Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengemukakan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, membuat suasana wilayah menjadi adem ayem.
"Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam.
Ia menuturkan bahwa lantunan ayat-ayat suci Al Quran di berbagai lokasi di wilayah Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI menghadirkan suasana tenteram.
"Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," katanya.
Pengaruh pelaksanaan MTQ Nasional, menurut dia, terasa sampai ke platform media sosial yang biasanya riuh dengan berbagai informasi yang tidak semuanya jelas sumber maupun kebenarannya.
"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya.
"Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," katanya dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dia berharap pelaksanaan MTQ Nasional bisa mendorong orang untuk berbuat lebih banyak kebaikan, termasuk berhenti menyebarkan informasi yang tidak benar di dunia maya.
Baca juga: Jawa Tengah alokasikan anggaran Rp2 miliar untuk 2.000 penghafal Al Quran
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa ada empat kekuatan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Pertama, yaitu menjaga integritas dan muruah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian harus terus diperkuat," katanya.
Kedua, Jawa Tengah dapat memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran.
Ketiga, Jawa Tengah dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.
"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Nilai transaksi selama pameran MTQ Nasional mencapai Rp2,4 miliar
Baca juga: "Job Fair MTQ 2026" tawarkan lebih dari 3.000 lowongan kerja
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.