Kapten timnas Spanyol raih Bola Emas Piala Dunia 2026 - ANTARA News Sumatera Utara

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Gelandang sekaligus kapten timnas Spanyol, Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas atau penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2026 setelah membawa La Roja menjuarai turnamen.

Penghargaan itu dipastikan usai Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat pada Senin WIB.

Rodri menjadi sosok sentral dalam keberhasilan Spanyol merebut gelar kedua juara dunia. Meski tidak mencetak gol sepanjang turnamen, gelandang Manchester City itu tampil konsisten sebagai pengatur tempo permainan dan pengendali penguasaan bola, yang menjadi ciri khas permainan La Roja.

"Tim ini luar biasa. Kami adalah juara dunia dua kali. Itu pencapaian yang sangat sulit, mungkin yang tersulit dalam sepak bola. Kami meraihnya dengan mengalahkan tim sekuat Argentina," kata Rodri yang dikutip ESPN.

Bagi Rodri, Golden Ball menjadi pelengkap kebangkitannya setelah mengalami cedera ligamen anterior (ACL) hampir dua tahun lalu. Peraih Ballon d'Or 2024 itu mengaku bangga bisa kembali mencapai level tertinggi dalam kariernya.

"Saya bangga dan berharap generasi baru melihat bahwa hal itu mungkin terjadi. Seorang pemain yang pernah berada di puncak lalu jatuh, masih bisa bangkit lagi. Ini adalah contoh bagaimana mengatasi kesulitan. Kita harus percaya. Sungguh luar biasa," ujarnya.

Keberhasilan tersebut membuat Rodri masuk ke dalam kelompok elite pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia, Liga Champions UEFA, dan Ballon d'Or.

Dia juga menggagalkan Lionel Messi untuk meraih Golden Ball ketiga sepanjang kariernya. Messi harus puas menerima Silver Ball (kedua), sementara penyerang Prancis Kylian Mbappe memperoleh Bronze Ball (ketiga).

Berikut daftar peraih Bola Emas Piala Dunia:

1978 (Argentina): Mario Kempes (Argentina)
1982 (Spanyol): Paolo Rossi (Italia)
1986 (Meksiko): Diego Maradona (Argentina)
1990 (Italia): Salvatore Schillaci (Italia)
1994 (Amerika Serikat): Romário (Brasil)
1998 (Prancis): Ronaldo Nazário (Brasil)
2002 (Korea Selatan/Jepang): Oliver Kahn (Jerman)
2006 (Jerman): Zinedine Zidane (Prancis)
2010 (Afrika Selatan): Diego Forlán (Uruguay)
2014 (Brasil): Lionel Messi (Argentina)
2018 (Rusia): Luka Modric (Kroasia)
2022 (Qatar): Lionel Messi (Argentina)
2026 (Kanada, Meksiko, Amerika Serikat): Rodri (Spanyol)

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Motor Ini Dibatasi Isi Pertalite di Beberapa SPBU, Ini Kata Pertamina

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga buka suara terkait kebijakan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mulai membatasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun mengatakan bahwa pembatasan tersebut merupakan kebijakan proaktif yang diambil oleh masing-masing SPBU.

"Kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil SPBU. Pengaturan tersebut adalah kebijakan masing-masing dari SPBU ya," kata dia kepada CNBC Indonesia, Senin (20/7/2026).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pada prinsipnya Pertamina mendukung penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal.

Roberth lantas membantah anggapan bahwa kebijakan tersebut ditujukan kepada merek sepeda motor tertentu. Menurutnya, Suzuki Thunder yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara normal tidak mengalami kendala saat melakukan pengisian BBM di SPBU.

"Terkait merek tertentu, hal ini tidak menjadi batasan atau kekhususan, bahkan statement dari Ketum Club Motor tersebut tidak mendapatkan kendala apapun dalam pengisian BBM-nya di SPBU karena memang digunakan untuk kegiatan sehari-hari secara wajar," ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa di lapangan ditemukan sejumlah oknum yang memanfaatkan jenis sepeda motor tertentu dengan memodifikasi tangki BBM. Sehingga kapasitasnya melebihi spesifikasi pabrikan atau melakukan pengisian BBM secara berulang-ulang.

"Hal ini yang membuat kebijakan tersebut muncul dengan semangat yang positif untuk pemerataan suplai dan tidak ada maksud mendiskreditkan merek tertentu," kata Roberth.

(pgr/pgr)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Militan Gibran Sentil PDIP Banyak Cincong soal Safari Politik Jokowi

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Senin, 20 Juli 2026, 10:25 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memicu adu pernyataan. Setelah sejumlah elite PDIP melontarkan kritik, kini kubu pendukung Jokowi balik menyindir dan meminta polemik tersebut tidak dilebih-lebihkan.

Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menilai reaksi sejumlah elite partai, khususnya PDIP, terhadap agenda kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah justru terlalu heboh. Menurutnya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk merasa terancam dengan kegiatan tersebut.

"Kalau saya melihat apa yang dilakukan oleh elite-elite partai politik, yang paling keras adalah PDIP. Semestinya PDIP tidak terlalu melihat bahwa ini adalah suatu ancaman," katanya.

Andi menegaskan, Jokowi bukan lagi kader maupun petugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Karena itu, aktivitas mantan kepala negara tersebut bertemu masyarakat di berbagai daerah dinilai sebagai hal yang wajar.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Diakui Gentle, Roy Suryo Dicap Pengecut!

"Pak Jokowi bukan lagi sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, bukan lagi kader partai ataupun petugas partai. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," sambung dia.

Menurut Andi, agenda kunjungan Jokowi ke sejumlah wilayah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juli 2026, lebih tepat dipandang sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat, bukan sebagai manuver politik yang perlu dicurigai.

Diketahui, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT I sempat menyoroti rencana safari politik Jokowi ke wilayah tersebut.

Andreas menilai masyarakat NTT dikenal menjunjung tinggi dunia pendidikan. Karena itu, ia menyarankan agar polemik mengenai ijazah Jokowi lebih dahulu diselesaikan sebelum melakukan kunjungan.

Baca Juga: Roy Suryo Pede Menang! Ahli Polda Disebut Tak Mampu Buktikan Dakwaan Ijazah Jokowi

"Sebaiknya kalau ke sana bawa ijazahnya sehingga kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat," ungkap Andreas.

Ia juga mengingatkan bahwa perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Jokowi masih bergulir di pengadilan. Menurutnya, masyarakat di berbagai daerah, termasuk NTT, masih menunggu kejelasan atas persoalan tersebut.

"Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dululah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT, juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu," ucapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

IAW Minta Prabowo Evaluasi PSN Rempang Usai Xinyi Bantah Jadi Investor Utama

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diminta tidak sekadar melanjutkan narasi investasi yang dibangun pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Penyelesaian persoalan hukum dan tata kelola harus dilakukan untuk memberi kepastian bagi semua pihak.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus setelah Xinyi Glass Holdings Limited menyatakan tidak pernah menandatangani kontrak maupun memprakarsai proyek Rempang Eco-City.

Menurut Iskandar, pengakuan perusahaan asal Hong Kong tersebut jadi momentum untuk mengevaluasi proyek yang dipromosikan sebagai investasi senilai Rp174 triliun.

“Selama ini publik diyakinkan bahwa Rempang akan menjadi magnet investasi raksasa. Namun setelah Xinyi sendiri angkat bicara, justru terungkap bahwa tidak pernah ada perjanjian ataupun kontrak investasi yang mengikat. Ini bukan lagi soal batal atau tidaknya investasi, tetapi soal bagaimana narasi investasi dibangun sebelum fondasi hukumnya benar-benar siap,” kata Iskandar dalam keterangannya yang dikutip Senin, 20 Juli.

Pernyataan Xinyi kepada Business & Human Rights Resource Centre pada 3 Februari 2025, Iskandar bilang, bisa menjadi dasar bagi publik pengumuman nilai investasi Rp174 triliun. Sebab, perusahaan tersebut tidak pernah memprakarsai proyek eco-city maupun menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Indonesia.

Xinyi, masih kata Iskandar, hanya menerima penawaran awal mengenai harga dan persyaratan proyek dari otoritas Batam. “Kalau investor utamanya sendiri mengatakan tidak pernah ada kontrak, maka publik berhak mempertanyakan dasar pemerintah saat mengumumkan nilai investasi Rp174 triliun. Investasi sebesar itu semestinya berdiri di atas dokumen hukum yang jelas, bukan sekadar pembicaraan awal atau penjajakan,” ujarnya.

Pernyataan Xinyi, disebut Iskandar kembali ditegaskan dalam ESG Report 2025 yang diterbitkan pada April 2026. perusahaan menyatakan bukan pengembang maupun pengusul proyek Batam Eco-City dan memutuskan tidak melanjutkan rencana investasi setelah mempertimbangkan dampak sosial serta lingkungan.

“Artinya, klaim mengenai investor utama itu gugur oleh pengakuan perusahaan itu sendiri. Bahkan rencana pembangunan pembangkit listrik yang sempat dikaitkan dengan Xinyi juga dibantah karena tidak pernah ada kesepakatan maupun kontrak,” tegas dia.

Selain itu, Iskandar menyoroti minimnya keterbukaan PT Makmur Elok Graha (MEG) selaku pengembang kawasan Rempang Eco-City. Menurutnya, perusahaan tersebut belum memberikan penjelasan terkait berbagai persoalan yang muncul selama pengembangan kawasan.

“Padahal berbagai laporan mengenai konflik sosial, dugaan kekerasan terhadap warga, hingga proses penggusuran terus bermunculan. Negara seharusnya memastikan mitra proyek strategis nasional juga menjalankan prinsip akuntabilitas,” ungkap Iskandar.

Iskandar juga mengingatkan hasil pemeriksaan Ombudsman RI yang menemukan sejumlah maladministrasi dalam proyek Rempang tidak boleh diabaikan. Mulai dari persoalan pengakuan Kampung Tua, status lahan yang belum clear and clean, penetapan PSN yang dinilai terlalu tergesa-gesa hingga penanganan konflik yang memicu rasa takut di tengah masyarakat.

“Kalau persoalan mendasar seperti status tanah, perlindungan masyarakat adat, hingga kepastian hukum belum selesai, jangan terburu-buru membangun narasi investasi. Justru fondasi itulah yang harus dibereskan lebih dulu agar investor memiliki kepastian dan masyarakat memperoleh keadilan,” kata dia.

BACA JUGA:


Karena itu, Iskandar menilai pemerintahan Presiden Prabowo kini mewarisi pekerjaan rumah yang besar terkait Rempang. Pemerintah dinilai tidak perlu mempertahankan narasi investasi melainkan fokus menyelesaikan akar persoalan supaya konflik tidak terus berlarut.

“Tugas pemerintahan sekarang bukan mewarisi narasi investasi yang belum matang, tetapi menyelesaikan seluruh persoalan hukumnya, memperbaiki tata kelolanya, mengembalikan kepercayaan masyarakat, dan memastikan setiap proyek strategis benar-benar dibangun di atas kepastian hukum. Pengumuman investasi boleh memberi keuntungan politik sesaat, tetapi jika fondasinya rapuh, rakyat dan pemerintahan berikutnya yang akan menanggung akibatnya,” pungkas Iskandar.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Bank Sentral Inggris Resmi Tolak Obligasi Batu Bara Sebagai Agunan Pinjaman - Investasi Hijau Katadata.co.id

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Bank of England “diam-diam” memperketat kebijakan terhadap aset berbasis batu bara termal. Mulai Oktober mendatang, bank sentral Inggris itu tidak lagi menerima obligasi yang terkait dengan industri batu bara termal sebagai agunan (collateral) bagi bank-bank komersial yang mau meminjam dana.

Mengutip laporan The Guardian, Bank of England tidak mengumumkan kebijakan ini secara besar-besaran. Meskipun, kebijakan ini disebut lebih ketat dibandingkan yang diterapkan sebagian besar bank sentral di negara-negara Barat, termasuk Bank Sentral Eropa (ECB). Kebijakan itu hanya dipublikasikan melalui situs resminya pada awal Juni.

Selama ini, Bank of England rutin menyediakan pinjaman bagi bank-bank komersial seperti Barclays, Lloyds, NatWest, dan HSBC untuk memastikan transaksi keuangan serta operasional perbankan tetap berjalan lancar. 

Sebagai jaminan, bank-bank tersebut harus menyerahkan aset berupa obligasi. Apabila gagal melunasi pinjaman, obligasi itu akan menjadi milik bank sentral.

Kebijakan terbaru Bank of England ini disambut sebagai kemenangan oleh kelompok pegiat iklim. Para aktivis berharap kebijakan ini akan mendorong bank-bank komersial mengurangi kepemilikan aset yang berkaitan dengan batu bara termal dalam neraca keuangan mereka.

"Ini sinyal kuat dari bank sentral kepada pelaku pasar," ujar Manajer Senior Kebijakan dan Advokasi Positive Money Ellie McLaughlin, dikutip dari The Guardian, Senin (20/7).

Dalam dokumen kebijakannya, Bank of England menjelaskan bahwa “perusahaan batu bara termal bisa menghadapi potensi risiko keuangan seiring penyesuaian ekonomi menuju target nol emisi bersih (net zero)”. Bank sentral juga menyatakan akan menerapkan pemotongan nilai (haircut) terhadap obligasi dari sektor-sektor lain yang relevan sebagai langkah “untuk melindungi bank sentral dari risiko keuangan”.

Ellie mengatakan efektivitas kebijakan Bank of England masih akan bergantung pada implementasinya.

"Kita masih harus melihat bagaimana Bank of England menghitung besaran haircut untuk mencerminkan risiko iklim. Selain itu, larangan ini seharusnya tidak hanya berlaku untuk batu bara termal, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas yang memang selalu berdampak buruk terhadap lingkungan," kata dia. Menurut dia, hal itu termasuk ekspansi bahan bakar fosil maupun deforestasi.

"Kebijakan ini cukup signifikan, tetapi masih banyak ruang bagi Bank of England untuk melangkah lebih jauh," ujarnya.

Menurut data organisasi nirlaba yang berfokus pada pembiayaan berkelanjutan, Reclaim Finance, yang dirilis pada September tahun lalu, sekitar 150 lembaga keuangan terbesar di dunia juga telah menerapkan berbagai pembatasan dalam membiayai atau berbisnis dengan industri batu bara termal.

Piala Dunia 2026 - De la Fuente bangga Spanyol juara dunia

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Piala Dunia 2026 - De la Fuente bangga Spanyol juara dunia

Senin, 20 Juli 2026 10:24 WIB

Image Print

Sejumlah pesepak bola Tim Nasional Spanyol bersama pelatihnya, Luis de la Fuente (tengah) dan jajaran ofisial tim berselebrasi dengan mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor 1-0 dalam babak tambahan laga final Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra Siahaan/nym.

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente bangga dengan tim asuhannya yang mampu menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Argentina 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu waktu setempat.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepakbola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," ujar De la Fuente, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin.

Pada laga final itu, Spanyol mengunci gelar kedua Piala Dunia mereka sepanjang sejarah setelah mereka menangkan pada edisi 2010 silam.

De la Fuente menjelaskan anak-anak asuhnya merupakan talenta luar biasa dan adalah sebuah kebanggaan bagi dirinya untuk dapat menemani perjalanan yang hebat tersebut.

"Saya merasa sangat emosional saat menengok kembali ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kita lebih kuat," ungkap De La Fuente.

Spanyol tampil dominan sejak menit pertama pada pertandingan ini, akan tetapi beberapa upaya yang dilakukan oleh Lamine Yamal serta kolega tak kunjung berbuah gol.

Di sisi lain, Argentina seperti kehilangan arah pada pertandingan final ini sebab tak bisa berbuat banyak, bahkan Lionel Messi serta kolega tak bisa melepaskan satu pun tendangan tepat sasaran.

Gol kemenangan Spanyol baru tercipta ketika pertandingan memasuki babak tambahan kedua lewat tendangan Ferran Torres setelah menerima umpan sundulan Nico Williams.

De la Fuente melanjutkan seharusnya Spanyol bisa memastikan kemenangan saat waktu normal, akan tetapi penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi pembeda.

"Penyelamatan gemilang Dibu (Emi Martinez) mencegah kami menang lebih awal, tetapi itu adalah final Piala Dunia dan, bahkan dengan sepuluh pemain di pengujung laga, Anda harus menderita," pungkasnya.

Pewarta : Aldi Sultan
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

TVRI Palembang siapkan tempat indoor-outdoor nobar final Piala Dunia

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

TVRI Palembang siapkan tempat indoor-outdoor nobar final Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 10:24 WIB

Image Print

Suasana ramai nobar final Piala Dunia di Stasiun TVRI Palembang, Sumatera Selatan, Senin (20/7/2026). ANTARA/Yudi Abdullah)l

Palembang (ANTARA) - Lembaga Penyiaran Publik TVRI Palembang, Sumatera Selatan, menyiapkan tempat di dalam dan luar ruangan (indoor-outdoor) kantor Palembang untuk memfasilitasi setidaknya 2.000 lebih warga kota setempat dalam kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol.

Nobar pertandingan final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Spanyol dengan skor 1 - 0 itu, diadakan di tiga titik dalam area Stasiun TVRI kawasan Jalan POM IX Kampus Palembang, Senin dini hari. Kegiatan diramaikan dari berbagai kalangan, anak muda dan orang dewasa, melampaui keramaian nobar sebelumnya.

Koordinator Nobar Piala Dunia TVRI Sumsel M Ridhwan Rivai setelah acara tersebut mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan peserta nobar final Piala Dunia 2026, pihaknya tak hanya menggunakan aula tapi juga halaman Kantor TVRI Sumsel.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyiapkan layar LED, proyektor, dan tv ukuran besar yang ditempatkan di beberapa sudut aula kreatif, lapangan parkir, dan lapangan rumput samping gedung Stasiun TVRI Sumsel.

Lonjakan penonton itu membuktikan bahwa warga Palembang dan daerah Sumsel lainnya sangat menantikan tempat nobar resmi yang menawarkan kenyamanan dan keamanan, serta aneka jajanan dari belasan pelaku UMKM.

Selain di area Stasiun TVRI terdapat juga tempat lainnya seperti kawasan Kambang Iwak yang digelar oleh Pemerintah Kota Palembang, dan Griya Agung yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatear Selatan.

Stasiun TVRI Sumsel bersama mitra memfasilitasi 147 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia pada 11 Juni sampai dengan 19 Juli 2026 di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat.

Melalui acara nobar itu, sebagai official broadcaster resmi di Indonesia, TVRI berharap dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat melalui olahraga yang digemari semua kalangan, ujar Ridhwan.

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Air Cambodia pesan 20 pesawat jet regional C909 buatan China

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Shanghai (ANTARA) - Maskapai nasional Kamboja, Air Cambodia, menandatangani perjanjian dengan Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) untuk membeli 20 pesawat jet regional C909, demikian disampaikan produsen pesawat China tersebut.

Perjanjian yang ditandatangani di Shanghai tersebut menjadikan Air Cambodia sebagai maskapai nasional asing pertama yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk pesawat C909 buatan China, kata COMAC.

Batch pertama pesawat ini dijadwalkan akan dikirim pada paruh kedua 2026 dan akan mulai beroperasi secara komersial dengan maskapai tersebut.

Kalangan pelaku industri mengatakan bahwa pesawat baru tersebut diharapkan dapat membantu Air Cambodia memperluas jaringan rutenya, meningkatkan kapasitas angkutan, serta memperkuat konektivitas antara Kamboja dan pasar-pasar regional.

Secara terpisah, COMAC dan Sekretariat Penerbangan Sipil Negara Kamboja menandatangani nota kesepahaman untuk memperdalam kerja sama di bidang keselamatan penerbangan, sertifikasi kelaikudaraan, dan pelatihan sumber daya manusia.

Pesawat C909, yang sebelumnya dikenal sebagai ARJ21, memiliki kapasitas angkut antara 78 hingga 97 penumpang dengan jangkauan terbang sejauh 2.225 hingga 3.700 kilometer. Pesawat ini dirancang untuk beroperasi di bandara-bandara dengan landasan pacu yang pendek dan sempit, serta memiliki performa yang baik dalam kondisi suhu tinggi, ketinggian tinggi, dan angin silang (crosswind).

C909 juga telah memperluas jangkauan ke luar negeri sejak mulai beroperasi di Indonesia pada April 2023. Kini, pesawat tersebut beroperasi di berbagai pasar, termasuk Laos dan Vietnam, melayani 28 kota di luar negeri, dan telah mencatatkan lebih dari 1 juta perjalanan penumpang.

Pesawat jet tersebut mencakup sekitar 70 persen dari armada jet regional domestik China. Saat ini, China memiliki populasi pengguna transportasi udara terbanyak di dunia.

Data dari Administrasi Penerbangan Sipil China menunjukkan bahwa negara itu mencatatkan kenaikan sekitar 40 juta penumpang pesawat setiap tahunnya selama dua tahun terakhir, sehingga total populasi pengguna transportasi udaranya mencapai 470 juta, naik 160 juta dari 2019.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Iran: Peluang damai 10 persen - ANTARA News Kalimantan Selatan

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya tetap berupaya menempuh jalur perundingan sebelum perang, meski prediksi peluang mencapai penyelesaian damai hanya sekitar 10 persen.

Menurut Araghchi, negosiasi tetap dilakukan untuk mencari jalan guna memenuhi tuntutan Iran sekaligus menghindari konflik bersenjata.

"Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu," kata Araghchi dalam wawancara yang dipublikasikan pada Minggu (19/7).

Dia mengatakan Iran tetap menilai negosiasi merupakan upaya yang layak untuk ditempuh walaupun peluang keberhasilannya sangat kecil.

"Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu," kata Araghchi.

Jika upaya itu tidak berhasil, lanjutnya, maka setidaknya Iran telah menunjukkan kepada musuh, masyarakat internasional, serta rakyatnya bahwa mereka telah menempuh setiap jalan yang memungkinkan.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu.

Iran lalu membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak dengan menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

AS dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan merintis perjanjian damai.

Namun, ketegangan kembali meningkat akibat sengketa di Selat Hormuz hingga memicu aksi saling serang antara kedua negara.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Peluang damai 10 persen tetap layak diperjuangkan

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Timnas Spanyol memang sangat pantas juara Piala Dunia 2026

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Timnas Spanyol memang sangat pantas juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 10:24 WIB

Image Print

Pesepak bola Tim Nasional Spanyol Rodri (depan tengah) mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor 1-0 dalam babak tambahan laga final Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra Siahaan/nym.

Jakarta (ANTARA) - Raja Eropa akhirnya menaklukkan dunia. Sukses Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, mengulang pola 16 tahun silam ketika mereka menjuarai Piala Dunia 2010 setelah dua tahun menjuarai Piala Eropa.

Finalissima pertama yang terjadi dalam Piala Dunia ini dimenangkan oleh juara Eropa yang tampil sempurna di semua sektor, sedangkan Argentina yang juara Copa America harus puas sebagai runner up.

Finalissima adalah konsep pertemuan antara juara Piala Eropa dengan juara Copa America.

Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 mengubur impian Argentina mendapatkan Piala Dunia keempatnya dan gagal mengulang pencapaian Brasil sebagai tim yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia, sekaligus mencegah Lionel Messi mendapatkan Piala Dunia keduanya.

Menerima assist dari Nico Williams yang sama-sama diturunkan sebagai pemain pengganti, Torres akhirnya menaklukkan kiper Argentina Emiliano Martinez yang membuat penampilan fantastis dengan 12 penyelamatan gemilang, sampai menit ke-106.

Nico Williams baru berusia 24 tahun, sedangkan Ferran Torres dua tahun lebih tua (26 tahun), yang juga usia rata-rata pemain Spanyol dalam Piala Dunia edisi 48 tim ini.

Dengan rata-rata usia 26 tahun, Spanyol adalah salah satu dari 12 tim Piala Dunia 2026 yang diisi pemain-pemain muda.

Paling muda di antara ke-12 tim itu adalah Pantai Gading yang memiliki skuad rata-rata berusia 25 tahun.

Muda berarti energi yang lebih segar, tetapi juga kerap diasosiasikan dengan ketidakmatangan emosi. Namun selama 120 menit menghadapi Argentina yang adalah salah satu skuad berusia tua, rata-rata 29 tahun, tim muda asuhan Luis de la Fuente malah menjadi tim yang lebih matang secara emosi.

Mereka tak terpancing provokasi pemain-pemain Argentina, dengan fokus pada rencana bermain mereka, tanpa harus berlebihan mematikan Lionel Messi.

De la Fuente justru mematikan Messi dengan menutup aliran bola dan umpan kepada superstar sepak bola yang gagal menyabet penghargaan Golden Boot, yang harus ia relakan jatuh ke tangan pemain Prancis, Kylian Mbappe.

Skuad muda Spanyol ini sudah tentu lebih kuat dan energik ketimbang skuad tua Argentina.

Argentina mati kutu

Buktinya, Argentina dibuat mati kutu dari ujung ke ujung, dari sisi ke sisi, yang mungkin bisa lebih buruk lagi jika bukan Emiliano Martinez yang menjaga gawang mereka.

Selama 120 menit, para pemain Argentina, yang harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernández menerima kartu merah pada akhir waktu normal, terus ditempel secara agresif oleh para pemain muda Spanyol setiap kali menguasai bola, baik saat bertahan maupun menyerang.

Akibatnya, Argentina cuma bisa membuat dua peluang, yang tak satu pun tepat sasaran. Sebaliknya, Spanyol melepaskan 20 tembakan yang lebih dari separuhnya, 12 peluang, merupakan peluang tepat sasaran.

Semua departemen permainan didominasi Spanyol. Mereka menyalurkan total 858 umpan yang 774 di antaranya akurat. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari yang dibuat Argentina dengan 458 peluang yang 357 umpan di antaranya efektif.

Jika melihat peluang yang mereka buat, Argentina adalah lawan "terburuk" Spanyol selama Piala Dunia 2026.

Arab Saudi saja bisa membuat tiga peluang yang satu di antaranya tepat sasaran.

Jangan bandingkan dengan Uruguay, Portugal dan apalagi Prancis yang melewati supremasi Spanyol dengan 14 peluang dan 4 peluang emas, dalam laga semifinal yang seharusnya menjadi final itu.

Mungkin Argentina kalah karena faktor usia. Mereka dilemahkan oleh usia mereka, ditambah harus melewati pertandingan-pertandingan yang melelahkan fisik dan mental, termasuk dua laga yang harus dilewati dengan babak perpanjangan waktu ketika melawan Tanjung Verde dalam babak 32 besar dan Swiss pada perempatfinal.

Argentina jelas merupakan tim yang lebih kelelahan daripada Spanyol, dan tim Tango itu dibuat frustrasi karena tak kunjung menemukan jalan keluar dari tekanan para pemain muda La Roja.

Di bawah pimpinan jenderal lapangan tengah Rodri, La Roja langsung mematikan Argentina jauh sebelum masuk ke lini pertahanan mereka. Rodri kemudian dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 untuk kemudian mendapatkan Golden Ball.

Kalaupun pemain-pemain Argentina berhasil melewati hadangan gelandang-gelandang Spanyol atau para bek sayapnya, pasukan Luis de la Fuente masih memiliki bek muda Pau Cubarsi yang beberapa mencegat upaya-upaya pemain Argentina, termasuk Messi, ketika akan merangsek ke kotak penalti Spanyol.

Hasilnya, selama 90 menit waktu normal, Argentina tak bisa membuat satu pun peluang gol, ketika Spanyol sudah membuat 14 peluang yang sembilan di antaranya tepat sasaran. Tak heran Cubarsi kemudian dianugerahi penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.

Masa depan cerah

Cubarsi masih berusia 19 tahun. Dia adalah satu dari sembilan pemain Spanyol yang masih berusia 25 tahun ke bawah.

Pemain-pemain muda itu termasuk Lamine Yamal, Alex Baena, Pedri, Nico Williams, dan Eric Garcia yang semuanya turun bermain melawan Argentina, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Pemain-pemain muda ini berperan menonjol dalam laga final tadi.

Cubarsi menjadi pengumpan terbanyak dengan 126 umpan, Yamal menjadi pencipta peluang dan pengirim umpan silang terbanyak dengan 4 peluang dan 6 umpan silang, sedangkan Williams membuat assist pembawa Spanyol ke status juara dunia.

Bersama pemain-pemain yang belum mencapai usia puncak ini, masa depan Spanyol sangatlah cerah, baik dalam menatap Piala Eropa 2028, maupun Piala Dunia 2030 ketika Spanyol menjadi tuan rumah bersama Maroko dan Portugal.

Sebaliknya, dengan rata-rata pemain 29 tahun, Argentina sudah harus memikirkan reorganisasi dan regenerasi.

Messi mungkin sudah terlalu tua untuk menjadi andalan mereka lagi dalam Piala Dunia 2030, karena ketika itu usianya sudah 43 tahun.

Tak ada pesepak bola berstatus non kiper, yang masih bermain cemerlang di atas usia 40 tahun.

Hanya kiper Italia Dino Zoff yang menjadi pemain tertua yang mengangkat trofi Piala Dunia pada 1982, dalam usia 40 tahun 133 hari.

Kebanyakan atlet-atlet besar pun menurun drastis performa mereka ketika melewati usia 40 tahun.

Tak heran, para megabintang olahraga seperti legenda NBA Michael Jordan memutuskan pensiun pada usia 40 tahun. Bahkan legenda tenis Rafael Nadal pensiun dalam usia 38 tahun.

Namun, di atas semua cerita ini, dunia akhirnya terpuaskan menyaksikan tim terbaik naik ke podium juara Piala Dunia 2026. Mereka tampil tak terkalahkan, hanya kebobolan satu gol, dan konsisten menyerang sepanjang turnamen.

Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026