Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.
Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Mengusung tagline "Dream to Become", kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.
Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.
Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.
Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports
Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
"Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas," ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.
"Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya," katanya.
Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi
Melalui tagline "Dream to Become", Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.
"Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline 'Dream to Become' akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global," ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.
Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.
"Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan," tutur Wakapolri.
Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
"Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri," pesannya.
Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.
Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.
Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.
Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.
"Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab," ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.
"Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.
Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.
(tim)
[Gambas:Video CNN]
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memberikan pelatihan kepada tim keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tenaga medis proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) di kawasan tersebut.
"Mencegah DBD dengan memberikan pelatihan kepada tim K3 dan tenaga medis di setiap proyek pembangunan IKN," kata Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Harjito Ponco Waluyo, di Penajam Paser Utara, Sabtu.
Menurut dia, pelatihan yang diberikan kepada tim K3 dan tenaga medis antara lain pengenalan jentik nyamuk serta pendistribusian larvasida. Pelatihan diberikan karena saat ini terdata sebanyak 24 penderita DBD merupakan pekerja di IKN.
Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan koordinasi dengan Otorita IKN melaksanakan pelatihan untuk tim K3 dan tenaga medis di semua segmen pengerjaan pembangunan di IKN sebagai langkah pencegahan dini.
"Kebanyakan masyarakat pada musim kemarau menampung air bersih dalam wadah terbuka, yang justru menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak," ujarnya.
Ia mengatakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap menjadi metode paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus dengue, serta memperkuat langkah preventif lainnya, terutama di kawasan IKN yang pergerakannya cukup tinggi.
Sepanjang 2026 tercatat 113 kasus DBD di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku yang masuk kawasan IKN.
Menurut dia, pemerintah kabupaten terus melakukan upaya menekan kasus DBD tahunan, tidak melebihi dari angka 200.
"Tercatat DBD di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2024 mencapai 1.484 kasus, dan mengalami penurunan menjadi 384 kasus pada 2025," demikian Harjito Ponco Waluyo.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Daftar Isi
Jakarta -
Advan kembali meramaikan pasar gadget Tanah Air dengan meluncurkan perangkat terbaru mereka, Advan Tablet V11. Perangkat ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan gaya belajar pelajar Indonesia yang kini makin bergantung pada ekosistem digital, baik saat online maupun offline.
Menariknya, tablet ini tidak sekadar menawarkan layar besar, tetapi juga sudah mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk mendongkrak produktivitas para penggunanya secara nyata dengan harga yang ramah di kantong.
"Advan Tablet V11 kami hadirkan sebagai teman belajar yang menggabungkan produktivitas dengan konektivitas agar generasi muda Indonesia semakin siap menghadapi masa depan digital," kata Chandra Tansri, CEO Advan, dalam keterangan yang diterima detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai jual utama dari Advan Tablet V11 terletak pada sektor perangkat lunak. Tablet ini sudah berjalan menggunakan sistem operasi Android 16 yang dibekali integrasi langsung dengan Gemini AI.
Kehadiran fitur kecerdasan buatan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih cerdas dan interaktif. Pelajar dapat memanfaatkan Gemini AI untuk mencari referensi tugas, merangkum materi pelajaran yang panjang, hingga menyusun ide presentasi dengan lebih efisien, menyisakan lebih banyak waktu untuk pengembangan kreativitas.
Untuk urusan spesifikasi keras, Advan menyematkan layar berukuran 11 inci dengan resolusi FHD+ berbasis panel IPS. Ukuran layar yang lega dan tajam ini menjanjikan kenyamanan visual saat pengguna harus mengikuti kelas daring, membaca materi digital, atau menonton video edukasi dalam durasi lama.
Tablet ini juga dirancang agar bisa bertransformasi layaknya laptop berkat dukungan aksesori keyboard docking responsif yang sudah menyertakan touchpad. Aksesori ini akan sangat memudahkan pelajar ketika harus mengetik dokumen panjang atau menyelesaikan pekerjaan sekolah dengan tingkat kepraktisan tinggi.
Dari segi dapur pacu, performa tablet disokong oleh RAM bawaan sebesar 6 GB yang masih bisa diekspansi hingga 12 GB melalui fitur Extended RAM. Kapasitas penyimpanan internalnya juga cukup memadai di angka 128 GB, cukup untuk menampung berbagai aplikasi belajar dan file multimedia tanpa mengorbankan kelancaran kinerja sistem.
Sebagai pelengkap ekosistem digitalnya, Advan menggandeng operator telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3. Konsumen akan mendapatkan paket bundling eksklusif yang diklaim memiliki total benefit senilai lebih dari Rp 1 juta, memastikan pengguna memiliki akses internet yang memadai untuk belajar dari mana saja.
Advan Tablet V11 resmi mulai dijual hari ini, 8 Agustus 2026, secara eksklusif melalui platform Shopee. Perangkat ini dibanderol dengan harga spesial peluncuran sebesar Rp 2.499.000. Selama periode launching, konsumen juga bisa menikmati berbagai tambahan voucher promo yang membuat perangkat ini makin terjangkau bagi orang tua dan pelajar.
(asj/asj)
TAGSLIHAT LAINNYA
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso dan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral melalui percepatan kerja sama perdagangan, peningkatan akses pasar, dan penguatan investasi antara kedua negara.
Mendag RI mengatakan India sebagai mitra dagang strategis di kawasan Asia Selatan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, penguatan kerja sama perdagangan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok regional.
"Indonesia mendukung terciptanya perdagangan yang semakin terbuka, fasilitatif, dan saling menguntungkan, sehingga mampu mendorong peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu
Pertemuan yang dilaksanakan di sela-sela BRICS Tingkat Menteri Perdagangan, di Jaipur, India, Jumat (7/8), kedua menteri membahas pelaksanaan Working Group on Trade and Investment (WGTI) Indonesia dan India.
Indonesia menyampaikan dukungan terhadap India sebagai tuan rumah penyelenggaraan WGTI kedua pada 2026, sebagaimana tindak lanjut Pernyataan Bersama para pemimpin Indonesia dan India saat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada 7 Juli 2026.
Selain itu, kedua negara membahas perkembangan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap target penyelesaian perundingan pada 2026 dengan tetap mengedepankan hasil yang lebih sederhana, ramah bagi dunia usaha (business-friendly), dan mampu memfasilitasi perdagangan secara lebih efektif.
Budi menjelaskan Indonesia berkomitmen memenuhi target liberalisasi akses pasar sebesar 80 persen sebagaimana telah disepakati dalam perundingan AITIGA Review. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tingkat liberalisasi Indonesia saat ini yang mencapai 41,9 persen.
Hingga Juli 2026, Indonesia telah menyampaikan penawaran akses pasar secara bertahap yang mencakup sekitar 57 persen dari target tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi tanggapan positif Pemerintah India terhadap usulan pembentukan Indonesia-India Preferential Trade Agreement (ID-IN PTA).
Menurutnya, perjanjian perdagangan bilateral tersebut akan melengkapi AITIGA dengan menyediakan akses pasar yang lebih luas, mengurangi hambatan nontarif, serta memperkuat fasilitasi perdagangan.
Budi berharap, pembahasan teknis mengenai ID-IN PTA dapat segera dimulai setelah Review AITIGA mencapai konklusi substansial yang ditargetkan pada Oktober 2026.
Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan kedua negara mencapai 11,89 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 9,28 miliar dolar AS dan impornya sebesar 2,60 miliar dolar AS. Pada periode ini, Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar 6,68 miliar dolar AS dengan India.
Sementara itu, total perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 23,13 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia tercatat sebesar 18,30 miliar dolar AS dan impornya sebesar 4,84 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mencatatkan surplus sebesar 13,46 miliar dolar AS.
Ekspor utama Indonesia ke India, di antaranya adalah batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak monokarboksilat industri, dan korundum buatan. Sementara itu, impor Indonesia dari India meliputi daging kerbau, kacang tanah, kendaraan pengangkut barang, suku cadang dan aksesori traktor, serta tembakau mentah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendag dorong RI-India perkuat akses pasar dan investasi
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Sumber Daya Alam Maryland, Amerika Serikat, meluncurkan program pengendalian lele biru dengan memberikan insentif hingga US$ 1.500 (sekitar Rp 26,8 juta) per perjalanan bagi kapten kapal sewaan dan pemandu memancing. Langkah ini diambil untuk menekan populasi ikan invasif yang merusak ekosistem di Teluk Chesapeake.
Inisiatif tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menikmati perjalanan memancing gratis sepanjang musim panas hingga musim gugur 2026. Selain mengendalikan hama lele, program ini bertujuan mendongkrak geliat ekonomi industri penyewaan kapal pancing di wilayah Maryland.
Pendaftaran undian untuk mendapatkan tiket memancing gratis bagi publik dibuka mulai 24 Juni 2026. Di saat yang sama, para kapten kapal dan pemandu mancing profesional yang berminat diajak untuk segera mendaftarkan armada mereka.
Dikutip detikINET dari Coast TV, kapten dan pemandu yang berpartisipasi juga akan menerima penggantian biaya hingga US$ 1.500 per perjalanan. Jumlah penggantian ini mungkin melebihi biaya normal perjalanan kapal sewaan.
Lele biru dianggap spesies invasif di sungai Teluk Chesapeake. Itu karena lele biru memangsa spesies asli yang penting, termasuk kepiting biru, ikan white perch, dan ikan menhaden, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar bagi ekosistem Teluk Chesapeake.
Memancing lele biru di Maryland tidak memiliki batasan jumlah tangkapan. Spesies ini dapat tumbuh hingga ukuran sangat besar, dengan rekor tangkapan lele biru di Maryland mencapai berat sekitar 37 kilogram.
Para pemancing memiliki kesempatan unik untuk menikmati tantangan memancing sekaligus berkontribusi membantu mengurangi populasi hewan invasif tersebut.
Program percontohan ini merupakan upaya pihak departemen untuk menekan dampak lele invasif di perairan Maryland. Upaya tambahan lainnya meliputi dukungan terhadap turnamen memancing spesies invasif, pengumpulan data hasil tangkapan, serta kerja sama dengan mitra industri dan instansi pemerintah untuk mempercepat pembasmian.
Ikan lele biru tersebut diperkenalkan ke sungai-sungai di Teluk Chesapeake di Virginia antara tahun 1960-an dan 1980-an, menurut Departemen Sumber Daya Alam Maryland.
Populasi ikan ini meluas melalui sistem sungai utama dan mulai mengancam spesies lain yang asli di Teluk tersebut. Hal ini menciptakan dampak negatif pada lingkungan dan ekonomi, terutama karena populasi kepiting biru di Maryland mulai menurun.
"Ikan lele liar invasif yang ditangkap di alam liar menciptakan ancaman signifikan dan menyebabkan kerusakan ekologis. Saya berharap dapat menghilangkan ancaman yang disebabkan oleh spesies invasif ini untuk selamanya," kata Senator Maryland, Angela Alsobrooks.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:45 WIB
VIVA – Liburan sering dianggap sebagai cara paling tepat untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas yang melelahkan. Pergi ke tempat baru, menikmati suasana berbeda, atau sekadar menjauh dari pekerjaan memang dapat memberikan penyegaran.
Baca Juga
Tidak heran jika banyak orang langsung berpikir untuk mengambil cuti ketika mulai merasa jenuh. Namun, ada kalanya tubuh dan pikiran tidak benar-benar membutuhkan perjalanan atau aktivitas baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal yang dibutuhkan justru waktu untuk berhenti sejenak, mengurangi tuntutan, dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena rasa lelah dianggap hanya sebagai tanda bahwa seseorang membutuhkan liburan.
Baca Juga
Padahal, ketika kelelahan sudah menumpuk, liburan yang terlalu padat dengan jadwal perjalanan, aktivitas, dan berbagai tuntutan justru bisa terasa melelahkan. Karena itu, penting untuk mengenali tanda ketika Anda sebenarnya membutuhkan istirahat, bukan sekadar liburan.
Berikut beberapa tanda yang bisa diperhatikan, sebagaimana dilansir dari Cleveland Clinic, pada 8 Agustus 2026.
Baca Juga
1. Tetap merasa lelah meski sudah memiliki waktu luang
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah tubuh tetap terasa lelah meskipun Anda sudah tidak bekerja atau memiliki waktu untuk bersantai. Anda mungkin sudah mengambil cuti, tidur lebih lama, atau menghabiskan waktu di rumah, tetapi energi tidak kunjung kembali. Bangun tidur pun belum tentu membuat tubuh terasa segar.
Jika kondisi tersebut terjadi, mungkin masalahnya bukan sekadar kurangnya waktu untuk bersenang-senang. Tubuh bisa saja membutuhkan pemulihan yang lebih menyeluruh.
Dalam kondisi seperti ini, memenuhi waktu libur dengan berbagai aktivitas belum tentu menjadi pilihan terbaik. Anda mungkin justru membutuhkan tidur yang cukup, jadwal yang lebih longgar, makanan bergizi, dan waktu tanpa banyak tuntutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Mudah marah dan kehilangan kesabaran
Kelelahan yang menumpuk juga dapat memengaruhi emosi. Hal kecil yang biasanya tidak mengganggu bisa tiba-tiba membuat Anda kesal atau marah. Anda mungkin menjadi lebih mudah tersinggung ketika menghadapi pekerjaan, kemacetan, pesan yang belum dibalas, atau percakapan sederhana dengan orang lain. Setelah itu, Anda mungkin menyadari bahwa reaksi tersebut sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan masalah yang terjadi.
Halaman Selanjutnya
Ketika tubuh dan pikiran terlalu lelah, kemampuan untuk menghadapi tekanan sehari-hari dapat ikut menurun. Karena itu, terus memaksakan diri untuk beraktivitas ketika sedang kelelahan dapat membuat kondisi emosional semakin buruk.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hashim Djojohadikusumo mengukuhkan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru yang bergabung dalam Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal program pemerintah.
Pengukuhan 20 ormas tersebut dilakukan di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, Jumat (7/8) malam, bertepatan dengan HUT ke-2 FORMAS. Dengan tambahan tersebut, jumlah ormas yang bergabung dalam FORMAS mencapai 103 organisasi, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Hashim, dikutip di Jakarta, Sabtu, mengatakan keberadaan FORMAS sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjaga keberlangsungan Indonesia.
"Itu juga yang tertanam di jiwa Prabowo (Presiden Prabowo Subianto, Red) agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera dan program MBG lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat," ujar Hashim tegas.
Ketua Dewan Pakar FORMAS Serian Wijatno mengatakan konsolidasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat peran ormas dalam mendukung sekaligus mengawal program pembangunan pemerintah.
"Ini sebagai langkah nyata ormas untuk bergotong royong mendukung dan mengawal program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini," ujar dia.
Menurut Serian, ormas yang tergabung dalam FORMAS tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan nasional. FORMAS berkomitmen menjadi bagian dari masyarakat sipil yang aktif menjaga persatuan, memberikan pemikiran konstruktif, dan mengawal pelaksanaan program pemerintah.
Sementara itu, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati mengatakan bertambahnya anggota memperkuat barisan masyarakat sipil dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan bertambahnya ormas ini menambah semangat perjuangan kami untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah. FORMAS hadir untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan," ujar Handojo.
Ia mengatakan FORMAS tidak hanya berperan sebagai wadah organisasi, tetapi berupaya memastikan kebijakan dan program strategis pemerintah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, dan bonus demografi.
Ia mengatakan, pembangunan juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan global dan menjaga persatuan nasional.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Jakarta - Umuganura, tradisi perayaan hasil panen masyarakat Rwanda, kini turut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian negara selama setahun dan menentukan perbaikan untuk tahun berikutnya.
Duta Besar (Dubes) Republik Rwanda untuk Republik Indonesia Sheikh Abdul Karim Harelimana mengatakan perubahan itu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat Rwanda. Jika dahulu Umuganura berpusat pada hasil pertanian, peternakan dan kerajinan, kini pembahasannya mencakup berbagai bidang kehidupan modern.
"Sekarang kita hidup di dunia modern. Jika dahulu ada kerajinan, sekarang kita memiliki industri. Jadi, kita harus melihat apa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir," kata Dubes Harelimana dalam perayaan Umuganura di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dalam momentum tersebut, masyarakat melihat apakah rencana yang dibuat sebelumnya berhasil dicapai, persoalan apa yang muncul, serta hal-hal yang perlu diperbaiki.
"Apakah kita telah mencapai rencana kita? Di mana kekurangannya, apa masalah yang kita hadapi, dan bagaimana kita dapat memperbaikinya sehingga tahun depan mendapatkan hasil yang lebih baik," ujarnya.
Dubes Harelimana mengatakan evaluasi itu mencakup pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan dan pertahanan, hingga kondisi politik, keamanan serta tata kelola pemerintahan.
"Bagaimana keamanan negara? Bagaimana tata kelolanya? Apakah masyarakat senang dengan para pemimpinnya atau tidak? Kami melihat setiap komponen yang membentuk sebuah bangsa," tuturnya.
Secara tradisional, Umuganura merupakan perayaan untuk mensyukuri hasil yang diperoleh masyarakat sepanjang tahun.
Dubes Harelimana menjelaskan perayaan tersebut berlangsung pada akhir tahun dalam kalender tradisional Rwanda. Agustus merupakan bulan ke-12, sedangkan September menjadi bulan pertama pada tahun berikutnya.
Setelah masa panen, masyarakat berkumpul mulai dari lingkungan keluarga dan desa hingga wilayah yang lebih luas. Pada masa kerajaan, perayaan tersebut bahkan mencapai istana raja.
Masyarakat kemudian menunjukkan hasil pertanian, peternakan dan kerajinan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
"Orang-orang berkumpul di rumah, desa, provinsi, bahkan sampai ke istana raja untuk merayakan apa yang telah mereka hasilkan," ujar Dubes Harelimana.
Menurut Dubes Harelimana, tradisi itu diperkenalkan pada Abad ke-11 pada masa Raja Gihanga Ngomijana dan telah bertahan selama lebih dari 1.000 tahun.
Meski pertanian dan peternakan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Rwanda, cara mengelola kedua sektor tersebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan produksi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318695/original/066190800_1786133824-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_21.05.20.jpeg)
Perbesar
Umuganura digunakan pula untuk memperkuat persatuan masyarakat Rwanda. Dubes Harelimana mengatakan tema perayaan tahun ini adalah sumber persatuan dan fondasi kemandirian.
Ia menjelaskan Umuganura bermula dari lingkungan keluarga, kemudian meluas ke desa dan wilayah lain hingga mencapai tingkat nasional. Menurut dia, pola tersebut membuat perayaan itu menjadi salah satu simbol kebersamaan masyarakat Rwanda.
Dubes Harelimana mengatakan Kerajaan Rwanda pada awalnya merupakan sebuah entitas kecil yang kemudian berkembang dan mencakup masyarakat dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.
Namun, menurut dia, pemerintah kolonial menghapus Umuganura pada 1925. Pemerintah Rwanda kemudian menghidupkannya kembali pada 2011.
Dubes Harelimana mengaitkan kebangkitan kembali tradisi itu dengan upaya rekonsiliasi setelah Genosida terhadap Tutsi pada 1994.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali bertemu, membicarakan persoalan di lingkungan mereka, bertukar pandangan, serta menentukan langkah yang perlu dilakukan bersama.
"Ketika masyarakat bertemu, mereka berbincang, membicarakan masalah di desa dan hasil mereka. Mereka saling memberikan saran mengenai langkah selanjutnya. Persatuan itu dibangun kembali," tuturnya.
Tarian, nyanyian, makanan dan minuman tetap menjadi bagian dari perayaan Umuganura hingga kini.
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026. Hal ini jelas jadi pukulan telak bagi John Herdman.
Timnas Indonesia tidak mampu lolos ke semifinal Piala AFF 2026 usai imbang lawan Singapura di laga terakhir, Jumat (7/8). Kegagalan itu membuat mimpi Timnas Indonesia untuk juara Piala AFF sudah buyar lebih awal.
Kegagalan itu juga berarti pukulan telak bagi John Herdman. Pelatih anyar Timnas Indonesia itu sudah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga soal persaingan di kawasan regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Mimpi Timnas Indonesia untuk bisa jadi tim yang disegani di level Asia kini baru saja terbentur kenyataan bahwa Asia Tenggara masih kesulitan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Kegagalan Timnas Indonesia ini juga secara langsung membuat kinerja John Herdman ikut dapat sorotan tajam.
Setelah menang atas Kamboja dan Timor Leste, yang kualitasnya memang di bawah Timnas Indonesia, John Herdman tidak mampu meracik strategi tepat dalam duel lawan Vietnam. Alhasil, Timnas Indonesia tertekan sepanjang laga dan kalah telak 0-3.
Kekalahan telak dari Vietnam turut membayangi langkah Timnas Indonesia saat menjalani laga hidup-mati lawan Singapura. Dengan kondisi lawan hanya butuh hasil imbang untuk lolos, Timnas Indonesia main dengan penuh kekhawatiran.
Gol Ragnar Oratmangoen yang sempat membuat Timnas Indonesia tidak memberikan kebahagiaan panjang. Singapura bisa mencetak gol balasan lewat Ilhan Fandi.
Setelah kedudukan imbang, John Herdman tidak bisa memberikan solusi yang dibutuhkan di lapangan. Skor 1-1 bertahan dan Timnas Indonesia tersingkir.
Dengan waktu sekitar 1,5 bulan menuju FIFA ASEAN Cup, John Herdman harus bisa melihat karakter banyak pemain Indonesia dan meramu strategi terbaik untuk disajikan di lapangan.
[Gambas:Video CNN]
(ptr)
Sabtu, 8 Agustus 2026 07:50 WIB
Timnas Indonesia ditahan imbang Singapura 1-1 pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat. (X/theaseanball)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa Tim Nasional Indonesia setelah dipastikan gagal menembus babak semifinal Piala AFF 2026.
Kepastian gugurnya Garuda didapat usai bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8) malam. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan tujuh poin, di bawah Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin).
"Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan," ujar Erick Thohir melalui akun Instagram resminya, Jumat malam.
Dalam laga tersebut, Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut sirnah pada menit ke-66 akibat minimnya koordinasi di barisan pertahanan antara Rizky Ridho dan kiper Cahya Supriadi yang dimanfaatkan Ilhan Fandi untuk mencetak gol balasan.
Meski meraih hasil mengecewakan, Erick menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen tim sepanjang gelaran turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
"Terima kasih untuk seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia yang telah berjuang di ASEAN Championship 2026," tambah Erick.
Evaluasi ini krusial mengingat agenda padat yang telah menanti skuad Garuda. Setelah turnamen ini, Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni laga di FIFA ASEAN Cup serta jeda internasional FIFA Match Day sepanjang tahun 2026, sebelum tampil pada putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi Januari mendatang.
Kegagalan ini menjadi yang kedua kalinya secara beruntun bagi Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF. Hingga saat ini, capaian terbaik Indonesia di turnamen dua tahunan tersebut masih sebatas enam kali meraih predikat runner-up, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSSI akan lakukan evaluasi setelah Indonesia gagal tembus semifinal
Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.