Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Senin, 17 Aug 2026 15:00 WIB
Makna Filosofi Tumpeng untuk HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus/Foto: Pexels.com/ Andry Sasongko
Tumpeng bukan sekadar hidangan khas Indonesia yang sering hadir dalam acara syukuran atau perayaan penting. Nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk-pauk ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Nusantara selama bertahun-tahun. Di balik tampilannya yang menggugah selera, tumpeng menyimpan filosofi yang mengajarkan banyak nilai kehidupan.
Tak heran jika tumpeng masih menjadi pilihan utama dalam momen spesial, mulai dari ulang tahun, peresmian, hingga perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari detikFood, setiap unsur dalam tumpeng memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan rasa syukur, kebersamaan, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Mulai dari nama, bentuk, cara memasak, lauk-pauk, hingga prosesi memotongnya tidak dibuat tanpa alasan. Inilah yang membuat tradisi tumpengan tetap lestari hingga sekarang.
Nah, berikut ini penjelasan mengenai filosofi tumpeng. Yuk, simak selengkapnya.

Filosofi Kata Tumpeng/Foto/Pexels.com/ Andry Sasongko
Tumpeng sudah ada sejak masyarakat menganut kepercayaan Kapitayan. Menurut kepercayaan Kapitayan, membuat tumpeng bertujuan sebagai pemusatan kepada kekuatan Tuhan. Kata tumpeng diambil dari kata “Tu” yang memiliki arti baik dan buruk.
Kebaikan yang dimaksud dalam kata “Tu” diartikan sebagai Tuhan, sementara buruknya diartikan sebagai hantu. Kemudian, dari kata tersebut, muncul beberapa nama seperti “pintu” atau tempat lain yang dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji berupa tumpeng.

Filosofi Cara Memasak dan Alat untuk Membuat Tumpeng/Foto: Pexels.com/ kevin yung
Beauties, salah satu alat yang digunakan dalam proses memasak tumpeng adalah mandala yang dilengkapi dengan tungku. Tungku tersebut terdiri dari tiga susun, yaitu batu bata, air, dan api. Ketiga unsur ini menjadi bagian penting dalam proses memasak sekaligus memiliki makna simbolis dalam filosofi tumpeng. Selain batu bata, air, dan api, proses memasak tumpeng juga menghasilkan asap, di mana asap tersebut diartikan sebagai simbol udara.
Bukan hanya alatnya yang memiliki makna, proses memasak tumpeng juga dianggap sakral. Ketentuan tradisional mengenai perempuan yang memasak tumpeng, yaitu harus sudah memasuki masa menopause serta berada dalam keadaan bersih dan suci.
Ketentuan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat pada masa tertentu. Karena tumpeng digunakan dalam berbagai acara penting, proses pembuatannya pun tidak sekadar dipandang sebagai aktivitas memasak biasa. Ada penghormatan terhadap makanan yang nantinya digunakan sebagai bagian dari ritual atau perayaan.

Filosofi Bentuk Tumpeng yang Mengerucut/Foto: Unsplash.com/ Inna Safa
Bentuk tumpeng yang menjulang ke atas menyerupai gunung memiliki makna spiritual yang mendalam. Gunung sering dimaknai sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus lambang kehidupan. Karena itu, bentuk kerucut mengingatkan agar manusia selalu mengingat Sang Pencipta.
Di sisi lain, bentuk tersebut juga mengajarkan bahwa semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin penting untuk tetap rendah hati. Kesuksesan sebaiknya tidak membuat seseorang lupa pada asal-usul maupun orang-orang yang telah mendukungnya. Sikap inilah yang menjadi salah satu nilai luhur dalam budaya Indonesia.
Beauties, filosofi sederhana ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetap bersikap rendah hati membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih hangat. Selain itu, rasa syukur akan tumbuh seiring dengan kerendahan hati yang dimiliki.

Filosofi Aneka Lauk yang Ada Pada Tumpeng/Foto: Pexels.com/ Tamba Budiarsana
Tumpeng selalu ditemani berbagai lauk dengan rasa, warna, dan tekstur yang berbeda. Meski beragam, semua lauk tersebut disajikan dalam satu wadah yang harmonis. Hal ini melambangkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika mampu disatukan dalam semangat saling menghargai. Filosofi lauk-pauk pada tumpeng menjadi pengingat akan indahnya persatuan.
Beauties, keberagaman juga hadir dalam lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan. Menghormati perbedaan akan menciptakan hubungan yang lebih sehat dan saling mendukung. Nilai tersebut menjadi salah satu pesan penting yang dibawa oleh tumpeng.

Filosofi Cara Memotong Tumpeng/Foto: Pexels.com/Noval Gani
Selama ini kita mungkin lebih sering melihat seseorang mengambil pisau lalu memotong bagian puncak tumpeng. Padahal, cara yang dianggap benar justru dimulai dari bagian bawah tumpeng dengan memotongnya sedikit demi sedikit. Cara ini bukan sekadar aturan penyajian, tetapi memiliki filosofi yang cukup mendalam.
Bagian bawah tumpeng diibaratkan sebagai masyarakat yang menjadi bagian dasar kehidupan bersama. Sementara itu, bagian puncaknya merujuk kepada Tuhan yang berada di posisi paling tinggi. Karena itu, mengambil bagian puncak secara langsung dianggap kurang sesuai dengan simbol hubungan antara manusia dan Tuhan.
Beauties, dari sini kita bisa melihat bahwa tumpeng membawa pesan tentang menghormati orang lain sekaligus menghargai kebersamaan. Tradisi sederhana seperti berbagi makanan ternyata dapat menjadi cara untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah belum benar-benar berakhir meski keduanya telah bercerai pada 2024. Kini, perebutan hak asuh anak menjadi babak baru yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Gugatan tersebut diajukan Ruben setelah dirinya mengaku mengalami kesulitan bertemu dengan kedua putrinya. Menghadapi proses persidangan, tim kuasa hukum Ruben menyatakan tidak datang tanpa persiapan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, bahkan menyebut bukti yang akan dibawa ke persidangan sebagai “kartu AS”.
“Semua bukti itu adalah menurut kami kartu AS, semua bukti yang akan membuktikan dalil-dalil kami itu menurut kami adalah kartu AS,” kata Minola kepada awak media, dikutip Senin (17/8/2026).
Tak hanya satu jenis bukti, kubu Ruben telah menyiapkan berbagai alat bukti yang dapat digunakan dalam proses hukum perdata. Bukti tersebut mencakup dokumen, rekaman, hingga keterangan saksi.
Baca Juga: Kubu Ruben Onsu: Sarwendah Harus Ikut Diperiksa soal Isu Penyakit Tiga Huruf
“Kita sudah punya maping, kita sudah punya planning kita akan ke mana pembuktiannya untuk membuktikan dalil-dalil kita,” ujar Minola.
Strategi tersebut, lanjut Minola, tidak berhenti pada upaya membuktikan dalil gugatan. Tim hukum Ruben juga telah mempersiapkan kemungkinan munculnya bantahan dari pihak Sarwendah selama persidangan berlangsung.
“Kita juga harus memikirkan apa bukti yang meng-counter jawaban-jawaban mereka yang mungkin itu berupa serangan kepada pihaknya Ruben sebagai penggugat. Jadi makanya ini kan bicara mengenai masalah planning ya jangka panjangnya dalam persidangan ini,” ungkap Minola.
Namun, klaim mengenai “kartu AS” tersebut berhadapan dengan penilaian berbeda dari praktisi hukum Jaenudin. Sebelumnya, ia menilai peluang Ruben untuk memenangkan gugatan hak asuh anak masih cukup tipis apabila bukti yang digunakan hanya berkaitan dengan hal-hal yang selama ini muncul di media sosial.
"Kita berharap gugatan yang dilakukan Ruben itu memiliki bukti yang kuat, kalau dasarnya bukti yang ada di media sosial ini ya terkait eksploitasi anak dan sebagainya itu, tipis kemungkinan (menang) ya," katanya kepada awak media, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Denny Sumargo Bicara Masalah Sarwendah hingga Isu Iri Ruben Onsu Pilih ke Podcast Lain
Jaenudin menegaskan penilaiannya tidak dimaksudkan untuk membela Sarwendah. Ia melihat rekam pengasuhan kedua anak selama ini juga menjadi faktor yang patut diperhatikan dalam perkara tersebut.
"Saya bukan membela atau apa pun, karena kalau kita lihat dari sisi Sarwendah, sejak sebelum bercerai, yang mengasuh anak itu kan Sarwendah sampai besar," ujarnya.
Ia kemudian mempertanyakan apakah selama ini terdapat bukti Sarwendah melakukan penelantaran maupun kekerasan terhadap anak-anaknya.
"Ada nggak kita lihat Sarwendah menelantarkan anak tersebut, Sarwendah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut, ada nggak? Nggak ada kan," ucap Jaenudin.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah tudingan eksploitasi anak. Menurut Jaenudin, istilah tersebut harus diperjelas agar dapat diketahui apakah aktivitas anak dalam konten benar-benar memenuhi unsur eksploitasi.
"Terus bagaimana dengan eksploitasi anak, itu harus clear harus jelas, apa yang yang dimaksud dengan eksploitasi?" sambung Jaenudin.
Ia juga memberikan pandangan mengenai aktivitas siaran langsung atau live yang melibatkan anak. Menurutnya, konteks dan adanya perintah dari orang tua menjadi hal yang perlu dilihat sebelum menyimpulkan tindakan tersebut sebagai eksploitasi.
"Live itu adanya di dalam rumah. Dan bisa saja itu anak memang ingin bergabung atau ingin ikut-ikutan kan. Jadi tidak ada perintah langsung Sarwendah yang meminta anak itu live sampai berjam-jam. Nggak ada. Kalau memang itu ada, itulah eksploitasi," terang Jaenudin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Jakarta -
Perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya meriah. Tak hanya upacara atau parade, perlombaan yang menggunakan media makanan juga sering dilakukan, seperti ini!
Perlombaan 17 Agustus telah menjadi tradisi yang dilakukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda ini menjadi sarana masyarakat untuk bersatu, memupuk semangat juang dan kebersamaan, sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lomba 17 Agustus juga sering menggunakan makanan sebagai media. Mulai dari semangka, nasi tumpeng, kacang hijau, sampai kerupuk dimanfaatkan untuk perlombaan seru di hari kemerdekaan ini.
Berikut 5 makanan yang sering jadi media perlombaan 17-an!
Semangka sering dijadikan media untuk lomba mengangkat koin yang ditancapkan di dalamnya, Foto: Istimewa
Buah semangka sering menjadi media lomba 17-an, khususnya untuk perlombaan gigit koin. Biasanya buah semangka utuh ditancapkan koin di sekitarnya, lalu digantung.
Para peserta lomba pun perlu mengambil koin di buah semangka menggunakan mulut. Namun, tantangannya, koinnya biasa dilumuri cokelat cair atau oli, sehingga iicin dan agak sulit diambil.
Buah semangka sering dipilih karena tekstur kulitnya yang lunak, sehingga logam atau koin bisa ditancap sempurna. Ukurannya juga pas untuk digantung.
Ada juga lomba menghias nasi tumpeng seperti ini. Foto: istimewa
Tak hanya lomba menghias sepeda sepeda, perayaan 17 Agustus juga identik dengan lomba menghias tumpeng. Nasi tumpeng yang biasanya disajikan untuk acara syukuran ini menjadi media para peserta untuk menghias sesuai dengan tema perayaan hari kemerdekaan.
Para peserta bebas berkreasi. Tumpeng nasi kuning tidak hanya dibentuk kerucut, tetapi banyak juga yang membentuknya menyerupai angka umur kemerdekaan.
Tumpeng juga tidak sekadar dihias dengan aneka lauk pauk, seperti ayam goreng hingga perkedel tetapi dihias lebih meriah. Menggunakan hiasan bendera kecil sampai garnish sayuran berbentuk bunga dari tomat atau cabai merah dan kacang panjang yang dikepang.
Selain dinikmati sebagai camilan, di perayaan Hut kemerdekaan RI, biskuit juga sering dijadikan media perlombaan.
Camilan ini biasanya diletakkan di dahi terlebih dahulu. Lalu para peserta diharuskan memindahkan biskuit dari dahi ke mulut hanya dengan menggerakkan otot wajah tanpa boleh menggunakan tangan.
Jika biskuit jatuh ke lantai sebelum masuk mulut, peserta biasanya gugur atau harus mengulang dari awal dengan biskuit baru.
lomba makan kerupuk tak pernah absen dari perayaan 17 agustus. Foto: instagram @leodiegosabrina
Lomba makan kerupuk tidak pernah absen dari perayaan 17 Agustus. Lomba ini sudah dikenal dalam rangkaian perayaan HUT RI Pada tahun 1950-an.
Lomba makan kerupuk tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menjadi kegiatan yang dikaitkan dengan upaya mengingat kondisi sulit yang dialami masyarakat saat masa perang.
Lomba ini biasanya dilakukan dengan menggantung kerupuk menggunakan tali. Peserta kemudian harus menghabiskan kerupuk tanpa menyentuhnya dengan tangan.
Peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuk dinyatakan sebagai pemenang. Biasanya kerupuk yang dijadikan media adalah kerupuk putih atau kerupuk uyel karena ukurannya yang lebar dan berongga, lalu mudah diikat dengan tali rafia.
Dalam merayakan HUT RI, ada juga lomba yang menggunakan media kacang hijau. Lomba ini menguji kesabaran karena peserta harus memindahkan kacang hijau dari satu tempat ke tempat lain menggunakan sumpit.
Selain karena pakai alat sumpit yang mungkin tidak biasa digunakan masyarakat Indonesia, tantangan lainnya adalah buliran kacang ijo yang kecil dan licin.
Butuh fokus tinggi untuk mengambil kacang ijo ini. Biasanya dalam perlombaan juga ada batas waktu yang ditentukan, yaitu 1-3 menit per sesi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Zainal Hasan
| 17 Agustus 2026, 14:58 WIB

Gelandang Persib Bandung, Thom Haye (paling depan), saat menyepak bola dalam sesi TC di Bali, Senin (17/8/2026). X/Persib
AKURAT.CO, Seluruh pemain Persib yang sebelumnya menjalani tugas bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 telah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) tim di Bali.
Thom Haye dan Eliano Reijnders menjadi dua pemain terakhir yang tiba di hotel pada Minggu (16/8/2026) dini hari.
Kedatangan keduanya sekaligus melengkapi jumlah pemain Persib Bandung yang mengikuti TC menjadi 30 orang.
Beberapa jam sebelumnya, sejumlah pemain yang juga memperkuat Timnas Indonesia telah lebih dulu bergabung.
Mereka adalah Saddil Ramdani, Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, Marc Klok, dan Beckham Putra Nugraha.
Bahkan, Klok dan Beckham langsung mendapat kesempatan tampil ketika Persib menghadapi Sabah FC dalam laga uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
https://www.akurat.co/bola/881861/marc-klok-antusias-jalani-latihan-di-bali-bersama-persib-siap-bangun-chemistry-dengan-pemain-baru
Pelatih Persib, Igor Tolic, menjelaskan para pemain Timnas memang tidak langsung diminta mengikuti TC sejak hari pertama.
Mereka sengaja diberikan waktu untuk beristirahat setelah menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.
"Mereka baru kembali dari Timnas dan kami memberikan mereka libur," kata Tolic.
Menurut Tolic, keputusan tersebut diambil agar para pemain memiliki waktu untuk memulihkan kondisi, baik secara fisik maupun mental.
"Kami ingin mereka reset, fresh, pikiran jernih dan rileks. Jadi ketika mereka bergabung, mereka siap 100 persen untuk Persib," tambahnya.
Dengan bergabungnya seluruh pemain Timnas, Tolic kini memiliki komposisi skuad yang lebih lengkap untuk mempersiapkan Persib menghadapi Super League 2026-2027.
Meski demikian, masih ada dua pemain Persib yang belum bergabung dalam TC di Bali. Mereka adalah Nazriel Alfaro Syahdan dan Rafi Rasyiq.
Keduanya saat ini masih menjalani tugas bersama Timnas Indonesia U-20. Dengan demikian, total 30 pemain telah mengikuti TC Persib di Bali.
Sementara dua pemain lainnya masih berada dalam agenda Timnas kelompok usia.
Bengkulu (ANTARA) - Tokoh pejuang asal Provinsi Bengkulu Ribut Aryadi mengingatkan masyarakat untuk menghindari sikap saling menghujat dan menjaga kebersamaan sebagai bentuk semangat persatuan membangun bangsa.
"Sekarang itu yang harus dihindari untuk saling menghujat, harus dihindari. Saling menunjukkan (kebersamaan, persatuan) untuk sekarang ini, mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi,” kata Ribut Aryadi di Bengkulu, Senin.
“Tentu saja di dalam perjuangan itu kan kita bersatu semuanya untuk memerdekakan bangsa kita. Semuanya, dari Sabang sampai Merauke itu begitu semua semangatnya, agar kita merdeka,” kata dia.
Menurut dia semangat persatuan yang dulu menjadi kekuatan para pejuang perlu tetap dijaga dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Kebersamaan menjadi hal penting agar perbedaan tidak berkembang bahkan menjadi pertentangan dan perpecahan di tengah masyarakat.
Ribut juga melihat perubahan pembangunan di Bengkulu yang menurut dia telah memberikan kemajuan hingga ke wilayah bahkan pulau terluar yang sebelumnya memiliki keterbatasan.
"Dari saya di tempat yang paling jauh seperti di seberang sana, Pulau Enggano. Sekarang itu sudah, jauh lebih baik dan maju,” katanya.
Dia mengatakan perkembangan sarana dan prasarana telah membuat kehidupan masyarakat di Pulau Enggano semakin baik dibandingkan masa lalu.
Pesan untuk menjaga persatuan juga sejalan dengan pernyataan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia menyebut persatuan dan kesatuan sebagai modal penting bagi Indonesia untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen.
"Perbedaan-perbedaan itu tidak boleh menjadikan kita kemudian tidak bisa bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Modal Indonesia untuk menjadi negara dengan angka pertumbuhan delapan persen itu adalah persatuan-kesatuan," katanya.
Helmi mengatakan perbedaan agama, suku dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu membangun Indonesia. Menurut dia, persatuan juga perlu diwujudkan dalam pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Barcelona kembali merapikan skuadnya pada bursa transfer musim panas ini. Kali ini, giliran gelandang jebolan La Masia, Tommy Marques, yang berada di ambang pintu keluar setelah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Braga.
Transfer tersebut dilaporkan bernilai sekitar Rp190 miliar, setara dengan 10 juta euro. Bagi Barcelona, angka itu cukup berarti mengingat Marques baru mendapat kesempatan terbatas di tim utama.
Marques menjadi salah satu pemain yang sebelumnya tersisih dari sesi latihan. Beberapa pekan lalu, sang gelandang memang sudah memutuskan mencari klub baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
Keputusan Marques untuk meninggalkan Barcelona sempat menarik perhatian sejumlah klub. Manchester City dan Borussia Dortmund termasuk di antara tim yang berminat.
Namun, Braga bergerak lebih serius. Klub Portugal tersebut akhirnya menjadi pihak yang paling agresif dalam mengejar Marques dan kini telah mencapai kesepakatan dengan Barcelona.
Transfer ini sekaligus memberi pemasukan yang cukup bagus bagi Barcelona di tengah bursa yang tidak mudah bagi klub Catalan tersebut.
BERITA TERKAIT:
Barcelona sebelumnya juga telah melepas Ferran Torres ke Paris Saint-Germain dengan nilai sekitar Rp950 miliar, setara dengan 50 juta euro. Kepergian Torres dianggap penting karena biaya perpanjangan kontraknya dinilai cukup besar.
Klub juga berusaha mengurangi beban gaji dengan melepas Marc-Andre ter Stegen, Ronald Araujo, dan Ansu Fati melalui skema peminjaman. Langkah tersebut membantu Barcelona menciptakan ruang agar pemain baru bisa didaftarkan ke La Liga.
Penjualan pemain menjadi pekerjaan yang cukup rumit bagi Barcelona musim panas ini. Tidak banyak pemain yang berhasil dilepas dengan nilai tinggi. Karena itu, pemasukan dari Marques menjadi kabar positif tersendiri.
Ada satu hal yang kurang menguntungkan Barcelona dalam kesepakatan dengan Braga.
Klub Catalan itu tidak berhasil memasukkan klausul persentase penjualan berikutnya atau opsi membeli kembali Marques. Padahal, klausul tersebut bisa memberi Barcelona keuntungan jika sang pemain berkembang pesat setelah pindah ke Portugal.
Barcelona hanya mengamankan hak penolakan pertama.
Artinya, jika Braga menerima tawaran untuk Marques dari klub lain pada masa mendatang, Barcelona harus diberi tahu terlebih dahulu. Pada titik itu, mereka memiliki kesempatan untuk menyamai tawaran tersebut.
Bagi pemain yang baru mencatatkan sedikit penampilan di tim utama, nilai transfer sekitar Rp190 miliar tetap menjadi hasil yang cukup bagus bagi Barcelona.
Jakarta, CNN Indonesia --
Korea Selatan berharap hubungan personal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dapat mendorong kedua negara kembali ke meja perundingan.
Harapan itu disampaikan kantor kepresidenan Korea Selatan pada Senin (17/8), setelah Trump mengatakan akan mengurangi latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
"Pemerintah terus mengikuti pesan Presiden Trump di media sosial hari ini dan berharap hubungan persahabatan antara para pemimpin AS dan Korea Utara akan mengarah pada dialog yang bermakna," kata kantor kepresidenan Korea Selatan dalam pernyataan kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyampaikan bahwa latihan militer bersama AS dan Korea Selatan yang sedang berlangsung akan dikurangi.
Meski demikian, Seoul menegaskan komitmennya untuk tetap berkoordinasi erat dengan Washington dalam menjaga postur pertahanan kedua negara.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat telah mempertahankan koordinasi erat dalam menjaga postur pertahanan gabungan yang kuat, serta dalam latihan dan pelatihan bersama, dan akan terus berkoordinasi secara dekat," kata kantor kepresidenan Korea Selatan.
Hubungan antara AS dan Korea Utara sempat mencair di era pertama pemerintahan Trump. Trump dan Kim bahkan menggelar sejumlah pertemuan langsung, termasuk pertemuan bersejarah di Singapura pada 2018 dan Hanoi pada 2019.
Namun, diplomasi kedua negara terhenti setelah pertemuan di Hanoi berakhir tanpa kesepakatan mengenai denuklirisasi Korea Utara.
Korea Selatan selama ini menjadi sekutu utama AS di kawasan Asia Timur. Kedua negara secara rutin menggelar latihan militer bersama sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan pertahanan menghadapi ancaman dari Korea Utara.
Di sisi lain, Pyongyang selama bertahun-tahun mengecam latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan sebagai simulasi invasi. Korea Utara juga terus mengembangkan program nuklir dan rudalnya.
(tis/tis)
Senin, 17 Agustus 2026 - 14:54 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik keras terkait kebijakan jaminan kesehatan dan lapangan kerja saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga
Megawati meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tidak mengganggu program jaminan sosial publik tersebut, melainkan justru menambah alokasi anggarannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Lah bayangkan sekarang, saya bikin, saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai dikutik-kutik sepertinya apa? Kenapa? Padahal saya bikin itu bagi rakyat banyak, rakyat jelata, yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," tegas Megawati dalam amanatnya, Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga
"Nah sekarang itu, eh tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya, Keuangan, tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," sambungnya.
Megawati menceritakan bahwa pembentukan BPJS semasa pemerintahannya didasari oleh empati mendalam saat melihat warga miskin kesulitan mengakses layanan medis di rumah sakit.
Baca Juga
Ia mengenang momen emosional ketika bertemu seorang ibu yang menangis di rumah sakit karena tak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya sebelum suaminya mendapatkan uang.
"Saya enggak nyari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama Megawati untuk menegaskan bahwa kewajiban utama pemerintah adalah memberikan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan.
Selain masalah jaminan kesehatan, Megawati juga menumpahkan kekhawatirannya terkait tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan tinggi. Ia mengaku terganggu dengan pemberitaan koran mengenai fenomena banyaknya orang pintar yang belum mendapatkan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta. Ke mana mereka? Ini sedang saya suruh urus untuk melihat sebetulnya apa yang terjadi," ungkapnya.
Menurut Megawati, pemenuhan layanan kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang layak merupakan jalan peradaban bangsa yang harus didukung oleh sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan.
Halaman Selanjutnya
Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju di Eropa dan Asia yang menempatkan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai prasyarat utama penguasaan sains dan teknologi.
Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk penyimpanan dana penjualan sampah yang dikumpulkan oleh pelajar di daerah itu.
Kepala DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Senin, mengatakan pihaknya sengaja menggandeng BNI sebagai lembaga penyimpangan keuangan milik negara dari penjualan sampah yang dikumpulkan oleh pelajar di sekolah.
"Sampah non-organik seperti botol plastik bekas minuman, kertas, besi yang dikumpulkan oleh siswa di masing-masing sekolah, akan dijual baik langsung ke pengumpul barang bekas atau ke bank sampah di DLH yang sudah kami sediakan," kata dia.
Kalau sampah non-organik yang dijual ke bank sampah di DLH, kata dia, harga untuk masing-masing jenis barang sudah ditetapkan pemerintah daerah.
Untuk sampah jenis plastik, DLH membeli terendah Rp500 per kilogram dan harga tertinggi Rp4.000 per kilogram, seperti jenis plastik tutup galon, sementara sampah kaleng dibeli dengan harga terendah Rp1.500 per kilogram dan harga tertinggi jenis sampah kaleng berbahan aluminium dibeli Rp12.000 per kilogram.
Sampah berbahan kertas dibeli dengan harga terendah Rp300 per kilogram dan jenis sampah kertas HVS putih dibeli dengan harga Rp1.400 per kilogram.
Ia mengatakan sampah yang sudah dikumpulkan oleh siswa di sekolah akan diambil oleh petugas kebersihan yang ditunjuk. Setiap sampah non-organik dari sekolah akan ditandai supaya tidak tertukar dengan sampah dari sekolah lain.
"Hasil penjualan sampah non-organik akan disimpan di BNI dengan atas nama rekening masing-masing sekolah. Dana simpanan dari penjualan sampah dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk kegiatan siswa," kata Boy Yandra.
Ia mengatakan program ini mengajarkan siswa di sekolah bahwa sampah non-organik dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan, mengajarkan siswa disiplin menjaga kebersihan lingkungan, serta mengedukasi siswa memilah sampah dari sumbernya.
Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 17 Agustus 2026 14:52 WIB
Arsip foto - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0701/Banyumas menyebut sebanyak 182 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah terbangun dari target 331 gerai, sedangkan 149 lainnya masih terkendala ketersediaan lahan.
Komandan Kodim 0701/Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Edward Deru Saka Samosir di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, mengatakan pembangunan gerai yang belum terealisasi tersebut belum dapat dilanjutkan karena masih terkendala lokasi lahan.
"Ini sudah terbangun 182 titik. Kemudian untuk sisanya dari 331, harusnya ada 149 lagi. Namun sampai dengan saat ini lahan yang tersedia belum ada, jadi kita masih belum bisa melanjutkan pembangunan tersebut," katanya menegaskan.
Ia mengatakan pembangunan gerai juga masih menunggu kepastian terkait site plan (dokumen yang memberikan gambaran rinci tentang tata letak proyek) yang sebelumnya disusun Agrinas.
Sementara dalam program tersebut, kata dia, Kodim 0701/Banyumas hanya membantu pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung distribusi.
“Operasionalisasi KDKMP sepenuhnya menjadi kewenangan Agrinas,” katanya.
Menurut dia, penentuan lokasi pembangunan harus mempertimbangkan aspek strategis agar keberadaan gerai memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia mengatakan penentuan lokasi merupakan kewenangan desa melalui musyawarah desa khusus (musdesus), sehingga pembangunan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pemerintah desa.
"Kita akan membangun apabila ada persetujuan dari desa. Jadi yang memilih itu sendiri adalah desa," katanya.
Ia mengakui persoalan lahan lebih banyak ditemukan di wilayah perkotaan, khususnya kelurahan yang tidak memiliki lahan seperti desa.
Sebagai upaya untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas guna mencari lahan yang dapat digunakan.
Ia mengatakan dari target 30 gerai KDKMP di wilayah kelurahan, saat ini baru delapan titik yang telah terbangun.
"Untuk kelurahan hanya menunggu petunjuk dari pemerintah kabupaten, dalam hal ini yang memiliki lahan apakah tersedia atau tidak. Kami sudah komunikasi dengan Pak Bupati, sedang dilaksanakan pencarian," kata Edward.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Pemkab Banyumas hanya memberikan dukungan berupa penyediaan lahan untuk pembangunan KDKMP di wilayah perkotaan.
Ia mencontohkan rencana pembangunan KDKMP di Keluar Purwokerto Kidul yang memanfaatkan kawasan Taman Budaya Soetedja karena tidak tersedia lokasi lain.
Menurut dia, pemerintah daerah telah berdiskusi dengan para seniman dan mencapai titik temu terkait penggunaan lokasi tersebut.
"Keputusan kapan dibangun, domain-nya tidak di pemerintah daerah," katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah masih menunggu kepastian mengenai pembangunan KDKMP di sejumlah wilayah perkotaan yang belum memiliki lahan, termasuk adanya informasi rencana penggabungan beberapa desa atau kelurahan dalam satu titik pembangunan.
Ia menegaskan Pemkab Banyumas tidak terlibat dalam pengelolaan maupun digitalisasi manajemen KDKMP karena pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan apabila diminta dan lahan tersebut sesuai dengan peruntukan pembangunan.
"Kalau KDKMP, pemerintah daerah tidak terlibat. Kita hanya bertugas untuk menyiapkan lahan," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.