Mamuju (ANTARA) - Seekor paus jenis "False killer whale" (Pseudorca crassidens) atau yang dikenal masyarakat sebagai paus pembunuh palsu berhasil dievakuasi dan dilepaskan ke laut dalam setelah sempat terdampar di Pantai Bajoe di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis.
"Informasi mengenai mamalia laut yang terdampar tersebut pertama kali disampaikan Sanusi, Kepala Dusun Bajoe, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar," kata Founder Sahabat Penyu Muhammad Yusri di Polewali Mandar.
Mendapat informasi tersebut, Yusri bersama tim Sahabat Penyu langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu proses penyelamatan.
Proses evakuasi kemudian dilakukan bersama warga dan personel Satuan Polisi Air (Polair) Polres Polewali Mandar menggunakan perahu.
Selain berupaya mengembalikan paus ke laut, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisiknya.
"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan paus memiliki panjang sekitar empat meter, kondisinya tampak lemas dan terdapat sejumlah luka pada beberapa bagian tubuhnya," ujar pria yang akrab disapa Yusri Mampie itu.
Proses evakuasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari air laut yang sedang surut, angin timur yang bertiup cukup kencang, hingga minimnya peralatan pendukung penyelamatan.
Warga, kata Yusri, sebenarnya sudah berupaya mendorong paus ke tengah laut, namun karena kondisinya lemah ia kembali terdampar.
Ia mengatakan penanganan mamalia laut yang terdampar membutuhkan cara yang tepat agar tidak memperburuk kondisinya.
Kejadian ini, kata Yusri, menjadi pengingat bahwa masyarakat membutuhkan edukasi mengenai penanganan awal mamalia laut yang terdampar.
"Dengan penanganan yang tepat dan dukungan peralatan yang memadai, peluang satwa untuk kembali ke habitatnya akan lebih besar," katanya.
Walaupun sudah berhasil dievakuasi ke laut dalam, namun Sahabat Penyu masih terus memantau perkembangan pascaevakuasi.
"Besok (Jumat) kami masih akan memantau perkembangan pascaevakuasi, untuk memastikan paus tersebut betul-betul sudah berada di laut lepas," ujar Yusri.
Pewarta: Amirullah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Seoul - Pemilik sebuah restoran berbintang dua Michelin di Korea Selatan dituntut hukuman satu tahun penjara setelah diduga menyajikan semut sebagai bagian dari hidangan penutup. Jaksa juga menuntut denda sebesar 20 juta won atau sekitar Rp 243,9 juta.
Dikutip dari BBC, Kamis (23/7/2026), tuntutan tersebut diajukan karena semut tidak termasuk dalam 10 jenis serangga yang diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan peraturan keamanan pangan di Korea Selatan. Beberapa serangga yang telah mendapat persetujuan antara lain belalang, belalang gurun, dan jangkrik bercak dua.
Kasus ini mencuat setelah pejabat dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan menemukan ulasan pelanggan di internet yang menampilkan foto hidangan dengan taburan semut.
Hasil penyelidikan mengungkap restoran tersebut mengimpor sedikitnya 49.000 ekor semut dari Amerika Serikat dan Thailand yang digunakan dalam berbagai hidangan selama empat tahun.
Otoritas kesehatan juga menemukan semut yang digunakan mengandung logam berat hingga 55 kali lebih tinggi dibandingkan serangga yang telah disetujui untuk dikonsumsi manusia, menurut laporan The Chosun Daily.
Pemilik restoran mengakui menggunakan semut, namun menegaskan bahan tersebut hanya dipakai sebagai taburan pada menu sorbet, yang merupakan sebagian kecil dari 15 hidangan yang disajikan restoran.
Ia juga menyatakan pelanggan diberi pilihan untuk tidak mengonsumsi semut. Menurutnya, sekitar 60 persen pengunjung memilih topping semut, sedangkan sisanya memilih alternatif seperti cuka fermentasi atau bunga yang dapat dimakan.
Sebagai pembelaan, pemilik restoran berargumen bahwa penggunaan semut sebagai bahan makanan bukanlah hal baru. Ia menyebut sejumlah restoran di Australia, Denmark, dan Inggris juga menyajikan semut dalam menu mereka.
Di sejumlah negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, semut memang telah lama dikonsumsi. Semut penenun beserta telurnya menjadi bagian dari kuliner tradisional di Thailand dan Kamboja, sementara ratu semut di Kolombia dianggap sebagai hidangan bernilai tinggi yang kerap disamakan dengan kaviar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai ketahanan energi di Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangga di Asia. Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah krisis geopolitik global menjadi bukti ketangguhan sektor energi domestik.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menjelaskan perbandingan kondisi saat pecahnya konflik di Timur Tengah beberapa waktu lalu. Berdasarkan pantauannya, banyak negara tetangga terpaksa membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM), sementara Indonesia tetap mampu melayani kebutuhan masyarakat.
"Saya merasa hari ini ketahanan energi kita jauh lebih kuat dibandingkan negara-negara tertangga. Kalau kita ingat ketika perang di Timur Tengah meletus, seminggu dua minggu kemudian negara-negara di kawasan Asia paling tidak sudah membatasi penjualan BBM. Di Bangladesh, Pakistan, Filipina sudah membatasi," katanya dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia, Kamis (23/7/2026).
Ketahanan di sektor kelistrikan Indonesia juga dinilai sangat stabil karena didukung oleh ketersediaan batu bara yang melimpah sebagai bahan baku pembangkit. Dengan cadangan yang ada saat ini, sektor kelistrikan dinilai tidak mengalami gangguan berarti meski pasar energi dunia sedang mengalami gejolak suplai.
"Electricity sektor kita sesungguhnya tidak terganggu karena apa? Ya blessing in disguise kita masih menggunakan batu bara lebih banyak. Batu bara di Indonesia besar sekali cadangannya luar biasa Ibu Bapak. Kita hari ini memproduksi batu bara 800 juta ton per tahun. Kita mau produksi itu 50 tahun masih ada cadangan untuk 100 tahun yang akan datang," paparnya.
Selain sektor listrik, Indonesia memiliki resiliensi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) untuk menekan ketergantungan pada produk minyak luar negeri. Implementasi program mandatori biodiesel 40% (B40) yang sebelumnya berlaku, terbukti efektif mengurangi volume impor diesel secara signifikan di tengah kenaikan harga minyak mentah.
"Kita kemudian juga memiliki resiliensi karena kita memang memiliki sumber energi untuk membantu pengurangan impor. Hari ini kita menggunakan B40 untuk mengurangi volume impor diesel kita. Jadi sesungguhnya kita agak lebih kuat," tambahnya.
Meski memiliki resiliensi yang baik, pemerintah tetap mewaspadai lonjakan harga minyak mentah dunia yang dapat memaksa penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Transisi energi dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
"Bagi saya transisi energi itu bukan opsi, bukan pilihan, itu adalah keniscayaan. Jadi it is inevitable that we have to transform our energy sector to become more sustainable," tandasnya.
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Magnific.com/lookstudio
Beauties, apa yang terlintas di benakmu pertama kali ketika mendengar kata integritas? Apakah kejujuran? Prinsip moral yang kuat?
Keduanya merupakan ciri dari seseorang yang punya integritas tinggi. Mereka selalu berusaha untuk bertindak sesuai dengan nilai dan prinsip yang mereka yakini dalam menjalani kehidupan.
Orang dengan integritas tinggi tidak hanya dihormati karena sikapnya, tapi juga karena ucapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat yang mereka gunakan menunjukkan betapa mereka menghormati orang lain.
Lantas, apa saja, sih, kalimat yang sering diucapkan orang dengan integritas tinggi? Menurut ilmu psikologi, berikut ini kalimat yang sering mereka ucapkan, dirangkum dari Your Tango.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik
Orang yang berintegritas tinggi akan mengakui kesalahan mereka dan tidak ragu untuk meminta maaf. Mereka paham bahwa setiap orang tidak luput dari kesalahan dan itu adalah hal yang manusiawi.
Kalimat "maaf, aku telah melakukan kesalahan" menunjukkan kemampuan mereka untuk mengendalikan emosi dan merendahkan egonya. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers In Psychology, orang akan menjadi lebih pemaaf, bersyukur, dan positif saat mereka menerima permintaan maaf. Jadi, mengatakan "maaf" dapat membuat sebuah perbedaan yang berarti.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Pexels/Sam Lion
Orang yang punya integritas tinggi akan bertanggung jawab atas tindakannya. Jika terjadi kesalahan, mereka tidak akan kabur. Mereka akan berkata, “Aku akan memperbaiki keadaan.”
Memperbaiki kesalahan dan bertanggung jawab bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi itu adalah hal yang benar. Menurut penelitian dari European Journal of Social Psychology, orang membenci meminta maaf karena membuat mereka merasa terancam.
Tyler G. Okimoto, Ph.D., seorang profesor dan dekan madya untuk Fakultas Bisnis, Ekonomi, dan Hukum di Universitas Queensland, menambahkan bahwa orang merasa terancam karena permintaan maaf terasa seperti merendahkan diri sendiri dan membuat mereka merasa seperti menyerahkan kekuasaan dan kendali.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Pexels/Vitaly Gariev
Mereka yang berpegang teguh pada nilai-nilai mereka memiliki integritas yang luar biasa, dan sering kali mengungkapkannya dengan mengatakan secara tegas, "Aku menolak untuk mengkompromikan nilai-nilaiku."
Sebagian orang mungkin akan menganggap kalimat ini terkesan kasar dan dingin. Tapi ini adalah bentuk batasan sehat yang dimiliki oleh orang berintegritas tinggi, Beauties.
Dalam menghadapi kesulitan, mereka tidak goyah, bahkan ketika orang lain berusaha menghasut mereka untuk melakukan cara yang bertentangan dengan prinsip mereka. Orang berintegritas tinggi konsisten karena kompas moral mereka bersifat internal, bukan berdasarkan tekanan atau keinginan sesaat.
Salah satu nilai mereka kemungkinan besar adalah mempraktikkan kebaikan. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Social Psychology, melakukan tindakan kebaikan meningkatkan kebahagiaan, yang mungkin menjadi alasan mengapa orang-orang dengan integritas sejati umumnya juga lebih bahagia.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik
Salah satu kalimat khas yang sering digunakan orang dengan integritas tinggi adalah "bagaimana menurutmu?". Kalimat ini memastikan semua orang yang terlibat dalam percakapan didengarkan dan dimengerti.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di PLOS One pada 2023, perasaan didengarkan dapat membuat orang merasa nyaman dan dekat dalam hubungan mereka.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Pexels/KAROLINA GRABOWSKAKABOOMPICS
Orang yang berintegritas tinggi tidak selalu menjadi orang yang paling disukai di ruangan, Beauties. Ketika mereka terlibat dalam percakapan yang bertentangan dengan moral mereka sendiri, mereka adalah orang pertama yang berdiri dan berkata, "Aku tidak dapat mendukung itu." Demikian pula, ketika seseorang terlibat dalam perilaku yang merusak diri sendiri atau melakukan hal-hal yang menyebabkan kerugian bagi orang lain, mereka akan berdiri dan mengatakannya.
Mereka mungkin akan menerima tatapan sinis dari orang sekitarnya. Tapi mereka tak gentar. Mereka akan tetap berpegang teguh pada hal yang benar. Menurut penelitian yang diterbitkan di PubMed Central, Ini adalah ciri-ciri seorang pemimpin sejati yang punya integritas tinggi.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Pexels/fauxels
Terkadang, percakapan bisa dengan cepat berubah menjadi konflik dan membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya menjadi emosional. Orang dengan integritas tinggi akan berupaya menjaga kedamaian dengan mengucapkan, "Mari kita jaga rasa saling menghormati.”
Memiliki setidaknya satu orang di ruangan untuk menenangkan orang lain sangatlah berguna dan merupakan tanda kepemimpinan yang efektif. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology, manajemen konflik yang baik sangat penting untuk menciptakan kepositifan dalam sebuah tim. Bagi orang-orang yang berintegritas, menjaga standar mereka tetap tinggi bukanlah masalah.

Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik
Orang dengan integritas tinggi bukan berarti mereka tidak membuat kesalahan, Beauties. Tapi hal yang membedakan mereka dengan orang lain adalah mereka mau belajar dari kesalahan.
Membuat kesalahan adalah fondasi pembelajaran, dan dengan mengenali dan memahami kesalahan tersebut, kita dapat tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Current Biology menemukan bahwa membuat kesalahan membantu seseorang belajar lebih cepat. Para peneliti menentukan bahwa keterampilan motorik meningkat ketika orang belajar dari kesalahan. Orang yang berintegritas tidak menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang tidak mereka ketahui, sebaliknya, mereka akan bangkit dan mencoba lagi.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(naq/naq)
Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mendukung pelaksanaan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk masyarakat di daerah setempat.
"Pelaksanaan 'GENCARKAN' sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendukung implementasi sistem keuangan syariah di Aceh," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Besar, Arifin di Kecamatan Sukamakmur, Kamis.
Ia menjelaskan dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah tersebut masyarakat akan semakin cerdas, bijak, dan inklusif dalam mengelola keuangan.
Menurut dia, kegiatan yang digagas PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh Besar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh, dan Danantara Indonesia itu mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.
Kegiatan tersebut dihadiri seratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Mereka terlihat antusias mengikuti edukasi mengenai pengelolaan keuangan, produk perbankan syariah, serta pemanfaatan layanan digital perbankan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada BSI yang telah melaksanakan kegiatan ini. Mudah-mudahan seluruh peserta dapat mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bertransaksi sesuai dengan prinsip syariah," ujar Arifin.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap lewat kolaborasi tersebut akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan syariah guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Perwakilan BSI Aceh Besar, Reza Badreddin, menegaskan bahwa BSI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan edukasi keuangan yang mudah dipahami serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
"Kami berharap kolaborasi BSI dan OJK melalui GENCARKAN dapat semakin meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta menghadirkan solusi keuangan yang berkualitas dan sesuai dengan prinsip syariah," kata Reza.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kamis, 23 Juli 2026 21:29 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Irawati. ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati menekankan kemajuan sektor pertanian memerlukan dukungan dan sinergi berbagai pihak, sehingga potensi sumber daya yang dimiliki daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, akademisi, dan tentu saja para petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian,” kata Irawati di Sampit, Kamis.
Ia menyebut, Kotim memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar pada berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan hingga perikanan.
Seluruh potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat perekonomian daerah apabila dikelola secara terpadu.
Namun, ia menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar berbagai program yang dijalankan mampu memberikan hasil yang lebih optimal.
Sinergi antar lembaga juga akan memperkuat upaya peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.
“Dengan begitu, petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari setiap komoditas yang dihasilkan,” ujarnya.
Baca juga: Kotim berharap segera dapat pinjaman alat pengukur ISPU
Ia menambahkan sektor pertanian selama ini menjadi salah satu penopang utama pembangunan daerah karena berperan besar dalam penyediaan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Oleh sebab itu, Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan petani agar mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Irawati menilai keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya tercermin dari meningkatnya angka produksi, tetapi juga harus diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani serta terbukanya peluang usaha baru yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia berharap kerja sama yang selama ini terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok tani terus diperkuat agar berbagai tantangan di sektor pertanian dapat dihadapi bersama.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami berharap potensi pertanian di Kotim dapat dimanfaatkan secara maksimal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” demikian Irawati.
Baca juga: Wabup Kotim ajak masyarakat bersatu wujudkan daerah bebas narkoba
Baca juga: Pemadaman karhutla di Kotim mulai terkendala sulitnya sumber air
Baca juga: Wilmar, BNN dan DPRD Kotim berkolaborasi wujudkan lingkungan perusahaan bersih narkoba
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait pencegahan penyelundupan benda budaya Indonesia ke luar negeri melalui jalur darat, laut maupun Udara.
"Soal pencegahan ini sebenarnya aturannya sudah ada. Cuma memang ini harus kerjasama dengan kementerian dan lembaga, terutama mungkin di bea cukai, imigrasi gitu ya," ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Berkaca pada negara lain yakni Mesir yang memiliki peninggalan peradaban kuno, ia menerangkan bahwa negara tersebut memiliki aturan yang ketat mengenai barang bawaan, terlebih di bandara.
Baca juga: Menbud edukasi masyarakat jaga kelestarian Situs Liangkabori
Baca juga: Menbud dorong tiga makam Sultan Buton jadi Cagar Budaya Nasional
"Itu mereka sangat ketat sekali. Begitu keluar dari airport disana, itu semua barang diperiksa, bahkan suvenir-suvenir pun diperiksa. Jadi kan banyak yang dijual disana, misalnya batu-batu, replika dari dewa-dewa, replika dari Fir'aun, dan lain-lain, itu semuanya diperiksa dan mereka di setiap bandaranya itu ada ahli," katanya lagi.
Ahli tersebut merujuk pada sosok yang memahami betul benda budaya asli negara itu sehingga mampu mencegah penyelundupan benda budaya.
Ke depan, kata dia, pihaknya tak hanya bekerja sama dengan k/l untuk memperketat hal serupa namun juga perlu menempatkan sumber daya manusia dengan keahlian serupa untuk mencegah penyelundupan benda budaya,
"Kalau sifatnya suvenir tidak masalah, masih dibuat oleh para perajin kita dan saya kira itu sangat bagus untuk koleksi. Tapi yang sifatnya cagar budaya ini yang harus kita cegah, nanti akan kita kerjasamakan," katanya lagi.
Diketahui sebelumnya bahwa Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat Kash Patel menandai penguatan kerja sama kedua negara, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri.
Menurut keterangan diterima di Jakarta, Kamis, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menjelaskan bahwa selain melakukan pembahasan secara resmi, Direktur FBI juga secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI (22/7).
Fadli Zon menjelaskan bahwa artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, secara spesifik merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan Suku Danau di kawasan Danau Sentani. Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.
Baca juga: Pemerintah hadirkan perpustakaan kebudayaan hidupkan literasi budaya
Baca juga: Fadli Zon kenalkan Museum Passport pada diaspora di Madrid
Baca juga: Indonesia-Spanyol bahas kerja sama dan pelindungan budaya Palestina
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kamis, 23 Juli 2026 21:28 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (tengah) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara Deklarasi Komitmen Bersama Implementasi Penuh Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengusulkan keringanan biaya verifikasi data biometrik yang dibebankan ke operator seluler setiap pendaftaran kartu SIM.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pihaknya mengupayakan keringanan biaya verifikasi data biometrik karena implementasi registrasi nomor seluler menggunakan metode verifikasi biometrik bertujuan untuk menjamin keamanan masyarakat.
"Kami sudah bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri agar ada keringanan biaya. Pada akhirnya, kebijakan ini bertujuan memberikan keamanan kepada masyarakat," kata Meutya usai menghadiri acara Deklarasi Komitmen Bersama Implementasi Penuh Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, implementasi registrasi kartu SIM dengan metode verifikasi biometrik tidak hanya dilihat dari sisi bisnis. Kewajiban tersebut dipandang sebagai penugasan negara kepada operator seluler dalam rangka melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan identitas.
Meutya mengatakan usulan keringanan biaya verifikasi data biometrik masih dalam pembahasan. Ia mendorong kerja sama Kemkomdigi dan operator seluler dalam mengajukan permohonan tersebut kepada instansi terkait.
"Mudah-mudahan pemerintah dan operator seluler dapat bersama-sama mengajukan permohonan keringanan kepada instansi terkait di luar Komdigi, sementara kami juga terus melakukan koordinasi," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir mengharapkan biaya verifikasi data biometrik dapat diringankan menjadi di bawah Rp1.000 per transaksi. Diketahui, operator seluler masih dikenakan tarif Rp3.000 per transaksi untuk melakukan proses tersebut.
Marwan mengatakan usulan mengenai biaya verifikasi biometrik masih dalam pembahasan bersama Kemendagri.
"Kita sebetulnya mengusulkan Rp200 dengan Rp600, mudah-mudahan diterima Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kemendagri)," kata Marwan.
Ia juga mengusulkan agar biaya tersebut dikenakan hanya untuk proses verifikasi yang berhasil. Biaya yang dikenakan untuk semua percobaan verifikasi dinilai akan memberatkan operator seluler.
"Kita lihat nanti dalam diskusinya, karena kami juga masih bahas sama Dukcapil," katanya.
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan bahwa pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua harus berorientasi pada dampak yang dirasakan masyarakat, bukan hanya tingginya penyerapan anggaran.
Untuk itu, Pemerintah terus memperkuat tata kelola Dana Otsus melalui sinergi antar Kementerian/Lembaga, pengembangan sistem interoperabilitas. Termasuk, pengawasan yang lebih akuntabel dalam rangka mempercepat penyaluran Tahap II Tahun Anggaran (TA) 2026.
Menurutnya, penguatan tata kelola Dana Otsus kini mendapat dukungan penuh dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui pendampingan dan pengawasan bersama pemerintah.
"Pengelolaan Dana Otonomi Khusus ini menjadi instrumen penting. Karena itu, kami bersama KPK turun langsung ke Papua, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun komitmen bersama agar tata kelolanya semakin baik dan akuntabel," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Ribka bilang, kolaborasi antara Kemendagri, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah daerah (Pemda), dan KPK telah menghasilkan sistem interoperabilitas yang memperkuat pengawasan pengelolaan Dana Otsus. Kini, sistem tersebut mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya penyerapan Dana Otsus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski begitu, ia menegaskan keberhasilan pengelolaan Dana Otsus harus diukur dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat Papua. Ribka pun menyoroti masih besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) Dana Otsus di sejumlah daerah yang berpotensi dimanfaatkan di luar peruntukannya.
Lebih jauh, ia meminta Pemda lebih disiplin menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran serta menerapkan prinsip 5T, yakni tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat penerima, dan tepat penggunaan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya memastikan setiap rupiah Dana Otsus memberikan manfaat bagi masyarakat secara optimal.
"Bukan sistemnya saja yang terintegrasi, tetapi pikiran kita juga harus terintegrasi. Kita sedang melakukan transformasi, sehingga tata kelola Dana Otonomi Khusus menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat Papua," tegasnya.
Lantas, Kemendagri akan terus mendampingi Pemda dalam memperkuat kapasitas aparatur pengelola Dana Otsus, mengoptimalkan pemanfaatan data kependudukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat, serta menyempurnakan sistem interoperabilitas sebagai instrumen pengendalian dan evaluasi.
Ia berharap langkah tersebut mampu mewujudkan tata kelola Dana Otsus yang transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil sehingga manfaat Otonomi Khusus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Papua.
(dpu/dpu)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Kamis, 23 Juli 2026 21:26 WIB
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Inspektur Jenderal Polisi Aswin Sipayung (ketiga dari kanan) dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melakukan pemusnahan 3,37 ton dan 2,64 liter barang bukti (barbuk) hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Inspektur Jenderal Polisi Aswin Sipayung mengatakan pemusnahan dilakukan sebagai wujud komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
"Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan jaringan narkotika nasional dan internasional pada periode Juni-Juli 2026," tutur Irjen Pol. Aswin dalam konferensi pers pemusnahan tersebut.
Ia menjelaskan berbagai jaringan narkotika tersebut menyelundupkan barang haram itu dengan berbagai modus operandi, mulai dari penyelundupan melalui jalur udara, jalur laut, pemanfaatan mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di laboratorium gelap alias clandestine laboratory.
Secara perinci, barang bukti yang berhasil disita terdiri atas 3 kilogram hashish; 8,96 kilogram sabu; 3,37 ton bunga ganja Thailand; 0,89 liter cairan prekursor; 1,84 liter cairan kimia; serta 0,58 kilogram padatan kimia.
Namun sebelum dilakukan pemusnahan, kata dia, sebagian barang bukti telah disisihkan guna kepentingan pemeriksaan laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.
Dengan demikian, dia mengungkapkan total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 2,99 kilogram hashish; 8,88 kilogram sabu; 3,36 ton bunga ganja Thailand; 0,86 liter cairan prekursor; 1,78 liter cairan kimia; dan 0,58 kilogram padatan kimia.
Dari pengungkapan kasus sepanjang periode Juni-Juli 2026, Aswin menyampaikan terdapat 14 tersangka yang telah diamankan dan satu orang masih dalam pengejaran petugas.
"Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup," katanya.
Ia mengatakan pengungkapan berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan, mulai dari penerbangan internasional, transportasi laut, mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di clandestine laboratory.
Untuk itu, BNN terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
BNN juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," ucap Aswin.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026