Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi sebanyak 2.610 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data pada Minggu pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan bahwa titik panas ini tersebar di sembilan provinsi, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Sumatera Selatan yang mencapai 1.311 titik.
"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung dengan 268 titik, dan Lampung dengan 187 titik, disusul Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatera Utara 45 titik, Sumatera Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik," katanya.
Kemudian Provinsi Riau dengan 355 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 216 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 80 titik, dan Kabupaten Kuantan Singingi 12 titik.
Baca juga: BMKG sebut ada 33 titik panas di Kaltara
Baca juga: BMKG deteksi 310 titik panas di Provinsi Riau
Baca juga: BMKG deteksi 201 titik panas di Provinsi Riau terbanyak di Bengkalis
Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Kampar (11), Siak (10), Kepulauan Meranti (7), Inderagiri Hulu (6), Bengkalis (5), Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing 3 titik, serta Kota Dumai (2).
Akibat banyaknya titik panas ini jarak pandang di Pekanbaru pada Sabtu (22/8) malam terpantau terbatas dengan kondisi berasap. Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 masuk kategori tidak sehat.
Dalam beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 700 hektare lebih. Terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 hektare dan Pelalawan 300 hektare.
Selain dua daerah tersebut Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau, di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.