Jauh Amat! Kota Romawi yang Hilang Ditemukan di Padang Gurun Mesir

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Sebuah kota pemukiman era Romawi Bizantium di padang gurun yang masih terawat jadi satu dari dua temuan arkeologi besar yang diumumkan Mesir belum lama ini. Penemuan baru di Oasis Dakhla dan situs arkeologi Marina el-Alamein ini adalah temuan yang diharapkan pemerintah Mesir dapat mendongkrak pariwisata.

Bersama Terusan Suez, pariwisata merupakan sumber mata uang asing utama di tengah tekanan finansial. Kementerian Pariwisata dan Purbakala menyatakan penemuan kota itu mengungkap detail kehidupan sehari-hari, tata kota, dan aktivitas ekonomi di Oasis Dakhla pada abad keempat, saat Mesir bagian Kekaisaran Bizantium.

Kawasan yang berhasil digali mencakup jalan-jalan utama dengan alun-alun terbuka dan ruang publik. Gereja basilika dari pertengahan abad keempat berdiri di bagian utama pemukiman, menghadap ke jalan utama, bersama sisa dua menara pengawas untuk melindungi daerah pinggiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari CNN, Sabtu (8/8/2026) sebuah bangunan berbenteng kuat dengan dinding pertahanan tebal, serta banyak rumah yang terdiri dari ruang tamu dan atap melengkung juga ditemukan di area tersebut.

Di antaranya adalah rumah Tisous yang diidentifikasi sebagai diaken gereja dari paruh kedua abad keempat, yang diyakini para arkeolog sempat berfungsi sebagai gereja rumah sebelum pembangunan basilika kota tersebut.

Arkeolog juga menemukan oven roti, dapur, dan penggiling batu yang tampaknya digunakan untuk memproduksi makanan. Ditemukan pula koin perunggu yang masih terawat dengan ukiran potret kaisar-kaisar Bizantium, prasasti Latin, dan simbol-simbol Kristen, bersama koin emas dari masa pemerintahan Kaisar Romawi Constantius II, yang memerintah antara tahun 337 hingga 361.

Diaa Zahran, Kepala Departemen Purbakala Islam, Koptik, dan Yahudi, mengatakan timnya menemukan koleksi sekitar 200 pecahan tembikar yang dulu digunakan sebagai media tulis. Pecahan-pecahan yang dikenal sebagai ostraka ini memiliki inskripsi yang merinci transaksi komersial, surat-menyurat, dan berbagai detail kehidupan sehari-hari lain.

Secara terpisah, para arkeolog menemukan 18 makam kuno di situs arkeologi Marina el-Alamein, yang terletak sekitar 100 kilometer di sebelah barat kota pesisir Mediterania, Alexandria.

Temuan tersebut mencakup 11 makam pahatan batu dengan kedalaman rata-rata 8 meter, serta tujuh makam permukaan yang dibangun dari batu kapur. Hal ini menambah total makam yang ditemukan di situs tersebut menjadi 48 makam.

Di situs itu, para arkeolog menemukan bejana tembikar, amfora, lampu, piring, altar, dan bak dari batu kapur. Ketua misi, Eman Abdel-Khaliq, menyebut mereka menemukan sarkofagus granit sepanjang 2,5 meter yang berisi kerangka manusia yang saat ini diteliti. Di dekat sarkofagus, ditemukan sisa patung sphinx dari gips.

Terdapat juga 4 keping emas yang diletakkan di dalam mulut beberapa jenazah-yang dikenal sebagai 'lidah emas', sebuah praktik yang terkait dengan keyakinan pemakaman pada era tersebut.

Sektor pariwisata Mesir sendiri mulai pulih setelah lama mengalami gejolak politik dan kekerasan pasca revolusi 2011, serta pandemi corona. Rekor 19 juta wisatawan mengunjungi Mesir tahun lalu, meningkat 21% dari tahun 2024.

(fyk/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA