Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menegaskan dukungannya kepada Rusia dalam surat ulang tahun untuk Presiden Vladimir Putin. Ia bahkan menyebut perang Rusia di Ukraina sebagai perang "suci".
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, Korea Utara menjadi salah satu sekutu utama Kremlin. Pyongyang mengirim pasukan untuk membantu Rusia dalam perang tersebut dengan imbalan keuntungan ekonomi dan teknologi militer.
Badan intelijen Korea Selatan tahun lalu memperkirakan sekitar 2.000 tentara Korea Utara tewas dalam perang itu. Dalam perkiraan yang lebih baru, jumlah tentara Korea Utara yang tewas atau terluka disebut mencapai sekitar 6.000 orang.
"Saya senang dapat menjalin persahabatan yang baik dengan Anda dan membuka babak baru dalam hubungan kedua negara kita," kata Kim dalam surat tersebut, seperti dikutip kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA).
"Saya kembali menegaskan dukungan saya yang tidak akan berubah kepada Anda dan Federasi Rusia."
Kim juga menyatakan keyakinannya bahwa “perang suci dan adil” yang dijalankan Rusia akan berakhir dengan kemenangan.
Surat itu disampaikan di tengah hubungan Korea Selatan dan Ukraina yang tengah tegang setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa dua tentara Korea Utara yang ditangkap telah diserahkan kepada Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan mengecam pengungkapan tersebut karena operasi itu seharusnya dirahasiakan. Ketegangan ini juga membuat permintaan Kyiv agar Seoul memasok persenjataan menjadi semakin rumit.
Hingga kini, Korea Selatan belum memberikan senjata mematikan kepada Ukraina dengan alasan aturan dalam negeri melarang pemberian bantuan militer kepada negara yang sedang berperang.
Zelenskyy sebelumnya mengatakan Korea Utara tampaknya bersiap mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia untuk membantu negara itu dalam perang Ukraina.