubic feet per day allocated to domestic pipelines. That said, expanded output signifies a leap away from global price influence.
Ultimately, the project’s strategic value goes beyond investment figures or jobs created in Maluku. It is part of a larger calculation of how far Indonesia can move from being a price taker in global energy markets toward securing its own supply resilience.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Perbedaan tersebut menegaskan bahwa setiap pasien memiliki faktor biologis dan genetik yang perlu dipahami secara lebih mendalam.
Oleh karena itu, pendekatan pengobatan yang terlalu umum sering kali belum cukup untuk menjawab kebutuhan medis masing-masing individu.
Perkembangan ilmu kedokteran kemudian mendorong hadirnya layanan kesehatan yang lebih personal.
Salah satu pendekatan yang kini semakin relevan adalah precision medicine, yaitu metode pencegahan, diagnosis, dan terapi yang mempertimbangkan karakteristik biologis, genetik, gaya hidup, dan kondisi klinis pasien.
Dengan pendekatan ini, keputusan medis tetap mengacu pada profil unik pasien dan penyakit yang dialaminya. Hasilnya, dokter dapat menyusun strategi perawatan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Baca Juga: Door to Door, Relawan Tzu Chi ASG Verifikasi Penerima Beras Cinta Kasih
Precision medicine adalah pendekatan medis yang mempertimbangkan karakteristik biologis dan genetik setiap pasien dalam proses pencegahan, diagnosis, hingga pemilihan terapi dan follow up post terapi.
Jika pada pendekatan konvensional pasien dengan diagnosis yang sama dapat menerima terapi serupa, maka precision medicine berupaya melihat kondisi pasien secara lebih mendalam.
Untuk menentukan pilihan terapi yang lebih sesuai, dokter akan mengacu pada informasi seperti profil genetik, biomarker, riwayat klinis, gaya hidup, hingga respons tubuh.
Dengan pendekatan ini, pengobatan tidak lagi sepenuhnya menggunakan konsep “satu terapi untuk semua”.
Justru, terapi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing individu.
Tzu Chi Hospital turut menghadirkan pendekatan precision medicine sebagai bagian dari upaya mendukung pengobatan yang lebih personal dan tepat sasaran.
Sebagaimana diketahui, perkembangan ilmu kedokteran terus mengalami transformasi dari waktu ke waktu.
Pada abad ke-19, pengobatan masih banyak didasarkan pada pengalaman empiris dan pengamatan klinis.
Namun memasuki abad ke-20, pendekatan medis berkembang menjadi lebih sistematis dengan landasan bukti ilmiah atau evidence-based medicine.
Dalam praktiknya, pasien dengan diagnosis yang sama dan mendapatkan terapi serupa tidak selalu menunjukkan hasil pengobatan yang sama.
Ada pasien yang merespons terapi dengan baik, sementara pasien lain mungkin membutuhkan pendekatan berbeda.
Kondisi inilah yang membuat precision medicine menjadi penting. Melalui pemeriksaan tertentu, seperti pemeriksaan genomik dan imunohistokimia atau IHK, tenaga medis dapat memahami karakteristik penyakit secara lebih mendalam.
Informasi tersebut kemudian dapat membantu dokter dalam menentukan pendekatan diagnosis dan terapi yang lebih sesuai dengan kondisi pasien.
Baca Juga: Agung Sedayu Group dan Buddha Tzu Chi Indonesia Dorong Karyawan Jadi Relawan Kemanusiaan
Precision medicine menjadi salah satu langkah dalam transformasi layanan kesehatan saat ini. Pendekatan ini membantu tenaga medis melihat pasien secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan diagnosis penyakit.
Di masa depan, kolaborasi antara dokter, tenaga laboratorium, ahli genetika, peneliti, dan tenaga kesehatan lainnya akan menjadi semakin penting.
Kolaborasi ini dibutuhkan agar inovasi precision medicine dapat diterjemahkan menjadi layanan yang aman, relevan, dan bertanggung jawab bagi pasien.
Bagi Anda sebagai pasien, precision medicine dapat menjadi pendekatan yang membantu proses pengobatan menjadi lebih terarah.
Namun, pemeriksaan dan terapi yang dilakukan tetap harus berdasarkan evaluasi dokter sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Precision medicine bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi dari pasien hingga karakteristik biologis penyakitnya.
Secara umum, cara kerja precision medicine meliputi beberapa tahap, di antaranya:
Precision medicine dapat menggunakan pemeriksaan genomik atau proses sequencing untuk membaca urutan DNA seseorang.
Urutan DNA ini dapat menginformasikan dokter mengenai variasi genetik tertentu yang mungkin berperan dalam risiko penyakit atau respons terhadap pengobatan.
Pada kanker, misalnya, pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui biomarker, mutasi genetik, atau perubahan protein pada sel kanker.
Kondisi kesehatan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh genetik, tetapi juga oleh faktor eksternal, seperti lingkungan dan gaya hidup.
Karena itu, precision medicine juga akan mempertimbangkan pola hidup dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Dengan begitu, dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasien.
Setelah informasi pasien dianalisis, hasilnya dapat kamu gunakan untuk menentukan diagnosis dan pilihan terapi yang lebih sesuai.
Pendekatan ini tidak menggantikan peran dokter, tetapi hanya sebagai alat pendukung dalam pengambilan keputusan klinis.
Harapannya, dokter dapat memilih terapi yang lebih personal supaya hasil pengobatan yang lebih optimal.
Penerapan precision medicine kini semakin berkembang dalam berbagai bidang medis. Pasalnya, pendekatan ini memungkinkan dokter melihat penyakit secara lebih spesifik.
Precision medicine banyak digunakan pada penyakit yang memiliki karakteristik kompleks. Salah satunya kanker.
Namun ada juga beberapa jenis penyakit yang dapat didukung dengan pendekatan precision medicine, antara lain:
Kanker: Precision medicine bertujuan untuk memahami karakteristik biologis sel kanker. Dengan begitu, dokter dapat mempertimbangkan terapi sesuai kondisi pasien.
Penyakit Langka atau Kelainan Genetik: Pada penyakit langka yang berkaitan dengan mutasi genetik, precision medicine dapat membantu proses identifikasi penyebabnya.
Gangguan Neurologis Tertentu: Pendekatan precision medicine mulai dikembangkan dalam penanganan gangguan neurologis dan penyakit neurodegeneratif.
Penyakit Kardiovaskular Tertentu: Pada beberapa kondisi jantung, informasi genetik dan gaya hidup dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pengobatan.
Diabetes dan Penyakit Metabolik Tertentu: Precision medicine dapat membantu mengelola penyakit metabolik dengan mempertimbangkan faktor genetik, pola makan, hingga aktivitas fisik.
Penyakit Autoimun: Pendekatan precision medicine dapat membantu dokter memahami karakteristik penyakit dan mempertimbangkan terapi yang lebih sesuai.
Precision medicine memberikan peluang bagi pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih personal.
Dengan memanfaatkan informasi genetik dan karakteristik biologis penyakit, pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien.
Adapun manfaat lebih lengkapnya yaitu:
Diagnosis Lebih Akurat: Precision medicine memungkinkan dokter memperoleh informasi yang lebih detail mengenai karakteristik penyakit dan kondisi pasien.
Terapi yang Lebih Tepat: Dokter dapat mempertimbangkan terapi yang memiliki peluang keberhasilan lebih baik bagi pasien.
Pengobatan Lebih Efektif: Precision medicine berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi risiko pemberian terapi yang kurang sesuai.
Mendukung Terapi Berbasis Sel dan Genetik: Precision medicine juga berperan dalam pengembangan terapi lanjut berbasis sel dan genetik.
Meski begitu, setiap keputusan pengobatan tetap perlu dilakukan melalui konsultasi dengan dokter.
Dokter akan menilai hasil pemeriksaan, kondisi klinis, manfaat, serta potensi risiko sebelum menentukan terapi terbaik bagi pasien.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan layanan kesehatan yang lebih presisi, Tzu Chi Hospital tengah mengembangkan Good Manufacturing Practice atau GMP Laboratory bersama pembentukan Clinical Research Unit atau CRU.
Fasilitas GMP Laboratory dirancang dengan mengacu pada prinsip Good Manufacturing Practice atau Cara Pembuatan Obat yang Baik.
Prinsip ini memastikan proses pengolahan produk terapi dilakukan secara konsisten, terdokumentasi, dapat ditelusuri, dan dikendalikan sesuai standar mutu serta keselamatan.
Laboratorium berstandar GMP berbeda dari laboratorium diagnostik rutin. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung proses pengolahan, penyiapan, hingga pengendalian mutu produk terapi lanjut berbasis sel dan genetik.
Produk terapi tersebut mencakup imunoterapi seperti:
CAR-T Cell
Natural Killer Cell atau NK Cell
Terapi sel punca atau stem cell
Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai kondisi, seperti kanker, kelainan darah, serta penyakit langka yang disebabkan oleh mutasi genetik.
Jika Anda atau keluarga membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai precision medicine, Tzu Chi Hospital menghadirkan layanan kesehatan yang didukung oleh tim dokter multidisiplin dan teknologi medis modern untuk proses diagnosis dan penentuan terapi yang lebih akurat.
Dengan pendekatan ini, pasien diharapkan dapat memperoleh perawatan yang aman, personal, dan tepat sasaran.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan precision medicine di Tzu Chi Hospital, Anda dapat menghubungi:
Call Center: 021 5095 0888
WhatsApp: 0811 160 195
Emergency: 021 5095 0800
Dapatkan layanan precision medicine sesuai kondisi kesehatan Anda di Tzu Chi Hospital untuk mendukung pengobatan yang lebih tepat sasaran.
Garut, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menata area parkir kendaraan bermotor untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir agar lebih terawasi dan jelas besaran retribusi yang disetorkan.
"Jalan Ahmad Yani, itu kan ada wilayah. Nah, wilayah itu, saya minta siapa dari sini ke sini, siapa yang pegang," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Garut, Jumat.
Ia menuturkan Pemkab Garut saat ini meminta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Garut untuk lebih maksimal dalam mengelola potensi lahan parkir di seluruh wilayah Garut untuk menyumbang PAD.
Pengelolaan parkir tersebut, kata dia, perlu adanya transparansi dan pendataan yang akurat dalam pengelolaan retribusi parkir, sehingga seluruh area parkir yang ada juru parkirnya diminta memiliki kejelasan tentang besaran setoran retribusi.
"Pemasukan itu harus ter-record sama kita di setiap wilayah. Saya minta ada slip setoran, diberikan slip pembayaran, jadi dia (petugas parkir) tahu setorannya berapa," katanya.
Bupati meminta Dishub Garut untuk memudahkan pemetaan area parkir tersebut bisa dibuatkan identitas atau kode lokasi pembayaran pajak dan retribusi pada setiap ruas jalan.
Adanya sistem tersebut, kata dia, maka setiap setoran retribusi akan tercatat berdasarkan kode lokasi dan dilengkapi bukti pembayaran yang nantinya dievaluasi secara berkala.
Ia menegaskan inspektorat juga akan diinstruksikan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesesuaian antara nilai setoran yang diterima dengan potensi di lapangan setiap bulannya.
"Berdasarkan lokasinya harus jelas, kalau mungkin setoran itu tidak sesuai, saya akan minta lagi BPKAD untuk mengecek ulang di lapangan, jangan sampai terlalu rendah targetnya," katanya.
Ia menambahkan selain penataan parkir yang dikelola pemerintah daerah, potensi parkir yang melibatkan pihak ketiga juga harus jelas laporan, dan sistem kerjasamanya lebih rapi.
"Masalah kerja sama dengan pihak ketiga beberapa titik yang menurut saya harus dirapikan lagi," katanya.
Dishub Garut menargetkan PAD dari retribusi parkir tahun 2026 sebesar Rp1,3 miliar, angka tersebut naik signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar Rp700 juta.
Kepala Dishub Garut Satria Budi mengatakan pihaknya terus berupaya agar potensi parkir kendaraan di wilayah Garut dapat lebih maksimal pengelolaannya, sehingga bisa mencapai target.
Retribusi parkir kendaraan di Garut, kata dia, sesuai peraturan daerah untuk kendaraan sepeda motor sebesar Rp2.000, kemudian kendaraan roda empat sebesar Rp3.000, dan kendaraan angkutan barang Rp5.000.
Ia menyampaikan jajarannya juga saat ini sedang mencari potensi kawasan parkir baru yang berdasarkan kajian bisa dilakukan pungutan secara resmi tanpa mengganggu ketertiban umum.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta -
Polresta Banyumas membongkar dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kereta wisata menjadi salah satu barang bukti.
Akibat dugaan penyimpangan anggaran yang berlangsung selama empat tahun, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 741,5 juta. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan dua orang tersangka, yakni Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono alias Sower (55) dan PM (63), mantan perangkat desa yang telah pensiun pada 2023.
Mereka diduga melakukan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan dana desa sejak tahun anggaran 2019 hingga 2023.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyidikan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Banyumas berdasarkan laporan polisi yang dibuat pada 27 Januari 2026.
"Keduanya diduga berperan dalam penyimpangan pengelolaan keuangan desa yang mengakibatkan kerugian keuangan negara," kata Petrus dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026), dikutip dari detikJateng.
Dari hasil penyidikan, kedua tersangka diduga melakukan sejumlah modus penyimpangan anggaran desa. Mulai dari pengadaan barang dan jasa secara fiktif, penggelembungan harga (mark up), hingga pengadaan barang yang tidak dapat dimanfaatkan.
Tak hanya itu, sejumlah proyek pembangunan fisik yang seharusnya dilaksanakan melalui penyedia jasa diduga dibuat seolah-olah dikerjakan secara swakelola dalam dokumen pertanggungjawaban.
Polisi juga menemukan dugaan penyimpangan pada program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Desa maupun Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah.
"Sebagian anggaran diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya dan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi para tersangka," kata dia.
Kasus ini juga menyeret pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Akar Gading Sejahtera. Penyertaan modal BUMDes pada 2020 hingga 2022 yang nilainya mencapai lebih dari Rp 225 juta diduga tidak dikelola oleh pengurus BUMDes sebagaimana mestinya.
"Dana tersebut justru diduga langsung dikendalikan oleh kedua tersangka. Bahkan penyidik menemukan adanya dugaan laporan pertanggungjawaban atau SPJ fiktif dalam penggunaan dana tersebut," ujarnya.
"Berdasarkan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN), total kerugian negara akibat dugaan penyimpangan APBDes Klapagading Kulon tahun anggaran 2019 hingga 2023 mencapai Rp 741.588.600,18," dia menambahkan.
Dalam mengusut perkara ini, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dari berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPMD, penyedia barang dan jasa, penerima bantuan RTLH, hingga sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain 62 dokumen APBDes, laporan pertanggungjawaban dan surat pertanggungjawaban kegiatan desa, uang tunai Rp 8,5 juta, empat stempel yang diduga digunakan dalam pembuatan SPJ, dua lembar kuitansi, satu unit kereta wisata atau odong-odong, serta satu set mesin pencacah sampah.
"Selain menetapkan dua tersangka, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi ini," kata Petrus.
Petrus menegaskan akan terus melanjutkan proses penyidikan dengan berkoordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melengkapi berkas perkara hingga tahap pelimpahan ke pengadilan.
"Kami berkomitmen menangani setiap perkara tindak pidana korupsi secara profesional, transparan dan akuntabel. Penegakan hukum ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara serta memberikan efek jera bagi pelaku penyalahgunaan anggaran," kata dia.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor, serta dikaitkan dengan Pasal 603 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
(fem/fem)
Jum'at, 24 Juli 2026, 22:10 WIB
Warta Ekonomi, Medan -
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan menggelar Medan Fashion Trend 2026 pada 23–26 Juli 2026 di DeliPark Mall Medan. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 ini bertujuan memperkuat ekosistem fesyen dan wastra UMKM sekaligus memperluas akses pasar industri kreatif Sumatera Utara.
Mengusung tema "From Invisible to Iconic", Medan Fashion Trend 2026 menghadirkan fashion parade, talkshow inspiratif, workshop penguatan merek bagi desainer baru, pameran fesyen, Kids Fashion Competition, hingga kompetisi desain busana. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai wadah pembelajaran, promosi, dan kolaborasi bagi pelaku industri fesyen lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan industri fesyen sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif daerah.
"Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan melalui desain yang berkualitas agar menghasilkan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ameriza saat membuka Medan Fashion Trend 2026 di Medan, Jumat (24/7/2026).
Ajang ini dihadiri National Chair IFC Lenny Agustin dan Chair IFC Chapter Medan Nila Mojo, serta melibatkan 163 desainer UMKM Sumatera Utara yang menampilkan 521 koleksi selama pagelaran, termasuk 15 koleksi pada pembukaan. Sejumlah desainer nasional, seperti Deden Siswanto dan Gregorius Vici, juga turut berpartisipasi.
Lenny Agustin menyampaikan Medan Fashion Trend menjadi ruang kolaborasi untuk mengangkat wastra lokal sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing. Melalui sinergi antara desainer, perajin, dan pelaku industri, wastra Sumatera Utara diharapkan semakin dikenal di pasar yang lebih luas.
Dalam peragaan busana, ulos, songket, tenun, dan kain etnik Sumatera Utara diolah menjadi berbagai rancangan modern melalui eksplorasi warna, motif, material, serta busana siap pakai. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa wastra tradisional mampu mengikuti perkembangan tren tanpa kehilangan identitas budayanya.
Melalui kolaborasi Medan Fashion Trend dan KKSU 2026, Bank Indonesia bersama IFC Chapter Medan berharap produk fesyen berbasis wastra Sumatera Utara semakin kompetitif, memperluas manfaat ekonomi bagi UMKM, serta mampu menembus pasar nasional hingga global dengan semangat "Dari Lokal ke Global" dan "Naik Kelas, Tembus Batas."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri
Liputan6.com, Jakarta - Top 3 Berita Hari Ini salah satunya menyorot fenomena micro emergency yang semakin sering dialami masyarakat di tengah padatnya aktivitas. Kondisi ini menggambarkan situasi ketika kebutuhan harian mendadak muncul dan membutuhkan solusi cepat agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Susu bayi yang tiba-tiba habis, telur yang kurang saat memasak, obat demam yang harus segera tersedia, hingga bahan makanan yang tertinggal merupakan persoalan kecil yang tampak sepele, tapi dapat mengganggu jadwal yang sudah tersusun.
Topik selanjutnya membahas OMEGA menunjuk Shin Min Ah sebagai brand ambassador terbaru. Aktris berusia 42 tahun itu dikenal dengan citra elegan dan timeless, selaras dengan karakter maison jam tangan mewah asal Swiss yang berdiri sejak 1848.
Nama Min Ah selama lebih dari dua dekade identik dengan konsistensi akting dan gaya yang rapi, menjadikannya sosok tepercaya bagi berbagai rumah mode dan label mewah. OMEGA menyebut sosok bintang Hometown Cha-Cha-Cha tersebut merepresentasikan nilai keunggulan, presisi, dan gaya yang tak lekang oleh waktu.
Tidak ketinggalan, Kawan Nusantara 2026 membuka ruang untuk melihat bagaimana waktu bekerja pada sebuah tradisi. Tidak semua warisan budaya memilih tinggal di masa lalu. Sebagian justru terus bergerak mengikuti perubahan zaman, menyapa generasi baru lewat bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan mereka hari ini.
Subeng, ornamen telinga tradisional Bali, menjadi kisah yang menuntun perjalanan itu melalui pameran bertajuk "Evolusi: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom." "Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia terus memaknainya kembali," sebut Founder & Creative Conceptor TULOLA Happy Salma.
Berikut ringkasan Top 3 Berita Hari Ini:
Mengenal Fenomena Micro Emergency yang Membuat Layanan Instan Kian Dilirik
Rutinitas masyarakat yang semakin dinamis membuat situasi seperti itu semakin sering terjadi. Banyak orang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, perjalanan, dan berbagai agenda lain dalam satu hari.
Baca selengkapnya...
Shin Min Ah Resmi Jadi Ambassador OMEGA, Tampil Elegan dengan Jam Tangan Mewah
Dengan penunjukan ini, Shin Min Ah bergabung dalam daftar global ambassador OMEGA bersama George Clooney, Nicole Kidman, Eddie Redmayne, Hyun Bin, dan Park Bo Gum. Presiden sekaligus CEO OMEGA Raynald Aeschlimann menilai perjalanan karier Min Ah menunjukkan dedikasi dan ketulusan yang membuatnya dicintai lintas generasi.
Baca selengkapnya...
Kawan Nusantara 2026, Menyusuri Jejak Subeng Bali dari Ruang Ritual ke Desain Masa Kini
"'EVOLUSI' adalah pameran tentang bagaimana tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya. Melalui Kawan Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat melihat bagaimana warisan budaya terus bertumbuh mengikuti zaman," Happy menyambung.
Selular.ID – Xiaomi Indonesia memperkenalkan penyegaran lini perangkat wearable yang terdiri dari Xiaomi Watch 5, Xiaomi Watch S5 46mm, Xiaomi Smart Band 10 Pro, termasuk varian Ceramic Edition, serta Xiaomi Buds 6 pada 23 Juli 2026.
Melalui pembaruan ini, Xiaomi menargetkan pengguna dari kalangan milenial dan Gen Z yang semakin mengutamakan gaya hidup aktif, kesehatan, dan perangkat pendukung dengan desain yang tetap stylish untuk aktivitas sehari-hari.
Xiaomi menyatakan jajaran smartwatch, smartband, dan true wireless stereo (TWS) terbaru tersebut dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas olahraga, mulai dari padel, lari, hingga renang.
Selain menghadirkan fitur pemantauan kesehatan secara real-time, perangkat wearable ini juga dikembangkan agar dapat membantu pengguna membangun kebiasaan berolahraga secara lebih konsisten melalui beragam fitur pendamping latihan.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan ekosistem wearable Xiaomi dirancang untuk mendampingi pengguna di setiap tahap perjalanan menjaga kebugaran, mulai dari menyusun program latihan hingga memantau perkembangan kondisi tubuh.
“Ekosistem wearable Xiaomi dirancang untuk menemani pengguna olahraga secara konsisten. Seri smartwatch dan smartband kami memungkinkan pengguna menikmati setiap tahap dari wellness journey-nya, mulai dari menyusun program olahraga, memantau kondisi tubuh secara real-time, hingga memberikan insight dari progres latihan. Sementara TWS kami memberikan semangat lebih bagi pengguna untuk berolahraga dengan ditemani playlist favorit. Jadi, setiap orang bisa olahraga dengan lebih nyaman, terarah, dan mindful sesuai fitness goal, baik bagi pemula maupun tingkat lanjut,” ujar Andi Renreng dalam keterangan resmi.
Pembaruan lini wearable ini dilakukan di tengah meningkatnya tren masyarakat yang memanfaatkan perangkat pintar sebagai pendamping aktivitas kesehatan.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Smartwatch dan smartband tidak lagi hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu atau alat menerima notifikasi, tetapi telah berkembang menjadi perangkat yang mampu memantau aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga parameter kesehatan lainnya untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Salah satu perangkat yang mendapat sorotan adalah Xiaomi Watch 5, yang dibekali mode olahraga raket untuk mendukung aktivitas seperti padel.
Xiaomi menjelaskan bahwa perangkat ini mampu merekam berbagai data aktivitas selama olahraga berlangsung, termasuk estimasi kalori yang terbakar dan pemantauan tingkat stres secara real-time.
Informasi tersebut dapat digunakan pengguna untuk mengevaluasi respons tubuh setelah berolahraga.
Untuk aktivitas lari, Xiaomi menghadirkan Xiaomi Watch S5 46mm yang dilengkapi fitur Personal Running Coach.
Fitur ini menyediakan program latihan yang disesuaikan dengan target kebugaran dan kemampuan pengguna.
Selain itu, tersedia pula Running Course, yang menawarkan berbagai skenario latihan, baik untuk meningkatkan daya tahan maupun membantu program penurunan berat badan.
Xiaomi Watch S5 46mm juga mampu merekam sejumlah metrik teknis saat berlari, seperti vertical ratio, vertical oscillation, dan ground contact time.
Ketiga parameter tersebut digunakan untuk membantu pelari mengevaluasi efisiensi teknik berlari dan memperbaiki performa secara bertahap.
Di luar aktivitas olahraga, smartwatch ini juga mendukung pemantauan detak jantung, kadar oksigen dalam darah (SpO2), serta pola tidur untuk membantu proses pemulihan tubuh setelah latihan.
Sebagai pelengkap aktivitas olahraga, Xiaomi turut menghadirkan Xiaomi Buds 6. Perangkat true wireless stereo ini dirancang dengan desain ergonomis agar tetap stabil saat digunakan berlari.
Xiaomi juga membekalinya dengan dukungan Hi-Res Audio untuk reproduksi suara beresolusi tinggi serta fitur Active Noise Cancellation (ANC) yang membantu mengurangi kebisingan dari lingkungan sekitar sehingga pengguna dapat menikmati musik atau podcast dengan lebih nyaman.
Penyegaran lini wearable Xiaomi kali ini juga menghadirkan Xiaomi Smart Band 10 Pro Ceramic Edition sebagai varian baru yang menggabungkan desain premium dengan fitur kebugaran.
Smartband ini menggunakan material keramik berwarna Pearl White dengan bodi setebal 9,7 mm yang dirancang untuk mendukung penggunaan sehari-hari sekaligus melengkapi gaya berpakaian pengguna.

Perangkat tersebut mengusung layar AMOLED 1,74 inci dengan refresh rate 60Hz dan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits, sehingga tampilan tetap mudah dilihat di bawah sinar matahari.
Untuk mendukung aktivitas olahraga, Xiaomi Smart Band 10 Pro Ceramic Edition menawarkan lebih dari 150 mode olahraga, sistem pelacakan rute berbasis Dual GNSS yang memanfaatkan lima sistem satelit, serta sertifikasi ketahanan air 5 ATM yang memungkinkan perangkat digunakan saat berenang.
Selain itu, smartband ini juga mendukung pemantauan kesehatan harian yang mencakup detak jantung, kadar oksigen dalam darah, tingkat stres, serta analisis kualitas tidur berbasis Heart Rate Variability (HRV).
Xiaomi mengklaim daya tahan baterainya mampu mencapai hingga 21 hari dalam kondisi penggunaan tertentu.
Xiaomi juga mengumumkan ketersediaan berbagai pilihan warna untuk lini wearable terbarunya.
Xiaomi Watch S5 tersedia dalam pilihan warna Black dan Juniper Green, sedangkan Xiaomi Watch S5 46mm hadir dalam varian Black, Silver, Jungle Green, dan Ceramic Blue.
Xiaomi Buds 6 dipasarkan dalam warna Graphite Black, Ceramic White, Titan Gray, dan Nebula Purple, disertai bonus langganan Spotify Premium Standard selama tiga bulan yang dapat diaktifkan sebelum 8 Agustus 2026.
Sementara itu, Xiaomi Smart Band 10 Pro tersedia dalam pilihan Lavender Pink, Glacier Silver, Midnight Black, dan Pearl White.
Melalui penyegaran portofolio wearable ini, Xiaomi Indonesia memperluas pilihan perangkat yang menggabungkan fungsi kebugaran, pemantauan kesehatan, dan desain premium dalam satu ekosistem.
Strategi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap perangkat yang mampu mendukung aktivitas olahraga sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup digital sehari-hari.
Baca Juga: Xiaomi 17T Pro Andalkan Kamera Leica dan Baterai 7.000mAh
Pool - detikSport Jumat, 24 Jul 2026 22:00 WIB
/
N'Golo Kante menjadi salah satu pilar penting Prancis saat menjuarai Piala Dunia 2018. Namun, di Piala Dunia 2026, gelandang berusia 35 tahun itu sama sekali tidak diturunkan oleh Didier Deschamps. Foto: Daniela Porcelli/Getty Images
Pernah jadi starter di final Euro 2024, Kobbie Mainoo sama sekali tidak dimainkan Inggris di Piala Dunia 2026. Mainoo juga absen dari laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis karena sakit. Foto: REUTERS/Peter Cziborra
Pemain baru Liverpool Victor Munoz menjadi bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026. Namun ia mendapat cedera dan melewatkan beberapa laga awal hingga akhirnya tidak dimainkan sama sekali. Foto: FIFA via Getty Images/Johnnie Izquierdo - FIFA
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mempercayakan gawang Spanyol di Piala Dunia 2026 kepada Unai Simon, yang menjawabnya dengan hanya kebobolan satu gol. David Raya yang merupakan Kiper Terbaik Premier League 20225/26 pun harus puas jadi cadangan. Foto: Florencia Tan Jun/Getty Images
James Trafford hanya menjadi kiper ketiga Inggris di Piala Dunia 2026. Dean Henderson diberi kepercayaan oleh Thomas Tuchel untuk mengawal gawang Inggris di laga perebutan tempat ketiga untuk menggantikan Jordan Pickford. Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Bremer hanya menghangatkan bangku cadangan selama Piala Dunia 2026. Gabriel dan Marquinhos dipercaya menjadi duet utama di jantung pertahanan Brasil. Foto: Getty Images/Soccrates Images
Ronald Araujo mengalami cedera sebelum Piala Dunia 2026 yang membuatnya absen di dua laga pertama Uruguay. Uruguay pada akhirnya tersingkir di fase grup dan Araujo sama sekali tidak main. Foto: Robin Jones/Getty Images
Jakarta - Tak semua pemain negara peserta Piala Dunia 2026 mendapat kesempatan bertanding. Sejumlah nama top pun ada yang bernasib demikian.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 24 Jul 2026 22:00 WIB
Cara mengenali orang berhati mulia dalam kehidupan sehari-hari/Foto: Magnific.com
Beauties, di zaman modern seperti saat ini, rezeki tidak hanya soal uang. Namun, bertemu dengan orang tulus dan berhati mulia juga termasuk salah satu rezeki yang patut disyukuri.
Orang berhati mulia bisa membuat setiap orang di sekitarnya merasa bahagia, nyaman, dan tenang. Kebaikannya bukan kepura-puraan, tapi tulus dari dalam hatinya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nah Beauties, ada beberapa cara mengenali orang berhati mulia dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran? Melansir YourTango, ini dia daftarnya. Simak!

Ilustrasi orang berhati mulia/Foto: Magnific.com
Orang berhati mulia tidak suka menghakimi, baik itu terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka bersikap ramah dan dapat memahami dengan sangat baik.
Mereka menyadari bahwa mereka hanyalah seorang manusia biasa di dunia ini. Oleh karena itu, mereka bekerja keras untuk menjadi pribadi yang leih baik.
Mereka tidak suka menghakimi orang lain juga karena mereka tahu bahwa setiap orang memiliki masalah, kebutuhan, dan kisahnya sendiri-sendiri, sehingga layak mendapatkan belas kasihan.
Orang baik hati selalu berusaha untuk secara sadar hadir dan peka terhadap orang lain. Mereka tidak hanya memedulikan dirinya sendiri, tapi turut memerhatikan orang di sekitarnya juga.
Mereka tidak selalu terpaku pada ponselnya, tetapi memberi uluran tangan dan berbuat baik. Mereka memberikan kebaikan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Ilustrasi orang berhati mulia/Foto: Magnific.com/tirachardz
Ciri orang berhati mulia selanjutnya adalah memberi tanpa mengharapkan imbalan. Mereka memiliki kesadaran bahwa di setiap keberuntungannya, selalu ada rezeki untuk dibagikan lagi kepada orang lain.
Mereka berbuat baik dengan berbagi kasih sayang, waktu, atau materi jika memilikinya. Mereka merasa lebih baik dengan berbagi, tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apa pun.
Cara mengenali orang berhati mulia adalah mereka tidak suka berpura-pura. Mereka akan menjadi dirinya sendiri yang baik hati, berempati, dan bisa menghargai orang.
Mereka pun dapat terbuka dengan karakter dan keunikan setiap orang. Mereka menerimanya dengan sangat baik, tanpa membeda-bedakan.

Ilustrasi orang berhati mulia/Foto: Magnific.com
Terakhir, orang berhati mulia cenderung membawa energi positif yang optimis dan ceria. Kehadirannya bisa sangat menyenangkan dan menginspirasi orang di sekitarnya.
Walau tidak selamanya hari mereka bahagia, tetapi mereka berusaha untuk menampilkan sisi terbaik dan cerianya di hadapan banyak orang. Semangat hidup inilah yang membuat mereka selalu menular dalam menyebarkan kebaikan.
Beauties, itu dia cara mengenali orang berhati mulia dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana, kamu pernah menemuinya di sekitarmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.