...Digitalisasi merupakan instrumen penting untuk mempersempit peluang terjadinya korupsi
Kupang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan website resmi Desa Mburukulu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, sebagai upaya meningkatkan transparansi tata kelola pemerintahan dan mencegah korupsi dalam pengelolaan Dana Desa.
Akademisi Fakultas Hukum Undana Dr. Karolus Kopong Medan dari Sumba Timur, Rabu mengatakan digitalisasi administrasi desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan publik terhadap pengelolaan keuangan desa.
"Digitalisasi merupakan instrumen penting untuk mempersempit peluang terjadinya korupsi. Ketika pencatatan dan pelaporan dilakukan secara digital serta dapat diakses masyarakat, penggunaan anggaran menjadi lebih transparan dan akuntabel," katanya.
Peluncuran website dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan hukum dan pendampingan digitalisasi tata kelola keuangan desa di Aula Kantor Desa Mburukulu.
Menurut dia, keterbukaan informasi melalui platform digital akan meningkatkan akuntabilitas aparatur desa sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.
Baca juga: Undana gandeng tiga kampus hadirkan teknologi air bersih di TTS
Website tersebut dirancang sebagai pusat informasi publik yang memuat profil desa, pelayanan publik, program pembangunan, serta informasi penggunaan Dana Desa sehingga masyarakat dapat mengakses perkembangan pembangunan secara lebih mudah.
Selain menjadi sarana transparansi, website juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi unggulan Desa Mburukulu di sektor pertanian, peternakan, budaya, dan pariwisata.
Setelah penyuluhan hukum, tim PKM Undana memberikan pelatihan kepada perangkat desa mengenai pengelolaan website, mulai dari mengunggah informasi, memperbarui data, hingga mengoperasikan seluruh fitur yang tersedia.
Pendampingan tersebut bertujuan agar pemerintah desa mampu mengelola platform digital secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini melibatkan tim PKM Undana yang terdiri atas Dr. Karolus Kopong Medan, Fadil Mas'ud, Ngongo Dede, dan Megi Octaviana Radji.
Kepala Desa Mburukulu Andrias Kopa Rihi menyambut baik peluncuran website tersebut karena diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Desa Mburukulu kini menjadi desa pertama di Kecamatan Pahunga Lodu yang memiliki website resmi sebagai media informasi publik. Keberadaan platform digital tersebut diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumba Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Baca juga: Riset Undana harus berdampak bagi penyelesaian masalah daerah
Baca juga: Undana-Bappenas jajaki pengembangan ekosistem sapi potong di NTT
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
...Kita berharap bisa dihasilkan paling tidak 450 artikel publikasi ilmiah bereputasi internasional dan ini akan mendongkrak UT
Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) menyatakan siap menuju World Class University melalui pengukuhan enam orang guru besar atau profesor baru di berbagai bidang keilmuan.
"Pengukuhan enam orang guru besar ini melengkapi 39 guru besar yang ada dan esok akan mengukuhkan kembali enam lagi, sehingga totalnya 45. Ini menjadi peneguhan dan pembuktian bahwa UT memang siap untuk melesat menuju pentas dunia," kata Rektor UT Prof Ali Muktiyanto usai kegiatan Pengukuhan Profesor UT 2026 di Kampus UT Tangerang Selatan, Rabu.
Rektor UT menilai keberadaan para profesor baru ini meneguhkan pihak kampus agar semakin percaya diri dalam membangun kolaborasi global.
Meskipun UT tetap mempertahankan konsep resource sharing atau berbagi sumber daya dengan berbagai perguruan tinggi digital terkemuka di dunia, lanjut dia, kehadiran 45 guru besar ini menjadi ujung tombak untuk mendorong UT menjadi perguruan tinggi negeri yang ikut masuk ke dalam jajaran world university ranking.
Ali memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program Kelompok Riset Profesor dan menetapkan strategi nasional untuk memacu produktivitas riset.
"Kita berharap bisa dihasilkan paling tidak 450 artikel publikasi ilmiah bereputasi internasional dan ini akan mendongkrak UT. Dan UT sudah tidak bisa lagi dipandang sebagai perguruan tinggi di kelas dua yang hanya berfokus kepada education university, tapi kita siap untuk menuju perguruan tinggi yang berbasis riset dan berdampak bagi masyarakat," ujar Ali menegaskan.
Baca juga: Menuju World Class University, UT bidik cetak lima profesor per tahun
Sejalan dengan visi Rektor, Ketua Dewan Senat UT Prof Chanif Nurcholis, mengingatkan bahwa gelar profesor bukan sekadar puncak pangkat administratif seorang dosen, melainkan wujud kepercayaan negara kepada akademisi sebagai produsen ilmu pengetahuan.
"Profesor itu adalah satu kepercayaan oleh pemerintah, oleh rakyat, bangsa kita itu mereka diberi satu kepercayaan untuk memproduksi ilmu pengetahuan yang penting," ujarnya.
Oleh karena itu, Chanif menekankan bahwa seorang profesor dituntut memegang teguh etika akademik yang tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya tahapan diseminasi ilmu pengetahuan. Karya yang dihasilkan profesor harus dituangkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal, buku referensi, monograf, hingga hak paten, sebelum akhirnya diimplementasikan ke tengah masyarakat.
"Diharapkan setelah memproduksi ilmu pengetahuan berdampak kepada masyarakat. Dengan adanya profesor itu yang pertama nanti jelas produksi ilmu pengetahuan di UT tentu bertambah. Nah yang kedua nanti juga berdampak nyata kepada masyarakat," tutur Chanif Nurcholis.
Diketahui, enam profesor yang dikukuhkan pada hari pertama ini meliputi Prof Rahmat Budiman dengan kepakaran di bidang penulisan Bahasa Inggris; Prof Juhana dengan kepakaran di bidang humanisasi instruksi Bahasa Inggris; dan Prof Yumiati dengan kepakaran di bidang pengembangan pembelajaran aljabar berbasis etnomatematika.
Selanjutnya Prof Siti Aisyah dengan kepakaran di bidang pendidikan anak usia dini berbasis model BERLIAN; Prof. Made Yudhi Setiani dengan kepakaran di bidang pendidikan politik jarak jauh; serta Prof Milwan dengan kepakaran di bidang kebijakan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh berbasis kewilayahan.
Baca juga: ICDE akui kualitas UT setaraf dunia, minta Pemerintah RI dukung penuh
Baca juga: BNPB bersama UT perkuat Kampung Tangguh Bencana
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Denpasar, CNN Indonesia --
Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menindaklanjuti informasi dugaan ancaman bom yang diterima pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui media elektronik pada Minggu (2/8) malam.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, mengatakan, bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Angkasa Pura, pada Minggu lalu sekitar pukul 21.58 WITA, pihak bandara menerima informasi elektronik yang mengandung dugaan ancaman bom.
"Menerima informasi tersebut, personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui satuan reserse kriminal langsung melakukan langkah-langkah tindak lanjut dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait," kata Ipda I Gede Suka Artana dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Rabu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan, kepolisian juga melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap informasi tersebut, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang menerima informasi elektronik dimaksud guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
"Kami terus melakukan penyelidikan dan mendalami informasi tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh langkah dilakukan secara profesional dengan melibatkan koordinasi bersama pihak terkait," tegas Gede Suka.
Meski demikian, dia memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap dalam keadaan aman dan kondusif. Aktivitas penerbangan maupun pelayanan kepada pengguna jasa bandara juga berjalan normal.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar, termasuk informasi yang bersifat candaan atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan serta mengganggu keamanan dan ketertiban.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai demi kenyamanan seluruh penumpang dan pengguna jasa bandara," ujarnya.
Sebelumnya, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai buka suara terkait adanya dugaan ancaman bom di kawasan tersebut.
"Pihak bandara menerima informasi elektronik yang mengandung dugaan ancaman bom," kata Eka Sandi, dalam keterangan tertulisnya Selasa (4/8).
Kemudian, komite keamanan dan instansi terkait segera melaksanakan prosedur penanganan ancaman keamanan sesuai standar operasional yang berlaku.
"Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi yang diterima pihak bandara. Dengan demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan secara aman, lancar, dan terkendali," imbuhnya.
(kdf/kid)
[Gambas:Video CNN]
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) berupaya agar implementasi Program SMK Go Global dapat meningkatkan brain circulation atau perpindahan tenaga kerja terampil secara timbal balik dari negara penempatan kembali ke negara asal.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan brain circulation akan menghasilkan talenta dengan kompetensi, mental, pengalaman, dan etos kerja sesuai standard global, sehingga dapat berkontribusi lebih terhadap pembangunan nasional saat ia kembali ke Tanah Air.
“Tidak sedikit purnapekerja migran yang sudah selesai kontrak bekerja di luar negeri, kembali ke Tanah Air, lalu membangun usaha usaha mikro, atau berkarier lagi di Indonesia untuk menduduki posisi-posisi yang lebih baik,” kata Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Pemerintah menargetkan Program SMK Go Global dapat memfasilitasi 500 ribu talenta Indonesia untuk bekerja ke luar negeri selama periode 2026-2029, terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu dari kategori umum.
Untuk mencapai target tersebut, KP2MI berencana untuk memberikan pelatihan dan memberangkatkan 40 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI) pada 2026, 140 ribu pada 2027, 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.
Untuk memastikan Program SMK Go Global berjalan secara terarah dan berkelanjutan, pihaknya menerapkan filosofi Asta Mandala SMK Go Global, yang terdiri atas Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir program.
Filosofi Panca Sukses meliputi Sukses Kompetensi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan pasar kerja global; dan Sukses Pelindungan dengan memastikan setiap calon PMI bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi.
Kemudian Sukses Penempatan melalui penempatan yang berkualitas dan berbasis kebutuhan industri (demand-driven); Sukses Remitansi dengan mendorong peningkatan kesejahteraan PMI dan keluarganya sekaligus memberikan kontribusi terhadap devisa negara; serta Sukses Tata Kelola melalui penyelenggaraan program yang profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
“Kementerian P2MI optimis bahwa SMK Go Global akan menjadi penggerak lahirnya talenta unggul, kemudian memperluas peluang kerja terampil yang aman, serta memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Mukhtarudin.
Sementara itu, Tri Dampak yang ingin diwujudkan melalui program tersebut meliputi dampak sosial berupa meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat; peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional; serta dampak ekonomi melalui peningkatan remitansi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat devisa negara.
"Asta Mandala SMK Go Global bukan sekadar kerangka penyelenggaraan program. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki daya saing global. Inilah yang kami sebut sebagai brain circulation," ujar Mukhtarudin.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Guru Besar Hukum Laut Internasional Universitas Indonesia (UI) Arie Afriansyah menegaskan bahwa intelijen keuangan dan bantuan hukum timbal balik atau Mutual Legal Assistance (MLA) merupakan kunci utama dalam investigasi bersama antara Indonesia dan Thailand untuk membongkar sindikat penipuan daring. Pertukaran intelijen semata dinilai tidak cukup karena belum tentu dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.
"Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan otoritas intelijen keuangan negara terkait harus menelusuri rekening, perusahaan cangkang, aset kripto, dan pemilik manfaat sejak awal,” kata Arie kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Indonesia sejatinya telah memiliki perjanjian MLA multilateral dengan seluruh negara anggota ASEAN melalui Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries atau ASEAN MLAT. Perjanjian ini mulai berlaku pada 20 Januari 2009 setelah diratifikasi melalui Undang-undang Nomor 15 Tahun 2008.
Arie menjelaskan bahwa satuan tugas bersama di bawah Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) perlu memetakan sindikat sebagai satu jaringan utuh. Jaringan ini mencakup perekrut, pengelola scam compound, penyedia teknologi, rekening penampung, pemilik manfaat, hingga pelindungnya.
"Pertukaran data real-time harus diikuti investigasi paralel, operasi terkoordinasi, pembekuan aset, serta pelindungan korban berdasarkan prinsip non-punishment,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ASEAN tidak memerlukan deklarasi baru, melainkan mekanisme operasional lintas negara yang lebih efektif.
Profesor itu juga menilai Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis jika ingin memberikan pelindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) dari jaringan sindikat penipuan daring. Menurut dia, Indonesia memiliki daya tawar yang cukup kuat karena besarnya jumlah korban, hubungan strategis dengan Thailand, dan posisi Indonesia di ASEAN.
Meski demikian, Thailand tidak dapat menindak pusat penipuan di Myanmar atau Kamboja tanpa kerja sama dari negara-negara setempat. “Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis, meminta akses konsuler dan menetapkan target waktu pemulangan, serta memastikan korban tidak diperlakukan sebagai pelaku. Pada saat yang sama, Indonesia harus menindak perekrut domestik,” tegasnya.
Pada 3 Agustus lalu, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum melalui pertukaran informasi, intelijen, dan investigasi bersama untuk memberantas kejahatan transnasional. Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul di Jakarta menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memperkuat pelacakan aliran keuangan yang berkaitan dengan jaringan kejahatan transnasional serta meningkatkan koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Museum Musik Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan musik nasional sekaligus melestarikan warisan para musisi Indonesia.
“Kita di Kementerian Kebudayaan sedang merintis juga adanya Museum Musik Indonesia yang memang proper, yang paling tidak bisa memberikan gambaran musik Indonesia dari awal sampai akhir,” kata Fadli dalam konser “Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto” di Jakarta, Rabu (5/8) malam.
Fadli Zon mengatakan museum tersebut direncanakan berlokasi di eks Gedung Jiwasraya, yakni di Jalan Asia Afrika, Bandung, yang merupakan bangunan cagar budaya dan telah lama tidak dimanfaatkan.
“Kita sudah dapat gedungnya, yaitu eks dari Jiwasraya. Itu gedung cagar budaya yang sudah lama mangkrak sebenarnya, nah kita mau gunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurut dia, museum itu nantinya akan menampilkan perjalanan musik Indonesia dari berbagai era, termasuk koleksi memorabilia para musisi dan komposer nasional.
Menbud mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah memorabilia dari keluarga musisi, di antaranya penghargaan milik almarhum Titiek Puspa, serta koleksi dari musisi Idris Sardi.
Fadli menambahkan pemerintah juga tengah berdiskusi dengan musisi dan komposer untuk menyusun konsep museum, termasuk mendigitalisasi lagu-lagu Indonesia dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual.
“Tentu kita sudah diskusi dengan para musisi, para komposer, bagaimana ke depan tokoh-tokoh yang menjadi tonggak-tonggak di dalam musik Indonesia bisa tergambar di situ. Juga lagu-lagunya, digitalisasi lagu-lagunya dengan memperhatikan hak kekayaan intelektual,” katanya.
Konser ‘Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto’ sendiri menghadirkan sejumlah penyanyi lintas generasi, seperti Yuni Shara, Vien Is Haryanto, Hedi Yunus, Ria Resty Fauzy, Dian Mayasari, Lies Meriawati, Johan Untung, Mario, Marco, dan Julian Dekiata yang membawakan lagu-lagu karya Is Haryanto, diiringi grup musik Audiensi.
Baca juga: Menbud apresiasi kontribusi Is Haryanto bagi musik Indonesia
Baca juga: Kemenbud manfaatkan aset Danantara untuk dijadikan museum
Baca juga: Menbud: Museum Sriwijaya disiapkan jadi laboratorium riset kebudayaan
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Hukum Laut Internasional Universitas Indonesia Arie Afriansyah menilai intelijen keuangan dan bantuan hukum timbal balik (Mutual Legal Assistance/MLA) menjadi kunci investigasi bersama Indonesia-Thailand untuk membongkar sindikat penipuan daring.
Ia menuturkan pertukaran intelijen saja tidak cukup untuk membongkar sindikat penipuan daring karena belum tentu bisa digunakan sebagai alat bukti.
"Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan otoritas intelijen keuangan negara terkait harus menelusuri rekening, perusahaan cangkang, aset kripto, dan pemilik manfaat sejak awal,” kata Arie kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Indonesia telah memiliki perjanjian MLA multilateral dengan seluruh negara anggota ASEAN melalui Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries, yang lebih dikenal sebagai ASEAN Mutual Legal Assistance Treaty (ASEAN MLAT), yang mulai berlaku pada 20 Januari 2009 setelah ratifikasi.
Indonesia telah meratifikasi ASEAN MLAT tersebut dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pengesahan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries.
Selain itu, Arie mengatakan satuan tugas bersama di bawah Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) perlu memetakan sindikat sebagai satu jaringan: perekrut, pengelola scam compound, penyedia teknologi, rekening penampung, pemilik manfaat, dan pelindungnya.
"Pertukaran data real-time harus diikuti investigasi paralel, operasi terkoordinasi, pembekuan aset, serta pelindungan korban berdasarkan prinsip non-punishment,” katanya, seraya menambahkan bahwa ASEAN tidak memerlukan deklarasi baru, melainkan mekanisme operasional lintas negara.
Baca juga: Prabowo apresiasi bantuan Thailand pulangkan korban penipuan daring
Profesor itu juga menilai Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis jika ingin memberikan pelindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) dari jaringan sindikat penipuan daring.
Menurut dia, Indonesia memiliki daya tawar yang cukup kuat karena besarnya jumlah korban penipuan daring, hubungan strategis dengan Thailand, dan posisi Indonesia di ASEAN. Namun, Thailand tidak dapat menindak pusat penipuan di Myanmar atau Kamboja tanpa kerja sama dari negara-negara setempat.
“Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis, meminta akses konsuler dan menetapkan target waktu pemulangan, serta memastikan korban tidak diperlakukan sebagai pelaku. Pada saat yang sama, Indonesia harus menindak perekrut domestik,” ujarnya.
Pada 3 Agustus, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum melalui pertukaran informasi, intelijen, dan investigasi bersama untuk memberantas kejahatan transnasional.
“Ke depan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen. Juga kerja sama investigasi bersama,” kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul di Jakarta.
Selain pertukaran informasi dan intelijen, kedua negara juga sepakat memperkuat pelacakan aliran keuangan yang berkaitan dengan jaringan kejahatan transnasional serta meningkatkan koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara.
Baca juga: Indonesia-Thailand bertukar informasi bongkar kejahatan transnasional
Baca juga: Indonesia-Thailand sepakat tingkatkan kerja sama pertahanan, keamanan
Baca juga: Indonesia-Thailand adopsi peta jalan kemitraan strategis
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Makassar (ANTARA) - Film SOLATA yang artinya dalam bahasa Toraja adalah "Teman sebagai keluarga yang kita pilih" mengangkat realitas pendidikan dan nasionalisme yang membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.
"Film SOLATA kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan internasional di Eropa Timur. Film ini membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan cerita Indonesia kepada publik dunia," kata Sutradara sekaligus produser Ichwan Persada di Makassar, Rabu.
Film SOLATA tersebut sebelumnya berhasil meraih penghargaan Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism pada Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria, pada 6 Juni 2026.
Setelah memenangkan penghargaan di Bulgaria, tim SOLATA melanjutkan tur ke lima kota di empat negara Eropa Timur, yakni Sofia di Bratislava di Slovakia pada 10 Juni 2026, Bulgaria pada 13 Juni 2026, Budapest di Hungaria, serta Ankara dan Istanbul di Turki pada pertengahan hingga akhir Juni 20206.
Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi film, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus membuka dialog mengenai pendidikan, kemanusiaan, persahabatan, dan nasionalisme.
Ichwan mengatakan SOLATA mengangkat realitas pendidikan melalui kisah seorang relawan guru asal Jakarta yang mengajar di Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Di wilayah tersebut, sang guru berhadapan dengan kondisi pendidikan dan kehidupan anak-anak di daerah yang jauh dari pusat perkotaan.
Pengalaman itu kemudian berkembang menjadi kisah tentang hubungan guru yang diperankan Artis Rendy Kjaernett dan muridnya serta arti penting pendidikan dalam membangun masa depan.
Cerita semakin menarik ketika sang guru bertemu enam murid yang memiliki nama depan menyerupai nama-nama presiden Indonesia. Unsur tersebut menjadi simbol yang memperkuat pesan nasionalisme dalam film.
Selain persoalan pendidikan, film ini juga menghadirkan keindahan alam, kehidupan masyarakat Toraja, termasuk lingkungan sosial dan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari narasi yang memperkuat identitas Indonesia.
Dalam perjalanan di Eropa Timur, lanjut Ichwan, SOLATA mendapat kesempatan diputar di sejumlah kota dan mempertemukan tim film dengan komunitas perfilman, mahasiswa, diaspora Indonesia, serta masyarakat setempat.
Kini kembalinya SOLATA ke Indonesia menjadi momentum untuk membawa pengalaman dari perjalanan internasional tersebut sekaligus kembali mendekatkan film itu kepada penonton Tanah Air. Film ini menunjukkan bahwa cerita lokal dengan latar budaya Indonesia dapat memiliki daya tarik bagi penonton internasional.
"Setelah meraih penghargaan di Bulgaria dan menyelesaikan tur lima kota di empat negara Eropa Timur, SOLATA terus membawa pesan tentang pendidikan, persahabatan, kebudayaan, kemanusiaan, dan nasionalisme, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia melalui karya sinema," jelasnya.

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
...Kami benar-benar memikirkan karya ini
Jakarta (ANTARA) - Grup musik Ungu kembali mengadopsi konsep pertunjukan panggung dalam video musik (MV) terbaru mereka berjudul "Utara-Selatan" yang menghidupkan kembali memori kilas balik (flashback) penggemar ke masa awal karir mereka sebagai band panggung.
Penggunaan latar aksi panggung itu bukan yang pertama kali bagi Ungu, mengingat pendekatan visual serupa sebelumnya juga pernah mereka tampilkan dalam video musik lagu hit "Saat Indah Bersamamu" (2007).
"Mungkin karena 'nature'-nya lagu ini, sifatnya lagu ini memang lagu panggung banget, lagu yang cenderung 'nge-rock' itu buat kita kayak 'flashback' awal-awal kita memang kita band panggung banget," ujar gitaris Ungu, Franco Medjaya (Enda), selaku pencipta lagu kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Enda menjelaskan bahwa aransemen musik dan dinamika vokal Pasha dalam proses rekaman juga disesuaikan agar terasa lebih hidup (live) layaknya sebuah pertunjukan di atas panggung terbuka.
Keselarasan audio tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual video musik yang dipenuhi oleh adegan aksi panggung tersebut.
Penempatan tulisan cerita bersambung (to be continued) di akhir tayangan klip video tersebut sekaligus menjadi penanda terbukanya peluang tak terbatas untuk menggarap koleksi lagu-lagu Ungu berikutnya.
Baca juga: Ungu rilis MV lagu baru tanpa CGI, hindari pengaruh tren sesaat
"Ke depannya ya 'infinity' lah, kemungkinan bisa apa aja," tambah Enda mengenai potensi pengembangan karya mereka ke ranah visual yang lebih luas, termasuk film dan 'miniseries'.
Sementara itu, untuk kelanjutan dari narasi klip lagu tersebut, Ungu telah merampungkan dua lagu baru yang jalan ceritanya sengaja dirancang untuk mengikuti kisah dari video musik "Utara-Selatan".
Video musik itu sendiri diposisikan sebagai eksperimen pertama bagi Ungu dalam menunjukkan potensi personelnya sendiri untuk menggarap plot cerita dalam format audio-visual secara mandiri.
Vokalis Ungu sekaligus sutradara video musik "Utara-Selatan", Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha), merinci bahwa plot drama klip itu menyoroti pergolakan batin karakter anak muda di tengah arena konser panggung Ungu.
Narasi berfokus pada dilema tokoh perempuan yang diperankan Zara Leola saat menyusul tokoh pria yang diperankan Kiesha Alvaro demi menyelesaikan perdebatan mereka di telepon.
"Tapi kan kalau tadi teman-teman melihat di ujung video kan, di saat Kiesha meluk Zara, Zaranya enggak meluk Kiesha. Karena mungkin Zara juga merasa 'Ini bener enggak sih keputusan saya?' gitu loh, antara pendidikan dan kekasih, kira-kira gitu. Pendidikan penting, tapi perasaan juga harus nyaman," jelas Pasha membedah makna adegan robekan kertas dan pelukan sepihak di akhir klip.
Baca juga: Kahitna ungkap kunci tetap kompak selama 40 tahun berkarya
Kehadiran massa dalam set konser tersebut diakui Pasha menjadi elemen krusial yang menyukseskan jalannya cerita video musik.
Rekaman visual berlatar panggung tersebut menjadi sangat masif karena melibatkan sekitar 400 orang Cliquers asli yang bertindak sebagai pemeran figuran konser langsung.
"Cinta-cintanya Ungu ini, cliquers-cliquers Ungu, extras-extras yang kemarin hadir di konser itu juga sebagai salah satu poin penting suksesnya video klip ini, menurut saya. Itu jumlahnya kurang lebih 400," tambah Pasha.
Keseriusan Ungu dalam meramu karya ini secara keseluruhan bahkan ditunjukkan lewat proses pengerjaan aransemen musik yang mengalami beberapa kali perombakan total.
Gitaris Ungu lainnya, Arlonsy Miraldi (Oncy), memaparkan bahwa seluruh personel harus berdiskusi secara mendalam untuk memastikan lagu ini benar-benar matang sebelum dirilis ke platform digital.
"Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali kami rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music video-nya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," kata Oncy.
Baca juga: NCT 127 bersiap merilis album ketujuh
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGSITOLI, – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak sejumlah anggota DPRD Sumut untuk melihat dan mengawasi langsung pelaksanaan program pembangunan di Kepulauan Nias. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkantor Gubernur di Nias yang berlangsung pada 5 hingga 9 Agustus 2026.
Bobby menegaskan bahwa kehadiran para wakil rakyat tersebut bukanlah atas perintahnya, melainkan inisiatif mereka sendiri untuk mendampinginya. Ia menyebut hal ini sebagai wujud semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif untuk mempercepat pembangunan daerah.
"Bukan memboyong, tapi mereka ingin menemani saya. Kemarin mereka bertanya apa saja yang dilakukan selama berkantor di Nias," ujar Bobby di Kota Gunungsitoli, Rabu.
Tercatat ada tujuh anggota DPRD Sumut yang ikut dalam pengawasan ini. Di antaranya adalah Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani dan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu.
Gubernur menekankan bahwa ia siap diawasi secara langsung di lapangan. "Walaupun sudah saya sampaikan, mereka ingin melihat langsung di lapangan. Makanya, kita bawa mereka melihat bersama-sama. Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan, dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi," tegas Bobby.
Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution yang kembali berkantor di Kepulauan Nias. Menurutnya, ini adalah terobosan yang belum pernah dilakukan oleh gubernur sebelumnya.
"Ini Gubernur pertama berkantor di Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami apresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal, seperti Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui, dan kami akan terus mendukung," jelas Timbul.
Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu menilai program ini sebagai model baru yang mendekatkan pemerintah provinsi dengan masyarakat. Kehadiran langsung Gubernur di lapangan dinilai memungkinkan penanganan lebih cepat terhadap berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
"Ini model baru yang dilakukan oleh Gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi," kata Defri.
Defri menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya memastikan DPRD Sumut terus mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang didukung adalah pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK. "Program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah," tutur Defri.
Program berkantor di Kepulauan Nias ini sendiri telah dijalankan Bobby Nasution untuk kedua kalinya. Sebelumnya, ia berkantor di sana pada 15 sampai 20 Juli 2026.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara