FSMI siapkan laga Trofeo asah kemampuan timnas hadapi Piala Dunia - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) menyiapkan laga-laga yang mempertemukan tiga negara atau Trofeo untuk mengasah kemampuan Timnas Minifootball Indonesia menuju persaingan di Piala Dunia Minifootball 2027 di Ceko.

"Rencananya kami mengadakan Trofeo Trofeo dengan Thailand, dengan Vietnam, dengan negara-negara di Asia Tenggara sekaligus sebagai ajang melihat kemampuan kita ke depan," kata Ketua Umum FSMI Eric Tuapattinaya pada acara penutupan Asian Minisoccer Championship 2026 di Stadion ASIOP, Jakarta, Jumat.

Setelah menuntaskan ajang Asian Minifootball Championship edisi kedua di Jakarta dengan finis di peringkat keempat, Timnas Minifootball Indonesia akan mengarahkan fokus menghadapi Piala Dunia Minifootball.

Eric menjelaskan bahwa meskipun pencapaian di kejuaraan level Asia tersebut tidak sesuai target, timnas masih memiliki waktu untuk perbaikan kekuatan tim menuju Piala Dunia Minifootball.

FSMI akan menghadirkan pemusatan latihan jangkah panjang untuk membangun kekompakan tim termasuk kekuatan fisik dan mental agar biasa menghadapi tantangan yang lebih berat melawan tim-tim Eropa di Piala Dunia.

"Kalau melihat tim kita melawan Uzbekistan kemarin, kita sedikit ketinggalan dari segi misalnya body presence dan segala macam. Nah, itu yang ingin kita tingkatkan salah satunya," katanya.

Eric menjelaskan, timnas minifootball akan menjalankan latihan secara rutin serta mempersiapkan kemampuan fisik agar lebih baik lagi. Selain itu, mengikuti pertandingan-pertandingan, termasuk pertandingan Trofeo untuk mengevaluasi kemampuan tim.

a menambahkan bahwa saat ini, Timnas Minifootball Indonesia diperkuat oleh 15 pemain. Progres para pemain, kata dia, terus dievaluasi tim pelatih untuk memastikan skuad terbaik yang akan berjuang di Piala Dunia.

Eric menambahkan bahwa pada prinsipnya, pihaknya ingin tetap mempertahankan tim yang ada namun tentu dengan mempersiapkan perbaikan-perbaikan dengan menambah kekuatan dan sebagainya.

"Masih cukup banyak waktu, kurang lebih delapan sampai sembilan bulan sebelum Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Ceko," katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dubes RI di Moskow imbau waspada jebakan tentara bayaran - ANTARA News Kalimantan Barat

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Moskow (ANTARA) -

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares, mengimbau masyarakat Indonesia agar waspada terhadap jebakan kontrak tentara bayaran di Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya temuan puluhan warga negara yang terindikasi mendaftar melalui jalur tidak resmi dengan iming-iming tawaran gaji besar.

"KBRI Moskow menerima banyak puluhan telepon dari keluarga warga Indonesia yang melaporkan kerabatnya diduga menjadi tentara bayaran. Kadangkala orang Indonesia sendiri yang sudah berada di Rusia," kata Dubes Jose Tavares dalam wawancara eksklusif dengan Kantor Berita ANTARA di Moskow, Jumat (18/9).

Tavares mengemukakan, pihak kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan yang masuk, tetapi bukti lengkap kerap sulit diperoleh. Kedubes memeriksa dan menginventarisasi secara seksama informasi dari keluarga atau dari kerabat yang melaporkan anggota keluarganya jadi tentara bayaran.  

KBRI Moskow juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait lainnya untuk meminta verifikasi mengenai hal tersebut. Dari hasil identifikasi, terindikasi ada puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen-agen tertentu yang melakukan pola perekrutan melalui media sosial dengan menawarkan gaji besar tanpa kejelasan.   

“Kami mengetahuinya setelah ada beberapa warga Indonesia yang datang ke Rusia dan ternyata tidak lolos seleksi fisik dan akhirnya kami fasilitasi untuk kembali ke tanah air. Bahkan ada staf kedutaan juga pernah menjumpai calon tentara bayaran di bandara, lalu dijelaskan risikonya dan akhirnya memilih kembali pulang," kata Duta Besar. 

Kendati demikian, Dubes mengemukakan adanya kendala dalam memantau warga Indonesia yang menjadi tentara bayaran, mengingat Rusia merupakan negara terluas di dunia dengan luas wilayah sekitar 17 juta kilometer persegi.

"Biasanya kami mengetahui hanya alamat awal saja, setelah proses itu selesai, kami tidak tahu lagi dia di mana. Mereka umumnya juga bukan datang ke Moskow, tetapi di daerah-daerah yang jauh dari Moskow," kata Duta Besar.  

Mantan Dirjen Kerja Sama ASEAN itu menegaskan, aktivitas agen-agen perekrut tersebut dapat terjerat hukum berdasarkan KUHP. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 mengenai KUHP, pasal 201, menyatakan seorang yang memengaruhi orang lain untuk menjadi tentara asing dapat dipidana dua tahun. 

Agen-agen tersebut memengaruhi warga Indonesia dengan janji-janji palsu. Potensi jebakan itu jelas terlihat mengingat kontrak kerja yang ditawarkan menggunakan bahasa Rusia dan tidak ada terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Selain ancaman pidana bagi agen, warga yang mendaftar juga menghadapi konsekuensi kehilangan status kewarganegaraan.  

“Pada saat kontrak ditandatangani, akan sangat sulit untuk keluar dari ikatan kontrak tersebut,” kata mantan Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga tersebut. 

Duta Besar mengimbau pencari kerja untuk menggunakan jalur resmi guna mendapatkan jaminan kepastian kerja dan perlindungannya. Jangan gegabah, karena perlu memikirkan secara cermat keuntungan dan kerugiannya.    

Lebih lanjut, pria kelahiran tahun 1960 itu menegaskan pentingnya mencari kerja terutama di luar negeri melalui jalur resmi. “Coba tanya ke Kementerian Luar Negeri, tanya ke KBRI. Kami siap untuk membantu. BP2MI juga dapat dihubungi untuk memastikan keamanan dan keabsahan penawaran kerja yang diterima warga Indonesia di luar negeri,” katanya.

Pewarta: Benny Siga Butarbutar/Andika Wahyu Widyantoro
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dion tegaskan PSS Sleman bidik kemenangan perdana - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Gelandang PSS Sleman Dominikus Dion menegaskan tim asuhannya membidik kemenangan perdana ketika menghadapi Dewa United pada pekan ketiga BRI Super League di Stadion Internasional Banten, Serang, Minggu (20/9) pukul 15.30 WIB.

"Semoga kami bisa meraih tiga poin, bermain bagus, dan memenangkan pertandingan," tegas Dion, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu.

Menghadapi Dewa United, PSS Sleman tidak hanya dituntut mampu meredam penguasaan bola lawan, tetapi juga menjaga efektivitas permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.

PSS Sleman belum bisa mendapatkan poin pada dua pertandingan Super League musim ini setelah takluk dari Bali United 1-2 dan Madura United 1-3.

Dion menjelaskan sebenarnya PSS Sleman pada dua pertandingan tersebut telah tampil cukup baik, akan tetapi tim masih perlu meningkatkan kemampuan dalam mengonversi peluang menjadi gol.

"Kami hanya kurang mencetak gol saja. Kalau secara keseluruhan, permainan kami sudah bagus," jelas Dion.

Meski menilai permainan tim secara keseluruhan sudah berjalan baik, Dion tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih terjadi di dalam tim.

Mengenai persiapan jelang menghadapi Dewa United, Dion mengatakan PSS Sleman melakukan sejumlah pembenahan detail untuk mengubah kerja keras di latihan berbuah kemenangan di pertandingan.

Pemain berusia 21 tahun tersebut menjelaskan PSS Sleman telah menganalisis permainan Dewa United dan hal yang perlu mereka perhatikan adalah mengantisipasi penguasaan bola.

"Kami mempersiapkan diri dan menganalisis pertandingan melawan Dewa United FC. Kami juga memahami permainan mereka supaya bisa tampil bagus dan mengantisipasi penguasaan bola mereka," ujar Dion.

Pewarta: Aldi Sultan
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

ONDA Bidik Kerja Sama Baru dan Peluang Proyek di Water Indonesia 2026

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Booth ONDA menyuguhkan inovasi teknologi Sanitary and Plumbing untuk kebutuhan rumah dan industri pada gelaran Water Indonesia 2026.

JAKARTA —PT ONDA MEGA INTEGRA melalui merek ONDA membidik peluang kerja sama dan proyek baru untuk memperluas pasar melalui keikutsertaan dalam pameran Water Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus membangun hubungan usaha yang berkelanjutan.

Assistant Manager Marketing PT ONDA MEGA INTEGRA Christ Athalia mengatakan Water Indonesia 2026 dimanfaatkan untuk membuka peluang bisnis dengan pelaku industri yang memiliki kebutuhan perpipaan dan pengelolaan air. Perusahaan mengarahkan keikutsertaan tersebut pada terbentuknya hubungan yang dapat ditindaklanjuti setelah pameran.

“Target kami selama pameran adalah menemukan calon mitra dengan kebutuhan yang sesuai dan membuka peluang kerja sama yang dapat berkembang menjadi proyek. Jadi, tindak lanjut setelah pameran menjadi bagian penting dari strategi kami untuk membangun pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” kata Christ di sela-sela acara, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, ONDA menyasar pasar yang lebih luas melalui pertemuan langsung dengan kontraktor, pengembang, perusahaan industri, distributor, pengelola gedung, serta institusi yang berkaitan dengan infrastruktur air. Perusahaan melihat setiap kelompok pelaku usaha memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga interaksi selama pameran digunakan untuk menggali kebutuhan dan peluang penerapan produk.

Christ menuturkan peluang kerja sama yang diperoleh selama pameran akan ditindaklanjuti melalui penawaran, konsultasi produk, sampel, atau pembahasan kebutuhan proyek sesuai kondisi calon mitra. Dengan pendekatan tersebut, ukuran keberhasilan pameran turut dilihat dari kualitas peluang usaha yang terbentuk.

“Pameran ini memberi kami ruang untuk memahami kebutuhan pasar secara langsung. Dari pembicaraan dengan calon mitra, kami bisa melihat spesifikasi yang dibutuhkan dan tantangan di lapangan, kemudian menyesuaikan solusi yang kami tawarkan,” ujarnya.


Booth ONDA menyuguhkan inovasi teknologi Sanitary and Plumbing untuk kebutuhan rumah dan industri pada gelaran Water Indonesia 2026.

Untuk mendukung perluasan pasar tersebut, ONDA membawa sejumlah produk yang berkaitan dengan sistem perpipaan dan pengelolaan air. Produk yang ditampilkan meliputi sambungan pipa, katup, meteran air, serta perlengkapan pendukung perpipaan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan penerapannya.

ONDA juga memperkenalkan pengembangan portofolio melalui Water Meter R160. Meteran air berdiameter nominal setengah inci dengan tekanan nominal hingga 16 bar tersebut dirancang untuk membantu pengukuran pemakaian air secara akurat pada rumah tangga dan bangunan kecil. Produk itu juga dapat mendukung pemantauan penggunaan air dan membantu mengenali indikasi kebocoran pada tingkat pemakaian yang rendah.

Perusahaan melihat peluang pasar perpipaan terus berkembang seiring pembangunan sektor permukiman, komersial, industri, dan infrastruktur. Perubahan kebutuhan tersebut turut mendorong permintaan terhadap produk yang memiliki kualitas, daya tahan, keandalan, dan kesesuaian dengan spesifikasi proyek.

Bagi ONDA, perluasan pasar ke proyek dan institusi menjadi peluang untuk memperkuat sumber pertumbuhan di luar pasar ritel yang selama ini menjadi salah satu basis brand awareness. Water Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 menjadi momentum untuk membawa kapabilitas perusahaan ke kebutuhan proyek yang memerlukan solusi perpipaan secara lebih menyeluruh.

Percepatan pekerjaan fisik jadi prioritas pemulihan Asahan

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Sinkronisasi data realisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) menjadi prioritas dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Langkah ini dinilai penting karena terdapat perbedaan antara realisasi yang dilaporkan Pemerintah Kabupaten Asahan sebesar 45,10 persen dengan data yang tercatat di Kementerian Dalam Negeri RI sekitar 11 persen.

Pemkab Asahan diminta segera melakukan verifikasi dan sinkronisasi data realisasi TKD melalui tautan pelaporan yang telah disediakan Kemendagri, sekaligus memperbarui laporan secara berkala agar progres penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan mencerminkan kondisi aktual di lapangan. Data yang akurat menjadi dasar bagi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera untuk memastikan proses rehab-rekon telah berjalan, memantau pekerjaan yang masih berlangsung, serta mengidentifikasi kebutuhan yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Laporan yang diterima Satgas PRR terhadap realisasi TKD Kabupaten Asahan adalah sekitar 11%, sedangkan yang dipaparkan oleh Pemkab Asahan sudah mencapai 45,10%. Untuk itulah salah satu tujuannya Satgas PRR hadir untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” ujar Ketua Tim Monev Sumatera Utara Brigjen TNI Fadjar Tjahjono dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) PRR Pascabencana Sumatera di Kabupaten Asahan, Rabu (16/09/2026).

Selain pembenahan pelaporan, verifikasi lapangan dilakukan terhadap sejumlah kegiatan yang menggunakan dana TKD. Peninjauan diarahkan antara lain ke Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, untuk melihat hasil pengerjaan cor beton jalan dan pembangunan bronjong, serta ke wilayah Kecamatan Ambulutu.

Berdasarkan hasil monev, Kabupaten Asahan telah masuk kategori wilayah hijau berdasarkan 13 indikator pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, yang menunjukkan mayoritas aktivitas masyarakat telah berjalan normal. Kondisi tersebut tetap diikuti kebutuhan untuk memastikan pekerjaan pemulihan yang telah berjalan tercatat dan terpantau sesuai dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kabupaten Asahan.

Kebutuhan pemulihan di Asahan didominasi infrastruktur tanggul sungai, jalan, dan jembatan dengan nilai sekitar Rp359,2 miliar. Bappenas meminta pembaruan progres pelaksanaan kegiatan secara berkala untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai Rencana Induk dan dokumen R3P yang menjadi landasan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pada 2026, Kabupaten Asahan juga memperoleh dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian PU sebesar Rp22 miliar dan Kementerian Pertanian sebesar Rp113 miliar. Sementara itu, dari dana TKD, Pemkab Asahan telah menyalurkan bantuan sebesar Rp30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aceh. Selebihnya digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak terdampak bencana dan kegiatan lain sesuai amanat Edaran Mendagri.

Di sisi pengendalian risiko banjir, perbaikan sistem drainase yang saat ini berlangsung di Kecamatan Kota Kisaran Timur juga terus dikebut. Wilayah Kecamatan Sei Dadap juga menjadi prioritas karena rawan banjir akibat luapan Sungai Belidah. Pemkab telah berkoordinasi dengan pihak perkebunan kelapa sawit agar membuat parit di sekitar perkebunan untuk menampung aliran air sehingga tidak meluap ke permukiman warga.

Pemkab Asahan juga telah mengusulkan perbaikan benteng Sungai Asahan dari bagian hulu hingga wilayah Tanjungbalai untuk meminimalisasi risiko banjir akibat luapan sungai. Selain itu, kerusakan jalan yang berkaitan dengan pemasangan pipa gas sebagai bagian dari program nasional telah diusulkan kepada Kementerian PU, termasuk pembangunan benteng dan drainase di sepanjang sisi jalan.

“Pemkab Asahan perlu memastikan seluruh progres kegiatan dan realisasi penggunaan dana TKD dilaporkan secara berkala melalui sistem tautan pelaporan yang telah disediakan, sehingga data yang diterima oleh Kemendagri, Satgas PRR, dan Bappenas dapat menggambarkan kondisi aktual di lapangan,” pungkas Fadjar.

Pemkab Aceh Tamiang percepat validasi data penerima huntap

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mempercepat validasi calon penerima hunian tetap (huntap) In situ dan relokasi mandiri bagi masyarakat terdampak bencana. Pemutakhiran data dilakukan bersamaan dengan pembangunan fisik yang hingga 14 September 2026 mencatat 67 unit telah rampung dan 245 unit dalam pengerjaan.

Validasi dilakukan terhadap 5.560 kepala keluarga yang tercantum dalam data awal penerima. Tim teknis mendatangi langsung lokasi tempat tinggal untuk mencocokkan data berbasis nama dan alamat atau by name by address (BNBA) dengan kondisi faktual di lapangan.

Koordinator Huntap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang Mukhsal mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan pembangunan rumah diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah menurunkan tim teknis untuk memvalidasi data sesuai BNBA, apakah nama-nama yang ada dalam SK sudah sesuai dan apakah mereka benar-benar berhak menerima rumah ini,” kata Mukhsal di Aceh Tamiang, Selasa.

Hasil sementara mencatat 3.704 kepala keluarga dinyatakan sah dan berhak menerima bantuan. Sementara itu, sebanyak 1.065 kepala keluarga dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karena sejumlah persoalan, antara lain data ganda, sengketa kepemilikan tanah, dan status sebagai keluarga yang menumpang.

Anggota Tim Teknis Huntap Aceh Tamiang Andri mengatakan pemeriksaan dilakukan secara maraton dari rumah ke rumah. Tim mengecek status kepemilikan tanah, mencocokkan dokumen kependudukan, serta mengantisipasi penerima ganda dan ketidaksesuaian data.

“Kami turun langsung secara door-to-door untuk mencocokkan kondisi faktual di lapangan dengan data administratif,” ujar Andri.

Pembangunan huntap dilaksanakan melalui skema in situ dan relokasi mandiri. Huntap in situ dibangun di lokasi rumah semula yang dinyatakan aman, sedangkan relokasi mandiri dilaksanakan di atas tanah yang disiapkan penerima sesuai persyaratan pemerintah.

Untuk skema in situ, pembangunan dilakukan oleh empat mitra penyedia teknologi rumah, yakni PT Gubah Fifarian Indotama dengan Rumah Aman Gempa, PT Haza Gemilang Abadi dengan Rumah Instan Aman Praktis, PT Era Modular Perkasa dengan Rumah Pasangan Keluarga Harapan, serta PT Guriang Manggung Padjadjaran dengan Rumah Instan Kuat Sehat Aman.

Setiap unit memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp60 juta. Pada skema relokasi mandiri, dana ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat untuk pembangunan secara swadaya sesuai petunjuk teknis dan surat keputusan penerima tahap I hingga tahap IV.

Pemkab Aceh Tamiang akan melanjutkan validasi dan pengawasan pembangunan untuk menjaga kesesuaian antara data penerima, status tanah, dan progres fisik. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penyediaan hunian yang aman sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang benar-benar berhak.

Prabowo Ungkap Makna “Margo Ono” untuk Tenangkan PAN yang Terlilit Utang |Republika Online

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan makna mendalam di balik nama mendiang kakeknya, Margono Djojohadikusumo, saat berpidato di puncak peringatan HUT Ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9) malam. Nama “Margo Ono” yang berarti “Ada Jalan” diceritakan sebagai penyemangat bagi para petinggi PAN yang tengah menghadapi persoalan keuangan partai.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mulanya menyinggung kondisi keuangan yang dialami PAN. Ia kemudian beralih menceritakan asal-usul nama kakeknya untuk memberikan inspirasi dan ketenangan.

Firasat di Balik Nama Margono

Presiden Prabowo menuturkan bahwa kakeknya lahir dari keluarga ningrat yang sangat miskin karena leluhurnya ikut berjuang bersama Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Meski hidup dalam kemiskinan, orang tua Margono memiliki firasat kuat saat kelahirannya.

“Orang tua Pak Margono punya insting, punya firasat. Pak Margono itu anak kedua. Begitu Pak Margono lahir, bapaknya itu merasa: Oh anak inilah yang akan membawa keluarga kita keluar dari kemiskinan. Jadi, dikasih nama Margono. Margo Ono. Ada jalan,” ujar Prabowo menirukan ucapan buyutnya.

Presiden mengaku sering menjadikan filosofi nama tersebut sebagai pegangan hidup. “Jadi, saya tiap kali kesulitan, saya ingat Margo Ono. Ada jalan,” tambahnya.

Pesan Ketenangan untuk Zulkifli Hasan

Selepas bercerita tentang makna nama kakeknya, Presiden kembali menyapa para petinggi PAN, khususnya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Dengan gaya khasnya yang santai, Prabowo menyampaikan bahwa ia sudah mengetahui kesulitan finansial yang dihadapi partai berlambang matahari itu.

“Jadi, pemimpin PAN tenang. Lu enggak usah lapor sama gue. Gue udah tahu. Lu, gue udah tahu lu agak bokek. Ini semua lu masih utang. Bener enggak?” kata Prabowo yang disambut tawa hadirin.

Ia melanjutkan, “Zulhas sama Hatta Rajasa gagah aja, hanya dalam hati kapan gue bayar itu semua. Tenang, Margo Ono. Percaya saudara-saudara.”

Raden Mas Margono Djojohadikusumo merupakan ayah dari begawan ekonomi Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, dan kakek dari Presiden Prabowo. Margono adalah tokoh penting dalam sejarah bangsa, tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) serta pendiri sekaligus direktur utama pertama Bank Negara Indonesia (BNI).

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Antisipasi Karhutla, Petugas Kawasan Konservasi Gajah Sumsel Ditambah

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Petugas Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan terus ditambah untuk mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah konservasi gajah.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyebut penebalan pasukan darat dilakukan untuk mencegah api mendekati kawasan SM yang ada di Sumatera Selatan itu.

"Yang paling memungkinkan pada saat ini adalah memang tetap berada di sini sambil mempertebal pasukan darat untuk mencegah terjadi kebakaran yang mendekat ke SM Padang Sugihan ini," ujarnya usai meninjau SM, pada Kamis (17/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan sendiri memiliki 29 Gajah dengan rincian 13 ekor jantan dan 16 ekor betina.

Selain penebalan personel, Raja Juli menyebut kawasan SM Padang Sugihan juga telah memiliki sekat bakar yang dibuat petugas untuk mencegah api mendekat. Karenanya, ia menilai situasi di sana masih cukup aman.

Kendati demikian, ia menyebut penanganan Karhutla di sekitar kawasan SM juga terus dilakukan. Termasuk dengan pemadaman lewat udara melalui pesawat water bombing.

"Sementara pemadaman darat melibatkan gabungan personil TNI, Polri dan Manggala Agni Kemenhut. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dimaksimalkan dengan memanfaatkan potensi hujan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian serius karena memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Karenanya, ia menekankan bahwa perlindungan satwa liar juga tidak kalah penting untuk dilakukan.

Apalagi, kata dia, SM Padang Sugihan merupakan salah satu lanskap atau kantong gajah yang cukup besar di Sumatera.

Berdasarkan data saat ini, setidaknya ada 130 ekor populasi gajah liar 29 di wilayah itu. Sehingga pencegahan Karhutla mendekati kawasan konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga habitat gajah.

"Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama," pungkasnya.

(tfq/dal)

Dari Progres Proyek hingga Legalitas Lahan, Pengembang Properti Didorong Lebih Transparan ke Konsumen

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 19 September 2026 - 01:26 WIB

Jakarta, VIVA – Pengembang properti di Tanah Air didorong agar bisa lebih transparan kepada para konsumennya, terutama soal progres pengerjaan proyek yang dipasarkan hingga masalah legalitas lahan.

Baca Juga

Hal semacam itu sebagaimana yang dialami oleh ratusan konsumen proyek perumahan Alfarez Residence 5 dan kavling Tahfidz Land di Bandung, Jawa Barat, yang mempertanyakan soal kejelasan progres pembangunan dan status legalitas proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, proyek yang diklaim telah berjalan sekitar 6 tahun itu, hingga saat ini nyatanya belum menunjukkan perkembangan signifikan di lapangan.

Baca Juga

Ilustrasi properti

Photo :

  • istimewa

Keresahan itu salah satunya disampaikan oleh seorang konsumen bernama Anggara, karena kondisi di lokasi proyek hingga saat ini masih berupa lahan kosong, dan belum menunjukkan progres pembangunan sebagaimana informasi yang diterima pada saat pemasaran.

Baca Juga

“Kami tidak ingin mencari masalah. Kami ingin penyelesaian. Setelah bertahun-tahun menunggu, konsumen membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” kata Anggara dalam keterangannya, Jumat, 18 September 2026.

Para konsumen pun mendesak pihak pengembang dan manajemen untuk memberikan penjelasan terbuka terkait status proyek, kendala yang dihadapi, legalitas lahan, progres pembangunan, serta kepastian waktu penyelesaian.

Selain aspek fisik pembangunan, konsumen juga menyoroti aspek legalitas dan transparansi informasi. Mereka meminta agar status lahan, dokumen legalitas, perizinan, dan rencana pembangunan, bisa disampaikan secara terbuka untuk menghindari ketidakpastian dan simpang siur informasi di kalangan konsumen.

Kemudian, konsep syariah yang diusung dalam pemasaran proyek jugaturut menjadi perhatian. Konsumen berharap nilai-nilai syariah tidak hanya menjadi identitas pemasaran, tapi juga diimplementasikan dalam tata kelola proyek melalui prinsip amanah, transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keresahan konsumen semakin meningkat setelah sarana komunikasi yang sebelumnya tersedia, disebut sudah tidak dapat diakses. Akibatnya, konsumen mengaku kesulitan memperoleh informasi dan meminta penjelasan secara langsung kepada pihak pengembang.

Konsumen meminta pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas proyek tersebut menjelaskan beberapa hal krusial. Di antaranya status dan legalitas lahan, progres pembangunan terkini, penggunaan dana konsumen sesuai dokumen perjanjian, serta kendala yang menyebabkan pembangunan belum berjalan sesuai rencana.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari konsumen bernama Ilham Sunaryanto, disebut-sebut sebagai pihak yang hingga saat ini masih berkomunikasi dengan konsumen dan dikaitkan dengan kepemimpinan perusahaan pengelola Alfarez Residence 5 dan Tahfidz Land.

Humbahas kebut kesiapan lahan huntap Desa Sampetua

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, mempercepat penyiapan lahan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Pematangan lahan di Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, menjadi pekerjaan mendesak menjelang target pelaksanaan pembangunan pada 22 September 2026.

Di Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, lahan huntap untuk 17 kepala keluarga telah dibersihkan dan siap dibangun. Sumber air berupa sumur bor sedalam 30 meter juga tersedia, sedangkan masyarakat telah menyepakati rencana relokasi.

Kondisi berbeda ditemukan di Desa Sampetua. Lahan untuk pembangunan huntap bagi 30 kepala keluarga telah tersedia, tetapi masih dipenuhi vegetasi dan belum melalui proses pematangan. Pemerintah daerah diminta segera mengerahkan alat berat agar persyaratan kesiapan lahan dapat dipenuhi.

Secara keseluruhan, sebanyak 128 kepala keluarga tercatat sebagai penerima huntap dan 156 kepala keluarga sebagai penerima Dana Tunggu Hunian. Namun, sebanyak 21 kepala keluarga menolak relokasi. Pemerintah daerah meminta penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi agar data penerima dan kebutuhan pembangunan dapat disesuaikan.

“Pemkab Humbang Hasundutan segera mengerahkan alat berat untuk menuntaskan land clearing di Desa Sampetua agar seluruh readiness criteria Huntap (yang akan dibangun) Kementerian PKO terpenuhi sebelum tanggal kontrak 22 September 2026,” tulis Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma dalam laporan monitorng dan evaluasi (monev) di Humbahas, Kamis (17/9/2026).

Selain sektor perumahan, monev mencatat realisasi tambahan Transfer ke Daerah di Humbahas baru mencapai Rp10,42 miliar atau 17,80 persen dari total alokasi Rp58,54 miliar. Pemerintah daerah didorong mempercepat pelaksanaan kegiatan agar anggaran segera memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

Keterbatasan pendanaan paling terasa pada pemulihan konektivitas. Kebutuhan perbaikan jalan kabupaten diperkirakan mencapai Rp165 miliar, jauh lebih besar dibandingkan total tambahan TKD yang juga digunakan untuk berbagai sektor. Penanganan darurat Jalan Pulo Godang–Panggugunan terus dilakukan melalui pembangunan gorong-gorong agar kendaraan roda empat dapat kembali melintas.

Untuk mendukung perbaikan permanen, Bappelitbangda Humbahas tengah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana serta rencana induk. Dokumen tersebut akan diajukan kepada Bappenas agar Humbahas dapat dipertimbangkan sebagai lokasi prioritas Dana Alokasi Khusus pemulihan bencana pada 2027.

Pada sektor pertanian, kerusakan mencakup 893,4 hektare sawah rusak berat dan 66 hektare rusak sedang. Sebanyak 207 hektare di antaranya mulai ditangani melalui dukungan Kementerian Pertanian dan Kodam I/Bukit Barisan. Sementara itu, kolam perikanan masyarakat di Desa Sampetua belum memperoleh penanganan fisik sehingga dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan diperlukan untuk memulihkan mata pencaharian warga.

Pemulihan layanan dasar juga terus berjalan pada tujuh sekolah dan enam puskesmas pembantu yang terdampak. Penanganan pengungsi telah diselesaikan, sedangkan data 21 kepala keluarga yang belum menerima jaminan hidup masih divalidasi oleh Dinas Sosial, Dukcapil, dan BPS. 

Satgas PRR juga mendorong pembentukan posko koordinasi daerah agar perkembangan fisik, keuangan, data penerima, dan kendala lapangan dapat dikendalikan melalui satu pintu