Minggu, 02 Agustus 2026, 13:56 WIB
Warta Ekonomi, Cilacap -
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berhasil menekan emisi karbon sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen hingga Juni 2026 melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flare).
Inovasi tersebut juga menghasilkan penghematan biaya bahan bakar sekitar US$10.387 per hari setelah gas yang sebelumnya dibakar dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi operasional kilang.
Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Andi Krishnanta Wijaya mengatakan optimalisasi gas suar merupakan hasil inovasi pekerja untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.
"Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang," jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).
Andi menjelaskan Kilang Cilacap memiliki lima titik gas suar yang berada di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).
Menurutnya, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare kini dimanfaatkan sebagai *fuel gas di Kilang I dan Kilang II. Selain itu, off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC dimanfaatkan sebagai bahan baku Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU).
Optimalisasi tersebut mampu menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata 1.698 normal meter kubik (Nm³) per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi itu setara dengan penghematan biaya bahan bakar sekitar US$10.387 setiap hari.
Selain memberikan manfaat ekonomi, inovasi tersebut juga berdampak pada masyarakat di sekitar kilang.
“Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.
Dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut telah menurunkan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen atau setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 76 ribu pohon.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap Agustiawan mengatakan transformasi operasional kilang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Distribusi Energi di Jawa Bagian Barat Tetap Andal
Baca Juga: Pertamax Turun Lagi, Akankah Harga BBM Terus Melandai?
"Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.
Menurutnya, penghematan yang diperoleh dari inovasi tersebut akan mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.