AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying dalam operasi moneter.
Kebijakan ini mulai menunjukkan dampak terhadap aktivitas pasar sekunder, salah satunya tercermin dari lonjakan transaksi surat berharga PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
BI mencatat volume transaksi surat berharga SMF di pasar sekunder meningkat signifikan dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026. Artinya, volume transaksi tersebut naik sekitar 464% dalam periode tersebut.
Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi
Kebijakan perluasan underlying operasi moneter dilakukan BI sebagai bagian dari penguatan operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market.
Melalui kebijakan ini, obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi dapat digunakan sebagai underlying dalam transaksi operasi moneter.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, penguatan operasi moneter melalui pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) penting agar kebijakan moneter dapat diteruskan hingga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
"Sinyal kebijakan moneter perlu mengalir melalui Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) agar dapat memengaruhi transaksi dan pembiayaan dunia usaha dan rumah tangga," kata Destry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, operasi moneter pro-market tidak hanya ditujukan untuk mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendorong aktivitas transaksi di pasar keuangan sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi di sektor riil.
Baca Juga: Maybank Indonesia dan Sunway Medical Centre Jalin Kemitraan Strategis, Manjakan Nasabah Premier Lewat Akses Kesehatan Eksklusif
"Melalui operasi moneter pro-market, Bank Indonesia tidak hanya mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar, tetapi juga mendorong aktivitas transaksi di pasar keuangan, yang kemudian mendukung kegiatan ekonomi di sektor riil," ujarnya.
Jakarta (ANTARA) - Corporate Forum for CSR Development (CFCD) menyelenggarakan Penganugerahan Perempuan Berbakti Award (PBA) ke-2, Indonesian CSR Awards (ICA) ke-10, dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) ke-9 di Jakarta.
Mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita”, ajang ini mengapresiasi perusahaan, komunitas, individu, dan pemangku kepentingan yang menghadirkan praktik bisnis bertanggung jawab, pemberdayaan berdampak, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Ketua Umum CFCD, Thendri Supriatno mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar ajang apresiasi, melainkan upaya mendorong CSR dan keberlanjutan agar berbasis bukti, dampak, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
“Kami ingin memastikan CSR dan keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen dan narasi, tetapi dapat dibuktikan melalui evidence, dampak, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan program. CFCD mengajak dunia usaha memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Thendri.
Sekretaris Jenderal CFCD, Prof. Hardinsyah menambahkan bahwa CSR perlu terintegrasi dengan strategi perusahaan dan kebutuhan masyarakat.
“Program CSR harus berbasis data, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, serta menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Penganugerahan ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan nasional, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi, M.Si.; Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Kepala Sekretariat Nasional SDGs Pungkas Bahjuri Ali, serta Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Ir. Sigit Reliantoro
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat pesan bahwa pencapaian pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, dan lembaga lainnya.
Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan bahwa pencapaian SDGs membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Dunia usaha memiliki kapasitas untuk menghadirkan inovasi, investasi, teknologi, dan model pemberdayaan yang menjawab persoalan pembangunan secara nyata. Karena itu, praktik CSR yang selaras dengan SDGs perlu diperkuat agar menghasilkan dampak terukur bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH/BPLH, Ir. Sigit Reliantoro, menekankan bahwa tanggung jawab dunia usaha terhadap lingkungan perlu diarahkan pada pencegahan dampak dan keberlanjutan ekosistem.
“CSR dan keberlanjutan perlu bergerak dari sekadar kegiatan sosial menuju kontribusi nyata dalam menjaga daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dunia usaha memiliki peran penting untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan tidak melampaui kemampuan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang kita perlukan adalah kebijakan yang diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, sehingga keberlanjutan menjadi bagian dari budaya dan praktik bisnis,” ujar Sigit.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah kebijakan KLH/BPLH yang menempatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan sebagai instrumen penting dalam memastikan pembangunan tidak melampaui kapasitas lingkungan. Sigit juga menekankan bahwa implementasi kebijakan harus menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
Dalam konteks CSR, pendekatan tersebut memperkuat pentingnya program perusahaan yang tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga mencegah pencemaran, menjaga ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara kegiatan usaha, masyarakat, dan lingkungan.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak perubahan. Program CSR perlu memperkuat kapasitas, kemandirian ekonomi, perlindungan, dan kepemimpinan perempuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BSN Donny Purnomo menilai standardisasi penting untuk memperkuat akuntabilitas program keberlanjutan.
“Standardisasi membantu organisasi menerjemahkan komitmen terhadap kualitas, lingkungan, tata kelola, dan keberlanjutan ke dalam proses yang konsisten dan terukur,” ujarnya.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Pertamina (Persero) memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan di wilayah operasional Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Bandung, Kamis (1/10). Peringatan ini juga menjadi pengingat komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Upacara mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur'. Tema tersebut menjadi momentum bagi seluruh Perwira Pertamina untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, hadir langsung sebagai pembina upacara di wilayah operasional PGE. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan dalam Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dari Ketua DPR RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikrar tersebut mengingatkan bahwa sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan itu berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila. Kedua hal itu dinilai perlu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Simon saat membacakan ikrar di hadapan para perwira di Bandung.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bertindak sebagai pembina upacara di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. Ia menyebut Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan Pancasila.
Menurutnya, Pancasila merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi Pertamina, semangat itu tercermin dalam tanggung jawab perusahaan memastikan energi tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
"Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi para perwira di lingkungan Pertamina Group, agar terus berupaya menjaga mandat yang diberikan kepada perusahaan, yaitu untuk menjaga ketahanan energi nasional, melalui ketersediaan energi, yang terjangkau. Semoga hal ini bisa terus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," tutur Oki dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).
Melalui peringatan ini, Pertamina juga mengajak seluruh perwira menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk menjalankan mandat perusahaan dan mendukung terwujudnya ketahanan energi Indonesia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Pertamina untuk kembali menegaskan peran nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bagi Perwira dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Pertamina menyatakan komitmennya untuk menjalankan mandat perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung terwujudnya ketahanan energi Indonesia.
(rir)
Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:49 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Jumat (2/10/2026) di zona hijau. Penguatan ini terjadi setelah IHSG ditutup melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.
Baca Juga
IHSG dibuka menguat 8,58 poin atau 0,14 persen ke level 6.018,08. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,90 poin atau 0,15 persen ke posisi 593,28.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada perdagangan Kamis (1/10/2026), IHSG ditutup melemah 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009,50. Indeks bertahan di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan.
Baca Juga
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, menilai pelaku pasar masih mencermati perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Perubahan susunan pejabat pemerintahan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam melihat arah kebijakan ekonomi.
“Dari sisi domestik, pasar merespons perkembangan reshuffle kabinet yang kembali memunculkan uncertainty terkait arah kebijakan pemerintah ke depan,” ujarnya, Kamis.
Baca Juga
Menurut Nafan, perubahan kabinet dalam jangka pendek dapat memengaruhi pergerakan pasar karena investor perlu menilai kembali arah kebijakan dan koordinasi antarkementerian.
“Dalam jangka pendek, reshuffle kabinet dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan, koordinasi antarkementerian, serta implikasinya terhadap program fiskal dan ekonomi.”
Nafan juga menilai respons pasar terhadap perubahan kabinet perlu dilihat dari perkembangan selanjutnya, terutama terkait kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah.
“Perkembangan reshuffle sendiri menunjukkan bahwa pasar langsung merespons perubahan tersebut, meskipun perlu dibedakan antara reaksi awal dan dampak fundamentalnya,” sambungnya.
Selain faktor domestik, pasar saham juga menghadapi tekanan dari kondisi eksternal. Imbal hasil US Treasury yang masih tinggi, tekanan terhadap rupiah, serta ketidakpastian geopolitik menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.
Kondisi tersebut turut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Nafan menyebut investor masih cenderung melakukan penyesuaian portofolio dan memilih saham secara selektif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sikap investor saat ini menurut saya cenderung lebih defensif dan selektif,” kata dia.
Menurut dia, sikap tersebut tercermin dari arus dana asing yang masih berada dalam tekanan serta pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. “Hal ini tercermin dari masih berlanjutnya net foreign sell dan tekanan pada sejumlah saham big caps.”
Halaman Selanjutnya
Secara teknikal, Nafan sebelumnya memproyeksikan area 6.019 sebagai support penting bagi IHSG. Jika indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya pemulihan teknikal masih terbuka.
Jumat, 2 Oktober 2026 09:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti makan siang bersama siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/agr
Jakarta (ANTARA) - Kehadiran Sekolah Rakyat kini menjadi salah satu capaian penting Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Memasuki dua tahun kepemimpinan nasional, program yang beroperasi secara bertahap sejak Juli 2025 ini telah bertransformasi dari sekadar proyek rintisan menjadi jaringan pendidikan yang solid, terstruktur, dan meluas di berbagai pelosok Indonesia.
Puncak dari percepatan program ini ditandai pada 12 Januari 2026, ketika Presiden Prabowo meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Langkah awal tersebut langsung memberikan akses pendidikan layak bagi 15.954 siswa dari keluarga prasejahtera, disokong oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah resmi berdiri dan aktif beroperasi. Jika digabungkan dengan sekolah rintisan, kini terdapat 182 Sekolah Rakyat yang menampung lebih dari 44.000 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA.
Capaian ini menjadi pijakan awal yang kokoh untuk mengejar target pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Program ini bertujuan merangkul 4,16 juta anak Indonesia yang tidak atau putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi maupun akses geografis, sebagaimana tercatat dalam data terintegrasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Program ini dirancang secara efektif dengan merombak sistem seleksi dan kurikulum sekolah konvensional demi menegakkan asas keadilan sosial. Sekolah Rakyat meniadakan tes seleksi akademik yang sering meminggirkan anak-anak prasejahtera akibat ketimpangan akses fasilitas belajar sejak dini, serta kompleksitas lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang.
Sebagai gantinya, diterapkan tes DNA talent berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan bakat bawaan dan potensi alamiah siswa. Skema ini lazim digunakan oleh banyak sekolah-sekolah atau lembaga bimbingan belajar tambahan yang bertarif mahal, sehingga hanya bisa dijangkau oleh anak dari keluarga kelas menengah ke atas di kota besar.
Hasil pemetaan Kementerian Sosial bersama sebuah lembaga pendidikan ternama di Jakarta terhadap lebih dari 15 ribu siswa Sekolah Rakyat tahun pertama menunjukkan bahwa 54,2 persen siswa dari keluarga prasejahtera ini unggul di bidang talenta sosial. Sementara itu, 34,3 persen unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta 11,5 persen sisanya unggul di bidang bahasa.
Kebijakan yang membuat Sekolah Rakyat istimewa adalah paduan dari hasil pemetaan potensi tersebut dengan kurikulum berprinsip multi-entry multi-exit. Melalui kurikulum ini, siswa dapat masuk dan lulus secara dinamis menyesuaikan usia, kemampuan akademik, hingga perkembangan kepribadian. Hal ini penting karena para peserta didik memiliki latar belakang yang sangat beragam. Harapannya, para siswa benar-benar siap secara akademis, fisik, dan mental saat terjun ke masyarakat.
Tidak hanya siswa, para guru, tenaga kependidikan, hingga wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat juga dipersiapkan secara matang. Mereka adalah talenta muda lulusan terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat dari tingkat provinsi hingga pusat oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Di dalam lingkungan asrama, para siswa tidak hanya dibimbing dalam mata pelajaran akademis, tetapi juga dibekali keterampilan vokasional, sertifikasi kompetensi, literasi keuangan digital, kebudayaan, hingga penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, dan Jerman.
Dari sini terlihat bahwa pemerintah tidak main-main untuk mempersiapkan para siswa jebolan Sekolah Rakyat. Mereka ditempa menjadi tenaga kerja terampil yang berdaya saing tinggi, siap mengisi pasar kerja nasional maupun internasional, atau menembus persaingan ketat di berbagai perguruan tinggi ternama.
Keunggulan mendasar lain yang membedakan Sekolah Rakyat dari sekolah umum adalah penerapan intervensi berbasis keluarga (family-centered intervention). Pemerintah menyadari bahwa memindahkan anak ke asrama tanpa membenahi kondisi ekonomi keluarganya hanya menyelesaikan sebagian masalah.
Oleh karena itu, di bawah arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat anak-anak dididik dan dipenuhi kebutuhannya di asrama, orang tua mereka di rumah turut disokong melalui program pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial terpadu.
Orang tua atau wali siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan mendapat bantuan modal dan pendampingan usaha melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), diintegrasikan ke dalam kepesertaan penebalan bansos Program Keluarga Harapan (PKH), serta memperoleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tidak berhenti di situ, rumah-rumah keluarga siswa yang tidak layak huni dipugar secara bertahap melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST), seperti pembenahan 31 unit rumah orang tua siswa di Kabupaten Tabanan, Bali. Dengan skema holistik ini, saat anak menyelesaikan pendidikan dan siap mandiri, kondisi ekonomi serta sanitasi keluarganya di rumah pun telah terangkat ke taraf yang jauh lebih layak.
Sekolah Rakyat juga menjangkau masyarakat adat, salah satunya melalui Sekolah Rakyat di Jambi.
Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial melaporkan bahwa 3 dari 40 siswa SRMA Jambi merupakan anak-anak Suku Talang Mamak, yaitu Kevin Saputra (18), Rio Ardianto (18), dan Rido (20). Suku Talang Mamak sendiri merupakan komunitas adat yang bermukim di pedalaman Jambi, tepatnya di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Dusun Semerantihan, Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.
Sementara itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Putri (19), seorang anak penjaga makam, membuktikan bahwa kemiskinan tidak membatasi potensi intelektual. Melalui tempaan dan dukungan penuh di Sekolah Rakyat, Putri berhasil meraih beasiswa penuh untuk melanjutkan studi pada Program Studi Sistem Informasi ESQ Business School Jakarta tahun akademik 2026/2027.
Rekam jejak dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Sekolah Rakyat membuktikan bahwa akses pendidikan yang setara dan dijamin negara mampu mengubah ketidakberdayaan menjadi keberdayaan nyata.
Dengan memadukan jaminan pendidikan berasrama yang bermutu, pemanfaatan teknologi, dan pembenahan ekonomi keluarga secara simultan, pemerintah tidak hanya berupaya membebaskan putra-putri Indonesia dari belenggu kemiskinan hari ini, melainkan sedang meletakkan fondasi terkuat bagi terwujudnya kemandirian bangsa menuju era Indonesia Emas 2045.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jumat, 2 Oktober 2026 09:47 WIB
Arsip foto - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir (kiri) meninjau lokasi kejadian setelah tujuh orang tewas dalam serangan bersenjata di sebuah permukiman Yahudi di Yerusalem Timur pada 27 Januari 2023. ANTARA/Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency /pri.
Istanbul (ANTARA) - Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dituding merencanakan operasi pembajakan menggunakan skenario false flag (bendera palsu) dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab untuk menyeret Amerika Serikat terlibat ke perang baru dengan Iran.
Tudingan itu dilaporkan media televisi milik Pemerintah Iran, Press TV, Kamis (1/10), mengutip sumber regional yang dianggap mengetahui hal itu.
Sumber tersebut mengatakan insiden yang melibatkan penerbangan maskapai flydubai dari Dubai ke Tel Aviv pada Rabu (30/9) merupakan bagian dari rencana tersebut.
Operasi itu dibahas dan disepakati selama kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden penerbangan tersebut terjadi, kata sumber itu.
Sumber tersebut juga mengatakan Netanyahu didampingi beberapa pejabat tinggi militer dan intelijen dalam kunjungan rahasia itu.
Selain itu, pembahasan dalam pertemuan itu melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab untuk berfokus pada perancangan operasi yang nantinya dapat disalahkan kepada Iran.
Sumber Press TV itu juga mengatakan tujuan dari hal tersebut adalah untuk menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam perang lain melawan Iran.
Sumber tersebut juga mengaitkan rencana itu dengan situasi politik dalam negeri Israel, dengan menyatakan bahwa Netanyahu khawatir mengenai prospek koalisinya dalam pemilihan parlemen yang akan datang.
Press TV tidak mengungkap identitas sumber maupun menyajikan bukti dalam laporannya untuk memperkuat tuduhan tersebut.
Belum ada tanggapan langsung dari Israel, Uni Emirat Arab, maupun AS terkait tuduhan tersebut.
Tuduhan itu muncul sehari setelah penerbangan flydubai FZ1073, yang mengangkut 174 penumpang dari Dubai ke Tel Aviv, melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz di Kota Tabuk, Arab Saudi.
Rabu (30/9), flydubai menyatakan terjadi "perselisihan di kokpit" dan awak pesawat dapat mengamankan pesawat sebelum pesawat tersebut dialihkan dengan selamat ke Arab Saudi.
Pihak otoritas bandara Arab Saudi menyatakan kapten dan kopilot pesawat tersebut mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat.
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional Arab Saudi kemudian membuka penyelidikan terkait insiden tersebut.
Flydubai mengumumkan bahwa penerbangan menuju dan dari Israel akan ditangguhkan sementara selama penyelidikan berlangsung.
Langkah tersebut akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengungkap seluruh fakta seputar insiden tersebut.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Kejadian bermula ketika Billy bermaksud membilas tubuh anaknya yang berpasir dan mulai menggigil kedinginan usai bermain di pantai.
Baca Juga: Pilih Sembunyikan Wajah Anak, Billy Syahputra Ingin Jaga Privasi
Namun, saat hendak bergegas masuk ke fasilitas toilet, langkahnya mendadak dihentikan secara agresif oleh petugas setempat lantaran persoalan biaya retribusi sebesar Rp10 ribu.
"Jadi intinya adalah, habis main ke pantai sama Stefan, dan dia mungkin sudah dingin, terus juga sudah kotor, pasir-pasir. Masuk ke kamar mandi, disuruh bayar Rp 10 ribu, tapi agak sedikit didorong. 'Bayar dulu,' ya nanti dibayar sama suster aku. Sebentar doang dibayar, 'bayar dulu, bayar dulu.' Nah dari situ kita cek cok mulut, dan dia minta dipukul sama aku, ya aku gak mungkin lah aku tahan. Ya dia suruh bayar Rp10 ribu, aku bayar Rp10 ribu," kata Billy Syahputra dalam unggahan Instagram pribadinya yang dikutip pada Kamis (1/10/2026).
Insiden tersebut sempat diwarnai adu mulut memanas. Bahkan, Billy mengungkapkan adanya ketidaksesuaian uang kembalian saat sang pengasuh anak (suster) melunasi tarif yang diminta.
"Dibayar sama sus Rp50 ribu, kembali Rp30 ribu. Aku bilang, 'enggak aku, gak mandi,' minta lagi Rp10 ribu, aku sampai segitunya lo. Jadi bayar cuma Rp10 ribu, terus terjadilah cek cok segala macam. Kemudian aku tegurlah, aku bikin video. Bayar dulu enggak boleh masuk," terangnya.
Baca Juga: Kekasihnya Dituding Berbadan Dua, Billy Syahputra Angkat Suara
Sebagai seorang ayah, Billy mengaku tersulut emosi bukan karena nominal uang, melainkan sikap petugas yang dinilainya tidak bersahabat dan memicu konfrontasi fisik saat dirinya sedang menggendong balita yang kedinginan.
"Saya enggak pernah mencari masalah sama siapapun. Tapi maksudnya, saya lagi bawa anak, abang dorong-dorong ngapain. Gitu enggak boleh masuk. Memang gitu enggak boleh masuk. Saya bilang sama suster saya, saya bayar Rp10 ribu. Bentar bang, bentar. Terus ngomong tinggi sekali. Terus tiba-tiba mau ngajakin berantem. Jangan kayak gitulah bang, abang harus tahu ini posisi saya bawa anak bang," lanjutnya.
Ketegangan di lokasi akhirnya berhasil diredam setelah kerabat penjaga toilet turun tangan untuk memediasi kedua belah pihak.
"Saya punya teman, maaf ya," kata kerabat penjaga toilet di sana.
"Ya kalau saya juga salah, saya minta maaf ya," terang Billy menanggapi iktikad baik tersebut.
Sebelum mengakhiri perselisihan, presenter yang kini telah berstatus sebagai ayah ini memberikan teguran bijak kepada petugas agar lebih mengedepankan empati dan tidak mengulangi tindakan serupa kepada pengunjung lain, khususnya wisatawan yang membawa anak kecil.
"Rp10 ribu saya bayar, Rp100 ribu saya bayar abang. Anak-anak kan menggigil abis ke pantai. Abang dorong-dorong bayar-bayar enggak boleh kayak gitu bang," tegas Billy.
Perselisihan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai usai kedua pihak saling berjabat tangan. Billy menegaskan bahwa unggahan ceritanya di media sosial semata-mata dibuat sebagai bentuk refleksi dan imbauan bersama.
"Jadi hari ini gue pengin cerita, baru banget pulang dari pantai Dreamline. Terus cerita ini disclaimer dulu nih, tidak pengin mencari kebenaran dan kalau gue punya salah juga minta maaf, pengin berbagi cerita. Mungkin karena gue sudah menjadi sosok bapak kali ya, dan di satu sisi juga posisi lagi sama anak gitu," tutupnya.
Jumat, 2 Oktober 2026 09:46 WIB
Screenshot (Antara)
Jakarta (ANTARA) - Suasana belajar di sebuah ruang kelas sekolah luar biasa (SLB) itu perlahan berubah.
Jika sebelumnya suara guru menjadi penanda utama berlangsungnya pelajaran, kini perhatian para murid juga tertuju pada layar digital di hadapan mereka.
Di layar itu, gambar, video, audio, dan beragam materi pembelajaran hadir dalam bentuk yang lebih interaktif.
Sesekali tangan menyentuh permukaan layar, sementara suara dari materi yang diputar membantu sebagian murid mengikuti pelajaran dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Bagi peserta didik dengan hambatan dan kemampuan yang beragam, kehadiran teknologi tersebut bukan sekadar menghadirkan perangkat baru di dalam kelas.
Lebih dari itu, teknologi memberi pilihan baru bagi mereka untuk melihat, mendengar, menyentuh, dan memahami materi pembelajaran.
Pengalaman tersebut terlihat di ruang kelas SLB YPCC Banda Aceh.
Di sekolah itu, cara setiap murid menangkap pelajaran tidaklah sama.
Bagi murid tunanetra misalnya, suara menjadi jembatan utama untuk memahami informasi yang disampaikan guru.
Sementara bagi murid dengan low vision, ukuran tampilan menjadi penting agar tulisan, gambar, dan materi yang tersaji di depan kelas dapat terlihat lebih jelas.
Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) pun memberi ruang bagi kebutuhan belajar yang berbeda tersebut.
Guru Kelas Hambatan Penglihatan SLB YPCC Banda Aceh Novi Widiastuti mengatakan IFP membantu murid tunanetra mengikuti pembelajaran melalui indra pendengaran, sekaligus memungkinkan murid dengan low vision memperbesar tampilan materi sesuai kebutuhan.
“Saya bisa memperbesar huruf dan gambar untuk murid low vision, sementara murid tunanetra dapat belajar melalui narasi, audio, video, serta materi yang dipadukan dengan huruf Braille. Pembelajaran menjadi jauh lebih interaktif dan membuat murid lebih percaya diri mengakses materi,” kata Novi.
Bagi Novi, kemudahan tersebut membuat satu materi pelajaran dapat disajikan dengan cara yang berbeda tanpa harus mengubah tujuan pembelajaran.
Murid pun memiliki lebih banyak pilihan untuk memahami materi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pengalaman lain
Pengalaman lain datang dari kelas IIIQ SLB YPCC Banda Aceh. Guru kelas Anggawinata melihat bagaimana sebuah video sederhana dapat membantu seorang murid autisme yang sebelumnya kerap mengalami kesulitan memusatkan perhatian selama proses pembelajaran.
“Anak autisme lebih mudah belajar lewat gambar dan suara. Dulu ada murid yang sulit fokus dan sering tantrum, tetapi ketika saya memutar video pembelajaran di IFP, ia bisa duduk tenang hingga selesai dan fokus memperhatikan layar. Perkembangannya luar biasa,” kata Anggawinata.
Perubahan itu menunjukkan bagaimana media pembelajaran yang tepat dapat membantu anak menemukan cara belajar yang paling nyaman bagi dirinya.
Fleksibilitas IFP juga memberi keleluasaan kepada guru untuk menyesuaikan materi dengan karakteristik setiap peserta didik sehingga pembelajaran tidak harus berlangsung dengan satu pola yang sama.
“Ada yang lebih mudah memahami gambar, ada yang lebih paham lewat video atau audio. Semuanya bisa disesuaikan sehingga belajar tidak lagi monoton. Anak-anak juga lebih aktif karena dapat langsung berinteraksi melalui layar sentuh,” kata Angga.
Cerita tentang teknologi yang membantu membuka akses belajar juga dirasakan Raka, siswa kelas X SLB Negeri Trituna, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Sebagai murid tunanetra, ia terbantu oleh fitur TalkBack pada IFP yang memberikan panduan suara saat mengoperasikan layar.
“TalkBack itu panduan suara untuk tunanetra. Jadi belajar lebih seru dan menarik. Dengan IFP, baik tunanetra maupun penyandang disabilitas lainnya bisa ikut belajar dan punya kesempatan yang sama,” ujar Raka.
Bagi Raka, layar digital di hadapan para murid bukan lagi sekadar benda yang hanya bisa dilihat.
Melalui bantuan suara dan fitur aksesibilitas, layar tersebut menjadi ruang untuk berinteraksi dan mengikuti pembelajaran.
Ya, IFP di ruang kelas SLB tidak lagi sekadar menjadi papan pintar yang menggantikan papan tulis konvensional.
Di balik layar yang dapat disentuh dan dioperasikan itu, terdapat upaya untuk menghadirkan lebih banyak pilihan agar setiap peserta didik dapat mengakses pengetahuan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.
Upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inklusif tersebut menjadi bagian dari agenda digitalisasi pendidikan yang terus diperluas pemerintah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa IFP bukan semata-mata menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas.
Memperluas akses
Kehadiran IFP menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pembelajaran bermutu bagi setiap murid, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
Menurut Tatang, di sekolah luar biasa, IFP memberi keleluasaan kepada guru untuk menghadirkan pembelajaran melalui lebih banyak cara, mulai dari visual, audio, hingga materi yang interaktif dan multimodal.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan keragaman kebutuhan setiap anak.
“Karena itu, manfaat digitalisasi tidak hanya kami ukur dari ketersediaan perangkat, tetapi dari kemampuannya mengurangi hambatan belajar, meningkatkan partisipasi, dan memperluas kesempatan setiap murid untuk berkembang secara optimal,” kata Tatang menjawab pertanyaan ANTARA, awal Oktober .
Ia mengatakan, mandat yang diemban Kemendikdasmen bukan hanya memastikan teknologi pembelajaran tersedia di sekolah, tetapi juga memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat mendukung peserta didik dengan beragam kebutuhan.
“Tujuan transformasi digital pendidikan mentransformasi pendidikan yang inklusif, agar kemajuan teknologi sekaligus memperkuat pemerataan dan keadilan dalam memperoleh layanan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Tatang.
Upaya tersebut mulai terlihat dari jumlah satuan pendidikan yang menerima perangkat digital.
Pada 2025, pemerintah menyalurkan masing-masing satu unit IFP beserta perangkat pendukung kepada 288.865 satuan pendidikan, termasuk 2.360 sekolah luar biasa. Hingga Juli 2026, program serupa telah menjangkau 13.838 satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penyaluran itu juga disertai 30.285 laptop dan perangkat penyimpanan eksternal untuk mendukung pemanfaatan teknologi di sekolah.
Namun, layar dan perangkat digital hanyalah salah satu bagian dari perubahan.
Agar teknologi benar-benar hidup di ruang kelas, guru juga perlu memiliki kemampuan untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Menurut data Kemendikdasmen, sebanyak 33.156 guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan pembelajaran digital.
“Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan perangkat yang hadir di sekolah tidak berhenti sebagai benda baru, tetapi benar-benar menjadi alat yang membantu proses belajar,” kata Tatang.
Dukungan ekosistem
Dukungan terhadap ekosistem digital itu pun diperluas hingga ke hal-hal yang kerap tidak terlihat dari dalam layar, seperti ketersediaan internet dan listrik.
Hingga akhir 2025, pemerintah telah memberikan akses internet kepada 8.265 satuan pendidikan dan layanan listrik kepada 2.389 satuan pendidikan.
Kemudian pada akhir 2026, perluasan akses internet ditargetkan dapat menjangkau 16.557 satuan pendidikan.
Kebutuhan listrik juga terus ditindaklanjuti bagi 227.365 satuan pendidikan, yang mencakup 26.162 sambungan baru dan penambahan daya pada 201.203 sekolah.
Sementara bagi 9.544 sekolah yang berada di luar jaringan PLN, pemerintah menyiapkan alternatif tenaga surya berbasis baterai dan sistem off-grid.
Di sisi lain, teknologi juga membutuhkan bahan belajar yang dapat langsung digunakan guru dan murid.
Karena itu, Kemendikdasmen mengintegrasikan IFP dengan Rumah Pendidikan, platform yang telah digunakan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis.
Rangkaian upaya tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada hadirnya layar baru di dalam kelas.
Ada guru yang belajar menggunakan teknologi, ada sekolah yang membutuhkan listrik dan internet, serta ada peserta didik yang memerlukan cara berbeda untuk memahami sebuah pelajaran.
Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, transformasi digital pendidikan pun tidak lagi semata tentang seberapa banyak perangkat yang dapat ditempatkan di sekolah, namun juga tentang bagaimana teknologi membuka pintu belajar yang lebih setara bagi setiap anak.
Dari suara yang memandu murid tunanetra, ukuran huruf yang dapat diperbesar bagi murid low vision, hingga gambar dan video yang membantu murid memusatkan perhatian, teknologi pada akhirnya bukan semata tentang kecanggihan perangkat, melainkan tentang bagaimana sebuah ruang kelas dapat menjadi lebih terbuka bagi semua anak.
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Liputan6.com, Jakarta Resep ayam betutu panggang adalah cara paling menggugah untuk menghadirkan cita rasa Pulau Dewata di dapur rumah. Hidangan ayam utuh berbalut rempah ini dikenal karena dagingnya yang empuk dan aromanya yang menyusup hingga ke serat terdalam. Sebelum masuk ke takaran dan langkah, ada baiknya memahami rahasia bumbu ayam betutu yang membuatnya begitu melegenda.
Ayam betutu berasal dari Bali, dan namanya kerap dikaitkan dengan teknik memanggang atau membakar daging secara perlahan. Ciri utamanya bukan pada jenis ayam, melainkan pada pasta bumbu khas Bali bernama base genep. Dilansir dari TasteAtlas, ciri utama ayam betutu justru terletak pada penggunaan base genep, dengan ayam utuh dibumbui lalu dimasak perlahan atau dikukus di dalam daun pisang.
Panduan ini menyusun satu resep ayam betutu panggang yang tuntas, mulai dari bahan, langkah, hingga tips agar hasilnya maksimal. Racikannya yang kaya rempah membuat hidangan ini terasa istimewa meski dimasak dengan peralatan rumahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363611/original/074093000_1790907160-Ayam_betutu_bakar.jpg)
Perbesar
Meski kini menjadi ikon kuliner seluruh Bali, ayam betutu berakar kuat di Gilimanuk, kota pelabuhan di ujung barat pulau. Dari sana popularitasnya menyebar ke Gianyar, Ubud, hingga Denpasar dengan sedikit perbedaan rasa dan cara masak. Jejak hidangan ini juga kerap dikaitkan dengan pengaruh budaya Majapahit yang berkembang di Bali. Kelezatannya bahkan mengantar ayam betutu masuk daftar makanan pedas terbaik di dunia.
Mengacu pada riset yang dimuat Indonesian Journal of Tourism and Hospitality Management, ayam betutu tidak hanya mencerminkan kekayaan kuliner, tetapi juga menyimpan makna mendalam di tradisi upacara adat Bali. Karena itu hidangan ini sering hadir dalam ritual keagamaan, pernikahan, hingga sajian saat Nyepi. Ayam betutu adalah salah satu hidangan yang wajib ada dalam upacara keluarga di Pulau Dewata.
Yang membedakan betutu dari ayam bakar biasa atau ayam ungkep adalah prosesnya. Ayam bakar umumnya diolesi kecap lalu dibakar cepat, sedangkan betutu dilumuri bumbu secara menyeluruh, dibungkus daun, lalu dimasak lambat sehingga rempah benar-benar meresap ke dalam daging. Cara masak inilah yang membuat teksturnya lembut dan rasanya berlapis.
Adapun, base genep berarti "bumbu lengkap" dan merupakan pasta bumbu paling umum sekaligus paling serbaguna dalam masakan Bali, dipakai untuk membumbui daging, seafood, hingga sup dan kari. Racikan ini umumnya memadukan bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, jahe, kunyit, cabai, dan kemiri, ditambah rempah kering seperti ketumbar serta merica.
Karakter base genep adalah pasta bumbu aromatik yang menjadi bahan penting dalam banyak hidangan Bali. Dalam tradisi Bali, base yang khusus untuk unggas dikenal sebagai base be siap. Dari fondasi bumbu yang sama, Anda bisa mengembangkan tiga varian bumbu sesuai selera keluarga.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363612/original/088606800_1790907172-Ayam_betutu_panggang_lezat.jpg)
Perbesar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1280407/original/028660700_1467472708-20160702-ayam_betutu-denpasar.jpg)
Perbesar
Kunci cara memasak ayam betutu yang sempurna ada pada kesabaran: bumbu ditumis matang, ayam dikukus hingga empuk, baru dipanggang. Ikuti sepuluh langkah berikut secara berurutan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363610/original/011984300_1790907151-Ayam_betutu_panggang.jpg)
Perbesar
Beberapa hal kecil membedakan hasil biasa dengan yang istimewa, dan prinsip ini berlaku baik untuk resep sederhana maupun versi rumahan yang lebih lengkap.
Betutu berkuah.
Alih-alih dipanggang, ayam dimasak dengan tambahan air atau kaldu sehingga menghasilkan ayam betutu kuah yang pedas dan berkaldu. Versi ini cocok disantap dengan nasi hangat pada cuaca dingin.
Betutu isi daun singkong.
Ala Klungkung, rongga ayam diisi daun singkong atau kangkung yang sudah dilumuri bumbu. Cara ini memberi lauk sekaligus sayur dalam satu sajian.
Bebek betutu.
Ganti ayam dengan bebek untuk rasa yang lebih tebal dan gurih. Karena daging bebek lebih alot, perpanjang waktu kukus agar tetap empuk sebelum dipanggang.
Untuk hasil terbaik, gunakan ayam segar dengan daging kenyal dan tidak berbau. Ayam kampung ukuran sedang paling ideal karena tahan proses kukus dan panggang tanpa kehilangan bentuk, sekaligus menghasilkan rasa yang lebih dalam.
Simpan sisa ayam betutu dalam wadah tertutup di kulkas dan konsumsi dalam dua hingga tiga hari. Saat menghangatkan, kukus sebentar atau panggang ulang dengan api sedang agar teksturnya tetap nikmat dan gurih, bukan kering.
Bila kencur sulit didapat, tambahkan sedikit jahe untuk menjaga kehangatan rasa. Terasi bersifat opsional dan bisa diganti kecap ikan, sedangkan minyak kelapa boleh diganti minyak sayur. Jika tidak ada daun pisang, aluminium foil dapat menjadi pembungkus pengganti yang tetap mengunci uap dan aroma.
Dengan rempah yang ditumis matang, proses kukus yang sabar, dan sentuhan panggang di akhir, Anda bisa menghadirkan sepotong Bali di meja makan sendiri. Selamat memasak dan nikmati ayam betutu panggang buatan Anda bersama keluarga.
1. Apa itu ayam betutu?
Ayam betutu adalah hidangan khas Bali yang dimasak dengan bumbu rempah yang kaya, kemudian dimatangkan hingga bumbu meresap dan dagingnya empuk.
2. Apa saja bumbu ayam betutu?
Bumbu ayam betutu umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, lengkuas, kencur, serai, kemiri, dan berbagai rempah lainnya.
3. Bagaimana cara membuat ayam betutu agar empuk?
Ayam betutu bisa dibuat empuk dengan memasaknya perlahan bersama bumbu hingga matang dan bumbu meresap sebelum dipanggang.
4. Berapa lama ayam betutu dipanggang?
Lama pemanggangan bergantung pada ukuran ayam dan suhu oven. Ayam dipanggang hingga bagian luarnya matang dan bumbu menjadi lebih meresap.
5. Apakah ayam betutu bisa dibuat tanpa daun pisang?
Bisa. Ayam betutu tetap dapat dimasak menggunakan panci atau oven tanpa daun pisang, meski penggunaan daun pisang bisa membantu mempertahankan aroma dan kelembapan ayam.
Liputan6.com, Jakarta - Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia resmi mengumumkan daftar pendek SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards, ajang penghargaan yang mengapresiasi inovasi, kreativitas, serta dampak bisnis dari berbagai kampanye pemasaran di Indonesia.
Proses seleksi dilakukan melalui rangkaian penjurian yang melibatkan para pemimpin industri dari berbagai sektor. Tahun ini, Grand Jury melakukan penilaian secara langsung selama tiga hari di M Jakarta untuk menentukan kampanye-kampanye yang dinilai memiliki kualitas, inovasi, serta efektivitas terbaik.
SMARTIES™ Indonesia merupakan bagian dari program penghargaan global yang berada di bawah payung Global X dan berpusat di New York. Program ini berjalan di 13 negara dan lima region dengan standar penilaian yang sama secara global.
Melalui pendekatan tersebut, kampanye yang dinilai di Indonesia tetap mempertahankan konteks lokal, namun diukur menggunakan standar internasional yang sama. Hal ini menjadikan SMARTIES™ sebagai salah satu ajang yang memberikan pengakuan terhadap karya pemasaran dengan dampak nyata bagi industri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363646/original/076217700_1790909149-batch_Day_1_-_Voting_Discussion.jpg)
Perbesar
SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards menerima berbagai karya dari 25 kategori yang terbagi dalam empat channel utama, yaitu Purpose Driven Marketing, Impact Marketing, Media & Growth, serta Creative & Innovation Impact.
Kategori-kategori tersebut mencerminkan perkembangan industri pemasaran Indonesia yang semakin beragam, mulai dari kampanye berbasis tujuan sosial, strategi media, pertumbuhan bisnis, hingga inovasi kreatif.
Setiap kampanye yang masuk dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni Strategy, Execution, Results, dan Creatives. Penilaian dilakukan dengan sistem yang dirancang untuk menjaga objektivitas, termasuk penggunaan sistem master berbasis Amerika Serikat, pemeriksaan skor otomatis, serta pengawasan terhadap potensi konflik kepentingan.
Sebelum memasuki tahap Grand Jury, proses seleksi dimulai melalui Qualifying Jury secara online yang melibatkan pemimpin industri dari berbagai latar belakang, seperti brand, agensi, platform teknologi, dan media publisher.
Karya dengan performa terbaik kemudian melanjutkan proses ke tahap Grand Jury yang melibatkan lebih dari 60 marketer senior dari berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363647/original/097918900_1790909149-batch_Day_2_-_Grand_Jury_Members.jpg)
Perbesar
Dalam tahap akhir seleksi, Grand Jury melakukan evaluasi mendalam terhadap kampanye-kampanye yang masuk daftar pendek. Para juri berasal dari berbagai posisi strategis, mulai dari President Director, Chief Level Executive, Marketing Director, General Manager, Vice President, Country Director, hingga Business Owner.
Proses penjurian tatap muka berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Setiap sesi berlangsung selama enam hingga delapan jam dengan pembahasan mendalam mengenai strategi, kreativitas, implementasi, serta hasil yang dicapai oleh masing-masing kampanye.
Jury Chair dalam SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards terdiri dari Ira Noviarti, Independent Board Commissioner of Telkom Indonesia; Georgios Badaro, President Director of Nestlé Indonesia; serta Benjie G. Yap, President Director of Unilever Indonesia.
Dalam proses deliberasi, para Jury Chair bertugas memimpin diskusi, membuka sesi voting, serta memastikan setiap keputusan diambil secara adil dan kredibel.
Selain itu, Toluna hadir sebagai Knowledge Partner sekaligus Jury Observer yang berperan menjaga integritas proses penjurian. Toluna melakukan peninjauan terhadap seluruh entri dan mengikuti proses deliberasi tanpa memberikan nilai maupun suara.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363648/original/018194600_1790909150-batch_Day_3_-_Grand_Jury_Members.jpg)
Perbesar
Shanti Tolani, Country Head and Board of Director Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya yang berpartisipasi dalam SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards.
“Saya merasa sangat terhormat dan gembira dengan luas serta kualitas partisipasi tahun ini, dengan karya-karya luar biasa yang hadir dari beragam industri, vertikal, dan organisasi, baik dari pasar global maupun lokal di Indonesia. Seiring teknologi terus mempercepat inovasi, kami melihat perpaduan yang memikat antara kreativitas, data, dan gagasan yang dibentuk oleh lanskap Indonesia yang unik dan beragam,” ujar Shanti Tolani.
Menurutnya, kualitas kampanye yang masuk serta keterlibatan dewan juri dengan pengalaman dan keahlian yang luas menunjukkan perkembangan ekosistem pemasaran Indonesia yang terus meningkatkan standar kreativitas dan dampak bisnis.
Sementara itu, Rohit Dadwal, CEO MMA Global APAC, Global Head of SMARTIES™ WW dan BOD Asia Pacific, mengatakan bahwa karya-karya dari Indonesia memiliki karakter unik karena menggabungkan wawasan budaya lokal dengan standar penilaian global.
“Indonesia memiliki tempat yang khas dalam keluarga SMARTIES™. Karya di sini sangat lokal — berakar pada wawasan budaya yang tidak akan ditemukan di tempat lain — namun diukur dengan kriteria global yang sama,” ujar Rohit Dadwal.
Ia menambahkan bahwa kombinasi antara perspektif lokal dan standar internasional membuat kampanye-kampanye Indonesia mampu bersaing dalam ekosistem pemasaran regional maupun global.
Setelah melalui seluruh rangkaian seleksi, para pemenang SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards akan diumumkan dalam acara SMARTIES™ Indonesia — Celebration of Talent yang berlangsung pada Kamis, 5 November 2026 di Grand Ballroom, Lantai 2, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan.
Melalui ajang ini, MMA Indonesia kembali memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku industri yang menghadirkan kampanye inovatif dengan kombinasi kreativitas, teknologi, strategi, dan dampak bisnis.
Daftar pendek SMARTIES™ Indonesia 2026 menjadi gambaran perkembangan industri pemasaran Indonesia yang semakin dinamis, sekaligus menunjukkan bagaimana ide-ide lokal dapat berkembang dan mendapatkan pengakuan melalui standar global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6