Dian Eko Prasetio
| 26 Agustus 2026, 00:03 WIB
Petinju kelas berat asal Inggris, Tyson Fury (kiri), bersama promotornya, Frank Warren (kiri). BELFAST TELEGRAPH.
AKURAT.CO, Promotor tinju veteran asal Inggris, Frank Warren, meyakini pertarungan kelas berat yang paling dinantikan antara Tyson Fury dan Anthony Joshua (AJ) akan tetap terlaksana.
Meskipun sempat memicu polemik mengenai lokasi pertandingan, Frank Warren memprediksi duel dua raksasa asal Britania Raya itu kemungkinan besar bakal digeser ke Amerika Serikat.
Sebelumnya, pertarungan dua mantan juara dunia tersebut sempat direncanakan berlangsung di London, Inggris, pada November mendatang.
Namun, keinginan dari pihak penyelenggara Arab Saudi, Sela, pimpinan Turki Alalshikh untuk memindahkan arena ke Amerika Serikat membuat proses negosiasi berjalan alot.
Promotor Joshua, Eddie Hearn, secara terbuka tetap mendesak agar bentrokan digelar di Stadion Wembley, London.
Hal ini sempat memicu klaim dari Tyson Fury bahwa duel berada dalam bahaya akibat tuntutan tambahan bayaran dari kubu rivalnya.
https://www.akurat.co/arena/884740/tenggat-waktu-mepet-eddie-hearn-ngotot-laga-tyson-fury-vs-anthony-joshua-digelar-di-wembley
Kendati demikian, Warren yang menaungi Tyson Fury berusaha meredakan kekhawatiran publik dan menegaskan bahwa proses negosiasi masih berada di jalur yang benar.
"Saya secara pribadi yakin pertarungan ini akan tetap terjadi. Turki Alalshikh akan mengumumkannya dalam waktu dekat," kata Frank Warren dikutip Sky Sports News, Selasa (25/8/2026).
"Saya tahu ada beberapa masalah kontrak antara Matchroom dan AJ. Namun, saya percaya mereka akan menyelesaikan semua itu. Sementara itu, Tyson telah terbang ke Miami, Amerika Serikat, dan sedang bersiap menghadapi pertarungan ini."
Warren tak menampik bahwa baik Fury maupun Joshua sebenarnya lebih menyukai Stadion Wembley sebagai panggung pertarungan.
Namun, besarnya nilai investasi dan hak siar global membuat keputusan lokasi kini berada di luar kendali penuh kedua petinju.
Ia menilai kepindahan laga akbar ke luar negeri merupakan hal yang biasa dalam sejarah panjang olahraga tinju profesional, seperti beberapa laga yang pernah dilewati Muhammad Ali saat bertarung du Kongo, Filipina, ataupun Malaysia.
"Sama seperti atlet profesional lainnya, contohnya David Beckham yang bermain di luar negeri pada akhir kariernya karena alasan finansial. Mereka adalah petinju profesional," tegas Warren.
"Apakah saya ingin melihatnya di Wembley? Apakah semua fans ingin melihatnya di Wembley? Tentu saja. Namun mereka berada di tangan pemegang hak siar lain yang menginginkan pertarungan tersebut digelar di Amerika Serikat."