CNN Indonesia
Minggu, 20 Sep 2026 01:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
The Scandal menjadi proyek Korea terbaru yang merupakan hasil adaptasi novel Prancis Les Liaisons dangereuses karya Pierre Choderlos de Laclos.
Dalam drama romansa historis berlatar era Dinasti Joseon ini, para pemeran utama dipercayakan kepada Son Ye-jin yang kembali ke layar kaca, bersama Ji Chang-wook, dan Nana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Scandal berfokus pada kehidupan Madam Jo (Son Ye-jin), seorang perempuan bangsawan berparas menawan dan berotak cerdas.
Meski memiliki kapasitas diri yang mumpuni, ruang gerak Madam Jo terpasung oleh ketatnya norma sosial tatanan Konfusianisme era Joseon yang membatasi hak-hak perempuan.
Rasa gusar atas aturan diskriminatif tersebut mendorongnya merancang permainan godaan yang berisiko dan juga manipulatif.
[Gambas:Video CNN]
Madam Jo lantas melibatkan Jo Won (Ji Chang-wook), pria bangsawan kaya raya yang skeptis terhadap cinta sejati dan hanya menikmati hubungan asmara secara dangkal.
Demi memenangkan perhatian Madam Jo, Jo Won menyetujui tantangan taruhan tersebut dan bersiap menjalankan misi penaklukannya.
Sasaran permainan mereka jatuh pada Hee-yeon (Nana), janda muda yang telah bersumpah untuk menjaga kesucian hidupnya setelah sang suami meninggal dunia. Demi permainan dengan Madam Jo, Jo Won amat gencar mendekati Hee-yeon.
Pilihan Redaksi
Perempuan itu berusaha keras membentengi diri dan menolak keberadaan pria tersebut. Namun, perhatian yang intens dari Jo Won perlahan menggoyahkan keteguhan hati Hee-yeon hingga memicu pergolakan emosi yang rumit.
Niat awal yang semula sekadar permainan untuk menguji norma sosial Joseon pun berbalik menjadi bumerang.
Keterikatan emosional yang tak terduga tumbuh di antara mereka, menciptakan jaring konflik dan dilema perasaan yang mengancam Madam Jo, Jo Won, maupun Hee-yeon.
Adaptasi versi terbaru ini diarahkan sutradara Jung Ji-woo yang sebelumnya menggarap Eungyo (2012) hingga Tune in for Love (2019). Sedangkan naskahnya ia garap bersama Lee Seung-young (The Art of Negotiation), dan An Hye-song.
Sebelum The Scandal, Les Liaisons dangereuses juga pernah diadaptasi menjadi film Untold Scandal (2003) yang dibintangi Bae Yong-joon, Lee Mi-suk, serta Jeon Do-yeon. Film ini menjadi terlaris ketiga di Korea ketika rilis.
Pada 2012, karya itu juga pernah digarap menjadi Dangerous Liaisons hasil kerja sama China dan Korea Selatan yang dibintangi Zhang Ziyi, Jang Dong-geun, serta Cecilia Cheung.
Selain itu, pernah pula diadaptasi menjadi drama modern bertajuk Tempted yang dibintangi Woo Do-hwan hingga Joy Red Velvet, Moon Ga-young, serta Kim Min-jae, dan menuai banyak kritik.
Kini, The Scandal hadir dan bisa ditonton di Netflix 18 September.
(chri)
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi memasang Area Traffic Control System (ATCS) di sembilan titik lampu lalu lintas di Kota Timika. Langkah ini diambil untuk mendorong kesadaran masyarakat agar lebih tertib dalam berkendara di jalan raya.
Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Alfasiah, di Timika, Sabtu, menjelaskan bahwa setiap lampu lalu lintas kini dilengkapi dengan CCTV yang terhubung langsung ke pusat pemantauan. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memantau dan menegur pengendara secara langsung.
"Kami sudah meluncurkan ATCS di setiap lampu lalu lintas, yang dilengkapi CCTV yang akan memantau pengendara selama perjalanan atau di pemberhentian lampu lalu lintas saat lampu menyala merah. Kehadiran ATCS ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berkendaraan," kata Alfasiah.
Mekanisme peneguran dilakukan secara real-time. Pengendara yang berhenti melewati garis henti (stop line) saat lampu merah menyala akan langsung ditegur oleh petugas melalui pengeras suara yang terintegrasi dengan sistem pusat pemantauan Dishub Mimika.
"Jadi kalau bapak ibu berhenti terus kendaraannya melewati garis henti yang telah ditentukan maka ada suara yang menegur bapak ibu di lampu lalu lintas itu," ujarnya.
Tidak hanya pelanggaran garis henti, sistem ini juga akan menegur pengendara yang tidak memakai helm. "Kalau tidak pakai helm juga ada suara yang nanti menegur bapak ibu," tegas Alfasiah.
Ia mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk mengutamakan keselamatan (safety) saat berkendara. Menurutnya, penggunaan helm bukan semata-mata untuk mematuhi aturan lalu lintas, melainkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
"Kami berharap bapak ibu keluar dari rumah dengan selamat, berbahagia dalam perjalanan, kemudian kembali ke rumah juga dengan keadaan selamat. Masyarakat wajib mematuhi aturan lalu lintas karena safety untuk kita, safety juga untuk orang lain," imbuhnya.
Pemkab Mimika telah memasang ATCS di sembilan titik lampu lalu lintas strategis di Kota Timika. Titik-titik tersebut meliputi perempatan Timika Mall, perempatan Jalan Hasanudin dan Jalan Budi Utomo, serta Jalan Merah WR Supratman.
Selanjutnya, sistem juga terpasang di depan Kantor KPPN Timika Jalan Cenderawasih SP 2, pertigaan Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo (depan Diana), depan Gereja Katedral Tiga Raja Jalan Yos Sudarso, depan Kantor POM Lama Kwamki Baru, depan Bank Papua Jalan Yos Sudarso, dan perempatan Jalan Pendidikan dan Jalan Bougenville.
Selain ATCS, Dinas Kominfo Mimika juga telah memasang 51 unit CCTV yang tersebar di dalam kota hingga ke pinggiran Kota Timika. Pemasangan ini bertujuan untuk mendukung pengawasan keamanan warga Mimika dalam melaksanakan aktivitas keseharian.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Minggu, 20 September 2026 - 01:00 WIB
VIVA – Tas tak lagi sekadar pelengkap busana. Di tengah aktivitas yang semakin dinamis, satu aksesori dituntut bisa mengikuti berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, menghadiri acara, hingga sekadar bepergian santai.
Baca Juga
Karena itu, tas dengan desain fleksibel dan kapasitas yang terorganisasi semakin relevan bagi mereka yang ingin tetap tampil rapi tanpa harus membawa terlalu banyak aksesori.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut sejumlah alasan tas multifungsi menjadi pilihan menarik untuk menunjang gaya sehari-hari:
Baca Juga
1. Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Mobilitas yang tinggi membuat kepraktisan menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih tas. Model yang dapat digunakan untuk lebih dari satu kesempatan membuat pengguna tidak perlu berganti tas setiap kali berpindah aktivitas.
Baca Juga
Tas dengan desain yang sederhana juga relatif mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana, baik untuk tampilan kasual maupun semi-formal.
2. Bisa Disesuaikan dengan Gaya
Tas multifungsi memberikan keleluasaan dalam menentukan cara penggunaannya. Salah satunya melalui tali yang dapat dilepas atau disesuaikan panjangnya.
Dengan fitur tersebut, satu tas bisa dikenakan sebagai handbag ketika ingin tampil lebih formal atau sebagai crossbody bag saat membutuhkan mobilitas yang lebih leluasa.
3. Ruang Penyimpanan Lebih Terorganisasi
Tampilan tas memang penting, tetapi fungsi penyimpanan juga menjadi pertimbangan. Pembagian ruang di dalam tas membantu pengguna menyimpan barang berdasarkan kebutuhan sehingga lebih mudah ditemukan.
Konsep dual compartment, misalnya, dapat memberikan ruang terpisah untuk membawa berbagai barang esensial sehari-hari. Tambahan pocket dan zipper compartment juga membantu menjaga barang tetap lebih terorganisasi.
4. Material Menentukan Karakter Tas
Selain bentuk, material turut menentukan kesan sebuah tas. Kulit dengan kualitas tertentu biasanya memberikan tampilan yang lebih elegan sekaligus memiliki karakter yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Penggunaan full grain leather menjadi salah satu pilihan untuk menghadirkan kesan klasik. Material tersebut juga dapat dipadukan dengan desain minimalis agar tas tetap terlihat relevan meski tren fesyen terus berubah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Desain Minimalis Lebih Mudah Dipadukan
Tren minimalism dalam fesyen membuat desain dengan garis yang bersih atau clean lines tetap memiliki tempat tersendiri.
Halaman Selanjutnya
Model yang tidak terlalu banyak menggunakan ornamen memungkinkan tas berfungsi sebagai pelengkap penampilan tanpa mendominasi keseluruhan gaya. Detail kecil seperti hardware berwarna emas pun dapat digunakan sebagai aksen untuk memberikan sentuhan elegan.
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengemukakan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, membuat suasana wilayah menjadi adem ayem.
"Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam.
Ia menuturkan bahwa lantunan ayat-ayat suci Al Quran di berbagai lokasi di wilayah Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI menghadirkan suasana tenteram.
"Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," katanya.
Pengaruh pelaksanaan MTQ Nasional, menurut dia, terasa sampai ke platform media sosial yang biasanya riuh dengan berbagai informasi yang tidak semuanya jelas sumber maupun kebenarannya.
"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya.
"Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," katanya dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dia berharap pelaksanaan MTQ Nasional bisa mendorong orang untuk berbuat lebih banyak kebaikan, termasuk berhenti menyebarkan informasi yang tidak benar di dunia maya.
Baca juga: Jawa Tengah alokasikan anggaran Rp2 miliar untuk 2.000 penghafal Al Quran
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa ada empat kekuatan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Pertama, yaitu menjaga integritas dan muruah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian harus terus diperkuat," katanya.
Kedua, Jawa Tengah dapat memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran.
Ketiga, Jawa Tengah dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.
"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Nilai transaksi selama pameran MTQ Nasional mencapai Rp2,4 miliar
Baca juga: "Job Fair MTQ 2026" tawarkan lebih dari 3.000 lowongan kerja
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 20 September 2026 00:47 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat penutupan MTQ Nasional XXXI, di Semarang, Sabtu (19/9/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah menganggarkan Rp2 miliar sebagai bisyarah bagi 2.000 penghafal Al Quran di wilayah tersebut.
"Di Jawa Tengah, kami memberikan bisyarah Rp1 juta bagi santri atau masyarakat yang menuntaskan hafalan 30 juz (Al Quran, red.)," katanya saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Jawa Tengah di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam
"Bukan hanya masyarakat Jawa Tengah saja, tetapi seluruh masyarakat yang menghafalkan (Al Quran, red ) di Jawa Tengah," kata Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Ia menyebutkan bahwa pada 2025 terdapat setidaknya 1.041 penerima bisyarah penghafal Al Quran di Jateng.
"Artinya, ada 1.000 lebih para hafiz, hafizah, yang menghafalkan di bumi Jawa Tengah," kata Gus Yasin yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng.
Untuk tahun 2026, kata dia, sejauh ini setidaknya sudah ada lebih dari 1.000 penghafal Al Quran yang menuntaskan hafalannya di Jateng.
"Kami juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren serta memperkuat 5.347 pondok pesantren," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya MTQ Nasional XXXI selama sembilan hari ini dengan baik dan lancar.
"Apresiasi khusus kami sampaikan kepada 6.350 personel pengamanan. Ada 306 tenaga kesehatan, para dewan hakim dan 15 bidang kepanitiaan yang telah bekerja siang dan malam," katanya.
Ia mengatakan berbagai kegiatan juga digelar untuk memeriahkan MTQ Nasional XXXI, mulai seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al Quran.
Serta, eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas rungu wicara untuk memperluas syiar dan menghadirkan MTQ yang inklusif.
Ia juga melaporkan sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi telah berlomba di 12 arena, delapan cabang, 24 golongan dan 48 kategori.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Musabaqah (MTQ Nasional , red.) berjalan lancar dan tertib," katanya.
Pada MTQ Nasional XXXI, Kontingen Jateng mengirimkan 67 kafilah yang merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari kabupaten, kota, hingga provinsi, dan 30 peserta di antaranya lolos ke final.
Penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan dihadiri sejumlah gubernur dan wakil gubernur.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 20 September 2026 00:45 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi stan pada pameran UMKM menyambut pergelaran MTQ Nasional XXXI, di Semarang. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah yang diselenggarakan di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang, mampu mencatatkan transaksi mencapai Rp2,4 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia, di Semarang, Sabtu, mengatakan total transaksi tersebut berasal dari transaksi dari 150 gerai UMKM.
Dari total transaksi Rp2,4 miliar tersebut, terdiri atas transaksi retail Rp2.385.574.640 dan transaksi order Rp23.651.000.
Tak hanya transaksi langsung, pameran yang berlangsung 12-19 September 2026 itu juga membuka kontrak bisnis antarpelaku usaha dengan nilai mencapai Rp7,54 miliar.
"Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat," kata dia, saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI.
Selama delapan hari, pameran dikunjungi sekitar 80.000 orang. Bahkan, antusiasme pengunjung masih terlihat hingga malam terakhir pelaksanaan.
Sebanyak 150 stan yang terlibat terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno berharap capaian transaksi dan kerja sama tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar," katanya pula.
Menurut dia, pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar terus berkembang.
Ia menyebutkan salah satu tantangan terbesar yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperluas pemasaran.
"Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya," katanya lagi.
Dia berharap transaksi dan kerja sama yang terbentuk selama pameran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Jejaring yang telah terbangun diharapkan terus berkembang menjadi hubungan bisnis yang lebih luas.
Namun, Sumarno mengingatkan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional.
Di balik geliat ekonomi yang muncul, ia berharap penyelenggaraan MTQ juga membawa masyarakat semakin dekat dengan Al Quran.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan MTQ Nasional bukan hanya sebagai momentum besar yang menghadirkan berbagai kegiatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan kecintaan dan kedekatan dengan Al Quran.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. Dr. dr. Syakib Bakri, SpPD K-GH FINASIM, memberikan dukungan penuh terhadap realisasi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Hasri Ainun Habibie, Provinsi Gorontalo. Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan di Makassar pada hari Sabtu.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyatakan bahwa pengembangan layanan subspesialistik dan kesiapan RSUD Ainun Habibie untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit mendapat sambutan positif dari tokoh kesehatan nasional itu.
Prof. Syakib secara spesifik menyatakan kesiapannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dokter subspesialis Penyakit Dalam di RSUD Ainun Habibie. Dukungan ini mencakup dua aspek krusial, yaitu pengembangan layanan dan pemenuhan persyaratan rumah sakit untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis melalui skema RSPPU.
Anang menekankan bahwa dukungan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas layanan RSUD Ainun Habibie, khususnya di bidang Penyakit Dalam. “Dukungan ini bukan hanya untuk pengembangan layanan, tetapi juga untuk memenuhi persyaratan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit,” kata Anang.
Keterlibatan tenaga ahli dan akademisi senior dari Fakultas Kedokteran Unhas diharapkan dapat mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan layanan subspesialistik di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut. “Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi Gorontalo. Kita ingin pengembangan rumah sakit berjalan seiring dengan penguatan kompetensi tenaga medis dan tersedianya layanan subspesialistik yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Prof. Syakib Bakri merupakan putra daerah Gorontalo dan salah satu tokoh senior pada Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unhas. Ia adalah dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi yang memiliki kompetensi dalam penanganan berbagai kasus, khususnya penyakit ginjal dan hipertensi. Lulusan FK Unhas tahun 1976 ini memiliki keahlian dari aspek preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, termasuk pengelolaan gangguan fungsi ginjal dan pengendalian tekanan darah.
Anang menambahkan, komunikasi dan kolaborasi dengan para pakar kesehatan yang memiliki keterkaitan dengan Gorontalo akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pengembangan RSUD Ainun Habibie. “Yang kita bangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga ekosistem pelayanan dan pendidikan. Karena itu, dukungan para pakar dan institusi pendidikan menjadi sangat penting agar RSUD tersebut dapat berkembang sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit yang mampu mendukung pendidikan dokter spesialis,” pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Minggu, 20 September 2026 00:44 WIB
Sekretaris Daerah Jawa Tengah (Jateng) Sumarno, didampingi Kepala Disperindag Jateng July Emmylia, dan jajaran terkait saat Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI, di Semarang, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pameran UMKM menyambut Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah yang diselenggarakan di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang menghasilkan sejumlah kerja sama bisnis dengan nilai mencapai Rp7,54 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia, di Semarang, Sabtu, mengatakan bahwa pameran UMKM yang berlangsung 12-19 September 2026 tersebut tidak hanya menyumbang transaksi secara langsung.
"Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat," kata Emmy, sapaan akrabnya, saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI.
Menurut dia, sejumlah kerja sama bisnis yang lahir dari pameran tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi produk tidak seharusnya berhenti ketika pameran ditutup.
Ia mencontohkan salah satu kerja sama bisnis yang terjalin berkat pameran itu, di antaranya PT Yuasa Food Berkah Makmur dengan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya.
Kerja samanya adalah penyediaan makanan penanggulangan stunting dan "emergency food" untuk bencana alam dengan nilai kontraknya mencapai Rp5 miliar dan masa kerja sama dua tahun.
Kerja sama lainnya melibatkan sejumlah UMKM Jateng, seperti Abel Etnic Solo menjalin kerja sama dengan Friny Collection dari Riau untuk penyediaan aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta dengan masa kontrak lima tahun.
Kemudian, CV Hury Accessories Kebumen bekerja sama dengan CV Naturaline Boyolali untuk penjualan bundling produk senilai Rp500 juta dengan masa kontrak lima tahun.
Tifani Batik Pekalongan juga menjalin sejumlah kerja sama, antara lain penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta, serta penyediaan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta.
Adapun Segar Asem Semarang mencatat kerja sama penyediaan produk minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta dan dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang senilai Rp1,05 miliar.
Ia mengatakan selama pameran pelaku usaha didorong tidak hanya berjualan, tetapi juga membangun jejaring, bertukar kontak bisnis, mengumpulkan database pelanggan, membuat konten, hingga mengoptimalkan media sosial.
Pameran tersebut juga membuka peluang pasar internasional, sebab July menyebut terdapat sejumlah pembeli dari luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk UMKM Jateng.
Salah satunya, "buyer" dari Brasil yang menyatakan minat terhadap produk tikar pandan sebanyak 6.460 lembar dengan potensi nilai kontrak sekitar Rp4,56 miliar.
"Selain itu, terdapat minat dari buyer asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat," katanya lagi.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno berharap jalinan kontrak kerja sama tersebut menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar," katanya pula.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 20 September 2026 00:43 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam Seminar Nasional "Sinergi Sains, Teknologi, dan Nilai Kebangsaan dalam Mencetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global” di Auditorium Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) sore. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan pendidikan harus menyiapkan manusia yang mampu mengendalikan akal imitasi (AI), bukan sekadar mengandalkan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.
“Kalau kita ingin terus eksis dan bermakna di dalam pendidikan, kita harus menanyakan apa peran manusia dalam penciptaan pengetahuan, karena penciptaan pengetahuan itu dilakukan oleh manusia dan AI (Artificial Intelligence/Akal Imitasi) pada saat ini,” katanya usai menjadi pembicara seminar nasional di Purwokerto, Sabtu sore.
Seminar nasional bertema "Sinergi Sains, Teknologi, dan Nilai Kebangsaan dalam Mencetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global” tersebut diselenggarakan Pengurus Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Stella mengatakan perkembangan AI tidak dapat diabaikan, tetapi penggunaan teknologi tersebut juga tidak semestinya menjadikan AI sebagai jawaban atas seluruh persoalan, termasuk dalam proses pendidikan.
Menurut dia, perguruan tinggi perlu memastikan pembelajaran yang diberikan mampu menghasilkan manusia yang dapat mengendalikan AI. Jika seluruh proses berpikir dan menghasilkan karya diserahkan kepada AI, kemampuan manusia untuk mengendalikan teknologi tersebut justru dapat melemah.
Selain itu, perguruan tinggi perlu memperjelas tujuan transmisi pengetahuan, apakah sekadar mempertahankan pengetahuan yang sudah ada atau mendorong pengembangan teknologi melalui riset.
“Yang paling penting dan jarang dibicarakan, mampukah kita mengkurasi apa yang penting diketahui, apa yang perlu ditemukan, dan apa yang sebenarnya tidak penting diketahui?” kata Wamendiktisaintek.
Dia menjelaskan pengetahuan bukan sekadar daftar seluruh fakta yang tersedia. AI dapat mengakses dan menyajikan banyak fakta, sedangkan manusia, khususnya ilmuwan, memiliki peran penting dalam menentukan pengetahuan yang relevan untuk diketahui dan disebarluaskan.
Kemampuan kurasi tersebut juga penting untuk menghadapi derasnya arus informasi, termasuk mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks. Stella menilai pendidikan tinggi di Indonesia perlu terus melakukan pembenahan agar mampu membentuk manusia dengan kemampuan tersebut.
Dia menyampaikan bahwa salah satu fokus peningkatan ke depan adalah memperkuat penggunaan bukti ilmiah untuk menghadirkan metode pembelajaran yang semakin efektif.
Stella mencontohkan pengalaman di Tiongkok dan Amerika Serikat yang menurut dia lebih banyak memanfaatkan science of learning atau ilmu tentang pembelajaran untuk menentukan metode belajar berdasarkan bukti ilmiah.
“Kita lebih banyak mungkin menggunakan akal sehat, tetapi akal sehat tidak akan cukup. Kita harus menggunakan bukti,” kata Wamendiktisaintek Stella.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 20 September 2026 00:42 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memberi keterangan pers setelah menjadi pembicara dalam seminar nasional di Auditorium Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) sore. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan perguruan tinggi perlu mengutamakan kualitas dalam pengembangan institusi, bukan mengejar besarnya ukuran atau kuantitas mahasiswa.
"STIE Satria akan lebih menuju ke kualitas dan tidak usah mementingkan kuantitas. Jadi bukan besarnya, tetapi kualitasnya," katanya setelah menjadi pembicara dalam seminar nasional di Auditorium Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu sore.
Seminar Nasional "Sinergi Sains, Teknologi, dan Nilai Kebangsaan dalam Mencetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global” tersebut diselenggarakan Pengurus Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.
Lebih lanjut, Wamendiktisaintek mengatakan tidak semua perguruan tinggi harus diarahkan menjadi universitas riset karena Indonesia juga memiliki kebutuhan besar terhadap pendidikan vokasi.
"Saya sangat setuju bahwa tidak semuanya itu harus menjadi universitas riset. Kebutuhan vokasi kita sebenarnya sangat-sangat mendalam," katanya menegaskan.
Dia mengatakan kebutuhan pendidikan vokasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dalam menentukan misi dan arah pengembangannya.
Stella juga mengapresiasi kualitas pertanyaan dan interaksi peserta dalam seminar yang menunjukkan adanya harapan besar terhadap pengembangan pendidikan di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah.
Dia mengharapkan Al Irsyad Al Islamiyyah memberikan perhatian terhadap tiga pertanyaan mendasar dalam pengembangan pendidikan tinggi, yakni bagaimana menciptakan ilmu, mentransmisikan ilmu, dan mengkurasi ilmu.
"Harapan saya adalah Al Irsyad Al Islamiyyah itu bisa sungguh-sungguh mengutamakan tadi pertanyaan dan memberikan jawaban dari pertanyaan. Bagaimana kita menciptakan ilmu, bagaimana kita mentransmisi ilmu, dan bagaimana kita mengkurasi ilmu," katanya.
Wamendiktisaintek menilai kemampuan mengkurasi pengetahuan semakin penting di tengah derasnya arus informasi.
Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu menentukan informasi yang penting diketahui dan disebarluaskan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak benar.
Stella mengatakan kualitas perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran institusi, juga oleh kemampuannya menciptakan, mentransmisikan, dan mengkurasi pengetahuan secara bermakna.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.