Gilang Faturahman - detikOto
Senin, 03 Agu 2026 16:34 WIB
Kabupaten Tangerang - Kia menampilkan Carens EV Concept pada GIIAS 2026 sebagai calon MPV listrik keluarga. Model ini disiapkan untuk diproduksi lokal.
Kia memperkenalkan Carens EV Concept pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026).
Carens EV menjadi mobil listrik keluarga berkapasitas tujuh penumpang yang dirancang untuk menggabungkan kenyamanan, kepraktisan, serta teknologi elektrifikasi guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Sebagai bentuk keseriusan menggarap pasar dalam negeri, Kia berencana merakit Carens EV secara lokal melalui fasilitas Hyundai Motor Group di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat basis produksi sekaligus meningkatkan kandungan lokal kendaraan listrik.
Kia juga mengungkapkan rencana penggunaan baterai lithium-ion berteknologi NMC yang diproduksi di Indonesia oleh Hyundai LG Indonesia (HLI Green Power). Kehadiran baterai lokal diharapkan mampu memperkuat rantai pasok sekaligus mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional.
Melalui kolaborasi dengan ekosistem manufaktur kendaraan listrik di Indonesia, Kia menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Carens EV dapat melampaui 80 persen pada masa mendatang.
Selain memperkenalkan Carens EV, Kia juga memanfaatkan GIIAS 2026 untuk memperluas jajaran kendaraan elektrifikasinya di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan industri otomotif berbasis listrik.
Dengan produksi lokal, penggunaan baterai buatan Indonesia, dan target TKDN yang terus ditingkatkan, Carens EV diproyeksikan menjadi salah satu model strategis Kia dalam memperkuat persaingan di segmen kendaraan listrik keluarga di pasar nasional. MPV listrik tersebut dijadwalkan meluncur secara resmi pada November 2026
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikHot
detikInet
detikFood
Sepakbola
Sepakbola
detikHealth
detikOto
detikFinance
Jakarta -
Sebanyak 300 unit Wuling Aira ev edisi Toys Story ludes dalam hitungan hari. Sejak meluncur empat hari lalu, kini unitnya sudah tak tersisa.
Wuling meluncurkan Aira ev edisi terbatas di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Total ada 300 unit Wuling Aira ev edisi terbatas yang lahir berkat kolaborasi dengan Disney and Pixar's Toys Story 5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak butuh waktu lama bagi Wuling menjual mobil mungil itu. Buktinya, dalam hitungan tiga hari, mobil sudah ludes terjual.
"Terima kasih! 300 unit Aira ev kolaborasi dengan Disney & Pixar's Toys Story 5 sudah habis terjual," demikian pengumuman di Instagram wulingmotorsid.
Meski begitu, Wuling menegaskan Aira ev versi biasa masih tersedia. Konsumen yang tertarik dengan Aira ev juga bisa melakukan pemesanan seperti biasa.
"Jangan khawatir, Aira ev tanpa decal masih tersedia. Kunjungi Booth Wuling atau dealer terdekat dan temukan Aira ev yang siap menghadirkan Fun Everyday For Everyone!" tulis Wuling.
Di luar varian Toys Story, Aira ev tersedia dalam dua pilihan varian, yaitu Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km (CLTC) dan Long Range dengan jarak tempuh hingga 301 km (CLTC), serta hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Starry Black, Galaxy Blue, dan Milk Tea.
Mengusung aspek Artistik, Aira ev hadir dengan desain eksterior bergaya Neo Classic yang dipadukan dengan Ring Light Design LED pada lampu bagian depan dan belakang, two-tone body color, serta 13-inch Four Leaf Clover Wheel Cover yang memberikan tampilan modern dan ikonik. Nuansa tersebut berlanjut pada interior melalui konsep Fun Pod Interior Design dengan nuansa warna Cookies & Cream, sehingga menghadirkan suasana kabin nyaman sekaligus menyenangkan untuk aktivitas harian.
Aira ev dibangun menggunakan struktur bodi dengan 60% High-Strength Steel dan dilengkapi dengan Magic Battery Pro sebagai perlindungan pada sistem baterai. Fitur keselamatannya turut diperkuat dengan Dual SRS Airbag, ISOFIX, ESC, HHC, ABS, EBD, Electronic Parking Brake (EPB), Auto Vehicle Hold (AVH), serta TPMS.
Aira ev telah dilengkapi DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya baterai dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
(dry/din)
Jayapura (ANTARA) - Kapendam XVII Cendrawasih Kol Inf Tri Purwanto mengatakan saat ini tim gabungan yang berasal dari personel TNI-Polri dikerahkan melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku penembakan terhadap pekerja jalan PT.SHJ di Distrik Wokini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
"Pengejaran dilakukan terhadap KKB pimpinan Botak Wanimbo dan kelompok Teranus Enumbi yang menyerang pada Minggu (2/8) malam hingga menewaskan karyawan PT.SHJ," kata Kapendam XVII Cendrawasih Kol Inf Tri Purwanto kepada Antara, Senin di Jayapura.
Dia menjelaskan penyerangan terhadap kamp pekerja jalan milik PT SHJ itu terjadi saat mereka sedang beristirahat dan yang berhasil selamat berada di ruangan atau kamar yang berbeda dari korban.
"Tiga karyawan sempat kabur ke Mulia dengan membawa jenazah tiga orang rekannya, kata Tri Purwanto.
Menurutnya, dari laporan yang diterima empat jenazah yang sudah teridentifikasi, termasuk satu jenazah yang dievakuasi ke Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara adalah Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons dan Barengga.
Para korban merupakan pekerja jalan proyek pengerjaan jalan yang dilaksanakan oleh Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Papua Tengah.
"Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan KKB karena telah merenggut nyawa warga sipil yang bekerja membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat di Tanah Papua," ujar Kapendam XVII Cendrawasih Kol Inf Tri Purwanto.
Baca juga: Kapendam: Empat jenazah korban KKB teridentifikasi
Baca juga: Satgas Habema evakuasi jenazah korban penembakan KKB di Yahukimo
Baca juga: BMP Papua Pegunungan mengutuk aksi kekerasan KKB di Yahukimo
Pewarta: Evarukdijati
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 16:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Mata minus tinggi kerap dikaitkan dengan larangan mengangkat beban berat. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak berlaku untuk semua orang.
Sejumlah penelitian menemukan kaitan antara aktivitas mengangkat beban sangat berat dengan meningkatnya risiko ablasio retina pada sebagian penderita miopia tinggi. Lantas, seberapa besar risikonya dan siapa saja yang perlu lebih berhati-hati?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miopia atau rabun jauh terjadi ketika bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Pada miopia tinggi, perubahan bentuk bola mata membuat lapisan retina menjadi lebih tipis sehingga lebih rentan mengalami robekan.
Mengutip jurnal Epidemiology, orang dengan miopia tinggi, terutama yang telah memiliki kelainan pada retina, diduga memiliki risiko lebih tinggi mengalami ablasio retina setelah melakukan aktivitas mengangkat beban sangat berat.
Dalam penelitian tersebut, orang yang rutin melakukan heavy lifting memiliki odds ratio (OR) sebesar 4,4. Artinya, mereka memiliki peluang sekitar 4,4 kali lebih besar mengalami ablasio retina dibandingkan kelompok yang tidak melakukan aktivitas tersebut.
Meski demikian, hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa angkat beban merupakan penyebab langsung terjadinya retina lepas.
Mengutip jurnal Safety and Health, saat mengangkat beban yang sangat berat, seseorang biasanya melakukan manuver Valsalva, yakni menahan napas sambil mengejan untuk menghasilkan tenaga lebih besar. Kondisi tersebut dapat memicu beberapa perubahan pada tubuh, antara lain:
• peningkatan tekanan di rongga dada dan perut
• peningkatan tekanan vena dan
• kenaikan sementara tekanan di dalam bola mata (intraocular pressure).
Pada retina yang sudah rapuh akibat miopia tinggi, perubahan tekanan tersebut diduga dapat meningkatkan risiko robekan hingga ablasio retina.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa mekanisme tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Hingga kini, belum dapat dipastikan adanya hubungan sebab-akibat secara langsung antara angkat beban dan ablasio retina.
Memiliki mata minus tinggi bukan berarti harus berhenti berolahraga atau menghindari latihan beban.
Namun, orang dengan miopia tinggi yang juga mengalami penipisan retina (lattice degeneration), memiliki riwayat robekan retina, atau pernah mengalami ablasio retina memang perlu lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang melibatkan angkat beban sangat berat maupun mengejan berlebihan.
Pada kondisi tersebut, dokter spesialis mata umumnya akan memberikan rekomendasi jenis dan intensitas latihan sesuai kondisi retina masing-masing. Dengan demikian, batas aman latihan beban tidak dapat disamaratakan untuk setiap orang.
Bagi penderita miopia tinggi yang ingin rutin menjalani latihan beban intensitas tinggi, pemeriksaan retina ke dokter spesialis mata sebelum memulai program latihan menjadi langkah yang dianjurkan.
Dengan begitu, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman tanpa mengabaikan kesehatan mata.
(anm/tis)
[Gambas:Video CNN]
Minggu, 02 Agustus 2026, 23:50 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Akademisi Cross Culture Lecturer Ali Syarief mengkritik negara yang dinilainya tidak mengambil peran dalam menyelesaikan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Ali, seharusnya negara bisa meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli agar tidak menimbulkan keonaran di masyarakat. Polemik ini telah menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dengan tudingan ijazah palsu.
"Intinya, negara tidak hadir untuk sekadar meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya; mengapa menjadi kewajiban negara? Supaya tidak terjadi keonaran. Selanjutnya, indikasi tindak pidana kriminal sudah telanjang," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (2/8).
Sebagai informasi, Dokter Tifa menghadapi langsung persidangan pokok perkara kasus tudingan ijazah palsu Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
Pada 23 Juli 2026, Majelis Hakim PN Jaktim mengabulkan eksepsi tim kuasa hukum Dokter Tifa. Hakim menyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum karena dinilai tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.
Kejaksaan tidak mengajukan perlawanan atas putusan sela tersebut, melainkan memperbaiki surat dakwaan. Berkas perkara yang telah direvisi kemudian dilimpahkan kembali ke PN Jaktim pada akhir Juli 2026.
Pengadilan menetapkan nomor perkara baru (354/Pid.B/2026/PN Jaktim). Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dijadwalkan berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Bukan Roy Suryo dan Tifa, Rismon Justru 'Benar' di Kasus Ijazah
Dengan dakwaan yang telah diperbaiki, Dokter Tifa tidak bisa lagi menghindari pemeriksaan pokok perkara. Ia harus siap mempertanggungjawabkan hasil kajian akademisnya (metode neuroscience) terkait tudingan ijazah di hadapan hakim.
Berbeda dengan Dokter Tifa, Roy Suryo memilih jalur praperadilan secara bertubi-tubi untuk menggugurkan prosedur penegakan hukum terhadap dirinya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadikan KOBALORASI #4 sebagai ruang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, sekaligus sarana edukasi sejarah Kota Koba dalam memperingati HUT ke-172 Kota Koba pada 18-22 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Tengah Irwandi, di Koba, Minggu, mengatakan KOBALORASI yang memasuki penyelenggaraan keempat itu merupakan agenda kolaboratif yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta masyarakat untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kecintaan terhadap sejarah daerah.
"KOBALORASI edisi keempat bukan sekadar rangkaian hiburan dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan HUT ke-172 Kota Koba, tetapi juga menjadi wadah edukasi sejarah sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal," katanya.
Ia mengatakan pula, KOBALORASI #4 mengusung tema "Koba, Dari Masa ke Masa" yang menggambarkan perjalanan sejarah Kota Koba,sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengunjungi bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal, pameran sejarah Kota Koba, pentas seni dan budaya, jalan sehat, senam bersama, kegiatan membaca dan bercerita, pawai budaya, karnaval, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut Irwandi, konsep kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budaya.
Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah berharap transaksi pelaku UMKM meningkat, ruang kreativitas bagi seniman dan pelaku budaya semakin terbuka, serta masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai sejarah dan perkembangan Kota Koba.
"Ketika masyarakat hadir bersama keluarga, pelaku UMKM memperoleh pembeli, seniman memiliki ruang berekspresi, sementara generasi muda dapat belajar mengenai sejarah daerahnya. Inilah esensi KOBALORASI, menghadirkan manfaat bagi semua pihak," ujarnya.
Selain bazar dan pameran, KOBALORASI #4 juga akan dimeriahkan penampilan sejumlah musisi dan kelompok seni, antara lain Jacson Zeran, Hari Gamma 1, DJ Maxsound, Hybrid Theory Band, Infinity Band, Kawanan Band, Maxsound Band, Disko Randa, Big Noeng, DJ Big Mouse, serta atraksi Kuda Lumping Ngesti Budoyo Turonggo Mudo.
Irwandi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum HUT ke-172 Kota Koba dengan mengunjungi KOBALORASI #4 sekaligus membeli produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kami mengundang seluruh masyarakat datang bersama keluarga ke Alun-Alun Kota Koba pada 18 hingga 22 Agustus 2026. Mari merayakan hari jadi Kota Koba sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui produk UMKM lokal," katanya pula.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengembangkan budi daya perikanan berbasis sister klaster sebagai strategi membangun sentra perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Imam Soehadi, di Koba, Minggu, mengatakan konsep sister klaster dirancang untuk mengintegrasikan seluruh mata rantai usaha perikanan, mulai dari penyediaan benih, pakan, proses budi daya, panen, pengolahan hasil, pemasaran hingga produk diterima konsumen.
"Setiap mata rantai saling terhubung dan saling mendukung, sehingga produksi menjadi lebih efisien, biaya dapat ditekan, nilai tambah meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pembudidaya," katanya.
Ia menjelaskan pengembangan sister klaster menjadi arah kebijakan pembangunan perikanan daerah yang difokuskan pada enam aspek utama, yakni penguatan sektor hulu, peningkatan produksi, pengolahan hasil, pemasaran, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada sektor hulu, pemerintah daerah memperkuat ketersediaan benih unggul, sarana produksi, serta pendampingan kepada pembudidaya. Peningkatan produksi dilakukan melalui penerapan teknologi budidaya yang efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Selanjutnya, hasil budi daya diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai tambah dengan standar mutu yang baik, disertai perluasan akses pemasaran melalui kemitraan usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
"Pembangunan sektor perikanan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan produk memiliki daya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Imam, keberhasilan pengembangan sister klaster membutuhkan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat.
Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, akademisi mendukung riset dan inovasi, dunia usaha memperkuat investasi dan kemitraan, perbankan menyediakan akses pembiayaan, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan usaha budidaya.
Imam mengatakan, pengembangan sister klaster juga diharapkan mampu mendukung penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat koperasi dan kelembagaan ekonomi desa, serta meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting.
"Tujuan akhirnya adalah menjadikan Bangka Tengah sebagai sentra budi daya perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya pula.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO, Alasan seseorang untuk berlari memang kerap berubah seiring berjalannya waktu. Ada yang memulainya demi menjaga kebugaran tubuh, mengejar Personal Best (PB) baru, hingga mengincar momen emosional saat menyentuh garis finish.
Namun, ritme hidup yang padat, kesibukan pekerjaan, hingga masa pemulihan cedera, tak jarang memaksa para pelari untuk gantung sepatu sejenak.
Memahami realita tersebut, HOKA menginisiasi gerakan bertajuk 'Lari Lagi, Lari Terus'. Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk kembali melangkah dan menikmati perjalanan berlarinya.
HOKA Indonesia Marketing Lead, Lucky Bagus, menegaskan gerakan ini membawa semangat Together We Fly Higher serta filosofi Performance with Joy yang merupakan DNA utama HOKA.
https://www.akurat.co/sportainment/878463/sambut-hut-ke-81-ri-kemenpora-gelar-merdeka-run-2026-diikuti-8-000-pelari-hingga-drone-show
"Kami percaya bahwa perjalanan berlari menjadi lebih bermakna saat didukung energi positif komunitas. Performa terbaik lahir ketika seseorang menemukan kenyamanan dan kegembiraan di setiap langkah," kata Lucky di Kawasan Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Sebagai penanda dimulainya gerakan ini, HOKA menggelar Community Run yang memboyong sekitar 200 pelari pada Minggu (2/8/2026). Acara ini dihelat memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
GBK dipilih karena telah lama menjadi ruang inklusif dan titik kumpul favorit ribuan pelari dari berbagai latar belakang. Momen ini dimanfaatkan para peserta untuk saling menguatkan, berbagi kisah, dan merayakan langkah baru bersama.
Acara ini juga menghadirkan sosok Tania Ikhsani dan Wahyu Setiawan yang membagikan kisah inspiratif mereka saat harus bangkit dan memulai kembali rutinitas lari setelah sempat rehat.
Tania mengungkapkan bahwa kembali berlari mengajarkannya untuk lebih mendengarkan tubuh dan menghargai setiap proses sekecil apa pun tanpa perlu terburu-buru.
Semangat pantang menyerah tersebut turut digaungkan oleh para atlet HOKA seperti Septiana Nia, Hendra Siswanto, dan Ida Maharani yang membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci utama perkembangan seorang pelari.
Untuk mendukung para pelari membangun kembali konsistensinya, HOKA juga memperkenalkan super trainer terbaru mereka, yakni HOKA Clifton PRO. Sepatu ini dirancang khusus untuk menemani berbagai fase latihan, mulai dari daily run, easy run, tempo run, hingga interval.
Ditenagai teknologi mumpuni seperti PROGLIDE™+, Aggressive MetaRocker™, dan Premium SCF EVA Midsole, Clifton PRO mampu menyajikan transisi langkah yang super mulus, responsif, dan ekstra nyaman.
Bagi kamu yang ingin merasakan sensasi sepatu baru ini, HOKA Clifton PRO sudah resmi mengudara sejak 10 Juli 2026. Koleksi ini bisa kamu dapatkan di gerai resmi HOKA, situs HOKA.com, Planet Sports Asia, The Athlete's Foot, hingga Foot Locker Indonesia.
Minggu, 2 Agustus 2026 23:39 WIB
Ilustrasi - Kebakaran yang terjadi kawasan Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. ANTARA Kalteng.
Palangka Raya (ANTARA) - Kepolisian Sektor Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih menyelidiki adanya dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan Pasar Besar Palangka Raya.
"Betul ada yang kami amankan. Tapi belum dapat diajak berbicara," kata Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hertanto, Minggu.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB di kawasan permukiman yang berada di antara Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, tepatnya di sebuah gang di sisi pagar Pekuburan Kristen Pahandut. Saat kejadian, aktivitas pasar malam masih berlangsung, sehingga warga panik ketika api dengan cepat membesar.
"Nanti akan kami sampaikan informasi lebih lanjut setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua BPK Kamboja, Sucipto mengatakan, berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, kebakaran terjadi diduga akibat unsur kesengajaan dari salah satu pemilik rumah yang membakar rumahnya.
Upaya pemadaman melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya BPK Kamboja, relawan pemadam, BPBD Kota Palangka Raya, BNPB Kalimantan Tengah, Tim Karhutla, Damkar, PLN, TNI, Polri, serta masyarakat. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam.
Menurut Sucipto, kondisi permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu membuat api cepat merambat. Selain itu, keterbatasan sumber air di lokasi turut menjadi kendala selama proses pemadaman.
Kobaran api juga sempat menjalar ke bagian atap kawasan pemakaman Kristen Pahandut akibat bara yang diterbangkan angin. Berkat respons cepat petugas pemadam, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan korban jiwa. Meski demikian, puluhan rumah dan barak dilaporkan hangus terbakar, sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Beijing (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) telah lama memosisikan dirinya sebagai pendukung kuat pasar bebas di dunia. Negara tersebut mendesak negara lain untuk membuka perekonomian mereka, menurunkan hambatan perdagangan, dan merangkul persaingan. Namun, saat menghadapi persaingan dari luar negeri, Washington justru semakin meninggalkan prinsip yang selama ini diklaimnya dijunjung tersebut.
Contoh terbaru yakni keputusan Komisi Komunikasi Federal AS untuk melarang impor robot humanoid, yang disebutnya sebagai langkah untuk menjaga keamanan nasional. Meski tidak disebutkan secara eksplisit, target yang dimaksud dalam kebijakan ini jelas mengarah ke China.
Langkah ini juga bukan yang pertama kalinya bagi AS. Peralatan telekomunikasi, kendaraan listrik, dan, kini, robot humanoid China telah dimasukkan ke dalam definisi "ancaman keamanan nasional" yang cakupannya terus diperluas oleh Washington. Setiap kali perusahaan-perusahaan China memperoleh keunggulan kompetitif, respons yang semakin sering muncul adalah melakukan pembatasan, alih-alih bersaing.
Kontradiksi ini semakin tak terbantahkan. Pasalnya, Washington menuntut keterbukaan pasar di luar negeri, sementara mereka menutup pasarnya sendiri ketika industri domestik menghadapi pesaing yang lebih kuat. Di satu sisi, mereka menyerukan persaingan yang adil kepada negara lain, sementara di sisi lain, mereka kerap menukar aturan pasar dengan hambatan administratif ketika AS tidak diuntungkan. Standar ganda yang mencolok ini menyingkapkan realitas sederhana, yakni pasar bebas hanya dianut ketika sistem tersebut melayani kepentingan AS.
Langkah-langkah pembatasan ini pun tidak akan mencapai tujuan yang digaungkan AS. Daya saing China di bidang robotika dibangun di atas kemampuan manufaktur, talenta teknis, rantai pasokan industri yang lengkap, dan salah satu pasar domestik terbesar di dunia. Tidak ada larangan impor yang dapat membalikkan kemajuan teknologi yang telah dicapai China.
Sejarah telah berulang kali menunjukkan bagaimana inovasi tidak lahir dalam keterisolasian. Robotika, teknologi AI, dan teknologi mutakhir lainnya berkembang melalui persaingan, kolaborasi, dan arus ide yang bebas. Memolitisasi teknologi dan menggunakan keamanan nasional sebagai dalih hanya akan menghambat faktor-faktor pendorong tersebut, yang pada akhirnya hanya akan berdampak buruk pada perkembangan inovasi global serta daya saing AS.
Pada akhirnya, jika Washington terus melihat persaingan sebagai ancaman alih-alih katalisator inovasi, ambisinya untuk menghidupkan kembali industri dalam negeri dan mempertahankan kepemimpinan di bidang teknologi kemungkinan besar akan sulit diwujudkan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.