Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengembangkan budi daya perikanan berbasis sister klaster sebagai strategi membangun sentra perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Imam Soehadi, di Koba, Minggu, mengatakan konsep sister klaster dirancang untuk mengintegrasikan seluruh mata rantai usaha perikanan, mulai dari penyediaan benih, pakan, proses budi daya, panen, pengolahan hasil, pemasaran hingga produk diterima konsumen.
"Setiap mata rantai saling terhubung dan saling mendukung, sehingga produksi menjadi lebih efisien, biaya dapat ditekan, nilai tambah meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pembudidaya," katanya.
Ia menjelaskan pengembangan sister klaster menjadi arah kebijakan pembangunan perikanan daerah yang difokuskan pada enam aspek utama, yakni penguatan sektor hulu, peningkatan produksi, pengolahan hasil, pemasaran, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada sektor hulu, pemerintah daerah memperkuat ketersediaan benih unggul, sarana produksi, serta pendampingan kepada pembudidaya. Peningkatan produksi dilakukan melalui penerapan teknologi budidaya yang efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Selanjutnya, hasil budi daya diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai tambah dengan standar mutu yang baik, disertai perluasan akses pemasaran melalui kemitraan usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
"Pembangunan sektor perikanan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan produk memiliki daya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Imam, keberhasilan pengembangan sister klaster membutuhkan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat.
Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, akademisi mendukung riset dan inovasi, dunia usaha memperkuat investasi dan kemitraan, perbankan menyediakan akses pembiayaan, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan usaha budidaya.
Imam mengatakan, pengembangan sister klaster juga diharapkan mampu mendukung penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat koperasi dan kelembagaan ekonomi desa, serta meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting.
"Tujuan akhirnya adalah menjadikan Bangka Tengah sebagai sentra budi daya perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya pula.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.