Putin Ancam Balasan Besar, Urat Nadi Ekonomi Ukraina Jadi Sasaran |Republika Online

calendar_today 23.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan keras kepada Ukraina setelah Kyiv meningkatkan serangan terhadap infrastruktur ekonomi Rusia. Putin menyebut Ukraina telah membuka "kotak Pandora" dan memperingatkan Moskow akan membalas dengan menghantam sektor ekonomi Ukraina yang paling sensitif.

Pernyataan itu memperlihatkan perubahan penting dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir empat setengah tahun. Pertempuran kini tidak hanya terjadi di garis depan. Kedua negara semakin agresif menyerang urat nadi ekonomi lawan, mulai dari kilang minyak, pelabuhan, gudang logistik hingga infrastruktur ekspor pangan.

"Rezim Kyiv menetapkan tujuan untuk merusak ekonomi kami. Apa yang mereka lakukan? Mereka sendiri membuka kotak Pandora ini. Kalau begitu, bersiaplah menghadapi respons yang menyasar sektor-sektor ekonomi kalian yang paling sensitif," kata Putin dalam komentar kepada seorang jurnalis televisi pemerintah Rusia yang dipublikasikan Sabtu (22/8/2026).

Ancaman Putin muncul setelah Ukraina sepanjang musim panas meningkatkan serangan pesawat nirawak terhadap sasaran ekonomi di Rusia. Kilang minyak dan gudang perusahaan perdagangan daring termasuk di antara fasilitas yang menjadi target. Kyiv menyatakan infrastruktur tersebut berkaitan dengan kemampuan Rusia mempertahankan operasi perangnya.

Rusia kemudian meningkatkan tekanan terhadap infrastruktur ekonomi Ukraina. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah ekspor pertanian melalui Laut Hitam.

Putin mengatakan gangguan terhadap ekspor pertanian Ukraina tidak akan menyebabkan kekurangan pangan global karena Rusia, menurut dia, mempunyai kemampuan menggantikan pasokan yang hilang dari Ukraina.

"Kami memang menghadapi tantangan terkait pengiriman barang kami, tetapi kami akan menyelesaikan masalah ini. Karena itu, tidak akan terjadi kekurangan di pasar global," kata Putin.

Perang Menjalar ke Urat Nadi Ekonomi

Serangan Ukraina terhadap fasilitas Rusia mulai menimbulkan dampak ekonomi yang dapat diukur.

Pengiriman minyak dari tiga pelabuhan utama Rusia di wilayah barat, yakni Primorsk, Ust-Luga, dan Novorossiysk, turun menjadi sekitar 2,3 juta barel per hari pada paruh pertama Agustus 2026. Angka tersebut sekitar 15 persen di bawah rencana awal.

Ekspor dari ketiga pelabuhan itu sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 2,7 juta barel per hari sepanjang Agustus. Gangguan terbesar terjadi di Novorossiysk di Laut Hitam, ketika serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi meningkatkan tekanan terhadap kemampuan Rusia mempertahankan arus ekspor minyaknya.

Novorossiysk mempunyai arti strategis karena menjadi salah satu gerbang penting minyak Rusia menuju pasar internasional. Ekspor minyak dari pelabuhan tersebut, termasuk minyak Urals Rusia dan KEBCO Kazakhstan, turun menjadi sekitar 400 ribu barel per hari dari kisaran 800 ribu hingga satu juta barel per hari pada Juni dan Juli. Jadwal pemuatan juga mengalami keterlambatan lebih dari dua pekan.

Dampak tekanan terhadap sektor energi Rusia bahkan terasa hingga konsumen domestik.

Pengendara di Moskow menghadapi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar setelah kelangkaan bensin kembali terjadi. Sejumlah SPBU memberlakukan pembatasan pembelian, sementara sebagian lainnya hanya menyediakan diesel.

Kelangkaan tersebut dipicu kombinasi tingginya permintaan pada musim panas dan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Pemerintah Rusia merespons dengan melarang ekspor bensin dan diesel, melonggarkan standar kualitas bahan bakar serta mulai mengimpor produk minyak untuk menjaga pasokan dalam negeri.

Bagi Rusia, sektor energi bukan sekadar industri. Pendapatan minyak dan gas merupakan salah satu penopang penting anggaran negara. Karena itu, serangan Ukraina terhadap kilang dan jalur ekspor memiliki tujuan strategis: menaikkan biaya perang Moskow sekaligus mengganggu sumber pendapatannya.

Tetapi strategi semacam itu membawa konsekuensi. Ketika Kyiv memperluas sasaran ke pusat-pusat ekonomi Rusia, Moskow mempunyai kemampuan membalas terhadap sektor yang tidak kalah vital bagi Ukraina. Dan salah satu titik paling rentan berada di Laut Hitam.