Menkeu Suahasil Hadiri Pertemuan di Kantor BI, Apa yang Dibahas? - Makro Katadata.co.id

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti di  kantor Bank Indonesia pada Kamis (24/9). Keduanya, antara lain membahas strategi pembiayaan pemerintah pada tahun depan. 

"Kami sedang mendesain, bagaimana strategi pembiayaan 2027, tentu ini berkoordinasi dengan bank sentral. Karena harus memperhatikan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko dan kesinambungan fiskal," ujar Suahasil dalam konferensi pers di kantor BI. 

Suahasil menjelaskan, pemerintah dan BI memerlukan koordinasi yang erat, terutama dalam konteks pembiayaan. Keduanya membahas bagaimana strategi penerbitan surat berharga negara dan surat perbendaharaan negara, termasuk yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun depan. 

Menurut dia, pertemuan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia merupakan hal yang wajar. Kedua lembaga selalu berkoordinasi secara bilateral maupun dalam forum Komite Kebijakan Stabilitas Keuangan bersama LPS dan OJK. 

"Kami bersinergi dalam menumbuhkan sektor-sektor perekonomian. Karena sektor-sektor ini menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," ujar dia. 

Dalam pertemuannya dengan Destry, menurut Suahasil, keduanya juga membahas fenomena yang ada di pasar keuangan, termasuk pembentukan suku bunga di perekonomian domestik. 

"Di Kementerian Keuangan, sejumlah BLU (Badan Layanan Umum) telah kami beri arahan tidak hanya mengejar bunga yang tinggi. Harus diimbangi dengan kewajiban mereka menciptakan pendapatan," kata dia.

Destry dalam konferensi pers yang sama juga menyatakan bahwa pertemuan kedua lembaga negara ini merupakan hal yang biasa dalam melakukan sinergi. Menurut dia, ada beberapa isu yang dibahas keduanya, mencakup likuiditas di pasar keuangan dan strategi penerbitan surat utang pemerintah dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. 

"Ada  juga beberapa hal lain yang kami bahas, yang sebenarnya merupakan pembahasan reguler, khususnya tim teknis di KSSK," ujar dia. 

Unila: IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Unila: IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

Kamis, 24 September 2026 18:40 WIB

Image Print

Rektor Unila Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memberikan sambutan pada kegiatan The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026, di Bandarlampung, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Unila

Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Lampung (Unila) menyebutkan bahwa gelaran The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026 yang diikuti 160 peserta yang berasal dari 11 negara, baik secara tatap muka maupun melalui ruang virtual sebagai upaya memperkuat kolaborasi interdisipliner guna menghadapi tantangan global.

"Gelaran IICIS ke-6 tahun ini mengangkat tema 'Advancing Blue-Green Development: Interdisciplinary Responses to Global Challenges'. Tema ini dirancang sebagai bentuk respons konkret terhadap kompleksitas tantangan global yang makin mendesak," kata Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.,di Bandarlampung, Kamis.

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar pilihan intelektual, melainkan respons terhadap kenyataan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, degradasi ekosistem pesisir, ketimpangan ekonomi, hingga transformasi digital tidak dapat dijawab oleh satu disiplin ilmu saja.

"Blue-green development merupakan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan dengan prinsip pembangunan hijau, ekonomi sirkular, dan keadilan sosial," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan pendekatan interdisipliner yang menghubungkan ilmu sosial, politik, ekonomi, hukum, komunikasi, lingkungan, hingga teknologi dalam merumuskan kebijakan yang responsif.

"Blue-green development mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak boleh memisahkan daratan dan lautan, pertumbuhan dan keberlanjutan, inovasi dan keadilan sosial. Kita dituntut merancang kebijakan, praktik bisnis, dan tata kelola yang mampu menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama komunitas pesisir," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebojša Koharovi yang turut hadir memberikan apresiasi atas konsistensi Unila dalam membangun kolaborasi akademik internasional.

Koharovi mengenang kembali awal kemitraan antara Kroasia dan Unila yang dimulai tujuh tahun lalu saat Lampung menjadi provinsi pertama yang ia kunjungi di awal masa tugasnya.

"Tujuh tahun lalu kami berada di ruangan yang berbeda, dengan sekitar sepuluh orang dari Kroasia dan beberapa wakil Unila. Saat itu kami memulai sesuatu yang belum diketahui ke mana arahnya," kata dia.

Ia menilai kolaborasi tersebut kini telah berkembang signifikan melampaui ekspektasi awal, hingga mampu memfasilitasi konferensi internasional dan program summer school berskala luas.

"Wadah ilmiah seperti ini sangat krusial di tengah dinamika hubungan internasional yang kian kompleks. Dampak kegiatan ini tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa dan generasi muda, sekaligus membangun dasar hubungan yang lebih luas antarnegara," kata dia.

Universitas Lampung (Unila) menggelar The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026 yang dirangkaikan dengan Summer School 2026 serta Rapat Kerja Nasional Development Studies Association (DSA) Indonesia di Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unila sebut IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Meta kenalkan “Muse Charm”, perangkat AI mirip gantungan kunci

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Meta memperkenalkan Muse Charm, perangkat genggam berukuran kecil mirip gantungan kunci yang berfungsi untuk memberikan akses cepat ke asisten kecerdasan buatan (AI) Muse tanpa harus menggunakan kacamata pintar.

Dilansir dari laporan Gizmochina pada Kamis, perangkat tersebut diperkenalkan CEO Meta Mark Zuckerberg dalam ajang Connect. Muse Charm dihadirkan agar pengguna bisa berinteraksi dengan Muse di mana saja melalui perangkat khusus yang mudah dibawa.

Muse Charm memiliki layar OLED berukuran sekitar 2 inci (5 cm). Saat dinyalakan, layar menampilkan avatar virtual Muse yang dapat disesuaikan tampilan, pakaian, dan maupun suaranya.

Baca juga: Kalahkan ChatGPT, Muse telah diunduh 1,8 juta kali dalam 12 hari

Perangkat ini dapat dikenakan di pergelangan tangan, disimpan di saku, atau dipasang pada tas maupun dijadikan aksesori gantungan kunci.

Bagian bodinya menggunakan material semi-transparan sehingga komponen elektronik di dalamnya dapat terlihat dari bagian belakang dan sisi perangkat.

Uniknya, dua perangkat Muse Charm dapat saling mengenali dan berinteraksi ketika pemiliknya sedang berdekatan. Fitur tersebut menjadi salah satu fitur sosial yang ditawarkan Meta pada perangkat AI berukuran kecil tersebut.

Baca juga: Amazon larang Muse AI milik Meta untuk belanja di situsnya

Muse Charm juga dilengkapi modem 5G sehingga pengguna dapat mengakses Muse tanpa harus terhubung ke jaringan Wi-Fi. Perangkat ini memiliki sensor sidik jari untuk membuka kunci, serta kamera di bagian depan dan belakang.

Kamera tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengambil foto dan video, tetapi juga memberikan informasi visual kepada Muse untuk dianalisis. Pengguna dapat melihat hasil tangkapan kamera langsung di perangkat.

Selain untuk mengakses AI, Muse Charm dapat memutar musik dan video. Perangkat ini juga dilengkapi speaker, mikrofon, serta port USB-C untuk pengisian daya.

Baca juga: Meta rilis Muse untuk Mac, AI bisa bekerja langsung di komputer

Meta turut memperbarui kemampuan Muse. Asisten AI tersebut nantinya dapat digunakan dalam panggilan video melalui avatar AI yang dapat disesuaikan dan memberikan respons secara real-time.

Muse juga akan memperoleh alamat email sendiri. Dengan begitu, AI dapat menyelesaikan tugas tertentu dan berkomunikasi langsung dengan pengguna melalui email.

Muse Charm dikembangkan oleh laboratorium desain baru milik Meta yang dilaporkan dipimpin mantan kepala desain antarmuka pengguna Apple, Alan Dye.

Baca juga: Meta siapkan kacamata tanpa kamera, usai badai kritik soal privasi

Meta awalnya berencana meluncurkan Muse Charm pada 2027. Namun, Zuckerberg dikabarkan ingin pengembangan perangkat tersebut dipercepat sehingga dapat dirilis pada akhir 2026.

Muse Charm akan mulai tersedia sebelum musim liburan akhir tahun pada Desember. Meta belum mengumumkan harga Meta Charm dan menjanjikan informasi lebih detail mengenai perangkat tersebut di kemudian hari.

Baca juga: Meta rilis Muse, agen AI yang bisa kirim email hingga berbelanja

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Trump dan Xi akan bertemu di Gedung Putih

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Trump dan Xi akan bertemu di Gedung Putih

Kamis, 24 September 2026 18:40 WIB

Image Print

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato dalam sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 22 September 2026. ANTARA/Mehmet Ali Ãzcan - Anadolu Agency /pri.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada Kamis, sehari setelah kesepakatan gencatan perang dagang satu tahun mereka resmi diperpanjang.

Fokus perhatian publik kini tertuju pada sejauh mana kedua pemimpin dapat mencapai kesepakatan terkait tata kelola kecerdasan buatan (AI).

Para pejabat dari kedua negara menyatakan bahwa tujuan utama dari pertemuan tingkat tinggi itu adalah untuk menjaga stabilitas hubungan AS-China, meskipun sejumlah perselisihan mendasar masih belum terselesaikan, termasuk masalah mineral kritis, Taiwan, dan Iran.

Trump dan Xi—yang melakukan kunjungan pertamanya ke Washington dalam 11 tahun terakhir—diperkirakan akan menghabiskan banyak waktu untuk membahas isu-isu ekonomi.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang yang masih rapuh ini selama dua bulan hingga 10 Januari, dari yang semula dijadwalkan berakhir pada 10 November.

Langkah gencatan perang dagang untuk menekan tarif balasan yang sempat menembus angka 100 persen itu dinilai sangat krusial guna menjaga keberlangsungan upaya pemulihan hubungan yang tengah berjalan.

Trump dan Xi pertama kali sepakat menunda perang dagang saat bertemu di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu.

Kesepakatan tersebut mencakup penundaan penerapan kontrol ekspor baru oleh China terhadap mineral tanah jarang, yang merupakan bahan baku vital bagi produk teknologi tinggi.

Kunjungan kenegaraan Xi tersebut, yang berlangsung sekitar empat bulan setelah kunjungan Trump ke Beijing, sekaligus menegaskan keinginan bersama untuk melanjutkan dialog tingkat tinggi di tengah persaingan politik, ekonomi, dan teknologi yang kian sengit.

Sejak awal kunjungan tiga hari Xi, Trump telah menunjukkan kehangatan terhadap pemimpin China tersebut—figur yang berulang kali disebut Trump memiliki "hubungan yang sangat baik" dengannya.

Trump bahkan menyambut Xi secara langsung di bandara pada Rabu melalui penyambutan resmi yang luar biasa.

Menjelang pemilu sela pada November, Trump tampak bersemangat untuk menunjukkan kepiawaian diplomasinya dalam menghadapi China kepada warganya.

China tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di luar AS, tetapi juga dipandang oleh Washington sebagai tantangan keamanan nasional yang paling signifikan.

Kedua negara juga telah memutuskan untuk membuka dialog mengenai AI, mengingat penanganan dampak keamanan dari teknologi itu telah berkembang menjadi salah satu sektor potensial untuk kerja sama.

Kepada para wartawan pada Minggu, Bessent mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengusulkan kepada China pembentukan sistem pemberitahuan dini untuk insiden AI yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional.

Di sektor ekonomi, para pejabat AS berharap China akan berkomitmen meningkatkan pembelian daging sapi dan produk pertanian AS lainnya.

Mereka juga memberi sinyal akan melanjutkan pemangkasan tarif timbal balik untuk sejumlah komoditas di sektor non-sensitif.

Kendati demikian, banyak pakar hubungan AS-China tidak mengantisipasi adanya kesepakatan besar antara Trump dan Xi yang mampu mendongkrak tingkat kepuasan publik Trump.

Angka kepuasan publik terhadap Trump diketahui merosot akibat dampak ekonomi dari perang melawan Iran, di mana gangguan besar pada jalur pelayaran di Selat Hormuz telah melonjakkan harga bahan bakar di AS dan berbagai belahan dunia.

Trump, yang terakhir kali menggelar pembicaraan tatap muka secara mendalam dengan Xi pada pertengahan Mei, terus mengupayakan bantuan China untuk menekan Iran seiring berlarutnya konflik tanpa tanda-tanda usai.

Namun, Tiongkok—mitra ekonomi paling penting bagi Iran—menunjukkan sedikit minat untuk mengambil tindakan yang dapat dipersepsikan memihak Amerika Serikat.

Selain konflik berusia hampir tujuh bulan yang telah mengganggu pasokan energi global serta meningkatkan risiko inflasi tersebut, Trump dan Xi kemungkinan akan membahas perang Rusia di Ukraina serta ambisi nuklir Korea Utara.

Meski begitu, para pejabat AS memberi isyarat bahwa isu-isu non-bilateral tersebut kemungkinan besar tidak akan menjadi fokus utama pembicaraan.

Seperti biasa, Xi diperkirakan akan mengangkat isu Taiwan, pulau demokratis yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menampik kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengembalikannya ke bawah kendali Beijing.

Para sekutu dan mitra AS di Asia kini semakin cemas bahwa Trump mungkin akan mengurangi dukungan pertahanan jangka panjang Washington untuk Taiwan demi mendapatkan kesepakatan ekonomi dengan China.

Kekhawatiran mengenai komitmen keamanan kawasan tersebut kian memuncak setelah Trump, dalam sebuah wawancara saat kunjungannya ke Beijing, menggambarkan rencana penjualan senjata senilai sekitar 14 miliar dolar AS ke Taiwan hanya sebagai "kartu negosiasi" dengan China.

Sumber: Kyodo

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump-Xi Bertemu, tata kelola AI jadi salah satu fokus utama

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Kuasa hukum minta penanganan kasus udang impor berjalan transparan

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Kuasa hukum Pieter C. Zulkifli meminta penanganan kasus udang impor yang diamankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur berjalan transparan dan proporsional.

Pieter C. Zulkifli selaku corporate lawyer PT Baramuda Bahari dan PT Mega Marine Pride dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan kewenangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan pengawasan peredaran komoditas udang impor.

"Penegakan hukum jangan mematikan iklim usaha daerah. Apakah penyegelan merupakan langkah yang paling proporsional ketika proses pemeriksaan terhadap perusahaan dan komoditas tersebut masih berlangsung?" kata Pieter.

Ia pun meminta KKP menjelaskan kepada publik mengenai pelanggaran spesifik yang telah terbukti, dugaan atau indikasi yang masih diperiksa, dasar hukum penyegelan, status hukum sekitar 900 ton komoditas yang disegel serta target penyelesaian pemeriksaan.

Pieter menekankan kejelasan tersebut penting karena penghentian operasional perusahaan tidak hanya berdampak kepada pemilik dan manajemen, tetapi juga pekerja, keluarga pekerja, pemasok, jasa transportasi, pelaku UMKM, dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.

"Kami tidak meminta KKP menghentikan pengawasan. Kami meminta pengawasan dilakukan secara transparan, proporsional dan memberikan kepastian hukum," ucapnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menegaskan bahwa sikap perusahaan bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan permintaan agar pemerintah menjalankan fungsi pengawasan secara adil, berdasarkan proses pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

"Oleh karena itu, kami meminta KKP terus melakukan pengawasan, pembinaan dan penindakan, tetapi tidak boleh kehilangan pijakan konstitusionalnya. Keinginan menghukum setiap pelanggaran tidak dapat dijadikan alasan untuk mengendurkan standar pembuktian atau mengabaikan hak-hak yang dijamin konstitusi," ujarnya.

Menurut dia, sebanyak 1.048 ton udang impor diamankan KKP. Dua perusahaan di Kabupaten Pasuruan yang menjadi lokasi penyegelan meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka dasar hukum dan status komoditas yang diamankan.

Baca juga: KKP amankan 1.048 ton udang impor tak sesuai peruntukan

Sebelumnya, KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) melakukan pengawasan terhadap peredaran komoditas perikanan impor berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari pengawasan tersebut, KKP mengamankan total 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukannya. Komoditas itu berasal dari Kanada, Argentina, dan Ekuador dan masuk melalui kawasan berikat. Menurut KKP, udang tersebut seharusnya diolah untuk kemudian diekspor kembali.

Pengamanan dilakukan di beberapa lokasi, yakni 4,06 ton udang pink di Probolinggo, 15,10 ton udang pink di Pasuruan, 885,3 ton udang merah di Pasuruan serta 144 ton udang vaname di Lamongan.

KKP menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan komoditas impor tidak masuk dan beredar di pasar domestik, sekaligus menjaga iklim usaha dan melindungi pembudidaya udang dalam negeri.

Namun, dua perusahaan di Pasuruan, yakni PT Baramuda Bahari dan PT Megamarine Pride, mempertanyakan penyegelan yang dilakukan terhadap komoditas mereka.

Direksi PT Baramuda Bahari (PT BAN) dan PT Mega Marine Pride (PT MMP) menyatakan bahan baku Argentine Red Shrimp sebanyak 885,3 ton yang diamankan PSDKP masuk secara legal berdasarkan dokumen kepabeanan BC 2.3.

Dalam pernyataan resmi direksi kedua perusahaan, bahan baku tersebut bukan komoditas yang hendak langsung diedarkan di pasar domestik, melainkan akan diproses menjadi produk jadi untuk kemudian diekspor kembali.

Baca juga: Satgas tuntaskan pemusnahan udang re-impor terkontaminasi Cesium-137

Baca juga: Pemerintah kaji kebijakan impor scrap besi usai temuan radioaktif

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

KB Bank (BBKP) Tawarkan Transaksi Langsung Won-Rupiah, Bisa Hemat Kurs 20% - Bursa Katadata.co.id

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank memiliki layanan local currency transaction (LCT) Korean won (KRW) untuk menggaet lebih banyak nasabah korporasi asal Korea Selatan. Upaya itu dijalankan perseroan di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.

LCT Korean won memungkinkan nasabah melakukan transaksi langsung dari rupiah ke won Korsel tanpa harus melalui konversi ke dolar Amerika Serikat (AS). Metode tersebut membuat nasabah menghemat biaya transaksi secara signifikan dibandingkan dengan harus menukarkan ke dolar AS terlebih dulu.

Kepala Divisi Transaction Banking KB Bank, Novita S Djani menuturkan, LCT memberikan efisiensi bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi dengan Korea. Sebelumnya, nasabah yang hendak melakukan pembayaran ke Korea harus mengonversi rupiah ke dolar AS, kemudian kembali menukarkan dolar tersebut ke won Korsel.

“Dengan LCT, itu jadi membuat menjadi lebih efisien dari segi transaksionalnya, jadi mempercepat waktu untuk transfer keluarnya, dan juga membuat menjadi lebih murah, karena nasabah itu cuma kena satu kali untuk FX-nya,” kata Novita dalam Media Workshop KB Bank di Jakarta, Kamis (24/9).

Menurut dia, skema tersebut membantu perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia dan memiliki kebutuhan pembayaran ke kantor pusatnya di Korea. Kebutuhan tersebut antara lain repatriasi dana ke kantor pusat, pembayaran uang sekolah hingga pembayaran asuransi.

KB Bank melihat layanan LCT juga dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan bisnis foreign exchange (FX) perseroan. Novita mengatakan layanan tersebut sekaligus menjadi nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada nasabah korporasi Korea.

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi menuturkan, LCT juga berpotensi menghemat biaya transaksi nasabah karena memangkas salah satu tahapan konversi mata uang. Menurut perhitungan kasar perseroan, nasabah dapat menghemat sekitar 20% dari spread apabila transaksi dilakukan secara langsung melalui skema LCT dibandingkan melalui dua kali konversi mata uang.

“LCT ini bisa menghemat spread. Kalau dulu kan rupiah ke USD (dolar AS), USD ke Korean won, itu mungkin bisa sampai 20% dari spread itu yang bisa dihemat oleh nasabah,” ujar Widodo.

Dia mengatakan, potensi tersebut menjadi semakin relevan bagi nasabah yang memiliki transaksi rutin dengan Korea. KB Bank pun terus melakukan edukasi kepada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia mengenai manfaat penggunaan LCT.

Menurut Widodo, transaksi won Korsel di KB Bank menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan. Kendati demikian, dia belum membeberkan volume transaksi menggunakan LCT ini di KB Bank.

“Dari bulan ke bulan trennya naik terus. Kalau kami lihat year on year-nya masih di high single digit, tetapi pertumbuhannya masih luar biasa,” kata dia.

KB Bank memperkirakan pertumbuhan transaksi won Korea masih dapat meningkat ke level double digit seiring semakin luasnya pemanfaatan LCT. Widodo menganggap edukasi menjadi salah satu pekerjaan rumah karena belum banyak perusahaan Korea yang mengetahui fasilitas transaksi langsung dalam mata uang lokal tersebut.

Dia menyatakan, layanan LCT juga dapat menjadi pintu masuk bagi KB Bank untuk memperluas hubungan dengan nasabah korporasi. “LCT ini juga merupakan suatu door opener, karena ini adalah suatu unique value proposition yang bisa ditawarkan oleh KB Bank,” ucap Widodo.

Kendati demikian, kata dia, KB Bank tidak melihat adanya lonjakan berarti pada simpanan valuta asing nasabah meski kondisi nilai tukar rupiah bergejolak.

Widodo mengatakan komponen terbesar dana pihak ketiga (DPK) KB Bank masih berasal dari rupiah. Kondisi tersebut berlaku baik pada segmen ritel maupun wholesale.

Identitas Digital Makin Sulit Diverifikasi di Era AI, Ini Risiko yang Disorot Pelaku Industri

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Idham Nur Indrajaya

| 24 September 2026, 18:40 WIB

Identitas Digital Makin Sulit Diverifikasi di Era AI, Ini Risiko yang Disorot Pelaku Industri

Identitas digital makin sulit diverifikasi di era AI. Kenali risiko manipulasi suara, video, dokumen, dan keamanan data. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Bagaimana jika suara seseorang yang terdengar di telepon ternyata bukan benar-benar suaranya? Atau video yang memperlihatkan seseorang berbicara ternyata telah dibuat dengan bantuan Artificial Intelligence (AI)?

Pertanyaan tersebut semakin relevan ketika AI berkembang dari sekadar alat untuk mengolah informasi menjadi teknologi yang mampu menghasilkan dan memanipulasi konten. Kondisi ini membuat identitas digital menghadapi tantangan baru, terutama ketika suara, video, dan dokumen selama ini menjadi bagian dari cara seseorang membuktikan keaslian dirinya.

Dalam layanan keuangan dan asuransi, persoalan tersebut menjadi lebih penting karena identitas berkaitan dengan akses terhadap layanan, perlindungan data, hingga berbagai proses yang melibatkan informasi pribadi nasabah.

Mengapa Identitas Digital Makin Sulit Diverifikasi di Era AI?

Identitas digital semakin sulit diverifikasi karena AI membuat konten yang tampak autentik dapat dibuat atau dimanipulasi dengan lebih mudah. Suara, video, identitas visual, dan dokumen kini perlu diperhatikan keasliannya secara lebih serius dalam proses autentikasi.

Persoalannya bukan berarti suara atau video tidak lagi dapat digunakan sebagai bukti identitas. Tantangannya adalah bukti tersebut tidak selalu cukup jika berdiri sendiri, terutama ketika teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan representasi seseorang yang tampak meyakinkan.

Perubahan ini menciptakan pergeseran sederhana dalam cara memahami keamanan digital. Jika sebelumnya seseorang cenderung bertanya “apakah ini benar-benar orang tersebut?”, perkembangan AI membuat pertanyaan berikutnya menjadi “bagaimana keaslian identitas tersebut dapat dibuktikan?”

Pertanyaan kedua menjadi penting karena penampilan yang meyakinkan belum tentu identik dengan autentisitas.

Apa yang Bisa Dipalsukan AI dan Mengapa Berisiko?

Perkembangan AI membuat sejumlah bentuk representasi digital perlu mendapatkan perhatian lebih dalam proses verifikasi.

  • Suara: teknologi AI dapat digunakan untuk menghasilkan atau memanipulasi suara sehingga menyerupai seseorang.

  • Video: wajah dan gerakan seseorang dapat menjadi bagian dari konten yang dimanipulasi.

  • Dokumen: dokumen digital juga menghadapi tantangan ketika teknologi semakin mampu menghasilkan atau mengubah konten.

  • Identitas visual: representasi seseorang dalam bentuk digital semakin membutuhkan mekanisme untuk memastikan bahwa identitas tersebut benar-benar autentik.

Risiko utamanya bukan hanya muncul ketika konten palsu dibuat. Masalah yang lebih besar dapat terjadi ketika seseorang atau organisasi menganggap konten tersebut autentik tanpa melakukan verifikasi yang memadai.

Inilah yang membuat perkembangan AI berkaitan langsung dengan keamanan identitas digital. Semakin sulit membedakan representasi asli dan hasil manipulasi hanya dari tampilannya, semakin penting pula proses autentikasi yang berada di baliknya.

Gelar Operasi Sikat Musi I Hari Pertama, Satgas Preventif Polda Sumsel Amankan Aksi Premanisme di Palembang

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Kamis, 24 September 2026 - 18:39 WIB

Jakarta, VIVA – Satgas Preventif Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menindak aksi premanisme di kawasan Simpang Macan Lindungan, Palembang, Kamis siang, 24 September 2026.

Baca Juga

Penindakan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Musi I 2026 hari pertama yang dipimpin Kasatgas Preventif Ops Sikat Musi I Kompol Amin Hanafi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Operasi ini melibatkan 11 personel serta dipastikan dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Baca Juga

Petugas berhasil mengamankan tiga orang beserta uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas premanisme jalanan. Ketiganya yakni A (28), pengamen asal Jalan Perintis 1 Palembang, dengan uang tunai Rp4.500; MRD (26), pengamen asal Jalan Macan Lindungan LR. Kopri, dengan uang tunai Rp15.000; serta RF (21), pegawai bangunan asal Macan Lindungan LR. Tunggal 5, dengan uang tunai Rp24.000.

Seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti telah didata dan diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga

Kasatgas Humas Ops Sikat Musi I Kompol I Putu Suryawan, membenarkan adanya penindakan tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan Satgas Preventif merupakan bagian dari respons kepolisian terhadap keresahan masyarakat sekaligus upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Benar bahwa Satgas Preventif Operasi Sikat Musi I telah melaksanakan giat penindakan terhadap aksi premanisme di kawasan Simpang Macan Lindungan Palembang. Langkah penertiban ini dilakukan secara terukur untuk merespons keresahan masyarakat serta memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sumsel tetap kondusif,” ujar Kompol I Putu Suryawan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mendukung langkah kepolisian dan tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan premanisme yang mengganggu ketertiban umum,” imbuhnya.

Polda Sumsel menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Sikat Musi I 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada upaya preventif dan pemeliharaan keamanan di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehadiran personel di lokasi-lokasi yang dinilai rawan diharapkan dapat mencegah gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang meresahkan atau berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. (rpi)

Kapolda Sumsel Buka Latpraops Sikat I Musi 2026.

Kapolda Sumsel Buka Latpraops Sikat I Musi 2026, Target Kejahatan Jalanan dan Jamin Keamanan Masyarakat

Kapolda Sumsel membuka Latpraops Sikat I Musi 2026. Operasi 16 hari ini menyasar curat, curas, curanmor dan premanisme untuk menjaga keamanan masyarakat.

VIVA.co.id

23 September 2026

Sulawesi Tengah kawal tujuh usulan penetapan wilayah adat

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Sulawesi Tengah kawal tujuh usulan penetapan wilayah adat

Kamis, 24 September 2026 18:39 WIB

Image Print

Rapat koordinasi (Rakor) yang digelar bertepatan dengan Hari Tani Nasional 2026, dengan tema “Sinergi Multipihak dalam Pengakuan Hak Tenurial dan Perlindungan Wilayah Adat” di Kota Palu, Kamis (24/9/2029). (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengawal tujuh usulan penetapan wilayah adat, dengan total luas mencapai 116.477 hektare.

“Ini amanah besar untuk Pemprov Sulteng. Selanjutnya akan kita verifikasi, dan berkoordinasi dengan kementerian,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sulteng Novalina di Palu, Kamis.

Hal itu disampaikan Nova dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar bertepatan dengan Hari Tani Nasional 2026, dengan tema “Sinergi Multipihak dalam Pengakuan Hak Tenurial dan Perlindungan Wilayah Adat”.

Dalam rakor tersebut, tujuh masyarakat hukum adat juga mengusulkan penetapan wilayah adat dengan total luas mencapai 116.477,26 hektare.

Usulan tersebut meliputi Tau Taa Wana Lipu Mpoa dengan luas 16.955 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai.

Kemudian Tau Taa Wana Lipu Vula Vanangga Bulang mengusulkan 22.098,61 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Morowali Utara.

Tau Taa Wana Lipu Uamatopa mengusulkan wilayah seluas 14.738,91 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Morowali Utara. Sementara Tau Taa Wana Lipu Kasiala mengusulkan 32.130,03 hektare di dua kabupaten yang sama.

Berikutnya, Ngata Sivoi Bangga mengusulkan 16.193,80 hektare di Kabupaten Sigi dan Donggala.

Ngata Tompu mengusulkan 5.604,67 hektare di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong. Sedangkan Topo Tara Ngata Fatutela mengusulkan 3.756,44 hektare di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Novalina juga mengakui jika ada beberapa usulan yang masuk ke kementerian dan dinyatakan belum lengkap. Hal itu menjadi perhatian bersama serta memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten.

“Koordinasi itu agar setiap usulan yang ke kementerian, sudah terverifikasi dengan baik, dokumennya sudah lengkap, hingga waktu penetapan pengakuan tidak menunggu lama,” katanya.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

BMKG siapkan 129 Sekolah Lapang di 30 provinsi pada 2027

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Ini sudah dibagi-bagi untuk wilayah barat, tengah, dan timur. Mohon dukungan dan juga arahan dari bapak ibu pimpinan dan anggota Komisi V

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pihaknya mempersiapkan sebanyak 129 Sekolah Lapang di 30 provinsi pada tahun 2027 sebagai bentuk dukungan program prioritas nasional.

"Ini sudah dibagi-bagi untuk wilayah barat, tengah, dan timur. Mohon dukungan dan juga arahan dari bapak ibu pimpinan dan anggota Komisi V," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Kamis, tentang penetapan Hasil Penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 Mitra Kerja Komisi V DPR RI Sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran.

Sekolah Lapang adalah upaya mengedukasi publik dan meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana di Indonesia.

Dia menyebutkan ada kebutuhan sebesar Rp119 miliar untuk program kerja prioritas nasional.

Baca juga: BMKG edukasi nelayan antisipasi cuaca ekstrem lewat sekolah lapang

Teuku Faisal mengatakan pada 2027 kebutuhan BMKG sebesar Rp4,6 triliun. Untuk pagu indikatif Rp2,16 triliun. Kemudian pagu anggaran SBPA adalah Rp2,522 triliun sehingga ada backlog sebesar Rp2,1 triliun.

Terkait belanja modal, lanjut dia, ada kebutuhan untuk pembangunan gedung layanan Balai Besar MKG Wilayah 1 di Medan.

"Untuk deputi bidang meteorologi yang paling besar, 65,9 persen untuk berbagai penguatan di radar cuaca, radar maritim, dan infrastruktur gedung. Untuk klimatologi Rp56,62 miliar," katanya.

Untuk infrastruktur gedung layanan klimatologi dan geofisika untuk 2027, lanjut dia, masih relatif kecil, 2,5 persen. Namun pada 2028, akan ada prioritas lebih untuk hal itu.

Baca juga: BMKG tingkatkan literasi cuaca nelayan lewat SLCN di Bekasi

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.