Timnas Indonesia Resmi Tak Bisa Juara Piala AFF Selama 30 Tahun

calendar_today 08.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Kegagalan Timnas Indonesia memenangkan Piala AFF 2026 membuat Skuad Garuda resmi tidak bisa menjuarai turnamen tersebut selama 30 tahun sejak kompetisi ini dimulai.

Timnas Indonesia hanya bisa bermain imbang lawan Singapura. Hasil imbang itu membuat Timnas Indonesia hanya mengoleksi tujuh poin dan duduk di peringkat ketiga, di bawah Vietnam (10) dan Singapura (8).

Mimpi Timnas Indonesia untuk bisa juara Piala AFF 2026 pun harus dikubur dalam-dalam di waktu yang lebih awal. Tak hanya itu, kegagalan ini sekaligus menandai ketidakmampuan Timnas Indonesia berdiri di podium tertinggi selama 30 tahun kompetisi ini bergulir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Kondisi yang Buat Thailand Tak Lolos Semifinal Piala AFF 2026
  • Saat Kepala Garuda Terlena Mendongak, Ingat Bumi Tempat Kaki Berpijak
  • Janji Erick Thohir usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026

Piala AFF pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger. Kompetisi tertinggi untuk negara-negara Asia Tenggara ini jadi salah satu kompetisi yang dijadikan barometer kekuatan tim nasional di kawasan ini.

Timnas Indonesia seringkali muncul sebagai favorit juara sebelum turnamen berlangsung. Namun catatan terbaik Timnas Indonesia adalah masuk final enam kali tanpa pernah sekalipun jadi juara.

Aura optimisme itu yang kembali terlihat di Piala AFF 2026. Timnas Indonesia disebut sebagai tim favorit juara karena materi pemain yang ada di dalamnya.

Seiring sejumlah pemain naturalisasi yang kini sudah berlaga di Super League, mereka bisa ikut membela Timnas Indonesia karena tak terkendala izin pelepasan dari klub. Karena itu ada nama Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders di skuad saat ini.

Namun dengan skuad yang mentereng, John Herdman tidak mampu menampilkan kekuatan 100 persen secara konsisten dari Timnas Indonesia. Timnas Indonesia harus gigit jari di dua laga terakhir lawan Vietnam (0-3) dan Singapura (1-1) setelah sempat mencatat start bagus dengan meraih kemenangan di dua laga awal.

Setelah gagal memenangkan Piala AFF dalam 30 tahun, kesempatan berikutnya bagi Timnas Indonesia akan datang pada 2028 mendatang.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)

Unboxing Galaxy Watch Ultra2, Lebih Tipis tapi Makin Tangguh

calendar_today 08.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta - Unboxing Galaxy Watch Ultra2, smartwatch tangguh Samsung dengan bodi titanium, layar 5.000 nit, baterai 800 mAh dan fitur kesehatan berbasis AI.

Galaxy Watch Ultra2 menjadi smartwatch paling tangguh Samsung saat ini. Generasi terbaru ini membawa sejumlah peningkatan, mulai dari bodi yang lebih ramping, layar lebih terang, chipset baru, hingga baterai berkapasitas lebih besar. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 hadir dalam ukuran 47 mm dengan casing berbahan titanium. Meski mengusung baterai lebih besar, bodinya dibuat 12% lebih tipis dibandingkan Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya sehingga lebih nyaman dikenakan sehari-hari. Foto: Adi FR/detikINET

Samsung menyediakan Galaxy Watch Ultra2 dengan strap yang dirancang untuk menunjang aktivitas outdoor dan olahraga. Mekanisme pemasangannya dibuat praktis sehingga pengguna dapat mengganti strap dengan cepat untuk menyesuaikan aktivitas maupun gaya sehari-hari. Foto: Adi FR/detikINET

Samsung membekali Galaxy Watch Ultra2 dengan layar Super AMOLED 1,52 inch beresolusi 498 x 498 pixel. Tingkat kecerahannya mencapai 5.000 nit, membuat informasi di layar tetap mudah dilihat saat digunakan di bawah terik Matahari. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi FR/detikINET

Performa Galaxy Watch Ultra2 ditenagai Snapdragon Wear Elite Platform yang menggantikan Exynos W1000 pada generasi sebelumnya. Samsung memasangkannya dengan RAM 2 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Foto: Adi FR/detikINET

Salah satu peningkatan terbesar ada di baterai. Galaxy Watch Ultra2 membawa kapasitas 800 mAh, naik 35% dari generasi sebelumnya. Samsung mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 60 jam dengan Always On Display aktif. Foto: Adi FR/detikINET

Pengisian baterai Galaxy Watch Ultra2 kini lebih cepat. Fitur Fast Charging diklaim mampu mengisi baterai hingga sekitar 40% hanya dalam waktu 30 menit. Foto: Galaxy Watch Ultra 2

Penggemar aktivitas outdoor mendapat mode Trail Run yang mendukung navigasi rute GPX secara offline. Galaxy Watch Ultra2 juga dibekali GPS dengan akurasi lebih tinggi untuk membantu memantau rute dan performa saat berlari di berbagai medan. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 membawa fitur kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health. Fitur barunya antara lain Vitals untuk membaca perubahan kondisi tubuh, Heart Health Score untuk memberikan gambaran kesehatan kardiovaskular, Daily Cardio Load, hingga Fitness Index. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 menjalankan Wear OS dengan antarmuka One UI Watch terbaru. Samsung mengoptimalkan tampilannya agar informasi kesehatan, olahraga, notifikasi, hingga berbagai aplikasi bisa diakses dengan cepat langsung dari pergelangan tangan. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 mempertahankan Quick Button di sisi bodi yang memudahkan pengguna mengakses fitur favorit dengan cepat. Tombol ini dapat digunakan untuk memulai aktivitas olahraga hingga mengaktifkan fungsi tertentu tanpa harus menyentuh layar. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 dirancang untuk menemani aktivitas ekstrem. Smartwatch ini mengantongi sertifikasi IP69K, ketahanan air 10ATM, MIL-STD-810H, serta EN13319 untuk aktivitas menyelam. Pengguna bahkan dapat memantau kedalaman, durasi menyelam dan suhu air langsung dari pergelangan tangan. Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra2 tersedia di Indonesia dalam pilihan Titanium Silver dan Titanium Gray. Samsung membanderol smartwatch premium ini seharga Rp10.499.000 Foto: Adi FR/detikINET

(/)

TAGS

LIHAT LAINNYA

Timnas Indonesia Tersingkir, Wasit vs Singapura Bikin Warganet Murka

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Kekecewaan atas tersingkirnya Timnas Indonesia dari Piala AFF 2026 masih terasa di media sosial. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB, membuat langkah Garuda terhenti.

Namun bukan hanya hasil pertandingan yang membuat warganet geram. Kepemimpinan wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, ikut menjadi sorotan karena sejumlah keputusannya dianggap merugikan Indonesia.

Indonesia sebenarnya unggul lebih dulu melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Harapan Garuda untuk memperbesar keunggulan sempat terbuka ketika Song Ui-young mendapatkan kartu kuning kedua setelah terlibat insiden dengan Ivar Jenner.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan itu awalnya membuat Singapura harus bermain dengan 10 pemain. Namun setelah melakukan pengecekan VAR cukup lama, wasit membatalkan kartu tersebut sehingga Song tetap berada di lapangan.

Singapura kemudian menyamakan kedudukan lewat Ilhan Fandi pada menit ke-66. Gol tersebut tercipta setelah terjadi kesalahan komunikasi di lini belakang Indonesia yang melibatkan kiper Cahya Supriadi dan kapten Rizky Ridho.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut menguntungkan Singapura yang hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju, sementara Indonesia harus puas finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin.

Backpass Singapura Bikin Warganet Geram

Selain pembatalan kartu merah, ada satu kejadian yang menjadi perbincangan panas di media sosial. Warganet menyoroti momen yang mereka anggap sebagai backpass pemain Singapura kepada kiper Izwan Mahbud.

Dalam cuplikan yang beredar di media sosial, pemain Singapura dinilai sengaja mengoper bola ke belakang sebelum bola kemudian dikuasai kiper dengan tangannya. Wasit tidak menganggap kejadian tersebut sebagai pelanggaran dan pertandingan terus berjalan.

"Bukanya ini backpass ya? Kok bisa gk ditiup wasit? Harusnya gol singapura itu dibatalin sih," kata @Afrizal_T_F.

"Wasit nya harus di non aktifkan di dunia sepakbola,karena terlihat sekali berpihak kepada tuan rumah," tuding @hendrikdragon.

"Udah mah wasit nya idiot, ditambah lawan tarkam. Ya selesai," kata @lepatnaonabi.

"Backpass Dari Pemain Belakang Singapore ke Kiper itu harusnya FOUL. Wasit nya yang ga tau peraturan Atau emng pura2 galiat," ujar @onemanassault1 geram.

"bahkan pemain singapura sadar itu backpass, tapi coba mengalihkan perhatian wasit ke offside," kata @ngebolanglagi.

Menurut Laws of the Game IFAB, penjaga gawang dapat dikenai pelanggaran jika menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti setelah bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan satu tim. Hukumannya berupa tendangan bebas tidak langsung, meski penerapannya tetap bergantung pada penilaian wasit terhadap situasi tersebut.

Tak berhenti di sana, sebagian warganet turut mempertanyakan proses terjadinya gol Ilhan Fandi. Ada yang menduga terdapat pemain Singapura dalam posisi offside atau melakukan interferensi sebelum gol tercipta.

Berbagai keputusan tersebut membuat kata "wasit" ikut ramai dibicarakan setelah pertandingan. Tagar #TimnasDay juga meramaikan lini masa bersama nama Rizky Ridho dan pelatih John Herdman.

(afr/afr)

TAGS

LIHAT LAINNYA

Jauh Amat! Kota Romawi yang Hilang Ditemukan di Padang Gurun Mesir

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Sebuah kota pemukiman era Romawi Bizantium di padang gurun yang masih terawat jadi satu dari dua temuan arkeologi besar yang diumumkan Mesir belum lama ini. Penemuan baru di Oasis Dakhla dan situs arkeologi Marina el-Alamein ini adalah temuan yang diharapkan pemerintah Mesir dapat mendongkrak pariwisata.

Bersama Terusan Suez, pariwisata merupakan sumber mata uang asing utama di tengah tekanan finansial. Kementerian Pariwisata dan Purbakala menyatakan penemuan kota itu mengungkap detail kehidupan sehari-hari, tata kota, dan aktivitas ekonomi di Oasis Dakhla pada abad keempat, saat Mesir bagian Kekaisaran Bizantium.

Kawasan yang berhasil digali mencakup jalan-jalan utama dengan alun-alun terbuka dan ruang publik. Gereja basilika dari pertengahan abad keempat berdiri di bagian utama pemukiman, menghadap ke jalan utama, bersama sisa dua menara pengawas untuk melindungi daerah pinggiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari CNN, Sabtu (8/8/2026) sebuah bangunan berbenteng kuat dengan dinding pertahanan tebal, serta banyak rumah yang terdiri dari ruang tamu dan atap melengkung juga ditemukan di area tersebut.

Di antaranya adalah rumah Tisous yang diidentifikasi sebagai diaken gereja dari paruh kedua abad keempat, yang diyakini para arkeolog sempat berfungsi sebagai gereja rumah sebelum pembangunan basilika kota tersebut.

Arkeolog juga menemukan oven roti, dapur, dan penggiling batu yang tampaknya digunakan untuk memproduksi makanan. Ditemukan pula koin perunggu yang masih terawat dengan ukiran potret kaisar-kaisar Bizantium, prasasti Latin, dan simbol-simbol Kristen, bersama koin emas dari masa pemerintahan Kaisar Romawi Constantius II, yang memerintah antara tahun 337 hingga 361.

Diaa Zahran, Kepala Departemen Purbakala Islam, Koptik, dan Yahudi, mengatakan timnya menemukan koleksi sekitar 200 pecahan tembikar yang dulu digunakan sebagai media tulis. Pecahan-pecahan yang dikenal sebagai ostraka ini memiliki inskripsi yang merinci transaksi komersial, surat-menyurat, dan berbagai detail kehidupan sehari-hari lain.

Secara terpisah, para arkeolog menemukan 18 makam kuno di situs arkeologi Marina el-Alamein, yang terletak sekitar 100 kilometer di sebelah barat kota pesisir Mediterania, Alexandria.

Temuan tersebut mencakup 11 makam pahatan batu dengan kedalaman rata-rata 8 meter, serta tujuh makam permukaan yang dibangun dari batu kapur. Hal ini menambah total makam yang ditemukan di situs tersebut menjadi 48 makam.

Di situs itu, para arkeolog menemukan bejana tembikar, amfora, lampu, piring, altar, dan bak dari batu kapur. Ketua misi, Eman Abdel-Khaliq, menyebut mereka menemukan sarkofagus granit sepanjang 2,5 meter yang berisi kerangka manusia yang saat ini diteliti. Di dekat sarkofagus, ditemukan sisa patung sphinx dari gips.

Terdapat juga 4 keping emas yang diletakkan di dalam mulut beberapa jenazah-yang dikenal sebagai 'lidah emas', sebuah praktik yang terkait dengan keyakinan pemakaman pada era tersebut.

Sektor pariwisata Mesir sendiri mulai pulih setelah lama mengalami gejolak politik dan kekerasan pasca revolusi 2011, serta pandemi corona. Rekor 19 juta wisatawan mengunjungi Mesir tahun lalu, meningkat 21% dari tahun 2024.

(fyk/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA

Peran Komunitas dalam Mewujudkan Perubahan yang Berkelanjutan

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA – Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, semakin banyak orang menyadari bahwa perubahan yang benar-benar bertahan lama tidak lahir dari sesuatu yang serba instan atau berskala besar.

Justru sebaliknya, perubahan semacam itu biasanya berawal dari hal-hal sederhana, seperti komunitas saling menopang, ruang untuk belajar, serta kolaborasi membuka jalan bagi lebih banyak orang untuk maju.

Cara pandang ini menjadi salah satu sorotan utama dalam berbagai forum belakangan ini, termasuk Bangun Bangsa Conference 2026.

Dengan tema Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy, konferensi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga para penggiat pemberdayaan, untuk bertukar gagasan tentang cara membangun komunitas yang lebih tangguh dan berdaya.

Acara ini tidak sekadar menjadi forum diskusi biasa. Ia hadir sebagai ruang bertemunya beragam pengalaman dan inspirasi, dengan satu benang merah, yakni manusia harus ditempatkan sebagai pusat dari setiap upaya perubahan.

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, kolaborasi dipandang sebagai kunci agar dampak yang tercipta tidak berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan mampu berkembang secara berkelanjutan.

William Lumentut, President Director Bentoel Group sekaligus inisiator Bangun Bangsa, menegaskan semangat utama gerakan ini adalah mewujudkan perubahan lewat aksi bersama.

"Bangun Bangsa Conference merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih bermakna melalui aksi kolektif," jelas William di Mampang, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.

"Kami percaya tantangan sosial ekonomi saat ini tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan lama yang hanya berfokus pada pembangunan fisik. Yang dibutuhkan adalah investasi pada manusia dan komunitas. Ini membantu membuka peluang, membangun kapasitas, dan menciptakan akses agar masyarakat mampu tumbuh secara mandiri," lanjutnya.

Komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada wacana di atas panggung. Program Bangun Bangsa sudah dimulai sejak 2024 di Kota Malang sebagai proyek percontohan, sebelum akhirnya diperluas ke empat kota dan kabupaten lain, dengan capaian lebih dari 200 penerima manfaat.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan akan lebih mudah tumbuh apabila berbagai pihak saling melengkapi satu sama lain. Pemerintah, sektor swasta, kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal sama-sama memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang.

Dalam rangkaian konferensi, pembahasan turut menyoroti pergeseran makna investasi sosial dari waktu ke waktu. Bila dulu identik dengan kegiatan filantropi semata, kini pendekatannya lebih diarahkan pada upaya yang mampu menghadirkan dampak jangka panjang, melalui penguatan kapasitas masyarakat, perluasan akses, serta kolaborasi yang berkesinambungan.

Sihol P. Aritonang, Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) menyampaikan pandangannya bahwa dunia usaha dan masyarakat memiliki keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan.

"Bisnis hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan ketika masyarakat di sekitarnya juga tumbuh, tangguh, dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut. Karena itu, investasi pada masyarakat harus menjadi bagian dari strategi bisnis dan menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan," jelas Sihol.

Selain itu, diskusi dalam konferensi juga menekankan pentingnya mempersiapkan masyarakat menyambut masa depan yang lebih berkelanjutan. Berbagai inisiatif yang mendorong penguasaan keterampilan baru, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan komunitas dinilai menjadi bekal penting agar semakin banyak orang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pesan terbesar yang dibawa Bangun Bangsa Conference 2026 bukan sekadar soal program atau kebijakan, melainkan tentang pentingnya membangun ekosistem yang memberi setiap orang kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

BACA JUGA:


Sebab, perubahan yang paling berarti kerap kali berawal dari orang-orang yang saling menguatkan, komunitas yang bergerak bersama, dan kepedulian yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia bersama para penggugat dan warga Kampung Sehat mendesak pemerintah segera menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). 

?Mereka memberikan batas waktu 15 hari kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut, sebelum membawa perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Hal itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Direktorat Jenderal Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat 7 Agustus 2026.

Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagio Wibowo mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk merampungkan proses penerbitan PP Cukai MBDK.

"Kami menunggu 15 hari ini. Kalau dalam 15 hari tidak ada tindak lanjut, kami akan memasukkan gugatan ke PTUN Jakarta dan akan dikawal teman-teman Kampung Sehat di masing-masing wilayah," kata Ari  kepada wartawan.

Menurut Ari, pemerintah sudah terlalu lama menunda kebijakan tersebut. Ia menilai janji penerbitan PP Cukai MBDK yang telah bergulir selama bertahun-tahun belum juga terealisasi.

"Kalau 15 hari ini Menteri Purbaya Yudhi Sadewa tidak sanggup mempersiapkan pengesahan PP Cukai MBDK, kami tidak ada tawar-menawar lagi karena sudah bosan dijanjikan," kata Ari.

Aksi tersebut diikuti perwakilan warga dari berbagai wilayah, seperti Cililitan, Halim, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.

"MBDK sekarang sudah masuk ke lini-lini kampung. Kami ingin membangun penyadaran masyarakat agar konsumsi minuman manis bisa dikendalikan," pungkas Ari.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 47,5 persen penduduk Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari.

Sementara itu, data International Diabetes Federation (IDF) 2024 mencatat Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes dewasa terbesar kelima di dunia, mencapai 20,4 juta jiwa.

Selain itu, prevalensi obesitas di Indonesia meningkat dari 10,3 persen pada 2007 menjadi 23,4 persen pada 2023.

Fakta juga mengutip data Kementerian Kesehatan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Februari 2025 hingga Februari 2026 yang menunjukkan 8.103.900 siswa kelas VII SMP hingga kelas XII SMA yang diperiksa mengalami gigi berlubang.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Setelah 8 Tahun Digelar untuk Klub, Piala Presiden 2027 Jadi Ajang Timnas Indonesia seperti Kings Cup

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:10 WIB

VIVA – Era baru Piala Presiden segera dimulai. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan turnamen pramusim yang selama ini identik dengan persaingan klub-klub elite Indonesia akan berubah total mulai edisi 2027.

Baca Juga

Erick menyebut tahun depan,  Piala Presiden akan disulap menjadi turnamen khusus Timnas Indonesia. Hal itu diungkapkan Erick sai penutupan Piala Presiden 2026 di Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perubahan ini dilakukan karena kalender kompetisi klub semakin padat setelah bergulirnya Piala Liga, sehingga diperlukan penyesuaian agar tidak membebani peserta.

Baca Juga

Erick mengungkapkan, Piala Presiden lahir pada 2015 dalam situasi sepak bola nasional sedang mengalami masa sulit akibat sanksi FIFA terhadap PSSI. Saat itu, klub-klub membutuhkan kompetisi agar tetap bisa beraktivitas.

"Pak Ara (Maruarar Sirait) dan saya membangun Piala Presiden ini tahun 2015 ketika PSSI disanksi. Klub-klub datang kepada kami meminta tolong agar ada kegiatan," kata Erick.

Baca Juga

Ia bersyukur turnamen tersebut mampu bertahan hingga delapan edisi dan menjadi salah satu agenda penting sepak bola nasional. Namun kini, menurut Erick, situasinya sudah berbeda.

"Alhamdulillah bisa berjalan delapan tahun. Tentu kami melihat dinamika yang ada, sementara jumlah pertandingan klub juga semakin banyak," ujarnya.

Erick menegaskan, PSSI ingin meningkatkan level Piala Presiden dengan menjadikannya ajang internasional untuk Timnas Indonesia, serupa dengan King's Cup yang rutin digelar Thailand.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi wadah bagi Timnas Indonesia menghadapi lawan-lawan berkualitas sebagai bagian dari persiapan agenda internasional.

"Kami coba tingkatkan kualitasnya. Salah satunya bagaimana Piala Presiden ini bisa menjadi pertandingan tim nasional, seperti yang sudah dilakukan Thailand lewat King's Cup," ucap Erick.

Meski sudah dipastikan berubah menjadi turnamen Timnas Indonesia, Erick mengakui PSSI masih menyusun format terbaik agar Piala Presiden tidak berbenturan dengan agenda resmi FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Targetnya, turnamen tersebut bisa digelar pada periode FIFA Matchday, sehingga klub-klub luar negeri bersedia melepas para pemainnya untuk memperkuat tim nasional masing-masing.

"Nah, ini kami coba cari formulanya. Pertandingannya harus tetap berada di FIFA Matchday, di slot jadwal yang sudah ditentukan FIFA. Itu yang membuat dinamikanya sedikit lebih kompleks," jelas Erick.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan kalender internasional FIFA 2027, jendela FIFA Matchday yang berpotensi digunakan untuk penyelenggaraan Piala Presiden adalah 22–30 Maret, 1–5 Juni, 20 September–5 Oktober, serta 1–6 November 2027.

Bung Ropan Desak John Herdman Bertanggung Jawab usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Tak Ada Kreativitas!

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:10 WIB

VIVA – Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026 menuai sorotan tajam dari pengamat sepak bola Bung Ropan. Menurutnya, hasil yang diraih Skuad Garuda menjadi tanggung jawab penuh pelatih John Herdman yang dinilai harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.

Baca Juga

Harapan Indonesia menjaga asa di ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 pupus setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat, 7 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tersebut membuat Tim Merah Putih finis di peringkat ketiga klasemen dengan tujuh poin, di bawah Vietnam yang mengoleksi 10 poin dan Singapura dengan delapan angka.

Baca Juga

Dalam analisisnya di kanal YouTube, Bung Ropan menilai Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan. Namun, buruknya penyelesaian akhir serta kesalahan sendiri di lini belakang membuat kemenangan yang dibutuhkan untuk lolos ke semifinal gagal diraih.

"Ini tentunya bentuk tanggung jawab dari pelatih John Herdman untuk bisa mengevaluasi ini," tegas Bung Ropan dikutip akun YouTube pribadinya.

Baca Juga

Menurut Bung Ropan, Singapura bukanlah lawan yang tampil luar biasa. Justru Indonesia lebih dominan dalam menciptakan peluang, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

"Mestinya kita bisa menang kalau melihat cara Singapura bermain. Mereka sebenarnya tidak istimewa kalau melawan kita. Kita saja yang tidak mampu memanfaatkan keadaan ini," ujarnya.

Ia juga menyoroti gol penyeimbang Singapura yang dicetak Ilhan Fandi pada menit ke-66. Menurutnya, gol tersebut lahir bukan karena kualitas serangan lawan, melainkan akibat buruknya koordinasi antarpemain belakang Indonesia.

"Tidak ada koordinasi sama sekali, tidak ada komunikasi, sehingga gol itu tercipta dengan sangat mudah," kata Bung Ropan.

Selain itu, Bung Ropan menganggap Timnas Indonesia kehilangan mental pemenang saat menghadapi laga hidup-mati. Ia menilai kreativitas permainan dan semangat juang para pemain tidak terlihat meski pertandingan sangat menentukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau bisa melihat, memang kita tidak ada kreativitas, mental pemenang itu tidak ada. Kita perlu semangat juang, tapi tidak terlihat di sini," ucapnya.

Meski demikian, Bung Ropan memberikan apresiasi khusus kepada Thom Haye yang dinilainya tampil paling menonjol sepanjang pertandingan. Menurutnya, gelandang Almere City itu seolah menggendong permainan Indonesia, tetapi rekan-rekannya gagal memanfaatkan peluang yang diciptakannya.

Halaman Selanjutnya

"Thom Haye seakan menggendong tim kita. Saya pikir dia bermain luar biasa, sudah berbuat yang terbaik, tetapi kita tidak mampu memenangkan pertandingan," tuturnya.

12 Tahun Kemudian, Timnas Indonesia Kembali Ulang Rekor Buruk di Piala AFF

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 08 Agustus 2026, 00:09 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Indonesia kembali mengulang catatan buruk yang terakhir terjadi 12 tahun silam di Piala AFF. Kegagalan lolos dari fase grup Piala AFF 2026 membuat Garuda dua edisi beruntun gagal melaju ke semifinal.

Catatan tersebut kembali terulang setelah Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB. Hasil itu membuat skuad asuhan John Herdman harus mengakhiri perjalanan di turnamen lebih cepat dari yang diharapkan.

Indonesia sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan setelah Ragnar Oratmangoen membawa Garuda unggul. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir dan Indonesia harus puas membawa pulang satu poin.

Tambahan satu poin membuat Indonesia finis di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura berada di posisi kedua dengan delapan poin.

Kegagalan ini sekaligus memastikan Indonesia tidak mampu menembus semifinal Piala AFF dalam dua edisi berturut-turut. Pada Piala AFF 2024, Garuda juga harus puas finis di posisi ketiga Grup B setelah berada di bawah Vietnam dan Filipina.

Situasi tersebut membuat Indonesia kembali mencatatkan periode buruk yang pernah terjadi pada 2012 dan 2014. Pada dua edisi tersebut, Garuda juga sama-sama terhenti di fase grup dan finis sebagai tim peringkat ketiga.

Pada Piala AFF 2012, Indonesia masih berada dalam situasi sulit akibat dualisme kompetisi sepak bola nasional. Skuad Garuda ketika itu bermain imbang melawan Laos, kemudian meraih kemenangan atas Singapura sebelum akhirnya kalah dari Malaysia pada pertandingan terakhir fase grup.

Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan finis di posisi ketiga. Singapura dan Malaysia berada di atas Garuda sehingga Indonesia gagal melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.

Dua tahun berselang, Indonesia kembali mengalami nasib serupa. Pada Piala AFF 2014, tim asuhan Alfred Riedl mengawali turnamen dengan hasil imbang melawan tuan rumah Vietnam.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Ditahan Singapura 1-1

Kegagalan semakin terasa setelah Indonesia secara mengejutkan dihantam Filipina dengan skor telak 0-4. Kemenangan 5-1 atas Laos pada pertandingan terakhir tidak cukup untuk mengubah posisi Garuda di klasemen.

Indonesia kembali finis di peringkat ketiga, di bawah Vietnam dan Filipina. Kini, 12 tahun setelah periode tersebut, sejarah buruk itu kembali terulang.

Bedanya, Indonesia kali ini datang dengan skuad dan pelatih yang berbeda serta membawa ambisi untuk melangkah jauh di Piala AFF 2026. Namun, hasil imbang melawan Singapura membuat Garuda kembali harus menerima kenyataan pahit: fase grup menjadi akhir perjalanan untuk dua edisi secara beruntun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Riwayat Pendidikan Elda Putri Rahardini, Peserta PPDS yang Komentar Jahatnya Bikin Geger

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:08 WIB

VIVA – Nama Elda Putri Rahardini tengah menjadi sorotan publik setelah komentarnya di media sosial terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman. Elda diketahui merupakan dokter yang tengah mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Baca Juga

Sorotan terhadap Elda semakin besar setelah RSUP Dr. Sardjito mengambil langkah menonaktifkannya dari kegiatan pendidikan. Keputusan tersebut berkaitan dengan komentar yang ditulisnya ketika menanggapi unggahan Yurizal mengenai pengalamannya mendapatkan pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah polemik tersebut, latar belakang pendidikan Elda Putri Rahardini turut menjadi perhatian. Dokter tersebut diketahui memiliki perjalanan akademik yang cukup panjang, termasuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga melanjutkan studi doktoral di Jepang.

Baca Juga

Lulusan Kedokteran UGM

Berdasarkan profil profesional yang tersedia, Elda Putri Rahardini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Ia menempuh pendidikan Doctor of Medicine (M.D.) di UGM pada 2008 hingga 2014 dan tercatat menyelesaikan pendidikan tersebut dengan predikat cumlaude.

Baca Juga

Selama masa pendidikan, Elda juga tercatat memiliki pengalaman penelitian. Salah satu karya akademiknya membahas hubungan tahapan hipertensi dengan kadar vascular endothelial growth factor (VEGF) pada pasien dewasa di RSUP Dr. Sardjito. Penelitian tersebut tercatat sebagai karya ilmiah tingkat sarjana. 

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, perjalanan akademik Elda berlanjut ke luar negeri.

Melanjutkan Ph.D. di Kobe University

Elda kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Kobe University, Jepang. Berdasarkan profil profesionalnya, ia menempuh Doctor of Philosophy (Ph.D.) dengan fokus pada Cardiovascular Science atau ilmu kardiovaskular pada 2015 hingga 2019.

Sementara itu, profil pribadinya menyebut bahwa pendidikan doktoral tersebut berkaitan dengan bidang ilmu kedokteran dan ditempuh setelah mendapatkan beasiswa Monbukagakusho atau MEXT dari pemerintah Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kiprahnya dalam bidang penelitian juga terlihat dari sejumlah publikasi ilmiah yang mencantumkan namanya sebagai salah satu peneliti. Salah satunya penelitian mengenai peran FAM13A dalam proses yang berkaitan dengan hipertensi pulmonal dan perubahan seluler. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2020.

Pernah Mendapat Beasiswa MEXT dan LPDP

Halaman Selanjutnya

Selain memiliki pengalaman akademik di Jepang, Elda juga diketahui pernah menjadi penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT. Profil profesionalnya mencatat status tersebut pada periode pendidikannya di Jepang.