9 tanda anak mengalami kesulitan belajar yang wajib diwaspadai

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami pelajaran, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai suatu materi. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak selalu menandakan adanya gangguan belajar.

Namun, orang tua perlu waspada apabila anak terus mengalami kesulitan belajar dalam waktu yang lama hingga memengaruhi prestasi akademik, kepercayaan diri, maupun aktivitas sehari-harinya. Mengenali tanda-tanda sejak dini sangat penting karena penanganan yang tepat dapat membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Perlu dipahami bahwa kesulitan belajar bukan berarti anak kurang cerdas. Dalam banyak kasus, anak hanya memerlukan metode belajar, pendampingan, atau evaluasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Berikut beberapa tanda anak mengalami kesulitan belajar yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Sulit membaca, menulis, atau mengeja

Salah satu tanda yang paling sering terlihat adalah anak mengalami kesulitan mengenali huruf, membaca dengan lancar, mengeja kata, atau menulis kalimat sederhana sesuai usianya.

Sesekali mengalami kesalahan merupakan hal yang normal. Namun, jika kesulitan tersebut terus berlanjut meski sudah mendapatkan latihan dan pendampingan, orang tua sebaiknya mulai berkonsultasi dengan guru atau tenaga profesional.

Baca juga: 6 cara ampuh mengatasi rasa ngantuk saat belajar

2. Kesulitan memahami pelajaran matematika

Anak mungkin kesulitan mengenali angka, menghitung, memahami konsep penjumlahan dan pengurangan, atau mengingat rumus sederhana.

Apabila kemampuan tersebut jauh tertinggal dibandingkan teman seusianya dan berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

3. Sulit berkonsentrasi saat belajar

Anak yang mengalami kesulitan belajar sering kali tampak mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, atau tidak mampu mempertahankan perhatian dalam waktu yang cukup lama.

Meski demikian, sulit berkonsentrasi tidak selalu berarti anak mengalami gangguan belajar. Faktor seperti kurang tidur, stres, atau kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan fokus.

4. Sulit mengikuti instruksi

Orang tua atau guru mungkin perlu mengulang instruksi beberapa kali karena anak kesulitan memahami atau mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan.

Misalnya, anak bingung ketika diminta mengerjakan tugas yang terdiri atas beberapa tahapan, meskipun penjelasan sudah diberikan dengan jelas.

5. Prestasi belajar terus menurun

Nilai yang sesekali menurun bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika prestasi belajar terus menurun pada beberapa mata pelajaran atau anak tampak kesulitan mengikuti materi sesuai tingkat kelasnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi.

Guru biasanya menjadi pihak pertama yang dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan belajar anak di sekolah.

Baca juga: 6 cara ampuh mengatasi rasa ngantuk saat belajar

6. Sulit mengingat informasi

Anak mungkin mudah lupa terhadap materi yang baru dipelajari, jadwal pelajaran, atau instruksi sederhana yang sebenarnya sudah dipahami sebelumnya.

Kesulitan mengingat secara terus-menerus dapat menghambat proses belajar sehingga perlu dicari penyebabnya.

7. Menghindari aktivitas belajar

Sebagian anak yang mengalami kesulitan belajar cenderung enggan mengerjakan pekerjaan rumah, membaca buku, atau mengikuti pelajaran tertentu karena merasa frustrasi atau takut gagal.

Jika kebiasaan ini terus berulang, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi anak, tetapi mencoba mencari tahu penyebab di balik perilaku tersebut.

8. Sulit mengatur tugas dan perlengkapan sekolah

Anak sering kehilangan buku, lupa membawa perlengkapan sekolah, atau kesulitan mengatur jadwal belajar.

Kemampuan mengelola tugas dan mengatur diri memang berkembang secara bertahap, tetapi bila masalah ini sangat mengganggu aktivitas belajar, perlu mendapat perhatian.

9. Kepercayaan diri menurun

Kesulitan belajar yang tidak ditangani dapat membuat anak merasa dirinya tidak mampu dibandingkan teman-temannya.

Akibatnya, anak menjadi enggan bertanya di kelas, mudah menyerah saat menghadapi tugas, atau kehilangan minat untuk belajar.

Baca juga: Cara penuhi kebutuhan gizi anak ketika sedang belajar berpuasa

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Jika orang tua melihat beberapa tanda di atas secara berulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, jangan terburu-buru memberi label bahwa anak malas atau tidak pintar.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berdiskusi dengan guru mengenai perkembangan anak di sekolah. Selanjutnya, bila diperlukan, konsultasikan dengan dokter anak, psikolog, atau tenaga profesional yang berkompeten untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai.

Di rumah, orang tua juga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, memberikan dukungan emosional, serta menghindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Apresiasi setiap perkembangan sekecil apa pun agar anak tetap termotivasi untuk belajar.

Kesulitan belajar bukanlah akhir dari proses pendidikan seorang anak. Dengan pendampingan yang tepat, metode belajar yang sesuai, serta kerja sama antara orang tua, guru, dan tenaga profesional, anak tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi sesuai potensinya.

Yang terpenting, orang tua tidak mengabaikan tanda-tanda yang muncul. Semakin cepat kesulitan belajar dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan belajar secara optimal.

Baca juga: Cara praktis orangtua & guru ajari anak akui salah dan minta maaf

Baca juga: "Belajar dulu, baru mabar", cara kaum muda Surabaya sikapi gim

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.