Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:08 WIB
VIVA – Nama Elda Putri Rahardini tengah menjadi sorotan publik setelah komentarnya di media sosial terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman. Elda diketahui merupakan dokter yang tengah mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Baca Juga
Sorotan terhadap Elda semakin besar setelah RSUP Dr. Sardjito mengambil langkah menonaktifkannya dari kegiatan pendidikan. Keputusan tersebut berkaitan dengan komentar yang ditulisnya ketika menanggapi unggahan Yurizal mengenai pengalamannya mendapatkan pelayanan kesehatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah polemik tersebut, latar belakang pendidikan Elda Putri Rahardini turut menjadi perhatian. Dokter tersebut diketahui memiliki perjalanan akademik yang cukup panjang, termasuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga melanjutkan studi doktoral di Jepang.
Baca Juga
Lulusan Kedokteran UGM
Berdasarkan profil profesional yang tersedia, Elda Putri Rahardini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Ia menempuh pendidikan Doctor of Medicine (M.D.) di UGM pada 2008 hingga 2014 dan tercatat menyelesaikan pendidikan tersebut dengan predikat cumlaude.
Baca Juga
Selama masa pendidikan, Elda juga tercatat memiliki pengalaman penelitian. Salah satu karya akademiknya membahas hubungan tahapan hipertensi dengan kadar vascular endothelial growth factor (VEGF) pada pasien dewasa di RSUP Dr. Sardjito. Penelitian tersebut tercatat sebagai karya ilmiah tingkat sarjana.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, perjalanan akademik Elda berlanjut ke luar negeri.
Melanjutkan Ph.D. di Kobe University
Elda kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Kobe University, Jepang. Berdasarkan profil profesionalnya, ia menempuh Doctor of Philosophy (Ph.D.) dengan fokus pada Cardiovascular Science atau ilmu kardiovaskular pada 2015 hingga 2019.
Sementara itu, profil pribadinya menyebut bahwa pendidikan doktoral tersebut berkaitan dengan bidang ilmu kedokteran dan ditempuh setelah mendapatkan beasiswa Monbukagakusho atau MEXT dari pemerintah Jepang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kiprahnya dalam bidang penelitian juga terlihat dari sejumlah publikasi ilmiah yang mencantumkan namanya sebagai salah satu peneliti. Salah satunya penelitian mengenai peran FAM13A dalam proses yang berkaitan dengan hipertensi pulmonal dan perubahan seluler. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2020.
Pernah Mendapat Beasiswa MEXT dan LPDP
Halaman Selanjutnya
Selain memiliki pengalaman akademik di Jepang, Elda juga diketahui pernah menjadi penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT. Profil profesionalnya mencatat status tersebut pada periode pendidikannya di Jepang.