Pemkab Penajam latih tim K3-tenaga medis proyek IKN cegah DBD - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 08.08.2026 - person  - timer ~

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memberikan pelatihan kepada tim keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tenaga medis proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) di kawasan tersebut.

"Mencegah DBD dengan memberikan pelatihan kepada tim K3 dan tenaga medis di setiap proyek pembangunan IKN," kata Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Harjito Ponco Waluyo, di Penajam Paser Utara, Sabtu.

Menurut dia, pelatihan yang diberikan kepada tim K3 dan tenaga medis antara lain pengenalan jentik nyamuk serta pendistribusian larvasida. Pelatihan diberikan karena saat ini terdata sebanyak 24 penderita DBD merupakan pekerja di IKN.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan koordinasi dengan Otorita IKN melaksanakan pelatihan untuk tim K3 dan tenaga medis di semua segmen pengerjaan pembangunan di IKN sebagai langkah pencegahan dini.

"Kebanyakan masyarakat pada musim kemarau menampung air bersih dalam wadah terbuka, yang justru menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak," ujarnya.

Ia mengatakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap menjadi metode paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus dengue, serta memperkuat langkah preventif lainnya, terutama di kawasan IKN yang pergerakannya cukup tinggi.

Sepanjang 2026 tercatat 113 kasus DBD di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku yang masuk kawasan IKN.

Menurut dia, pemerintah kabupaten terus melakukan upaya menekan kasus DBD tahunan, tidak melebihi dari angka 200.

"Tercatat DBD di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2024 mencapai 1.484 kasus, dan mengalami penurunan menjadi 384 kasus pada 2025," demikian Harjito Ponco Waluyo.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.