Kuota Jadi Tiket Liburan? Ini Cara Anak by.U Keliling Destinasi Unik dengan Harga Spesial

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Jakarta, VIVA – kUotamasya by.U kembali hadir sebagai program travel experience yang menawarkan cara baru menikmati liburan bagi generasi muda. Mengusung semangat “Aneh Tapi Nyata – Beli Kuota, Bisa Tamasya!”, program ini memadukan konektivitas digital dengan pengalaman eksplorasi destinasi unik bersama komunitas traveler dan content creator. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Telkomsel dalam menghadirkan solusi yang dekat dengan gaya hidup Gen Z.

Baca Juga

Melalui kUotamasya 2026, anak by.U berkesempatan mengikuti perjalanan ke enam destinasi pilihan, yakni Bulukumba, Bintan, Lasem, Nuca Molas, Bali Utara, hingga Vietnam. Setiap perjalanan dirancang menghadirkan eksplorasi budaya lokal, kuliner khas, serta pengalaman komunitas yang dekat dengan gaya hidup Gen Z.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini berlangsung dari April hingga Oktober 2026 melalui pembelian paket kUotamasya di aplikasi by.U. Pelanggan cukup membeli paket spesial Rp50.000 dengan kuota 12GB/30 hari, lalu melakukan registrasi untuk mengikuti raffle trip. Semakin banyak transaksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengalaman perjalanan bersama by.U.

Baca Juga

Head of by.U Product Marketing, Herman Andik Prasetyo, mengatakan, “Melalui kUotamasya 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar konektivitas, tetapi juga membuka peluang eksplorasi, koneksi sosial, dan cerita baru bagi pelanggan. Inisiatif ini juga merupakan wujud komitmen Telkomsel dalam Melayani Sepenuh Hati, dengan menghadirkan solusi yang sesuai dengan gaya hidup digital generasi muda.”

Baca Juga

Sebagai bagian dari pengembangan program, by.U berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Wonderful Indonesia untuk mendorong promosi destinasi lokal secara lebih kreatif dan digital-first, sekaligus meningkatkan minat Gen Z terhadap wisata domestik.

by.U juga menggandeng komunitas Omah Jangan Diam Terus untuk menghadirkan pengalaman yang lebih autentik dengan eksplorasi hidden gems, cultural journey, dan storytelling experience. Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya berwisata, tetapi juga membangun koneksi dengan budaya lokal dan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih personal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, melalui kolaborasi dengan Yayasan 1000 Guru, kUotamasya 2026 menghadirkan program “Teaching & Giving Program” di Lasem dan Bali Utara, yang mengajak peserta berkontribusi melalui kegiatan donasi dan aktivitas belajar bersama masyarakat setempat, memberikan dampak sosial nyata bagi komunitas lokal, sejalan dengan semangat Telkomsel dalam menciptakan nilai bersama.

Halaman Selanjutnya

Jelang Singapura vs Indonesia, Ilhan Fandi Usung Misi Personal

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Singapura - Ilhan Fandi memilih tetap rileks jelang duel penentuan kontra Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026. Timnas Indonesia wajib menang untuk mengunci tempat di semifinal, sedangkan Singapura cukup dengan hasil imbang.

Partai ini digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam. Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir fase grup bagi kedua tim.

Penyerang Timnas Singapura berusia 23 tahun itu menegaskan pendekatan yang santai sebelum menghadapi Timnas Indonesia. Ia menyebut ingin tampil tanpa beban dan kembali pada esensi bermain sepak bola.

Fokus Menikmati Kompetisi

Ilhan Fandi - Timnas Singapura

Perbesar

Aksi Ilhan Fandi saat memghadapi Timor Leste dalam laga Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar (27/7/2026). (Dok. ASEAN United FC)

"Bagi saya, saya hanya ingin tampil, bersenang-senang, dan menikmati kompetisi di Piala AFF 2026," ungkap Ilhan Fandi, dikutip dari ASEAN United FC.

"Ini selalu soal mengingat kembali alasan saya mulai bermain sepak bola sejak awal, yaitu karena saya menikmati permainan," sambung Ilhan Fandi.

Motivasi Keluarga dan Jejak Karier Ilhan Fandi

Selain menikmati permainan, motivasi pribadi tetap menjadi pegangan sang penyerang ketika memasuki fase krusial turnamen.

"Saya juga ingin membuat keluarga saya bangga," ujar Ilhan Fandi. "Sepak bola memberikan begitu banyak kebahagiaan bagi saya, dan lewat olahraga inilah saya mendapatkan banyak sahabat dekat. Saya ingin membantu tim melangkah sejauh mungkin dan memberikan kontribusi dengan cara apa pun yang saya bisa."

Ilhan Fandi adalah pemain profesional asal Singapura yang lahir pada 8 November 2002. Ia berposisi sebagai penyerang, membela Timnas Singapura, dan berasal dari keluarga sepak bola Fandi Ahmad. Ia putra dari Fandi Ahmad, legenda sepak bola terbesar Singapura, dan mantan model Wendy Jacobs. Dua kakaknya, Irfan Fandi dan Ikhsan Fandi, juga merupakan pesepak bola tim nasional Singapura.

Ilhan sempat berkarier di luar negeri termasuk di Thailand. Mulai musim 2026/2027, ia kembali ke Singapura untuk memperkuat Lion City Sailors.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Tumbangkan Persib Lewat Adu Penalti

Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Penyandang Disabilitas Ciptakan Produk Berkualitas TInggi

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Jakarta, VIVA – Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, menyimpan beragam cerita tentang perjuangan dan ketangguhan para pelaku UMKM yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga. Lebih dari sekadar pameran busana dan kerajinan tangan, beberapa produk yang ditampilkan merupakan hasil buah tangan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas.

Baca Juga

Salah satunya adalah produk busana yang terpajang di gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga. UMKM ini tidak hanya memproduksi barang-barang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi ruang inklusi bagi mereka yang terpinggirkan. Dalam menghasilkan produknya, Narita Shibori merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Hal ini menjadikan produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita lain ada di gerai UMKM Dara Baro yang juga salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM asal Aceh ini bergerak di bidang fashion berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara, seperti jumputan, tenun, dan batik, untuk menghasilkan busana bernilai tinggi dengan teknik boro asal Jepang. Boro sendiri adalah teknik produksi dengan menjahit dan menambal ulang (upcycling) kain bekas menjadi busana baru. Ini artinya produk UMKM Dara Baro tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.

Baca Juga

Sentuhan kemanusiaan dan nilai keberlanjutan inilah yang mencuri perhatian Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, ketika berkunjung ke booth perusahaan energi ini pada Minggu (2/8). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bagaimana setiap produk yang dihasilkan menyimpan cerita pemberdayaan yang sangat kuat dan menyentuh.

"Produk-produk ini memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat. Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang tak hanya menarik untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk bisa memberi manfaat dan melanjutkan penghidupan banyak orang," ujar Siti Zahra, dikutip dari keterangannya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM, agar lebih banyak lagi pihak yang merasakan manfaatnya, terutama di sekitar daerah operasional perusahaan. Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga tidak hanya memperluas pasar UMKM lokal, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi bangsa yang dimulai dari tingkat lokal.

Halaman Selanjutnya

"Saya berharap kolaborasi dan kebersamaan antara Pertamina Patra Niaga dan mitra binaan ini dapat terus berlanjut. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat pendampingan di wilayah sekitar operasional agar UMKM lokal terus berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar," tegas Siti Zahra.

Changan Bawa Jurus Baru, Ada ‘Nyawa Kedua’ untuk Perjalanan Jauh

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Tangerang Selatan, VIVA – Salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna mobil listrik masih sama, yakni baterai habis di tengah perjalanan saat stasiun pengisian daya sulit ditemukan. Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.

Baca Juga

Melihat kondisi itu, Changan menghadirkan pendekatan berbeda melalui Deepal S05 yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. SUV ini tidak hanya tersedia dalam versi Battery Electric Vehicle (BEV), tetapi juga menawarkan pilihan Range Extended Electric Vehicle (REEV), teknologi yang menjadi "jurus cadangan" ketika daya baterai mulai menipis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan mobil listrik murni, sistem REEV tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak roda. Namun, kendaraan juga dibekali mesin bensin yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat kapasitasnya mulai berkurang. Dengan cara tersebut, mobil tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya.

Baca Juga

Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Deepal S05. Changan mengklaim varian REEV sanggup menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer dalam satu kali penggunaan energi dan bahan bakar, sehingga dinilai lebih sesuai untuk perjalanan antarkota maupun jarak jauh. Sementara itu, varian BEV mampu menawarkan jarak tempuh hingga 470 kilometer untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

CEO Changan Indonesia, Setiawan, mengatakan kehadiran Deepal S05 menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi mobilitas yang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Menurutnya, konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan efisiensi energi, tetapi juga menginginkan kendaraan yang nyaman, cerdas, dan mampu mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, Deepal S05 dirancang dengan memadukan sistem elektrifikasi, teknologi digital, kenyamanan kabin, dan fitur keselamatan dalam satu paket kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya mengandalkan teknologi penggerak, SUV ini juga dibekali beragam fitur digital yang menjadi nilai tambah. Salah satunya adalah layar sentuh 15,4 inci UHD Sunflower Screen yang dapat berputar mengikuti posisi pengemudi hingga 15 derajat sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Layar tersebut juga sudah mendukung perintah suara dalam bahasa Indonesia. Pengemudi dapat mengoperasikan navigasi, sistem pendingin udara, musik, panggilan telepon hingga berbagai pengaturan kendaraan tanpa harus menyentuh layar secara langsung.

Halaman Selanjutnya

Deepal S05 juga dilengkapi Head-Up Display dengan Augmented Reality Navigation yang menampilkan informasi arah tepat di area pandang pengemudi sehingga perhatian tetap terfokus ke jalan. Untuk menunjang kenyamanan, tersedia sistem audio 14 speaker, pengisi daya nirkabel 50 watt, serta empat mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Polda Metro Siap Hadir di Praperadilan Keempat Roy Suryo Terkait Status Cekal

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya menyatakan siap hadir dalam persidangan gugatan praperadilan keempat yang diajukan tersangka tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo tentang pencekalan.

Baca Juga

Diketahui, kubu Roy Suryo akan kembali mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan usai permohonan ketiganya soal ganti rugi tidak diterima oleh Hakim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita dengarkan langsung tadi dari pengacaranya untuk mengajukan yang keempat. Nah itu kami siap untuk menerima undangan atau hadir dalam undangan Pengadilan nanti," ucap Kabidkum Polda Metro Jaya, Kombes Abrianto Pardede, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga

Di sisi lain, terkait dengan hasil persidangan hari ini, Abrianto mengaku sangat menghormati putusan Hakim yang tidak menerima permohonan ganti rugi.

"Di mana kita sudah sama-sama mendengar dari putusan Hakim bahwa permohonan Pemohon ditolak (tidak dapat diterima) karena kekurangannya pihak, yaitu dari Kementerian Keuangan," ujarnya.

Baca Juga

Ia juga mengungkapkan, tidak diterimanya permohonan itu, hak untuk mengajukan ganti rugi sudah pasti akan ditolak.

"Jadi otomatis hak untuk mengajukan ganti rugi sudah pasti ditolak," ungkapnya.

Sebelumnya, Roy Suryo mengajukan kembali praperadikan terkait pencekalan. Hal tersebut diungkapkannya usai Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menerimanya permohonan praperadilan yang diajukannya soal ganti rugi sebesar Rp200 juta terkait penangkapan dan penahanan.

"Yang jelas besok kita akan mengajukan praperadilan ke empat, yaitu tentang cekal dan tentang adanya aturan-aturan yang saling sengkarut," kata dia, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sementara itu, Kuasa hukum Roy, Ghafur Sangadji mengungkapkan, bahwa praperadilan ke empat itu ajukan dalam upaya pelepasan status pencekalan terhadap kliennya.

Pasalnya, hingga perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum mendapatkan informasi soal pelepasan status tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami minta supaya pencekalannya dilepas dulu. Kan masih dicekal sampai sekarang," jelasnya.

tvonenews.com/Aldi Herlanda 

Roy Suryo memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Praperadilan Roy Suryo Soal Ganti Rugi Kandas, Hakim Sebut Gugatan Cacat Formil

Upaya Roy Suryo untuk memperoleh ganti rugi melalui jalur praperadilan kembali buntu. Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menyatakan tak dapat diterima.

VIVA.co.id

6 Agustus 2026

Wali Kota Depok tegaskan peringatan kemerdekaan tak hanya seremonial - ANTARA News Megapolitan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Depok (ANTARA) - Wali Kota Depok Supian Suri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai peringatan HUT RI tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial.

Hal tersebut ditegaskan Supian Suri, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.14.1.1/482/DISHUB/2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

"Semarak peringatan kemerdekaan diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat cinta Tanah Air," kata Supian Suri di Depok, Kamis.

Surat edaran tersebut menjadi acuan bagi seluruh perangkat daerah, instansi pemerintah, swasta, hingga masyarakat untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Dalam surat edaran itu, tema nasional HUT ke-81 RI ditetapkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Seluruh instansi pemerintah, badan usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat diminta menggunakan logo resmi HUT RI ke-81 pada berbagai media publikasi, baik cetak, elektronik, maupun digital sesuai pedoman identitas visual nasional.

Masyarakat juga diimbau memasang berbagai atribut kemerdekaan, seperti umbul-umbul, spanduk, baliho, maupun dekorasi lainnya di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Bendera Merah Putih diwajibkan berkibar secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap bangsa.

Surat edaran tersebut juga mengatur pelaksanaan penghormatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026 pukul 10.17 hingga 10.20 WIB.

Selama tiga menit, masyarakat diminta menghentikan aktivitas sejenak dan berdiri tegap saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Ketentuan tersebut dikecualikan bagi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila dihentikan.

Untuk mendukung pelaksanaan penghormatan tersebut, jajaran TNI, Polri, instansi pemerintah, serta pihak swasta diminta membunyikan sirene atau penanda lainnya sebelum lagu kebangsaan diperdengarkan.

Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Akademisi UI kembangkan panel surya PVT hasilkan listrik dan air panas - ANTARA News Megapolitan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Depok (ANTARA) - Akademisi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Rudi Darussalam mengembangkan sistem photovoltaic thermal (PVT) berbasis air yang mampu menghasilkan listrik sekaligus memanfaatkan panas matahari menjadi energi termal secara efisien.

“Penelitian ini menunjukkan bagaimana pendekatan rekayasa dapat menjawab tantangan nyata di negara tropis dan membuka peluang pengembangan teknologi energi surya yang lebih aplikatif di masa depan. Inovasi seperti ini sangat penting dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dekan FTUI Prof. Kemas, di Kampus UI Depok, Kamis.

Melalui inovasi ini, UI menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan energi bersih dan keberlanjutan.

UI terus mendukung riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di era transisi energi global.

Inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan iklim tropis Indonesia, di mana temperatur tinggi sering kali menurunkan kinerja panel surya tipe konvensional.

Melalui penelitian doktoralnya yang berjudul “Investigasi Efektivitas Sistem Photovoltaic Thermal Berbasis Air dengan Kolektor Twin Spiral pada Iklim Tropis”, Rudi merancang prototipe sistem PVT dengan konfigurasi kolektor twin spiral yang memungkinkan panas berlebih dari panel surya dimanfaatkan untuk memanaskan air.

Dengan demikian, satu sistem dapat menghasilkan dua bentuk energi sekaligus, yakni listrik dan termal. Penelitian ini juga dilengkapi dengan model matematis terintegrasi untuk memprediksi kinerja sistem pada berbagai kondisi operasi nyata.

Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menghasilkan daya listrik hingga sekitar 175,8 watt, sementara temperatur air meningkat hingga 36,57°C.

Temuan ini menegaskan efektivitas sistem PVT berbasis air dalam meningkatkan pemanfaatan energi matahari secara menyeluruh dibandingkan panel surya konvensional.

Selain menghasilkan inovasi teknologi, penelitian ini juga menawarkan berbagai peluang implementasi di masyarakat.

Energi termal yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk penyediaan air panas di rumah tangga, hotel, rumah sakit, maupun fasilitas komersial.

Teknologi ini juga berpotensi mendukung proses produksi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kebutuhan sanitasi, hingga sektor pertanian yang membutuhkan sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Rudi juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk sistem pemantauan kinerja secara real-time, serta pemanfaatan nanofluida sebagai media pendingin guna meningkatkan efisiensi perpindahan panas.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji performa sistem dalam jangka panjang pada kondisi tropis ekstrem, seperti temperatur tinggi, kelembapan tinggi, fluktuasi intensitas matahari, paparan debu, dan potensi korosi di wilayah pesisir.

Penelitian ini penting bagi masyarakat umum karena menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dengan satu sistem, masyarakat dapat memperoleh listrik sekaligus air panas, sehingga efisiensi energi meningkat dan biaya operasional berkurang.

Inovasi ini membuka peluang pemanfaatan energi surya yang lebih optimal, mendukung transisi energi nasional, serta memperkuat akses masyarakat terhadap sumber energi bersih yang berkelanjutan.

Atas capaian tersebut, Rudi berhasil meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Elektro FTUI dengan IPK 4,00 dan predikat cum laude.  

Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Polresta Karawang dalami saksi untuk usut penganiayaan dua remaja - ANTARA News Megapolitan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Karawang (ANTARA) - Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Polresta Karawang masih melakukan penyelidikan dan mendalami keterangan saksi untuk mengusut  kasus penganiayaan dua remaja yang disangka begal usai mengikuti pengajian di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jabar.

Kasie Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Kamis memastikan proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku untuk mengungkap seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab.

Dua remaja yang menjadi korban penganiayaan setelah disangka begal itu masing-masing berinisial AM (15), warga Kampung Krajan, Desa Jayakerta, Karawang serta MA (16), warga Kampung Kulo Pipisan, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. 

Ia mengatakan, peristiwa itu bermula ketika kedua korban baru pulang dari pengajian dan berboncengan menggunakan sepeda motor dengan kecepatan sedang. 

Saat melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 23.30 WIB, keduanya dihadang oleh sejumlah warga yang melemparkan kayu ke tengah jalan hingga korban terjatuh dari sepeda motor.

Setelah terjatuh, kedua korban kembali menjadi sasaran pelemparan termos berisi air panas yang mengenai tubuh mereka. 

Saat itu juga, kedua korban kemudian diinterogasi dan dituduh sebagai pelaku begal. Setelah menjelaskan bahwa mereka baru pulang dari pengajian, keduanya selanjutnya dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kejadiannya terjadi di Jalan Cilutung, Dusun Sukawijaya, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, pada Jumat malam (31/7)," katanya.

Cep Wildan menyampaikan, dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah melakukan sejumlah langkah. Di antaranya memeriksa pelapor, melengkapi administrasi penyidikan, mengecek kondisi korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Rengasdengklok, serta melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Ia menegaskan, setiap dugaan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika dari hasil penyidikan terbukti terdapat unsur tindak pidana, pelaku akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Sampai saat ini, proses penyidikan masih terus berlangsung guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap dua remaja itu," katanya.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3,6 Juta Nasabah Bank Jago Terhubung ke Ekosistem Bibit dan Stockbit

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kolaborasi PT Bank Jago Tbk dengan platform investasi Bibit dan Stockbit terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah yang terhubung dalam ekosistem ketiga platform tersebut mencapai 3,6 juta.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan angka ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat kerja sama dimulai pada akhir 2022.

Sebelumnya, pada awal kolaborasi yang dimulai Desember 2022, jumlah nasabah yang tergabung dalam ekosistem Bank Jago, Bibit, dan Stockbit baru sekitar 1,2 juta.

"Jago, Bibit, Stockbit di usia kita yang kelima tahun itu kalau dilihat kita start di Desember 2022 itu kita punya 1,2 juta nasabah yang tergabung di dalam ekosistem dan itu terus bertumbuh sampai kita di posisi bulan Juli (2026), kita sudah memiliki 3,6 juta nasabah yang terkoneksi di dalam ekosistem Jago, Bibit, dan Stockbit," kata Nyoman di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.

Seiring pertumbuhan tersebut, jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang telah terintegrasi dengan Bibit dan Stockbit juga mendekati 2 juta pengguna.

"Nasabah menunjukkan minat terhadap berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing," tambah Nyoman.

Dari sisi komposisi portofolio, investasi nasabah masih didominasi instrumen saham dengan porsi 48,4 persen. Reksa dana berada di posisi berikutnya sebesar 38,6 persen, sementara obligasi menyumbang 13 persen.

Jika dilihat dari volume transaksi, saham menjadi instrumen yang paling aktif diperdagangkan dengan kontribusi mencapai 88 persen. Adapun transaksi reksa dana mencapai 11,9 persen, sedangkan sisanya berasal dari obligasi.

Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit dan Stockbit William menilai peningkatan jumlah nasabah tidak lepas dari semakin besarnya minat masyarakat untuk berinvestasi, khususnya di kalangan investor ritel dan generasi muda.

Menurutnya, hingga akhir semester I 2026 jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mendekati 30 juta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam membangun kesehatan finansial sekaligus mempersiapkan masa depan.

"Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan,” ujar William.

William menambahkan, Bibit dan Stockbit saat ini telah melayani lebih dari 10 juta pengguna, dengan hampir 90 persen di antaranya berasal dari generasi milenial dan Gen Z.

Tingginya adopsi platform investasi digital di kelompok usia produktif tersebut turut didukung kemudahan integrasi layanan Bank Jago, termasuk proses pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN).

“Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu,” pungkas William.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Kasus Yurizal Dinilai Menjadi Momentum Penguatan Etika dan Pelayanan Kesehatan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Jakarta, VIVA – Meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan menjadi perhatian berbagai kalangan. Peristiwa tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan etika dalam penggunaan media sosial, baik oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Baca Juga

Pakar hukum Profesor Henry Indraguna mengatakan pemerintah telah menyediakan ruang konstitusional bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan. Penyampaian kritik disebut harus dilakukan secara bertanggung jawab, sementara seluruh pihak juga perlu mengedepankan etika dan empati dalam meresponsnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam negara hukum, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak setiap orang untuk menyatakan pendapat, sedangkan Pasal 28H Ayat (1) menjamin hak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak," ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga

Menurut Henry, kritik yang disampaikan pasien terhadap pelayanan kesehatan merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang dijamin konstitusi selama disampaikan dengan itikad baik, berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri, serta tidak mengandung fitnah maupun informasi bohong.

"Sebaliknya, tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan profesi yang mengemban kepercayaan publik (public trust). Selain tunduk pada peraturan perundang-undangan, mereka juga terikat oleh kode etik profesi yang mewajibkan penghormatan terhadap martabat pasien, menjaga kerahasiaan, menjunjung tinggi profesionalisme, serta mengedepankan empati dalam setiap interaksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial," kata dia.

Baca Juga

Ia menilai, kebebasan berekspresi yang dimiliki tenaga kesehatan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab profesi, khususnya dalam menjaga kehormatan pasien.

"Dari perspektif hukum pidana siber, apabila komentar yang disampaikan melalui media elektronik memenuhi unsur penghinaan atau menyerang kehormatan seseorang sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), maka perbuatan tersebut dapat menjadi objek penegakan hukum," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Henry berharap seluruh pihak dapat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik, memperkuat profesionalisme tenaga kesehatan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional.

"Hukum harus menjadi penjaga keadilan, sedangkan profesi kedokteran harus tetap menjadi penjaga kemanusiaan. Ketika hukum dan etika berjalan beriringan, kepercayaan publik akan tetap terpelihara. Sebaliknya, ketika empati hilang dari pelayanan kesehatan, maka yang terluka bukan hanya seorang pasien, melainkan juga martabat profesi itu sendiri," katanya.

Ilustrasi Smartwatch

Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Cari smartwatch terbaik 2026? Simak rekomendasi dengan performa kencang, fitur kesehatan lengkap, AI canggih, dan produktivitas tinggi untuk mendukung aktivitas harian.

VIVA.co.id

4 Agustus 2026