REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkenalkan indikator baru untuk mengukur kualitas penyelenggaraan ibadah haji, yakni Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI). Berdasarkan hasil survei tahun 2026, IKLHI mencapai 83,28 poin atau masuk kategori memuaskan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, IKLHI menjadi penyempurnaan dari Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) yang selama ini digunakan. Perubahan metodologi dilakukan karena cakupan penilaiannya dibuat lebih komprehensif.
"Karena kementerian ini masih baru, kami sekaligus melakukan pembaruan metodologi perhitungan. Dulu namanya IKJHI, sekarang menjadi Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia atau IKLHI," ujar Amalia dalam konferensi pers bersama Menteri Haji dan Umrah di Kantor BPS Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut dia, berbeda dengan IKJHI yang lebih banyak mengukur hasil akhir (output) layanan di Arab Saudi, IKLHI juga menilai proses pelayanan serta mencakup layanan di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Jadi cakupannya lebih komprehensif. Kami tidak hanya menghitung output, tetapi juga proses layanan. Kami juga tidak hanya menilai layanan di Saudi Arabia, tetapi juga layanan yang ada di dalam negeri,”jelas dia.
Amalia menjelaskan, IKLHI 2026 terdiri atas dua komponen, yakni IKLHI dalam negeri sebesar 83,85 poin dan IKLHI luar negeri sebesar 82,71 poin, sehingga menghasilkan IKLHI nasional sebesar 83,28 poin, yang masuk kategori memuaskan.
Meski menggunakan indikator baru, BPS tetap menghitung IKJHI dengan metodologi lama agar perkembangan kepuasan jamaah tetap dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hasilnya, IKJHI 2026 mencapai 91,45 poin, meningkat 2,99 poin dibandingkan tahun 2025. Menurut Amalia, kenaikan tersebut menunjukkan bahwa berbagai pembenahan layanan yang dilakukan pemerintah benar-benar dirasakan oleh jamaah.
"Kalau kita hitung dengan metode lama, Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia mencapai 91,45, naik sebesar 2,99 poin dibandingkan tahun lalu. Artinya, peningkatan dan pembenahan layanan haji yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah memang betul-betul dirasakan oleh para jamaah haji,"kata dia.
Ia menambahkan, hasil survei tersebut diperoleh dari 14.400 kepala rombongan (karom) yang menjadi responden selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Talasemia masih menjadi salah satu penyakit genetik yang memerlukan perhatian serius di Indonesia. Penyakit ini diturunkan melalui gen dari orang tua kepada anak.
Meskipun kelainan genetiknya tidak dapat dicegah setelah diwariskan, kelahiran anak dengan talasemia mayor tetap bisa diturunkan lewat berbagai langkah. Upaya cegah talasemia mayor ini dapat dilakukan melalui skrining pembawa sifat, konseling genetik, serta perencanaan kehamilan yang tepat.
Indonesia sendiri termasuk dalam kawasan sabuk talasemia. Prevalensi pembawa sifat (carrier) di Tanah Air diperkirakan mencapai 3-10 persen dari total populasi. Sayangnya, pembawa sifat mumnya tidak menunjukkan gejala khusus. Akibatnya, status ini sering kali baru diketahui setelah seseorang menjalani pemeriksaan darah.
Dokter spesialis anak sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr Dyah Ayu Shinta Lesmanawati, Sp.A mengatakan talasemia merupakan kelainan pembentukan hemoglobin. Kondisi ini membuat sel darah merah menjadi lebih mudah rusak. Dampaknya, penderita akan mengalami anemia dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
"Pada dasarnya, talasemia merupakan kelainan dalam pembentukan hemoglobin. Karena pembentukan hemoglobin tidak normal, sel darah merah menjadi mudah rusak. Penderita pun mengalami anemia, mulai dari derajat ringan hingga berat," kata dr Shinta dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Menurut dr Shinta, seseorang dapat menjadi pembawa sifat talasemia tanpa menunjukkan keluhan fisik. Namun, jika dua orang pembawa sifat talasemia menikah dan memiliki keturunan, maka setiap kehamilan memiliki risiko genetik. Yaitu 25 persen kemungkinan anak mengalami talasemia mayor, 50 persen kemungkinan menjadi pembawa sifat, dan 25 persen kemungkinan lahir sehat tanpa membawa sifat talasemia.
Karenanya sebelum menikah, dr Shinta menyarankan masyarakat melakukan skrining dan konseling untuk mengetahui status pembawa sifat talasemia. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya talasemia mayor pada generasi penerus.
"Idealnya, skrining dilakukan sebelum menikah. Bahkan, sejak usia muda seseorang sebaiknya sudah mengetahui status talasemianya. Dengan begitu, pasangan dapat memahami risiko yang mungkin dihadapi saat merencanakan keturunan," kata dr Shinta.
la juga menegaskan bahwa tujuan skrining bukanlah untuk melarang seseorang menikah. Sebaliknya, pemeriksaan ini memberikan informasi yang cukup agar pasangan dapat mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab.
Bagikan:
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Kebijakan tersebut mencerminkan sinergi fiskal dan sektor keuangan dalam menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.
Menurut Hery, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.
"Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," jelas Hery.
Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya.
Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, dan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio kredit BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.
Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.
"BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Hery.
pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Tangerang, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebelumnya, sebagian dana SAL tersebut direncanakan akan ditarik pada akhir 2026. (ADV)
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Bagikan:
JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK mulai memberlakukan uji coba contraflow atau pengalihan arus lalu lintas di KM 55 Ruas Tol Binjai–Langsa, Sumatera Utara, mulai hari ini, Kamis, 6 Agustus hingga Rabu, 12 Agustus mendatang.
Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan sebagai persiapan pekerjaan pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan agar pelaksanaan pekerjaan nantinya tetap berlangsung aman tanpa mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Selama masa uji coba, kendaraan akan diarahkan melintas melalui lajur dari arah berlawanan sesuai skema contraflow yang telah disiapkan.
Pengguna jalan diminta memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari hambatan selama melintasi lokasi pekerjaan.
Regional Head Sumatra Bagian Utara Hutama Karya Taufiq Hidayat mengatakan, uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas dapat berjalan optimal sebelum diterapkan selama masa pemeliharaan berlangsung.
"Uji coba contraflow ini kami lakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan pemeliharaan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Melalui uji coba ini, kami dapat melihat kondisi di lapangan secara langsung dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan, sehingga saat diterapkan selama masa pekerjaan nantinya, pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman, nyaman dan minim hambatan," ujar Taufiq dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus.
Taufiq menyebut, meski dilakukan rekayasa lalu lintas, operasional Jalan Tol Binjai–Langsa tetap berjalan normal dan aman dilalui seluruh kendaraan.
Untuk mendukung kelancaran uji coba, perusahaan menggandeng kepolisian, dinas perhubungan dan pemangku kepentingan terkait untuk melakukan pemantauan secara berkala.
Di area pekerjaan juga telah dipasang berbagai perlengkapan keselamatan, mulai dari rambu lalu lintas, traffic cone, water barrier, lampu strobo hingga petugas yang bersiaga selama 24 jam.
Perseroan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pelaksanaan uji coba tersebut.
Taufiq mengimbau, pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dengan baik, mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan serta mematuhi seluruh pengaturan lalu lintas yang berlaku.
"Kami berharap, pengguna jalan dapat mendukung pelaksanaan uji coba ini dengan tetap berhati-hati dan mematuhi seluruh pengaturan lalu lintas yang diberlakukan. Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan, pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan dapat berjalan lancar, sehingga kualitas layanan jalan tol tetap terjaga," katanya.
Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, pengguna jalan dapat memantau media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya, menghubungi Call Center 1500-700 atau WhatsApp 0811-2770-000 serta memanfaatkan fitur CCTV pada aplikasi Mozy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time sebelum memulai perjalanan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Abdul hadi tamba
Agama | 2026-08-06 05:43:58
Oleh Abdul Hadi Tamba
Ayah yang hilang dirumahnya sendiri.
Kenapa anak ayam tak pernah jalan dengan bapaknya ?
Pelajaran tasawuf tentang ayah yang hilang dirumahnya sendiri.
Pernahkah kau perhatikan ?
Di halaman rumah, di pasar, di pematang sawah.
Kita selalu melihat anak-anak ayam berjalan beriringan di belakang induknya.
Berbaris rapi.
Patuh.
Berlarian kecil mengejar ibunya.
Tapi kita tidak pernah melihat anak ayam berjalan dengan bapaknya.
Ke mana bapaknya ?
Ke mana ayam jantan itu ?
Ia ada.
Ia berdiri gagah di atas pagar, jenggernya merah menyala, kokoknya paling keras se-kampung.
Semua orang tahu ia jago.
Tapi tidak ada satu pun anak yang mau berjalan di sampingnya.
Fenomena kecil ini, jika direnungkan dengan hati tasawuf, adalah tamparan paling lembut sekaligus paling menyakitkan untuk kita, para ayah.
Ayam jantan itu hanya pendonor, bukan ayah.
Dalam ilmu biologi, tugas ayam jantan memang hanya satu, membuahi.
Setelah itu selesai.
Ia tidak mengerami telur.
Ia tidak menahan lapar 21 hari di atas telur-telurnya.
Ia tidak mengajarkan anaknya cara mematuk cacing.
Semua itu dilakukan oleh induk betina sendirian.
Ia yang mengerami dengan sabar.
Ia yang rela tidak makan demi menghangatkan telurnya.
Ia yang setelah menetas, memanggil anak-anaknya dengan suara lembut _"tok... tok... tok..."_ jika menemukan sebutir beras.
Ia yang mengembangkan sayapnya lebar-lebar saat hujan turun dan elang mengintai, membiarkan punggungnya basah asal anak-anaknya tetap hangat.
Sementara sang jantan ?
Ia sibuk berkelahi dengan jantan lain.
Sibuk mencari betina baru.
Sibuk berkokok menunjukkan siapa penguasa kandang.
Wajar jika anak ayam tidak mengenal bapaknya.
Karena bapaknya memang tidak pernah hadir untuk dikenal.
Inilah potret ayah yang hilang di Zaman ini.
Berapa banyak ayah di zaman ini yang nasibnya seperti ayam jantan itu ?
Ada di rumah, tapi tidak hadir.
Ada raganya, tapi tidak ada jiwanya.
Ia ada di ruang tamu, tapi matanya hanya untuk handphone.
Anaknya memanggil "Ayah...", dijawab tanpa menoleh, "Iya, sebentar.
Ia merasa sudah menjadi ayah yang hebat karena sudah memberi uang jajan, sudah membayar SPP, sudah membelikan motor.
Padahal anaknya tidak butuh uangnya saja.
Anaknya butuh suaranya, butuh pundaknya, butuh teladan shalatnya.
Imam Al-Ghazali pernah menangis ketika membahas ini di dalam Ihya Ulumuddin.
Beliau berkata :
"Anak adalah amanah telanjang di tangan orang tuanya.
Hatinya yang masih suci adalah permata yang berharga.
Jika dibiasakan dengan kebaikan, ia akan tumbuh menjadi baik dan bahagia di dunia dan akhirat.
Jika dibiarkan seperti hewan ternak, ia akan celaka.
Siapa yang membiasakannn ?
Ayah dan Ibu.
Bukan hanya Ibu.
Jangan salahkan anak ayam jika ia liar, jika induknya tidak pernah mengajarinya.
Dalilnya alqur'an ayah adalah pemimpin bukan penonton.
Allah tidak pernah menyebut ayah sebagai "pemberi nafkah" saja.
Allah menyebut ayah sebagai "penjaga".
Wahai orang-orang yang beriman !
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
(QS. At-Tahrim: 6).
Perhatikan, Ayat ini diawali dengan "Quu Anfusakum" - jagalah dirimu dulu.
Baru "Wa Ahlikum" - dan keluargamu.
Para ulama tafsir menjelaskan, yang pertama kali diperintahkan menjaga keluarga di sini adalah ayah sebagai kepala keluarga.
Tugas ayah bukan hanya menjaga perut keluarga dari lapar, tapi menjaga hati dan akidah keluarga dari api neraka.
Bagaimana mau menjaga dari api neraka, jika ayahnya sendiri tidak pernah mengajarkan wudhu yang benar ?
Bagaimana mau menjaga, jika ayahnya sendiri tidak pernah membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut mengganggu tidurnya ?
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabar dalam mengerjakannya.
(QS. Thaha: 132)
Ayat ini turun bukan untuk ibu.
Perintah "Wamur Ahlaka" ini, secara bahasa ditujukan kepada pemimpin laki-laki.
Ayah lah yang wajib berdiri di depan pintu kamar anaknya jam 5 pagi dan berkata dengan cinta, "Nak, shalat dulu ya.
Jika tidak, maka ia adalah ayam jantan yang hanya bangga karena berkokok paling keras, tapi tidak pernah membangunkan keluarganya untuk berkokok memuji Allah.
Hadis pendukung dan fatwa ulama tentang ayah yang lalai.
Rasulullah SAW, manusia paling sibuk mengurus umat, masih sempat menjadi ayah terbaik di dunia.
Ini yang membuat kita malu.
1. Hadis Ancaman Bagi Ayah yang Lalai.
Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyatnya (termasuk keluarganya), lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya (tidak mendidiknya), melainkan Allah haramkan surga atasnya.
(HR. Bukhari & Muslim).
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan hadis ini :
Menipu keluarga yang paling besar adalah membiarkan mereka bodoh tentang agama.
Memberi mereka makan enak adalah kebaikan, tapi membiarkan mereka tidak tahu cara shalat adalah pengkhianatan.
2. Fatwa Umar bin Khattab RA.
Suatu hari Umar memanggil seorang ayah yang anaknya durhaka.
Umar ingin memarahi anak itu.
Tapi anak itu berkata, "Wahai Amirul Mukminin, apakah anak punya hak atas ayahnya ?
Umar menjawab, "Ya, memilihkan ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur'an.
Anak itu berkata, "Ayahku tidak melakukan satu pun darinya.
Ibuku adalah budak hitam, namaku adalah Ju'al (kumbang hitam), dan ia tidak pernah mengajarkanku satu huruf pun dari Al-Qur'an.
Maka Umar menoleh kepada sang ayah dan berkata, *"Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum ia durhaka kepadamu.
Kalimat Umar ini harus kita pahat di dinding rumah kita.
Penutup :
Jadilah induk ayam,jangan jadi ayam jantan.
Hari ini, pulanglah.
Jangan jadi ayam jantan yang hanya berdiri gagah di atas pagar sambil berkokok.
Jadilah seperti induk ayam betina itu.
Yang mungkin tidak gagah, tidak berisik, bulunya kusam karena debu tanah.
Tapi sayapnya selalu terbuka.
Kasihnya selalu ada.
Suaranya selalu memanggil anaknya kepada kebaikan.
Anak ayam itu tidak butuh ayah yang hebat di mata tetangga.
Ia hanya butuh ayah yang mau berjalan pelan bersamanya, mengajarkan mana cacing dan mana batu.
Sebelum anakmu lebih memilih berjalan dengan teman-temannya, dengan gadgetnya, dengan dunianya, daripada berjalan denganmu.
Peluklah mereka mulai saat ini.
Dan bisikkan, "Maaf ya Nak, Ayah kemarin sibuk jadi ayam jantan.
Mulai saat ini Ayah belajar jadi ayah beneran.
Semoga Allah mengampuni kita semua, para ayah yang masih belajar.
Wallahu A'lam Bisshawab.
Untuk para ayah yang membaca tulisan ini sampai akhir, tulis di kolom komentar: "Ya Allah, Jadikan Aku Ayah yang Hadir, Bukan Hanya Ada".
Biar kita saling menguatkan dan malaikat mencatat janji kita ini.
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Jakarta, CNN Indonesia --
Roket SpaceX yang melaju dengan kecepatan hingga lebih dari 8.000 km/jam dilaporkan menabrak Bulan pada Rabu (5/8). Pakar mulai meneliti dampak tabrakan tersebut.
Teleskop milik European Southern Observatoru (ESO), Very Large Telescope, yang berlokasi di Observatorium Paranal Chile, berhasil mendeteksi dampak tabrakan tersebut.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa teleskop mendeteksi garis spektrum gas natrium dan litium pada semburan material akibat benturan, yang bertahan sekitar 5 hingga 10 menit setelah tabrakan," ungkap Bárbara Ferreira, manajer media departemen komunikasi ESO, melansir CNN, Rabu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kandungan natrium kemungkinan besar berasal dari tanah Bulan, sedangkan litium diperkirakan berasal dari material roket itu sendiri," lanjut dia.
Benjamin Fernando, peneliti di Los Alamos National Laboratory, New Mexico, juga membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, pengamatan dilakukan menggunakan instrumen spektrograf pada teleskop tersebut.
Ia menjelaskan, pengamatan ini sejak awal diarahkan untuk melacak jejak kimiawi dari sisa bahan roket yang tersebar di permukaan Bulan.
Fernando menjelaskan bahwa tim peneliti juga mengumpulkan data pencitraan dari Enhanced Resolution Imaging Spectograph (ERIS) pada teleskop yang sama. Data gambar ini akan segera diproses untuk mencari bukti visual dari lokasi kejadian.
Carl Schmidt, asisten profesor riset astronomi di Boston University yang memimpin pengamatan ini, menyebutkan bahwa benturan terjadi sesuai perkiraan, yakni sekitar pukul 02.30 waktu setempat di dekat Kawah Einstein.
Menurut Schmidt, gumpalan gas natrium dan litium yang membubung akibat benturan tersebut membentang hingga puluhan kilometer. Para ilmuwan sejak awal memperkirakan bahwa semburan gas ini akan menjadi indikator paling jelas yang bisa teramati dari Bumi.
Para ilmuwan memastikan peristiwa ini tidak berbahaya bagi Bumi. Meski demikian, benturan roket berbobot sekitar 4 ton yang menghantam dengan kecepatan lebih dari 2,4 kilometer per detik itu diperkirakan akan membentuk kawah baru berdiameter antara 20 hingga 30 meter di permukaan bulan.
Fenomena ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dari Bumi yang berjarak sekitar 363.000 kilometer, dan cukup sulit ditangkap bahkan oleh teleskop biasa.
Para astronom di berbagai observatorium sibuk mengarahkan teropong mereka ke bulan dengan harapan bisa mengabadikan momen langka ini. Kejadian jatuhnya benda buatan manusia ke bulan terbilang sangat jarang.
Para ilmuwan memanfaatkannya sebagai kesempatan berharga untuk mempelajari struktur tanah bulan sekaligus mempersiapkan langkah perlindungan bagi infrastruktur dan keselamatan astronot di masa depan, terutama dalam mendukung program eksplorasi bulan jangka panjang seperti proyek Artemis dari NASA.
Falcon 9 diluncurkan pada Januari 2025 dengan membawa dua pendarat Bulan robotik milik swasta, yakni Blue Ghost buatan Firefly Aerospace dan Resilience yang dikembangkan oleh perusahaan asal Tokyo, ispace.
Blue Ghost berhasil mendarat dan menyelesaikan misinya, sementara Resilience jatuh saat mencoba mendarat.
Bagian pendorong utama Falcon 9 memang bisa digunakan kembali, tetapi bagian atasnya hanya bisa terbang sekali. SpaceX biasanya mengarahkan kembali bagian atas roket ini ke atmosfer Bumi tak lama setelah peluncuran untuk dihancurkan.
Namun, hal ini tak bisa dilakukan pada peluncuran Blue Ghost dan Resilience lantaran proses pengiriman kedua wahana tersebut menghabiskan hampir seluruh bahan bakar roket. Akibatnya, roket seberat 4 ton tersebut ditinggalkan di orbit tinggi Bumi yang melintasi Bulan.
Julianna Scheiman, Direktur Program Sains NASA dan Dragon di SpaceX, mengatakan bahwa SpaceX sebenarnya telah melakukan manuver khusus untuk memastikan bagian atas roket tersebut tetap aman sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.
Meski demikian, manuver tersebut tidak mengunci posisi sampah antariksa tersebut di lokasi yang stabil. Gaya-gaya alam tetap memengaruhinya dan akhirnya mengubah arah jalurnya.
Scheiman mengungkap bahwa kombinasi antara aktivitas matahari dan gaya gravitasi pada akhirnya mendorong roket ini ke jalur menuju Bulan.
(dmi)
[Gambas:Video CNN]
Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:34 WIB
VIVA – Saat berhadapan dengan Singapura di lanjutan laga ketiga grup A Piala AFF 2026, ada sosok familiar yang mungkin bakal menyulitkan Timnas Indonesia.
Baca Juga
Mereka adalah dua pemain keturunan Pacitan, Jawa Timur yang siap berjuang mati-matian lawan Timnas Indonesia andai pelatih Singapura Gavin Lee menurunkannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laga hidup mati akan dijalani Timnas Indonesia ketika bertamu ke markas Singapura di Jalan Besar Stadium, Jumat malam (7/8) besok.
Baca Juga
Bagaimana tidak, kemenangan menjadi hal mutlak yang mesti didapatkan skuad Garuda untuk bisa melangkah lebih panjang di gelaran Piala AFF 2026.
Di klasemen grup A Piala AFF 2026, Timnas Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dan Singapura sebagai dua tim teratas. Hasil imbang saja cukup bagi mereka untuk lolos.
Baca Juga
Sebaliknya, Timnas Indonesia wajib menang jika ingin ke semifinal. Kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari Vietnam bikin langkah Garuda semakin berat.
Photo :
Singapura juga tak akan tinggal diam. Mereka jelas punya ambisi meredam hasrat Timnas Indonesia untuk menang di kandang sendiri, Jalan Besar Stadium.
Walaupun hasil imbang saja sudah cukup, namun The Lions yang dinahkodai oleh Gavin Lee akan menurunkan kekuatan terbaiknya untuk hadapi anak asuh John Herdman.
Dalam hal ini, Singapura punya senjata rahasia dalam Ilhan Fandi dan Irfan Fandi, dua kakak-beradik yang punya garis keturunan Pacitan, Jawa Timur.
Kualitas keduanya telah terbukti dalam tiga laga terakhir di Piala AFF 2026. Untuk Irfan Fandi, ia selalu siaga mengawal lini pertahanan Singapura.
Irfan Fandi turun di setiap perjuangan Singapura dengan dua kali starter dan sekali dari bangku cadangan. The Lions bahkan baru kebobolan satu gol saat ia tampil.
Sedangkan sang adik yakni Ilhan Fandi yang berposisi striker juga demikian. Ia dua kali jadi starter dan satu sebagai pemain pengganti untuk skuad The Lions.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari tiga pertandingan yang dimainkan Singapura, Ilhan Fandi sukses cetak dua gol di Piala AFF 2026 dengan masing-masing satu ke gawang Kamboja dan Timor Leste.
Halaman Selanjutnya
Jakarta (ANTARA) - Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami pelajaran, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai suatu materi. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak selalu menandakan adanya gangguan belajar.
Namun, orang tua perlu waspada apabila anak terus mengalami kesulitan belajar dalam waktu yang lama hingga memengaruhi prestasi akademik, kepercayaan diri, maupun aktivitas sehari-harinya. Mengenali tanda-tanda sejak dini sangat penting karena penanganan yang tepat dapat membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Perlu dipahami bahwa kesulitan belajar bukan berarti anak kurang cerdas. Dalam banyak kasus, anak hanya memerlukan metode belajar, pendampingan, atau evaluasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Berikut beberapa tanda anak mengalami kesulitan belajar yang perlu diperhatikan orang tua.
1. Sulit membaca, menulis, atau mengeja
Salah satu tanda yang paling sering terlihat adalah anak mengalami kesulitan mengenali huruf, membaca dengan lancar, mengeja kata, atau menulis kalimat sederhana sesuai usianya.
Sesekali mengalami kesalahan merupakan hal yang normal. Namun, jika kesulitan tersebut terus berlanjut meski sudah mendapatkan latihan dan pendampingan, orang tua sebaiknya mulai berkonsultasi dengan guru atau tenaga profesional.
Baca juga: 6 cara ampuh mengatasi rasa ngantuk saat belajar
2. Kesulitan memahami pelajaran matematika
Anak mungkin kesulitan mengenali angka, menghitung, memahami konsep penjumlahan dan pengurangan, atau mengingat rumus sederhana.
Apabila kemampuan tersebut jauh tertinggal dibandingkan teman seusianya dan berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
3. Sulit berkonsentrasi saat belajar
Anak yang mengalami kesulitan belajar sering kali tampak mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, atau tidak mampu mempertahankan perhatian dalam waktu yang cukup lama.
Meski demikian, sulit berkonsentrasi tidak selalu berarti anak mengalami gangguan belajar. Faktor seperti kurang tidur, stres, atau kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan fokus.
4. Sulit mengikuti instruksi
Orang tua atau guru mungkin perlu mengulang instruksi beberapa kali karena anak kesulitan memahami atau mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan.
Misalnya, anak bingung ketika diminta mengerjakan tugas yang terdiri atas beberapa tahapan, meskipun penjelasan sudah diberikan dengan jelas.
5. Prestasi belajar terus menurun
Nilai yang sesekali menurun bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika prestasi belajar terus menurun pada beberapa mata pelajaran atau anak tampak kesulitan mengikuti materi sesuai tingkat kelasnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi.
Guru biasanya menjadi pihak pertama yang dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan belajar anak di sekolah.
Baca juga: 6 cara ampuh mengatasi rasa ngantuk saat belajar
6. Sulit mengingat informasi
Anak mungkin mudah lupa terhadap materi yang baru dipelajari, jadwal pelajaran, atau instruksi sederhana yang sebenarnya sudah dipahami sebelumnya.
Kesulitan mengingat secara terus-menerus dapat menghambat proses belajar sehingga perlu dicari penyebabnya.
7. Menghindari aktivitas belajar
Sebagian anak yang mengalami kesulitan belajar cenderung enggan mengerjakan pekerjaan rumah, membaca buku, atau mengikuti pelajaran tertentu karena merasa frustrasi atau takut gagal.
Jika kebiasaan ini terus berulang, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi anak, tetapi mencoba mencari tahu penyebab di balik perilaku tersebut.
8. Sulit mengatur tugas dan perlengkapan sekolah
Anak sering kehilangan buku, lupa membawa perlengkapan sekolah, atau kesulitan mengatur jadwal belajar.
Kemampuan mengelola tugas dan mengatur diri memang berkembang secara bertahap, tetapi bila masalah ini sangat mengganggu aktivitas belajar, perlu mendapat perhatian.
9. Kepercayaan diri menurun
Kesulitan belajar yang tidak ditangani dapat membuat anak merasa dirinya tidak mampu dibandingkan teman-temannya.
Akibatnya, anak menjadi enggan bertanya di kelas, mudah menyerah saat menghadapi tugas, atau kehilangan minat untuk belajar.
Baca juga: Cara penuhi kebutuhan gizi anak ketika sedang belajar berpuasa
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Jika orang tua melihat beberapa tanda di atas secara berulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, jangan terburu-buru memberi label bahwa anak malas atau tidak pintar.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berdiskusi dengan guru mengenai perkembangan anak di sekolah. Selanjutnya, bila diperlukan, konsultasikan dengan dokter anak, psikolog, atau tenaga profesional yang berkompeten untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai.
Di rumah, orang tua juga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, memberikan dukungan emosional, serta menghindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Apresiasi setiap perkembangan sekecil apa pun agar anak tetap termotivasi untuk belajar.
Kesulitan belajar bukanlah akhir dari proses pendidikan seorang anak. Dengan pendampingan yang tepat, metode belajar yang sesuai, serta kerja sama antara orang tua, guru, dan tenaga profesional, anak tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi sesuai potensinya.
Yang terpenting, orang tua tidak mengabaikan tanda-tanda yang muncul. Semakin cepat kesulitan belajar dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan belajar secara optimal.
Baca juga: Cara praktis orangtua & guru ajari anak akui salah dan minta maaf
Baca juga: "Belajar dulu, baru mabar", cara kaum muda Surabaya sikapi gim
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan kondisi di seluruh Indonesia tetap aman dan terkendali di tengah isu Demo Agustus yang beredar di media sosial.
Hal itu disampaikan Djamari bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala BIN Jenderal (Purn) Herindra di Kantor Kemenko Polkam, Rabu (5/8).
"Situasi dalam negeri sangat-sangat mantap dan perkembangan semua yang terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua, kendali Panglima, kendali Kapolri, kendali BIN," kata Djamari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan saat ini banyak informasi hoaks di media sosial yang menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya ia meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh.
Djamari juga mengatakan kondisi masyarakat saat ini tidak seperti yang disebarkan di media sosial. Ia memastikan pemerintah akan menjaga kondisi tetap aman, nyaman dan terkendali.
Ia menambahkan video-video yang beredar di media sosial terkait aksi demonstrasi beserta narasi kerusuhan merupakan informasi yang tidak benar. Para pelaku penyebar hoaks itu, kata dia, sedang dicari dan akan diproses hukum.
"Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita, ada hoax-hoax yang seperti itu. Mungkin itu terjadi pada masa lalu. Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada," tuturnya.
Di sisi lain, Djamari mempersilakan masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi dengan tertib dan tidak anarkis. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
"Aksi unjuk rasa tidak ada larangannya ya, tidak ada. Menyampaikan unjuk rasa adalah penyampaian pendapat dari masyarakat. Tidak ada satu pun yang melarang untuk itu," jelasnya.
"Yang dilarang dan tidak diharapkan adalah tindakan-tindakan anarkis ya, tindakan anarkis. Kalau misalnya unjuk rasa dengan tertib menyampaikan kritikan boleh-boleh saja," imbuh dia.
(tfq/gil)
[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengatakan telah menyepakati rute-rute kapal yang melintasi Selat Hormuz bersama Oman dan kini tengah menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur perairan tersebut secara bersama
Pada Rabu (5/8), Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan terobosan baru itu bersama Oman di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat imbas perang yang kembali memanas antara keduanya meski sedang gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koordinat geografis rute yang direncanakan kedua pihak telah disepakati dan, jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses tersebut, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.
Menurut laporan tersebut, Baqaei mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan dengan Oman terus berjalan. Namun, sekalipun kesepahaman tercapai, hal itu tidak berarti Selat Hormuz telah menjadi jalur yang aman bagi seluruh kapal yang melintas.
Namun, sumber-sumber resmi yang memberikan keterangan kepada media Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz ini akan bergantung pada gelagat AS, terutama dalam memenuhi apa yang dipandang Teheran sebagai komitmennya untuk mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih ada di pihak Amerika Serikat, terutama blokade laut serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingannya," ujarnya.
Pilihan Redaksi
Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia. Iran secara de facto telah menguasai Selat Hormuz sejak lama dan menjadikan jalur perairan itu senjatanya melawan Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan perang sejak 28 Februari lalu.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Namun, Iran membantahnya dan mengatakan akan mengatur lalu lintas pelayaran melalui kesepakatan dengan negara tetangganya di seberang selat, Oman.
(rds/rds)
[Gambas:Video CNN]