Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara ihwal posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Senin (20/7).
Pada SKP kemarin, Gibran duduk di jajaran Menteri Koordinator. Ia tidak duduk di tengah mendampingi Prabowo, melainkan duduk di sebelah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pras mengatakan hal itu hanyalah persoalan teknis belaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah yang kemudian kenapa menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7).
Pras menjelaskan secara teknis, Prabowo membutuhkan teleprompter untuk memaparkan capaian-capaian KMP pada SKP kemarin.
Pilihan Redaksi
Ia mengatakan teleprompter itu dibutuhkan dalam menjelaskan data-data yang hendak disampaikan.
"Maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter. Nah itulah yang kemudian kenapa menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," ujar dia.
Pras pun menyebut posisi duduk itu sama sekali tidak berkaitan dengan kekompakan kabinet.
Ia mengatakan saat ini Kabinet Merah Putih tengah dalam posisi yang sangat kompak satu sama lain.
"Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden," ujarnya.
Pada saat yang sama, Pras mengatakan yang lebih penting ketimbang posisi duduk itu adalah mengenai substansi yang disampaikan Prabowo pada SKP kemarin.
"Adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai," ucap dia.
(mnf/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), menargetkan nilai tukar nelayan (NTN) dapat menembus level 120 dalam dua tahun ke depan. Target tersebut diyakini bisa tercapai melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk memperkuat posisi tawar nelayan.
Zulhas mengatakan, saat ini nilai tukar nelayan masih berada di level 103, jauh di bawah nilai tukar petani (NTP) yang telah mencapai 127. Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih akan memutus ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga pendapatan mereka meningkat.
"Begini, ya. Kampung Nelayan itu kan sudah jelas. Bayangin saja nelayan kita itu kan rajin-rajin, dia melaut dapat ikan. Ikannya banyak, sampai di darat dia nggak punya daya tawar. Tengkulak bermain. Berapapun diminta tengkulak, dia jual. Kalau nggak jual, busuk," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor pusat KKP, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Maka gagasan yang sangat mulia dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Menteri Kelautan dan Perikanan (Sakti Wahyu Trenggono), dibangun Kampung Nelayan. Di situ disiapin balai lelang, cold storage, pabrik es, disambungkan dengan pasar-pasar yang lain, tambatan kapalnya juga, ya. Jadi disiapkan sarana-prasarana," sambungnya.
Ia menjelaskan dengan adanya cold storage, nelayan tidak lagi dipaksa menjual hasil tangkapannya saat harga ditekan tengkulak. Bahkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan menjadi penyerap ikan apabila belum terserap pasar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui usai Rakortas di Kantor Pusat KKP, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
"Nah, jadi kalau dia bawa ikan banyak, ditawar murah-murah tengkulak, dia bisa nggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau nggak laku juga, koperasi beli. Kerjasama (juga) dengan SPPG, gitu," jelas dia.
Sejalan dengan itu, Zulhas menjelaskan nilai tukar nelayan saat ini masih berada di level 103, jauh di bawah nilai tukar petani yang sudah meroket ke level 127 berkat program swasembada beras. Karenanya, kini pemerintah secara paralel juga akan fokus meningkatkan nilai tukar nelayan, melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
"Sekarang nilai tukar nelayan itu 103. Bayangkan. Nilai tukar petani padi 127. Tahun 2024 nilai tukar petani padi itu 104, sekarang 127," tuturnya.
"Tadi paparan Pak Menteri Kelautan, yang sudah dibangun dan jalan Kampung Nelayan Merah Putih, itu produktivitasnya naik sampai 30%. Pertumbuhan ekonomi antara 5,4% sampai 16%. Jadi dalam tempo dua tahun, kalau itu bisa kita sukseskan program ini, Kampung Nelayan, maka dalam dua tahun nilai tukar nelayan dari 103 bisa 120 lebih, gitu," ujar Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini. Hingga saat ini, sebanyak 65 kampung nelayan telah selesai dibangun dan jumlahnya terus bertambah.
"(Target yang dibangun tahun ini) 1.369. Tahun ini," pungkasnya.
(wur)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Bagikan:
JAKARTA - Leopard merupakan hewan yang lincah dan pintarnya selalu memilih momen yang tepat untuk melangkah. Ketika dibutuhkan, ia mampu menghadirkan tenaga secara instan dengan presisi yang luar biasa. Ya, sosok tersebut kental dengan merek Lepas asal China.
Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, mengatakan bagi Lepas, leopard bukan sekadar inspirasi desain, tetapi filosofi yang membentuk cara kami merancang setiap kendaraan.
"Melalui LEPAS L8, kami menerjemahkan karakter tersebut menjadi pengalaman berkendara melalui Silent Confidence, Precision Control, Explosive Power, dan Freedom," katanya, dalam keterangan resminya yang diterima, Selasa, 21 Juli.
"Kami ingin setiap perjalanan terasa lebih tenang, lebih intuitif, lebih bertenaga saat dibutuhkan, sekaligus memberikan kebebasan untuk menjelajah lebih jauh. Inilah esensi dari Drive Your Elegance," tambah dia.
Berangkat dari filosofi tersebut, setiap teknologi yang dihadirkan pada Lepas L8 memiliki tujuan yang sama, menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup penggunanya.
Mobil tersebut juga kental dengan Silent Confidence, seekor leopard dikenal mampu bergerak dengan tenang tanpa kehilangan kepercayaan diri. Karakter inilah yang diterjemahkan Lepas menjadi Silent Confidence, pengalaman berkendara yang menghadirkan ketenangan, kenyamanan, dan rasa percaya diri di setiap perjalanan.
Melalui LEX Intelligent New Energy Platform, ENC Active Noise Cancellation, wheelbase sepanjang 2.800 mm, serta Air Quality Monitoring System, Lepas L8 menghadirkan kabin yang lebih senyap, lapang, dan nyaman. Hasilnya, perjalanan di tengah kepadatan kota maupun saat menempuh perjalanan jarak jauh terasa lebih rileks dan menyenangkan bagi seluruh penumpang.
Selain itu, Precision Control yang ditafsirkan seperti seekor leopard yang bergerak dengan akurat di setiap langkahnya, Lepas L8 dirancang untuk menghadirkan kendali yang presisi dan mudah di berbagai situasi. Didukung oleh LEX Platform serta teknologi Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA), Lepas L8 membantu pengemudi bermanuver dengan lebih mudah dan percaya diri.
Di balik ketenangannya, seekor leopard mampu menghadirkan ledakan tenaga pada saat yang tepat. Kombinasi mesin 1.5 TGDI, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) menghasilkan akselerasi yang responsif sekaligus efisien. Didukung kemampuan berkendara listrik lebih dari 100 km serta total jarak tempuh hingga lebih dari 1.300 km, Lepas L8 memberikan performa yang siap merespons berbagai kebutuhan perjalanan tanpa mengorbankan efisiensi.
Melalui Lepas L8 PHEV, perusahaan menghadirkan lebih dari sekadar sebuah Plug-in Hybrid Electric Vehicle, tapi memang memiliki segudang keunggulan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjadikan lomba Yosim Pancar (Yospan) sebagai ruang bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus melestarikan budaya Papua di tengah era digital saat ini.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Nabire, Selasa, mengatakan pelestarian budaya perlu ditanamkan kepada generasi muda melalui berbagai ruang kreatif, termasuk kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Lomba ini wujud dari upaya Pemprov Papua Tengah untuk menjaga budaya Papua. Sebagai orang Papua kita harus bangga dan mencintai kekayaan budaya kita,” kata Meki saat membuka lomba Yospan untuk memperingati HUT ke-4 Pemprov Papua Tengah.
Ia mengatakan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya karena kemajuan daerah tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitasnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas budaya dan melibatkan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional Papua.
Lomba Yospan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan antar-komunitas di Papua Tengah.
Pemprov Papua Tengah ingin melahirkan kelompok-kelompok tari terbaik yang nantinya dapat mewakili daerah itu dalam kompetisi Yospan tingkat Papua Raya.
"Jadi, teman-teman yang ada di Papua Tengah ini kita jangan kalah dengan provinsi-provinsi lain yang akan datang untuk mengikuti acara Yosim Pancar tingkat Papua Raya," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah mengusung pesan "JAMBU" atau Jangan Lupa Budaya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyediakan hadiah utama sekitar Rp130 juta bagi tim-tim terbaik dalam lomba tersebut. Namun, Meki menegaskan hadiah bukan tujuan utama dari kegiatan itu.
"Yang penting adalah kita jangan lupa budaya. Kita ingin membuktikan bahwa Yospan bukan hanya soal hadiah, tetapi juga cara menjaga dan melestarikan budaya," katanya.
Sebelum pembukaan Lomba Yospan, Pemprov Papua Tengah juga memulai rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah dengan kegiatan jalan santai yang berlangsung di kawasan Eks Bandara Lama Nabire, Selasa (21/7).
Ribuan warga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai tanda dimulainya berbagai agenda perayaan yang mengusung semangat kebersamaan, pembangunan, dan pelestarian budaya.
Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya sejumlah kegiatan yang akan berlangsung selama perayaan HUT ke-4 Papua Tengah. Pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560461/original/003962700_1776669413-Daun_singkong_rebus.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang enggan memasak sayuran ini karena takut hasilnya alot atau warnanya berubah menjadi kusam dan tidak menggugah selera. Padahal, kunci utamanya terletak pada teknik dan ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau yang presisi. Memahami rasio air dan daun yang tepat bukan hanya soal kematangan, tetapi juga menjaga estetika masakan agar tetap segar seperti buatan restoran Padang.
Seringkali, kesalahan fatal terjadi karena memasukkan daun ke dalam air yang belum mendidih sempurna atau volume air yang terlalu sedikit sehingga suhu anjlok seketika. Padahal, stabilitas suhu air adalah faktor krusial untuk memecah serat selulosa yang keras pada batang singkong tanpa merusak klorofil. Dengan kombinasi volume air yang cukup untuk merendam seluruh permukaan daun dan tambahan bahan sederhana seperti baking soda atau minyak, Anda bisa memangkas waktu rebus hingga separuhnya.
Berikut Liputan6.com mengulas tentang ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445444/original/032080300_1765856536-daun_singkong1.jpg)
Perbesar
Dalam dunia kuliner, terdapat prinsip thermal mass atau massa termal. Ketika Anda merebus daun singkong, tujuannya adalah melunakkan serat secepat mungkin sebelum warnanya berubah.
Jika ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau terlalu sedikit, suhu air akan turun drastis saat daun dimasukkan.
Akibatnya, proses memasak menjadi lambat ("slow cooking"), yang justru memberi waktu bagi asam alami dalam daun untuk bereaksi dan mengubah klorofil (zat hijau daun) menjadi pheophytin yang berwarna cokelat kusam.
Idealnya, daun singkong harus "berenang" bebas di dalam panci. Riset dari berbagai praktik dapur profesional menyarankan perbandingan air dan daun minimal 3:1.
Artinya, untuk setiap 500 gram daun singkong, Anda membutuhkan setidaknya 1.500 ml hingga 2.000 ml (2 liter) air. Pastikan seluruh bagian daun terendam penuh (submerged) agar matang merata dan oksidasi udara bisa diminimalisir.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303121/original/083331400_1784619842-28a9f648-300f-43f3-93f5-165fe678e3b8.jpg)
Perbesar
Selain volume air yang melimpah, komposisi zat pelarut dalam air juga memegang peranan penting. Berdasarkan data dari berbagai eksperimen dapur, berikut adalah takaran yang paling akurat untuk hasil maksimal:
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303122/original/092026800_1784619842-a129bc90-8554-4b72-99e3-d9795867f1cf.jpg)
Perbesar
Agar tidak ada langkah yang terlewat, berikut adalah urutan memasak yang benar berdasarkan riset kuliner yang efektif:
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165659/original/091879900_1742189880-boom_dapoer_singkong.jpg)
Perbesar
Perlu diketahui bahwa daun singkong mengandung senyawa linamarin dan lotaustralin yang berpotensi menjadi racun sianida (HCN) jika tidak diolah benar. Ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau yang banyak (berlimpah) sangat membantu dalam melarutkan zat-zat ini.
Sianida bersifat larut dalam air dan mudah menguap pada suhu tinggi. Dengan menggunakan banyak air dan merebus dalam panci terbuka, kadar sianida akan berkurang drastis hingga ke level yang aman untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, air sisa rebusan singkong sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi atau dijadikan kuah sayur; sebaiknya buang air rebusan tersebut dan gunakan air atau santan baru untuk proses memasak selanjutnya.
Jauh sebelum baking soda populer, nenek moyang menggunakan tanah liat atau "ampo" untuk merebus daun singkong. Ampo berfungsi menyerap rasa pahit dan mencerahkan warna daun.
Meski metode ini mulai ditinggalkan karena alasan kepraktisan dan kebersihan, prinsipnya tetap sama: menciptakan lingkungan perebusan yang menetralisir asam.
Namun, bagi masyarakat urban, penggunaan baking soda dengan ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau yang tepat tetap menjadi opsi paling higienis dan mudah didapat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4812029/original/059114000_1713964926-Screenshot__764_.jpg)
Perbesar
Meskipun terdengar sepele, detail kecil seringkali merusak hasil akhir. Berikut beberapa pantangan yang wajib dihindari:
Memasak daun singkong sejatinya adalah permainan kimia sederhana di dapur. Dengan mengontrol variabel suhu, pH (tingkat keasaman), dan volume air, Anda bisa mengubah sayuran desa yang sederhana ini menjadi hidangan kelas restoran bintang lima.
Ingat, kuncinya selalu pada ukuran air merebus daun singkong agar cepat empuk dan tetap hijau yang cukup untuk merendam, serta keberanian menggunakan api besar dan panci terbuka.
Idealnya gunakan 1,5 hingga 2 liter air untuk satu ikat daun singkong ukuran sedang. Pastikan air cukup banyak hingga seluruh daun tenggelam sempurna agar matang merata dan suhu air tetap stabil saat daun dimasukkan.
Membiarkan panci terbuka berfungsi agar asam organik dan senyawa racun sianida yang menguap bisa keluar bebas ke udara. Jika ditutup, zat asam akan terperangkap dan membuat warna daun berubah menjadi cokelat kusam atau kekuningan.
Minyak goreng berfungsi memberikan lapisan pelindung pada permukaan daun dan menambah kilau (glossy) sehingga daun terlihat segar. Selain itu, minyak juga membantu menaikkan titik didih air sedikit lebih tinggi untuk mempercepat pelunakan serat.
Sangat tidak disarankan. Air sisa rebusan mengandung getah, sisa kotoran, dan larutan senyawa sianida yang telah keluar dari daun. Selalu buang air rebusan pertama, bilas daun, dan gunakan air atau santan baru untuk memasak gulai.
Jika menggunakan tambahan baking soda, cukup rebus selama 5 hingga 10 menit setelah air mendidih. Jika hanya menggunakan air garam biasa, waktu yang dibutuhkan sekitar 15 hingga 30 menit tergantung pada seberapa tua serat daun tersebut.
![]()
![]()
Ibrahim Hasan, Fadila AdelinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
Selasa, 21 Juli 2026 16:51 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Fathur Rochman
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Prasetyo mengatakan Keppres tersebut diperkirakan ditandatangani Presiden dalam satu hingga dua hari setelah melalui pembahasan di Tim Penilai Akhir.
"Kami juga menyampaikan bahwa kami mohon waktu untuk dibahas sesuai dengan mekanisme di Tim Penilai Akhir dan Insya Allah 1-2 hari ini sudah akan ada keputusan dan Bapak Presiden akan menandatangani Keppres pengangkatan pejabat yang baru," katanya.
Prasetyo menjelaskan Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyampaikan usulan nama Jampidsus kepada Presiden pada pekan lalu setelah Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Selain Jampidsus, Keppres juga memuat usulan pengangkatan sejumlah pejabat lain di lingkungan Kejaksaan Agung.
Namun, Prasetyo belum bersedia mengungkap nama-nama yang diusulkan sebelum Keppres ditandatangani.
Sebelumnya, Prasetyo membenarkan Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Kuntadi menjadi salah satu nama yang diusulkan Jaksa Agung untuk mengisi jabatan Jampidsus.
Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus pada Sabtu dini hari (11/7). Pada hari yang sama, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Perkara tersebut kini ditangani Kejaksaan Agung setelah dilimpahkan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Online (Dok. BRI/BRI)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) optimistis mampu melampaui target penyaluran kredit perumahan bersubsidi hingga akhir 2026.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan telah mencapai Rp 13,8 triliun atau sekitar 63% dari target yang diberikan pemerintah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI mendapat target penyaluran sebesar Rp 22 triliun, terdiri dari Rp 10 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 12 triliun untuk KUR Perumahan.
Baca Juga: Kenaikan Harga Obat Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan
"Dari total target tersebut, sampai Juni kami sudah menyalurkan sekitar Rp 13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Karena ini baru bulan Juli, kami optimistis hingga akhir tahun pencapaiannya bisa lebih dari 100%," ujar Hery di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Hery merinci, penyaluran KUR Perumahan telah mencapai sekitar 89% dari target yang diberikan kepada BRI. Tingginya realisasi tersebut bahkan membuat pemerintah berencana kembali menaikkan target penyaluran KUR Perumahan bagi BRI.
Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP baru mencapai sekitar 32% dari target Rp 10 triliun.
Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp 95 triliun pada tahun ini. Target tersebut terdiri dari Rp 45 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 50 triliun untuk KUR Perumahan, yang naik dari target sebelumnya sebesar Rp 36 triliun.
Menurut Hery, tingginya realisasi KUR Perumahan tidak terlepas dari strategi perseroan yang aktif menjangkau sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).
Baca Juga: Pefindo Beri Rating idAAA ke Pegadaian, Termasuk Obligasi dan Sukuk
Di sisi penawaran, BRI menggandeng kontraktor, pengembang (developer), hingga toko bangunan untuk memperluas pemanfaatan KUR Perumahan. Sementara dari sisi permintaan, perseroan secara rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah.
"Program ini berjalan sangat baik karena kami menggarap sisi supply dan demand secara bersamaan. Itu yang membuat penyerapannya tinggi," katanya.
Hery mengungkapkan, salah satu kegiatan sosialisasi di Kota Bandung pekan lalu berhasil mencatat potensi penyaluran KUR Perumahan lebih dari Rp 400 miliar dengan diikuti hampir 2.000 calon debitur.
Bahkan, pada kegiatan serupa di Kota Malang, Batu, dan Blitar potensi pembiayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp 530 miliar.
Ke depan, BRI menargetkan potensi penyaluran yang lebih besar lagi.
Hery menambahkan, pemerintah juga terus memberikan perhatian terhadap percepatan penyaluran KUR Perumahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 4.000 balita orang asli Papua (OAP) melalui Program Bangkit (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) pada 2026.
Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Program Bangkit Papua Tengah Eliezer Yogi di Nabire, Selasa mengatakan program tersebut tahun ini dilaksanakan sebagai proyek percontohan di empat kabupaten, yakni Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Dogiyai.
"Pemilihan empat kabupaten ini karena mayoritas masyarakatnya merupakan OAP sekaligus mewakili keberagaman suku dan budaya di Papua Tengah, yakni Mee, Moni, dan Dani," katanya.
Ia menjelaskan, setiap balita penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp350 ribu per bulan selama satu tahun atau total Rp4,2 juta per anak.
Jumlah bantuan dalam satu keluarga disesuaikan dengan jumlah balita yang dimiliki, sehingga keluarga yang memiliki lebih dari satu balita akan menerima bantuan sesuai jumlah anak yang memenuhi kriteria.
Pemprov Papua Tengah mengalokasikan Rp18,5 miliar melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk pelaksanaan Program Bangkit pada 2026.
"Awal program ini kami memberikan bantuan kepada 1.000 balita per kabupaten, sehingga total 4.000 balita menjadi sasaran tahun ini," ujarnya.
Data penerima manfaat menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah kabupaten bersama Sekber Provinsi Papua Tengah.
Elieser mengatakan, setelah peluncuran program, pemerintah akan melakukan sosialisasi di empat kabupaten dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama pemerintah kabupaten.
Pendampingan juga akan dilakukan sebelum dan sesudah penyaluran bantuan untuk memastikan dana digunakan sesuai tujuan, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan balita.
Pada 2027 Program Bangkit direncanakan diperluas ke seluruh delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat meluncurkan Program Bangkit mengatakan, program itu dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial dan pemenuhan gizi anak OAP melalui bantuan yang disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat.
Ia mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui lembaga keuangan atau perbankan ke rekening ibu atau wali yang sah agar proses penyaluran berlangsung aman, transparan, dan akuntabel.
"Bantuan tunai bukan tujuan akhir, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup anak Orang Asli Papua," katanya.
Menurut Meki, program tersebut diharapkan membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lain yang mendukung tumbuh kembang anak.
Ia mengatakan, Program Bangkit hadir sebagai kebijakan afirmatif karena kesehatan dan kesejahteraan anak di Papua Tengah masih membutuhkan perhatian serius, termasuk persoalan stunting, gizi buruk, angka kematian bayi dan balita, kepemilikan akta kelahiran, serta akses pendidikan anak usia dini yang belum merata.
"Melalui Program Bangkit Papua Tengah, kita ingin memastikan setiap anak Papua, termasuk yang tinggal di kampung-kampung dan wilayah yang sulit dijangkau, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Meki juga mengapresiasi dukungan SKALA yang membantu Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam perencanaan hingga pelaksanaan Program Bangkit agar berjalan lebih terarah, akuntabel, inklusif, dan tepat sasaran.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Selasa, 21 Juli 2026 16:50 WIB
Pemerintah Kabupaten Batang sedang memberikan pelatihan edukasi penggunaan perangkat radio komunikasi pada perangkat daerah di Batang, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Batang
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggandeng organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) mengedukasi perangkat desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan Handy Talky (perangkat radio komunikasi) untuk kemudahan akses informasi.
Akses informasi itu terutama di wilayah yang tidak tersentuh sinyal atau jaringan pada saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah, di Batang, Selasa, mengatakan bahwa fungsi perangkat radio komunikasi ini penting terutama saat terjadi peristiwa kebencanaan di wilayah rawan yang seringkali sulit dijangkau sinyal jaringan telekomunikasi.
"Wilayah rawan sulit dijangkau sinyal ada di Kecamatan Bawang, Reban. Melihat situasi saat ini memasuki puncak kemarau perangkat desa bisa menginformasikan apakah di wilayahnya terdampak kekeringan sehingga instansi terkait segera menangani," katanya.
Menurut dia, pihaknya memerlukan komunikasi yang intensif dengan perangkat desa karena mereka yang paling memahami kondisi wilayah dan cepat menyampaikan kepada tim penanganan saat terjadi kebencanaan.
"Oleh karena itu, edukasi maupun pelatihan tersebut sebagai optimalisasi pemanfaatan perangkat komunikasi untuk menunjang kemudahan akses informasi terutama di wilayah yang tak tersentuh sinyal atau jaringan," katanya.
Pengurus RAPI Kabupaten Batang Pandu Wicaksono mengatakan pemanfaatan radio komunikasi atau lebih dikenal dengan nama Handy Talky (HT) untuk memudahkan perangkat desa menginformasikan kondisi terkini apabila di wilayahnya terdampak suatu bencana.
"Biasanya etika terjadi bencana, sinyal telekomunikasi terputus sehingga hanya lewat HT inilah perangkat komunikasi yang bisa jadi solusi. Pemanfaatan HT sangat tepat untuk membatu berkomunikasi apabila terjadi suatu peristiwa, terlebih di wilayah dengan kontur tanah yang tidak rata," katanya.
Menurut dia, dalam pelatihan dan edukasi ini mengedepankan praktik langsung agar perangkat desa memahami penggunaan perangkat radio komunikasi.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Manokwari (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi menetapkan status Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua berdasarkan SK Nomor 631/B/0/2026.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Dr Suriel Samuel Mofu di Manokwari, Papua Barat, Selasa, mengatakan transformasi status sekolah tinggi tersebut memperluas akses masyarakat terhadap program studi yang berbeda dari sebelumnya.
"Masyarakat punya banyak pilihan karena semakin banyak program studi baru yang ditawarkan oleh institut," kata Suriel.
Menurut dia, perubahan status perguruan tinggi harus melalui mekanisme kementerian sekaligus diikuti dengan komitmen peningkatan mutu selama perkuliahan agar dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) Papua yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing.
Kemendiktisaintek melalui LLDikti Wilayah XIV diberikan kewenangan untuk mengawal seluruh proses kegiatan akademik yang akan diselenggarakan IHTP Papua secara berkelanjutan setelah resmi menyandang perubahan status dari STIH Manokwari.
"Semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang beroperasi di Tanah Papua, harus memiliki izin seperti STIH yang sekarang sudah menjadi institut," ujarnya.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyebut bahwa transformasi perguruan tinggi merupakan tonggak sejarah baru pada sektor pendidikan yang selaras dengan pelaksanaan program pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas manusia.
Hal tersebut menunjukkan komitmen sivitas akademika untuk terus beradaptasi sesuai perkembangan zaman, terutama pengintegrasian ilmu hukum berkeadilan dengan penguasaan inovasi teknologi yang sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat.
"Tantangan ke depannya yaitu melahirkan inovasi dan karya nyata yang bermanfaat langsung bagi kemajuan masyarakat di Bumi Kasuari," ujarnya.
Dominggus berharap IHTP Papua dapat berperan sebagai wadah lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, menjunjung tinggi kejujuran, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua dan Indonesia.
Pemerintah provinsi akan terus mendukung berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi sebagai bagian dari komitmen membangun SDM Papua Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Pemerintah provinsi senantiasa memberikan dukungan untuk pengembangan lembaga pendidikan tinggi di Papua Barat," ujarnya.
Rektor IHTP Papua Dr Filep Wamafma menyebut ada empat program studi baru seiring dengan perubahan status yaitu, ilmu hukum program sarjana, ilmu hukum program magister, ilmu pemerintahan program sarjana, dan manajemen rekayasa program sarjana.
Perubahan status tidak terlepas dari dukungan kementerian, pemerintah daerah, alumni STIH Manokwari, seluruh sivitas akademika dan para mitra, sehingga proses yang berlangsung kurang lebih hampir satu tahun membuahkan hasil sesuai ekspektasi bersama.
"Perubahan status itu tidak mudah. Mimpi dan harapan kami hampir sirna, tapi pertengahan tahun 2026, usaha itu terjawab," ujar Filep.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.