Ibu Kota Nusantara buka peluang produksi budi daya perikanan Penajam - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 05.10.2026 - person  - timer ~

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur,  membuka peluang pasar baru bagi produksi budi daya perikanan.

"Pengembangan budi daya perikanan terus dilakukan pemerintah kabupaten," ujar Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Musakkar Mulyadi ketika ditanya sektor budi daya perikanan di Penajam, Senin.

"Pemerintah kabupaten memberikan pembinaan dan bantuan sarana prasarana kepada kelompok pembudidaya," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan bantuan berupa kolam, benih, pakan serta bahan pendukung peningkatan kualitas air kepada kelompok pembudidaya perikanan, dan saat ini tercatat 472 kelompok pembudidaya perikanan di kabupaten setempat.

Hingga kini, tercatat produksi budi daya ikan air tawar dan payau (campuran air tawar dan air laut) di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 11.000-12.000 ton per tahun.

"Produksi budi daya rumput laut gracilaria para petambak mencapai sekitar 9.000 ton per tahun," jelasnya.

Pemerintah kabupaten menargetkan peningkatan produksi budi daya perikanan mencapai kisaran tiga persen, lanjut dia, serta meningkatkan nilai tambah produksi budi daya perikanan tidak hanya bahan baku yang dipasarkan, tetapi ada proses pengolahan atau setengah jadi.

Budi daya perikanan air tawar yang dikembangkan ikan patin, lele dan nila, serta bandeng, udang, kepiting serta rumput laut dikembangkan di air payau yang dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan daerah sekitar, dipasarkan ke kawasan IKN.

Keberadaan IKN membuka peluang pasar budi daya perikanan cukup besar, pengepul juga memasarkan hasil produksi budi daya perikanan ke pasaran di wilayah IKN, demikian Musakkar Mulyadi.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.