Nagoya, Jepang (ANTARA) - Pelatih kepala timnas esports Indonesia Richard Permana menyebut medali perak yang diraih tim Pokemon UniteIndonesia telah melampaui target awal yang ditetapkan.
"Kami bersyukur, kami overachieve dari target perunggu jadi perak," ujar Richard ditemui di Aichi Sky Hall, Jepang, Minggu.
Meskipun semula hanya menargetkan medali perunggu, performa para pemain sepanjang pertandingan membawa Indonesia melaju hingga partai final dan mengamankan posisi kedua.
Pencapaian tersebut terasa semakin spesial karena perjalanan Indonesia menuju final tidak mudah.
Richard mengungkapkan tim sempat menghadapi persoalan internal sehari sebelum pertandingan, termasuk perdebatan terkait aspek teknis permainan.
Situasi itu bahkan sempat membuat tim pelatih mempertanyakan peluang Indonesia untuk lolos dari fase grup.
Baca juga: Medali perak tambah kepercayaan diri tim Pokemon Unite
Namun, para pemain dan tim pelatih melakukan komitmen ulang. Mereka sepakat memulai kembali dengan kondisi baru dan membangun kepercayaan satu sama lain.
Hasilnya langsung terlihat pada fase grup. Indonesia dua kali sempat tertinggal 0-1, tetapi mampu bangkit dan mengamankan kemenangan 2-1, yakni saat bertemu Singapura dan Hong Kong.
Performa tersebut terus berlanjut hingga babak selanjutnya. Indonesia mencatatkan kemenangan 2-0 secara beruntun sebelum memastikan tempat pada partai final.
Richard bahkan menilai Indonesia berpeluang untuk meraih emas pada pertandingan puncak. Menurutnya, sejumlah kesalahan kecil menjadi faktor yang mengubah jalannya pertandingan.
"Saat final pun, kami merasa sepertinya kami bisa dapat emas. Terlihat bisa, sangat bisa," kata Richard.
Baca juga: PUBG Mobile percaya diri dapatkan medali emas di Asian Games 2026
Dia menilai gim kedua dan gim keempat menjadi momen penting dalam pertandingan final. Jika Indonesia mampu memenangi gim keempat, pertandingan akan berlanjut dalam kedudukan 2-2, dan kemenangan akan semakin terbuka.
Meski gagal membawa pulang emas, Richard tetap mengapresiasi perjuangan para pemain dan tim pelatih. Medali perak dinilai sebagai hasil yang berada di atas ekspektasi awal.
Selain melampaui target, pencapaian tersebut juga menjadi modal bagi perkembangan Pokemon Unite Indonesia menuju kompetisi internasional berikutnya.
Richard menyebut hasil tersebut menunjukkan posisi kompetitif Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan berharap nomor Pokemon dapat terus mendapat kesempatan tampil dalam ajang internasional mendatang.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia menambah satu medali perak pada hari kedelapan Asian Games 2026 melalui tim esports nomor Pokemon Unite, pada Minggu (27/9).
Indonesia meraih medali perak setelah kalah dari Jepang 1-3 pada pertandingan final yang berlangsung di Aichi Sky Hall, Jepang.
Hasil tersebut tercatat sebagai tambahan medali Indonesia pada hari ketiga Asian Games 2026.
Tim Indonesia yang diperkuat Deni Ardiyanto, Novrizal Diananta Said, Marcello Hillers, GM Judha Raja Panggabean, dan Muhammad Haikal Irawan tampil impresif sejak babak perempat final.
Indonesia mengawali fase gugur dengan mengalahkan Malaysia 2-0. Hasil tersebut membawa Indonesia ke semifinal untuk menghadapi Filipina.
Indonesia kembali meraih kemenangan 2-0 dan memastikan tiket ke final. Pada partai puncak, Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 1-3.
Meski gagal meraih emas, pencapaian tersebut membuat Indonesia membawa pulang medali perak dari nomor Pokemon Unite.
Selain esports, peluang Indonesia untuk menambah medali masih terbuka dari sejumlah cabang yang berhasil melaju ke babak semifinal maupun perempat final.
Dari bulu tangkis, tiga wakil Indonesia memastikan tempat pada semifinal. Alwi Farhan (tunggal putra) dan pasangan (ganda putra) Leo Carnando/Daniel Marthin sama-sama meraih kemenangan 2-0 pada laga perempat final, sedangkan Fajar Alfian/Muh Shohibul Fikri melaju ke semifinal dengan kemenangan 2-1.
Peluang lain datang dari cabang bulu tangkis ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violona Marwah yang juga memenangi perempat final 2-1 atas pasangan Korea Selatan dan melaju ke semifinal.
Dari cabang panahan, tim recurve putri yang diperkuat Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani berhasil melewati perempat final dengan kemenangan 5-3 atas Bangladesh dan melaju ke semifinal.
Sementara, dua wakil Indonesia dari cabang selancar juga masih memiliki peluang. Jasmine Michelle Studer dan Kya Jo Heuer sama-sama memenangkan babak ketiga nomor women's shortboard sehingga lolos ke perempat final.
Kontingen Indonesia mengoleksi 24 medali, terdiri atas dua emas, lima perak, dan 17 perunggu. Tambahan perak dari Pokemon Unite membuat Indonesia memperbesar koleksi medali perak menjadi lima.
China masih memimpin klasemen dengan 114 emas, 45 perak, dan 35 perunggu atau total 194 medali. Jepang berada di posisi kedua dengan 34 emas, 54 perak, dan 54 perunggu, disusul Korea Selatan dengan 18 emas, 22 perak, dan 38 perunggu.
Indonesia berada di bawah Chinese Taipei yang mengoleksi dua medali emas, tujuh perak, dan 19 perunggu. Di bawah Indonesia terdapat Filipina dengan dua emas, dua perak, dan tujuh perunggu.
Dengan sejumlah wakil Indonesia masih bertanding pada babak semifinal dan perempat final, peluang penambahan medali masih terbuka pada lanjutan pertandingan Asian Games 2026.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Manager PLN UP3 Sedayu, Andhy Prasetiawan dan Kepala Cabang BTN Yogyakarta, Hendy Purnomoadi menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan di PLN Hub UID Yogyakarta, Jumat (25/9/2026). Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan layanan ketenagalistrikan pada pengembangan perumahan baru di wilayah Yogyakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Yogykarta melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sedayu dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Kantor Cabang Yogyakarta menjalin kerja sama untuk mendukung layanan ketenagalistrikan, khususnya bagi pengembangan perumahan baru di wilayah Yogyakarta.
Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di PLN Hub, Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta, Jumat (25/9/2026). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat dan pengembang perumahan.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo mengatakan kerja sama dengan BTN merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Sinergi tersebut juga sejalan dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila melalui penguatan gotong royong dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“PLN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan layanan ketenagalistrikan yang mudah, cepat, dan andal. Melalui sinergi dengan BTN, kami berharap kebutuhan listrik untuk pengembangan perumahan dapat didukung secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Deri.
Manager PLN UP3 Sedayu, Andhy Prasetiawan mengatakan kerja sama tersebut akan memperkuat koordinasi PLN dan BTN dalam mendukung kebutuhan ketenagalistrikan pada kawasan perumahan yang dikembangkan oleh para pengembang.
“Kami siap memberikan dukungan layanan ketenagalistrikan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, sehingga pengembangan kawasan perumahan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang BTN Yogyakarta, Hendy Purnomoadi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung layanan ketenagalistrikan, terutama bagi perumahan baru yang dikembangkan para pengembang.
“Kami akan bekerja sama dengan developer yang membangun perumahan. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kerja sama dengan PLN dan ke depannya kami juga dapat memberikan manfaat lain melalui produk dan program BTN untuk keluarga besar PLN,” ujar Hendy.
Melalui kerja sama tersebut, PLN UP3 Sedayu dan BTN Kantor Cabang Yogyakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor perumahan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan ketenagalistrikan yang andal
Jakarta -
Laptop biasanya tidak menghasilkan panas yang cukup tinggi untuk langsung membakar kulit. Namun, jika ditempelkan ke tubuh selama berjam-jam dan dilakukan berulang kali, panas rendah dari perangkat ternyata bisa menyebabkan masalah kulit.
Hal tersebut terungkap dari kasus seorang anak laki-laki di Inggris yang mengalami perubahan kulit pada bagian perut dan paha akibat terbiasa menggunakan laptop dalam waktu lama. Kasusnya dilaporkan oleh dua dokter dari University Hospitals of Leicester NHS Trust dalam jurnal BMJ Case Reports.
Anak tersebut mengalami bercak kemerahan dan kecokelatan pada perut dengan pola menyerupai jaring. Area tersebut awalnya berukuran sekitar 15 cm dan tidak terasa sakit maupun hangat ketika disentuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter sempat mengira tanda tersebut merupakan memar atau akibat cedera. Pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan, tidak menemukan cedera internal yang dapat menjelaskan kondisi kulit tersebut.
Dua minggu kemudian, anak tersebut kembali ke rumah sakit. Kali ini bercak pada kulitnya semakin besar dan gelap, terasa lebih nyeri, serta mulai menunjukkan kerusakan kulit. Dokter kemudian menggali lebih jauh kebiasaan sehari-harinya. Saat itulah diketahui bahwa anak tersebut menjalani homeschooling dan menggunakan laptop untuk kegiatan belajar.
Ia mengaku biasa memangku bahkan meletakkan laptop langsung di atas perut ketika belajar hingga delapan jam sehari. Laptop tersebut juga sering digunakan dalam kondisi sedang mengisi daya.
"Ia melaporkan meletakkan laptop di atas perutnya hingga delapan jam setiap hari, sering kali saat sedang mengisi daya," kata dokter yang menangani bocah tersebut seperti dikutip dari Ars Technica.
Keterangan itu akhirnya membantu dokter menemukan penyebab bercak kulit yang sebelumnya misterius. Dokter mendiagnosis anak tersebut mengalami erythema ab igne (EAI), kondisi kulit yang dalam bahasa Latin berarti kemerahan akibat api. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah 'toasted skin syndrome' atau sindrom kulit terbakar.
EAI terjadi akibat paparan panas rendah secara berulang dan dalam waktu lama. Suhunya tidak cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar secara langsung, tetapi paparan yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di lapisan permukaan kulit.
Akibatnya, kulit dapat berubah menjadi kemerahan hingga gosong kecokelatan dengan pola khas seperti jaring atau renda. Kondisi ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. EAI secara tradisional dikaitkan dengan penggunaan bantalan pemanas, botol air panas, pemanas ruangan, hingga paparan panas dalam pekerjaan tertentu. Namun, penggunaan perangkat elektronik membuat sumber panas baru mulai mendapat perhatian.
"Meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, terutama selama homeschooling, telah muncul sebagai penyebab EAI yang kurang dikenali pada anak-anak," kata para peneliti.
Salah satu hal yang membuat kondisi ini mudah terlewat adalah panas yang memicunya tidak harus terasa seperti panas yang membakar. EAI justru berkaitan dengan paparan panas rendah dalam waktu lama. Karena itu, seseorang mungkin tidak merasa perlu memindahkan laptop meskipun perangkat tersebut terasa hangat.
Penelitian medis sebelumnya juga mencatat EAI dapat muncul pada pengguna laptop yang menempatkan komputer langsung di paha dalam waktu lama. Kondisi tersebut biasanya diawali kemerahan, kemudian berkembang menjadi pola kulit yang lebih gelap dan tidak mudah hilang.
Setelah penyebabnya diketahui, anak tersebut diminta menghentikan kebiasaan menempatkan laptop langsung di tubuhnya. Beberapa bulan kemudian, keluarganya melaporkan melalui konsultasi telepon bahwa kondisi kulitnya berangsur membaik hingga bercak tersebut akhirnya menghilang.
Secara umum, EAI dapat membaik setelah sumber panas dihentikan. Namun, pada paparan kronis, perubahan warna kulit dapat bertahan lebih lama. Para penulis laporan juga mengingatkan adanya risiko komplikasi yang jarang terjadi pada kasus yang berlangsung lama.
Karena itu, kebiasaan menggunakan laptop langsung di atas kulit selama berjam-jam sebaiknya dihindari. Meletakkan perangkat di meja atau menggunakan dudukan laptop dapat membantu mengurangi kontak langsung antara sumber panas dan tubuh.
Para dokter juga menekankan pentingnya mengenali EAI pada anak. Dalam kasus yang mereka laporkan, pengenalan kondisi secara lebih awal dapat membantu menghindari salah diagnosis serta pemeriksaan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Kasus ini bukan berarti laptop secara umum berbahaya bagi kulit, melainkan menunjukkan bahwa paparan panas yang berulang dan berlangsung lama pada area tubuh yang sama dapat menimbulkan masalah. Jadi, bukan hanya soal seberapa panas laptop terasa, tetapi juga berapa lama dan seberapa sering panas tersebut mengenai kulit.
(rns/rns)
TAGS
LIHAT LAINNYA
Kabupaten Bogor (ANTARA) - SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerbitkan dua buku karya siswa kelas XI yang dikembangkan dari tugas pembelajaran melalui proses penulisan hingga penyuntingan selama sekitar sembilan bulan.
Kepala SMA Kemala Bhayangkara Hendri Adi di Bogor, Minggu, mengatakan dua buku tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa sekaligus mendorong keberanian siswa menuangkan pengalaman dan pemikirannya melalui tulisan.
“Halangan utama orang untuk merefleksikan apa yang dipikirkan dalam bentuk tulisan adalah memulai. Anak-anak ini berhasil melampaui itu dan hari ini kami disajikan dua buku karya pertama mereka,” kata Hendri.
Dua buku tersebut yakni Echoes of Heritage yang berisi kumpulan kolom atau opini siswa serta Suara Dari Masa Depan berupa antologi karya sastra.
Menurut Hendri, Echoes of Heritage berawal dari penugasan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Para siswa diminta merefleksikan pengalaman ketika berinteraksi dengan budaya, kemudian mengembangkannya menjadi tulisan berbentuk opini.
Program tersebut kemudian dikembangkan agar tulisan siswa tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran, tetapi menjadi karya yang dapat dibaca masyarakat.
“Tidak hanya sekadar mempersiapkan dan menuangkan ide, tetapi bagaimana ide itu menjadi karya,” ujarnya.
Proses penerbitan kedua buku berlangsung sekitar sembilan bulan sejak dimulai pada Februari 2026. Siswa melewati sejumlah tahapan mulai dari penulisan, pengumpulan naskah, kurasi, penyuntingan bersama penulis profesional, hingga pencetakan.
Sekolah menjadikan proses tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa mengenai tahapan menghasilkan sebuah karya tulis hingga diterbitkan.
Sementara itu, Direktur Kebhayangkaraan Irjen Pol M Sugiarto mengingatkan para siswa agar tetap mengandalkan pemikiran dan pengalaman pribadi sebagai dasar menulis di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Menurut dia, penggunaan AI sulit dilepaskan dari perkembangan teknologi saat ini. Namun, teknologi tersebut sebaiknya menjadi alat bantu setelah siswa terlebih dahulu membangun dan menuangkan gagasannya sendiri.
“Kalau kita menyatakan bagaimana pengaruh AI di zaman sekarang, hampir tidak mungkin kita tidak melirik AI, tetapi seberapa orisinal tulisan kita? Tulis dulu, tuangkan pikiran kita, baru dalam proses selanjutnya melibatkan AI,” kata Sugiarto.
Ia berharap penerbitan dua buku itu menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus menghasilkan karya lainnya yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Setelah kita mencoba dan berhasil, Insyaallah kita akan memancing karya-karya yang lain. Jadi, terus berkarya. Negara ini membutuhkan karya-karya, bukan sekadar orang yang pintar. Karya yang bisa dirasakan orang lain,” ujarnya.
Pewarta: Antara
Editor : M Fikri Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengirimkan surat peringatan kepatuhan kewajiban pendaftaran kepada tujuh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang hingga tanggal 22 September 2026 belum memenuhi kewajiban pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap PSE Lingkup Privat yang menyediakan layanan atau beroperasi di Indonesia wajib memenuhi ketentuan pendaftaran yang berlaku. Surat peringatan ini menjadi kesempatan bagi PSE untuk segera memenuhi kewajiban sebelum tindakan penegakan hukum diterapkan,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar di Jakarta, Minggu.
Surat peringatan tertulis tersebut menjadi tindak lanjut dari notifikasi yang dikirimkan Kemkomdigi pada Kamis (17/9) kepada 25 PSE terkait kewajiban pendaftaran mengikuti ketentuan yang berlaku.
Sebanyak 16 PSE sebenarnya telah memenuhi kewajiban tersebut, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), PT Trans Berjaya Khatulistiwa, PT Lion Mentari Airlines, PT Jackal Holidays, PT Super Air Jet, PT Niaga Handal Cemerlang, PT ASI Pudjiastuti Aviation dan PT Transportasi Jakarta. PSE yang juga sudah memenuhi kewajiban ialah PT Dharma Lautan Utama, PT Doran Sukses Indonesia, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Ray Propertindo, PT Express Transindo Utama Tbk, PT Surya Pertiwi Tbk, PT Trans Antar Nusabird (Cititrans) dan PT Rajawali Bangun Angkasa.
Baca juga: Menkomdigi temui Microsoft bahas lebih lanjut strategi investasi berkelanjutan
Lalu ada dua PSE yang telah berkomunikasi dengan Kemkomdigi dan menyampaikan komitmen pendaftaran yaitu Pelita Air dan Shopify.
Sementara untuk tujuh PSE lainnya, surat peringatan disampaikan sebagai tindak lanjut pelaksanaan pembinaan sekaligus pengawasan kepatuhan.
“Kami minta seluruh PSE lingkup privat dapat segera melakukan pendaftaran agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas penyelenggaraan layanan digital yang digunakan,” kata Dirjen Alexander.
Ketujuh PSE Lingkup Privat yang telah menerima surat peringatan adalah Haryanto Motor Indonesia (aplikasi PO Haryanto Online), PT Indo Transport Abdimas (aplikasi PO Handoyo), PT Rosalia Indah Transport (website rosalia-indah.co.id dan aplikasi Rosalia Indah Transport), PT Sebastian Citra Indonesia (website rotio.id), PT Sriwijaya Air (website sriwijayaair.co.id, aplikasi Sriwijaya Air Mobile), PT Sudiro Tungga Jaya (aplikasi Sudiro Tungga Jaya) dan Secret Industries Pty Ltd (website fatsecret.co.id dan aplikasi Penghitung Kalori Fatsecret).
Baca juga: Menkomdigi minta Meta percepat penonaktifan akun anak
Alexander menegaskan apabila hingga tanggal 1 Oktober 2026, ketujuh PSE ini masih belum memenuhi kewajiban pendaftaran, Kemkomdigi akan mengambil langkah penegakan hukum administratif sesuai ketentuan, termasuk pemutusan akses terhadap sistem elektronik.
Dia mengatakan tetap membuka ruang klarifikasi bagi PSE yang menghadapi kendala teknis atau hambatan lainnya dalam proses pendaftaran.
“Seluruh PSE Lingkup Privat wajib mematuhi ketentuan yang berlaku demi terciptanya tata kelola sistem elektronik yang tertib dan bertanggung jawab di Indonesia,” ujar Alex.
Kementerian juga menyediakan kanal komunikasi dengan Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik melalui layanan pendaftaran email [email protected].
Selain itu, PSE Lingkup Privat juga dapat menghubungi layanan melalui pesan instan WhatsApp pada nomor +6281519456822, surel dengan alamat [email protected], dan zoom pse.komdigi.go.id/hubungi-kami/registrasi-zoom.
Bagi PSE yang membutuhkan bantuan secara langsung maka PSE dapat mendatangi Ruang Layanan Pendaftaran PSE Lingkup Privat, Lantai 18 Gedung Midpoint Place Jl. H. Fachrudin No.26, RT.9/RW.5, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2 Tahun 2026, mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari ekosistem SMK Go Global, yang dikembangkan pemerintah untuk memperkuat keterampilan dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) menghadapi kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pembukaan Batch 2 memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Baca Juga: Pemerintah Harus Beri Pendampingan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Usai Pulang ke Tanah Air
"Mulai 28 September ini kita buka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2. Ini menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global. Kami ingin kesempatan peningkatan kompetensi ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri," kata Mukhtarudin dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Dia mengatakan, keterampilan yang telah dimiliki lulusan SMK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penempatan. Menurutnya, SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK, tetapi terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.
"SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi untuk umum. Kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 yang ingin mendaftar, silakan mendaftar," ujarnya.
Dia menjelaskan, program tersebut menyediakan dua jenis pelatihan, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi berdasarkan sektor pekerjaan. Bidang pelatihan antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Baca Juga: Cegah TPPO, Menko Polkam Pastikan Pekerja Migran Kompeten dan Terlindungi
Dia berharap, program tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Pendaftaran Batch 2 berlangsung pada 28 September hingga 31 Oktober 2026 melalui kanal pendaftaran BP3MI. Dalam proses pendaftaran kali ini, calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1.
"Kita ingin anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang lebih luas. Dengan kompetensi yang baik, mereka bisa bekerja dengan lebih siap dan memiliki daya saing ketika masuk ke pasar kerja global," tegasnya.
Rini Apriliani | Beautynesia
Minggu, 27 Sep 2026 22:00 WIB
Cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila/Foto: Magnific.com
Setiap orang tua tentu ingin memberikan segala hal terbaik untuk anaknya. Mereka rela bekerja keras dari pagi hingga larut malam, demi sang anak mendapatkan kehidupan yang nyaman.
Namun, anak juga mendambakan waktu berkualitas bersama orang tua. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam tumbuh kembangnya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan kecerdasan dan komunikasi, membantu pengaturan emosi anak, hingga menjaga kesehatan fisiknya.
Dedikasinya terhadap karier memang baik, tapi jika tidak diimbangkan dengan cermat, hal itu bisa berdampak bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, anak yang tumbuh dengan orang tua workaholic atau yang gila kerja memiliki kepribadian dan kebiasaan tersendiri.
Melansir YourTango, ini dia cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Simak!

Ilustrasi anak dan orang tua bekerja/Foto: Magnific.com
Kebiasaan anak yang tumbuh dari orang tua gila kerja yang pertama adalah perfeksionis. Mereka sering kali merasa harga dirinya ditentukan oleh kualitas pekerjaan yang mereka lakukan di kantor.
Alhasil, mereka terbiasa membawa pekerjaannya ke rumah atau melakukan lembur. Mereka tak ragu untuk menerima tanggung jawab tambahan karena mereka memang sulit menetapkan batasan. Bahkan, mereka bisa mengambil beberapa pekerjaan sekaligus hanya untuk membuktikan bahwa mereka bisa menangani semuanya, walau aslinya kepayahan.

Ilustrasi kelelahan/Foto: Magnific.com
Orang tua zaman dulu banyak yang dibesarkan dalam budaya mengutamakan produktivitas dan kesuksesan di tempat kerja di atas kesejahteraan pribadinya. Mereka menganggap bahwa kelelahan bekerja membuktikan loyalitas terhadap perusahaan dan pengabdian pada pekerjaan.
Meski banyak anak muda sekarang yang berusaha menghentikan budaya kerja toxic ini, tetapi beberapa anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja sering kali sulit untuk melepaskannya.
Mereka telah melihat orang tuanya bekerja keras dan mengaitkan nilai diri dengan pencapaian karier. Kini, sebagai orang dewasa mereka mungkin tanpa sadar meniru pola tersebut. Mereka mungkin masih mencari pujian dan keamanan dari pekerjaan sendiri tersebut.

Ilustrasi orang tua bekerja/Foto: Magnific.com
Cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja selanjutnya adalah mereka sering kali menggunakan pekerjaan sebagai cara mengatasi masalah.
Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua pekerja keras biasanya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Meski orang tua bekerja untuk kebutuhan keluarga, mereka tetap jarang memiliki waktu berkualitas bersama di rumah.
Sejak kecil, sebagai anak mereka melihat orang tuanya melarikan diri dari stres dan masalah emosi dengan terus bekerja. Mereka pun melihat orang tua mencoba “menebus” waktunya dengan dengan memberi kecukupan materi pada anak.
Alih-alih mencontohkan work-life balance dan kecerdasan emosional, orang tua secara tidak sadar mengajarkan bahwa pekerjaan dan uang adalah cara untuk meredakan emosinya.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com
Hubungan anak dan orang tua sejak kecil bisa memengaruhi bagaimana seseorang membangun hubungan di usia dewasa. Anak yang memiliki orang tua gila kerja berisiko menjadi orang yang menghindar dalam hubungan atau avoidant.
Saat dewasa, mereka akan menciptakan jarak atau mencari pasangan yang sama-sama dingin dan cuek. Kebiasaan ini tanpa sadar mengulang rasa rindu yang sama seperti saat mereka masih kecil.
Karena tidak pernah diajarkan caranya membuka diri dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya, pola hubungan yang dingin tersebut justru membuat mereka lebih nyaman.
Beauties, itu dia beberapa cara mengenali anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.
Jakarta, CNN Indonesia --
Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian PANRB untuk menghentikan praktik kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad).
Desakan ini mencuat usai insiden tewasnya seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Vanreko Varkas Bagaskara (28), saat menjalani Latsarmil Komcad di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (26/9).
Koalisi menuntut pemerintah menjelaskan kronologi lengkap insiden tersebut secara transparan, terutama menyangkut kondisi cuaca, beban latihan, serta hasil pemeriksaan kesehatan awal korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterangan medis awal tersebut penting, tetapi belum menggantikan pemeriksaan yang independen dan menyeluruh," tulis Koalisi Masyarakat Sipil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9).
Pilihan Redaksi
Selain menuntut pengusutan insiden, Koalisi turut menyoroti pemaksaan keikutsertaan ASN dalam program Komcad. Padahal, merujuk Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN), kepesertaan Komcad bersifat sukarela.
"Secara hukum, kewajiban warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan negara tidak sama dengan kewajiban menjadi anggota Komcad," tegas mereka.
Koalisi mengingatkan bahwa UU PSDN mengharuskan pengelolaan sumber daya nasional berlandaskan prinsip demokrasi dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh sebab itu, program pembentukan karakter tidak boleh dijadikan dalih untuk menekan karier atau mengikat kewajiban kedinasan para ASN.
"Oleh karenanya, atas dasar itu, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kementerian Pertahanan, Kementerian PANRB, menghentikan setiap bentuk pelibatan CPNS atau ASN dalam Komcad yang bersifat wajib, menjadi syarat kedinasan atau pengembangan karier, disertai tekanan, atau tidak didasarkan pada persetujuan bebas dan terinformasi," bunyi tuntutan tersebut.
Adapun enam organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil ini meliputi Imparsial, Centra Initiative, Raksha Initiatives, DeJure, HRWG, dan Indonesia Risk Center (IRC).
Korban Vanreko Varkas Bagaskara dilaporkan meninggal dunia akibat terserang sengatan panas berlebih (heatstroke) sewaktu mengikuti rangkaian Latsarmil Komcad.
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Jumat (25/9) pukul 09.30 WIB ketika Vanreko selesai menjalani sesi pertama penutupan Latsarmil.
Saat akan memasuki sesi latihan berikutnya, almarhum mengeluhkan pandangan yang mendadak gelap serta pusing hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
"Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat," kata Iman, seperti dilansir Detik, Minggu (27/9).
(thr/wiw)
Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya untuk bersenang-senang di Amerika Serikat (AS) semakin mahal. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat masyarakat mengerem pengeluaran untuk hiburan.
Sebaliknya, konsumen AS justru tetap menggelontorkan uang untuk berbagai aktivitas rekreasi, mulai dari seni dan kerajinan, bermain video game, hingga aktivitas luar ruangan seperti hiking, berkemah, dan menyelam.
Fenomena ini dikenal sebagai "funflation", yakni kenaikan biaya untuk berbagai aktivitas hiburan dan rekreasi.
Berdasarkan analisis terbaru Bank of America (BofA), pengeluaran untuk hobi meningkat 7,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026.
Pertumbuhan tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan jumlah transaksi yang hanya mencapai 3,4%. Artinya, konsumen bukan hanya melakukan lebih banyak pembelian terkait hobi, tetapi juga mengeluarkan uang lebih banyak untuk aktivitas tersebut.
"Funflation adalah kenaikan biaya aktivitas rekreasi yang terlihat pada berbagai harga, mulai dari bensin untuk kendaraan yang digunakan saat akhir pekan hingga es krim saat berlibur," kata John Gathergood, profesor ekonomi di University of Nottingham, Inggris, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (27/9/2026).
Data Consumer Price Index (CPI) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan indeks rekreasi yang mencakup video dan audio, hewan peliharaan dan jasanya, perlengkapan olahraga, fotografi, serta bacaan rekreasi naik 2,7% dalam 12 bulan hingga Agustus 2026.
Sementara itu, penjualan di toko perlengkapan olahraga, toko hobi, alat musik, dan toko buku melonjak 10,7% dalam 12 bulan hingga Agustus.
Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan total penjualan ritel dan jasa makanan AS yang mencapai 6% pada periode yang sama.
Liburan Makin Mahal
Salah satu faktor yang mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat AS adalah melonjaknya biaya perjalanan.
Analis BofA menyebut data transaksi kartu menunjukkan pertumbuhan pengeluaran untuk hobi dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan berkaitan dengan pergeseran konsumsi dari perjalanan akibat kenaikan biaya bahan bakar.
Harga bahan bakar pesawat melonjak setelah pecahnya perang AS-Iran. Berdasarkan International Air Transport Association (IATA) Jet Fuel Price Monitor, harga bahan bakar pesawat mencapai sekitar US$194 per barel pada pekan yang berakhir 18 September.
Angka tersebut melonjak 116% dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.
Kenaikan biaya bahan bakar turut berdampak pada harga tiket pesawat. Data pemerintah AS menunjukkan harga tiket pesawat meningkat 26,5% secara tahunan pada Agustus.
"Dengan mengurangi perjalanan ke luar negeri, konsumen dapat membebaskan sejumlah besar uang untuk dibelanjakan pada hobi di rumah," ujar Gathergood.
Dan Wasiolek, analis ekuitas senior di Morningstar, mengatakan pandemi Covid-19 telah mempercepat perubahan pola konsumsi masyarakat menuju pengeluaran untuk pengalaman ketimbang barang.
Namun, mahalnya biaya perjalanan tidak sepenuhnya membuat masyarakat AS berhenti bepergian.
Keluarga berpendapatan tinggi masih terus melakukan perjalanan meskipun harga meningkat. Masyarakat AS secara umum juga masih berencana mengalokasikan dana untuk perjalanan selama musim panas.
Survei PwC terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa pada April menunjukkan masyarakat AS berencana menghabiskan rata-rata hampir US$2.900 untuk perjalanan selama musim panas.
Sebanyak 71% responden memperkirakan pengeluaran mereka untuk perjalanan akan sama atau lebih tinggi dibandingkan musim panas sebelumnya.
Milenial Lebih Boros untuk Hobi
Perubahan pola konsumsi juga terlihat berdasarkan kelompok usia.
Analisis BofA menemukan bahwa milenial yang lebih tua menjadi kelompok yang mengeluarkan uang paling banyak untuk hobi dalam tiga bulan hingga Agustus.
Pengeluaran per konsumen kelompok tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gen Z, yang menjadi kelompok dengan pengeluaran hobi paling rendah.
Menurut analis BofA, kondisi tersebut menunjukkan bahwa generasi tertentu kemungkinan mengalihkan pengeluaran ke hobi yang relatif lebih murah, seperti seni, kerajinan tangan, dan permainan papan.
Perubahan tersebut juga dinilai mencerminkan tren aktivitas bergaya "granny core", seperti merajut, menjahit, hingga membuat kue.
Menariknya, pengeluaran untuk video game juga meningkat di hampir seluruh kelompok usia.
Dalam 12 bulan hingga Agustus, pengeluaran per orang untuk video game tumbuh signifikan. Bahkan Gen Z, yang mencatat pertumbuhan paling kecil dibandingkan kelompok usia lainnya, tetap meningkatkan pengeluaran untuk video game sebesar 20%.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ketika biaya untuk aktivitas rekreasi tertentu semakin mahal, konsumen tidak serta-merta berhenti mencari hiburan. Mereka justru dapat mengalihkan pengeluaran ke aktivitas lain yang dianggap lebih terjangkau, termasuk berbagai hobi yang bisa dilakukan dari rumah.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]