10 Negara Terbanyak Mencetak Miliarder Baru, Adakah yang dari Asia?

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi global, sejumlah negara terus mencetak miliarder baru. Lahirnya miliarder baru ini menjadi salah satu indikator untuk melihat hubungan antara kekayaan dan peluang bisnis di suatu negara.

Dari Amerika Serikat hingga negara-negara berkembang di Asia, sejumlah negara terus mencetak nama-nama baru yang berhasil menembus jajaran orang superkaya. Lantas, negara mana yang menjadi tempat lahirnya miliarder baru terbanyak?Adakah yang datang dari Asia?

Melansir dari laman Mental Floss, berikut daftar 10 negara yang banyak mencetak miliarder baru, menurut laporan Visual Capitalist dan data dari UBS Global Wealth Report tahun 2026:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  1. Amerika Serikat, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 441.078.
  2. Britania Raya, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 43.139.
  3. Perancis, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 34.604.
  4. Spanyol, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 32.707.
  5. Jepang, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 31.428.
  6. India, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 31.033.
  7. Italia, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 28.596.
  8. Australia, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 25.089.
  9. Jerman, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 24.263.
  10. Rusia, jumlah miliarder baru pada tahun 2025 adalah 21.951.

Amerika Serikat memiliki jumlah miliarder baru terbanyak

Negara Amerika Serikat memiliki jumlah miliarder baru terbanyak pada tahun 2025, Bunda. Penambahan angka tersebut menjadikan jumlah penduduk AS dengan kekayaan setidaknya tujuh digit menjadi lebih dari 23,6 juta miliarder.

Peningkatan jumlah orang kaya di AS lebih dari 10 kali lipat dibandingkan dengan jumlah yang dihasilkan oleh Britania Raya, yang berada di posisi kedua, dengan jumlah 43.139 miliarder selama periode waktu yang sama. AS begitu dominan dalam statistik sehingga hampir setengah dari semua orang di sana memiliki kekayaan mencapai angka satu juta dolar.

Eropa Timur mencatat pertumbuhan terbesar

Banyak negara di Eropa unggul di daftar 10 negara dengan jumlah miliarder baru. Setidaknya, enam dari 10 negara Eropa Barat dan Selatan masuk daftar, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, dan Rusia. Semuanya mengalami peningkatan yang signifikan.

Meskipun warga Eropa Barat dan Eropa Selatan dapat mengklaim jumlah miliarder baru secara keseluruhan pada tahun 2025, negara-negara Eropa Timur juga mengalami peningkatan persentase terbesar dalam jumlah orang kaya baru, Bunda.

Negara Lituania memimpin pertumbuhan persentase dengan peningkatan 8 persen pada jumlah miliarder, sehingga totalnya menjadi 921 orang. Turki berada di urutan kedua, dengan pertumbuhan 6,4 persen pada jumlah miliarder, menjadi 5.650 penduduk dengan kekayaan tujuh digit.

Latvia, Hongaria, dan Irlandia juga termasuk dalam lima negara teratas yang mengalami pertumbuhan persentase terbesar dalam jumlah miliarder.

Lokasi memegang peranan dalam menciptakan miliarder baru

Kekayaan pribadi di Amerika Serikat, telah meningkat karena kinerja pasar saham yang kuat. Kondisi tersebut membantu investasi rumah tangga yang meluas, sehingga meningkatkan kekayaan pribadi di negara Paman Sam.

Di Eropa, pertumbuhan berasal dari ekonomi regional, Bunda. Keberhasilan ekonomi yang meluas ini memberikan keuntungan bagi beberapa negara dalam menciptakan miliarder.

Sementara itu, pasar Asia memiliki dua masalah dalam menciptakan jutawan, tergantung di mana mereka tinggal. Di negara seperti Jepang, stabilitas pasar keuangan yang mapan memberi lebih banyak penduduk kesempatan untuk menjadi jutawan atau miliarder.

Di sisi lain, tempat-tempat seperti India mengalami ekspansi ekonomi yang pesat, sehingga mampu menciptakan lonjakan jumlah miliarder baru di negara tersebut.

Demikian daftar negara terbanyak yang mencetak miliarder baru. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Rekomendasi 5 Film Korea Romantis di Netflix dengan Rating Tinggi untuk Long Weekend

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia

Sabtu, 15 Aug 2026 12:00 WIB

Rekomendasi 5 Film Korea Romantis di Netflix dengan Rating Tinggi untuk Long Weekend

Park Bo Gum dan Bae Suzy di Wonderland/ Foto: instagram.com/netflixid

Hai, Beauties! Kita akan menikmati long weekend yang jatuh pada 15 - 17 Agustus 2026. Selain menikmati beragam aktivitas seru di luar rumah, kamu juga bisa menyempatkan diri untuk bersantai di rumah saja ditemani sejumlah film-film Korea seru yang tayang di Netflix.

Nah, berikut ini ada lima judul  film  Korea romantis dengan rating tinggi di Netflix untuk menemani momen long weekend kamu. Selamat menonton ya, Beauties!

1. Wonderland

Poster Film Wonderland/ Foto: asianwiki.com

Wonderland/ Foto: asianwiki.com

Menggabungkan unsur romantis dan sci-fi, Wonderland menghadirkan kisah mengenai orang-orang yang menggunakan layanan ‘Wonderland’. Layanan tersebut memungkinkan para penggunanya untuk ‘bertemu’ kembali dengan orang-orang tercinta yang sudah meninggal dunia.

Melalui ‘Wonderland’, layanan tersebut merekonstruksikan orang-orang yang telah meninggal dunia menggunakan data besar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Jeong In (Bae Suzy), perempuan yang menggunakan layanan ‘Wonderland’ untuk berkomunikasi dengan kekasihnya yang tengah koma, yaitu Tae Joo (Park Bo Gum). Selain Jeong In, ada pula beberapa orang-orang lainnya yang menggunakan layanan Wonderland agar bisa bersatu kembali dengan orang-orang tercinta.

Menurut MyDramaList, film ini mendapatkan rating 7,3/10.

2. Love Untangled

Film Love Untangled/Foto: Netflix

Love Untangled/ Foto: Netflix

Menghadirkan latar tahun 1998, Love Untangled menyajikan romansa remaja dengan menyoroti karakter Park Se Ri (Shin Eun Soo) yang belum pernah mengungkapkan perasaan kepada siapa pun, karena merasa kurang percaya diri dengan tampilan rambut keritingnya. Padahal, ia menyukai Kim Hyun (Cha Woo Min), siswa laki-laki populer di SMA-nya.

Hingga suatu hari, ada siswa pindahan baru yakni Han Yun Seok (Gong Myung). Dengan sikap acuh tak acuh, Han Yun Seok memperhatikan Park Se Ri yang berusaha mewujudkan cintanya yang tak berbalas.

Sementara itu, Park Se Ri mencoba mendekati Han Yun Seok yang merupakan satu-satunya solusi baginya untuk berhasil mengungkapkan perasaannya kepada Kim Hyun.

Park Se Ri juga berteman baik dengan Baek Sung Rae (Yoon Sang Hyeon), yang mencoba membantunya dengan rencana pengakuannya, dan Ko In Jung (Kang Mi Na), yang merupakan saingannya dan memberitahunya rahasia memiliki rambut lurus.

Melansir dari MyDramaList, Love Untangled memperoleh rating 8,4/10.

3. Once We Were Us

Poster film Once We Were Us/ Foto: instagram.com/showbox.movie

Once We Were Us/ Foto: instagram.com/showbox.movie

Once We Were Us menceritakan romansa antara Eun Ho (Koo Kyo Hwan) dan Jeong Won (Moon Ga Young) yang bertemu secara tidak sengaja. Sejak saat itu, keduanya menjadi dekat dan mulai menjalani hubungan romantis.

Pasangan yang satu ini menjalani kehidupan asmara yang diwarnai dengan tawa, pertengkaran, dan saling mencintai dengan penuh layaknya pasangan pada umumnya.

Sayangnya, ketika dihadapkan oleh kenyataan, mereka berdua membuat pilihan yang berbeda. 10 tahun kemudian, Eun Ho dan Jeong Won bertemu kembali tanpa sengaja di dalam pesawat. Eun Ho pun memberanikan diri mengajukan pertanyaan kepada Jeong Won yang selama ini terpendam dalam hatinya.

Once We Were Us mendapatkan rating 7,8/10 menurut MyDramaList.

4. Even If This Love Disappears Tonight

Choo Young Woo dan Shin Si Ah saat membintangi film Even If This Love Disappears from the World Tonight

Even If This Love Disappears Tonight/ Foto: soompi.com

Dibintangi oleh  Shin Si Ah hingga Choo Young Woo,  Even If This Love Disappears Tonight dibuat berdasarkan novel Jepang. Pada 2022 silam, versi Jepang dari film ini juga sudah dirilis, Beauties.

Dalam versi Korea Even If This Love Disappears Tonight, Shin Si Ah berperan sebagai Han Seo Yoon, sementara Choo Young Woo berperan sebagai Kim Jae Won. Keduanya diceritakan menjalin hubungan asmara saat duduk di bangku sekolah menengah.

Sayangnya, romansa mereka mulai teruji saat Han Seo Yoon tidak bisa mengingat apapun tentang Kim Jae Won, bahkan seolah tidak mengenal pria tersebut. Kendati demikian, Kim Jae Won tetap bertekad untuk berada di sisi Han Seo Yoon dan membuat perempuan tersebut mengingatnya kembali.

Film ini mendapatkan rating 8,6/10 menurut MyDramaList.

5. 20th Century Girl

Poster Film 20th Century Girl/Foto: Wikipedia

20th Century Girl/ Foto: Netflix

Mengusung genre romantis, 20th Century Girl mengisahkan tentang persahabatan antara Na Bo Ra (Kim Yoo Jung) dan sahabat perempuannya, Yeon Du (Roh Yoon Seo) yang sama-sama duduk di bangku SMA.

Kisah dimulai ketika Yeon Du bercerita pada Bo Ra jika ia menyukai Baek Hyun Jin (Park Jung Woo). Sayangnya ketika Yeon Du ingin mengenal pria itu lebih dalam, Yeon Du harus pergi ke Amerika untuk menjalani operasi jantung.

Sebagai gantinya, Bo Ra berjanji akan mencari segala informasi mengenai Hyun Jin selama Yeon Du ada di Amerika. Bo Ra pun melakukan berbagai cara untuk mengetahui informasi tentang Hyun Jin, bahkan rela 'diganggu' oleh sahabat Hyun Jin, yaitu Pong Woon Ho (Byeon Woo Seok).

Seiring berjalannya waktu, Bo Ra justru merasa senang dengan kedekatannya bersama Woon Ho ketika mencari informasi mengenai Hyun Jin. Situasi berubah 180 derajat ketika Yeon Du kembali ke Korea Selatan.

Karena suatu insiden dan kesalahpahaman, Bo Ra mengetahui jika yang disukai Yeon Du sebenarnya adalah Woon Ho, bukan Hyun Jin. Sementara itu, film ini mendapatkan rating 8,6/10 menurut MyDramaList.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

Pilihan Redaksi

  • 4 Drakor On-Going untuk Temani Weekend dengan Rating Tinggi, Bisa Nonton di Netflix
  • 5 Drakor Netflix yang Cocok Temani Weekend, Ada Genre Romantis hingga Aksi
  • 3 Film Korea Terbaru Tayang Agustus 2026

(sim/sim)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Cara menerapkan JOMO dalam kehidupan sehari-hari

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Media sosial membuat berbagai tren bisa datang dan pergi dalam waktu singkat. Hari ini tempat nongkrong baru ramai dibicarakan, besok perhatian beralih ke tren fesyen, makanan, olahraga, hingga aktivitas yang dianggap wajib dicoba.

Bagi sebagian anak muda, mengikuti tren memang bisa menjadi cara untuk bersosialisasi dan mendapatkan pengalaman baru. Namun, ada kalanya seseorang merasa lelah jika harus terus mengikuti apa yang sedang ramai.

Kondisi tersebut berkaitan dengan istilah FOMO atau Fear of Missing Out, yaitu rasa khawatir tertinggal dari pengalaman atau aktivitas yang sedang dilakukan orang lain. Di sisi lain, muncul konsep JOMO atau Joy of Missing Out, yang menggambarkan rasa nyaman ketika seseorang memilih untuk tidak ikut serta.

Baca juga: Dari FOMO ke JOMO: Saat anak muda mulai nyaman tidak ikut semua tren

Sederhananya, JOMO adalah kemampuan untuk berkata, "Tidak apa-apa kalau saya tidak ikut," tanpa terus merasa khawatir telah melewatkan sesuatu.

Apa itu JOMO?

JOMO dapat dipahami sebagai kebalikan dari FOMO. Jika FOMO membuat seseorang merasa harus selalu terhubung dan mengetahui apa yang dilakukan orang lain, JOMO justru mendorong seseorang menikmati pilihan untuk tidak selalu mengikuti semua aktivitas yang sedang berlangsung.

Contohnya cukup sederhana. Ketika melihat teman-teman mengunggah foto sedang menghadiri sebuah acara, seseorang yang mengalami FOMO mungkin berpikir, "Kenapa saya tidak ikut? Jangan-jangan saya ketinggalan sesuatu."

Sementara itu, seseorang yang menerapkan JOMO dapat berpikir, "Acara itu mungkin seru, tetapi saya memang sedang ingin beristirahat di rumah."

Keduanya sama-sama mengetahui adanya acara tersebut. Perbedaannya terletak pada cara menyikapi keputusan untuk tidak ikut.

JOMO bukan berarti tidak peduli dengan lingkungan atau sengaja menjauh dari orang lain. Konsep ini lebih berkaitan dengan kemampuan menentukan aktivitas mana yang memang ingin dilakukan dan mana yang boleh dilewatkan.

Baca juga: Psikolog beri kiat membuat resolusi tahun baru yang realistis

Mengapa JOMO semakin relevan?

Intensitas penggunaan media sosial membuat seseorang semakin mudah mengetahui aktivitas orang lain. Hampir setiap hari ada berbagai unggahan mengenai perjalanan, tempat makan, konser, olahraga, pencapaian, hingga barang baru yang dimiliki.

WŵJika terus dibandingkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan perasaan bahwa kehidupan sendiri tidak cukup menarik atau ada sesuatu yang sedang terlewat.

Penelitian mengenai Generasi Z di Jawa Tengah yang diterbitkan pada 2026 menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecenderungan melakukan perbandingan sosial dengan FOMO. Artinya, semakin kuat kecenderungan seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain, semakin tinggi pula FOMO yang dapat dialami.

Karena itu, memilih untuk sesekali tidak mengikuti arus dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan dari kebiasaan membandingkan diri.

Cara menerapkan JOMO dalam kehidupan sehari-hari

JOMO tidak membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan ini justru dapat dimulai dari keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten.

1. Berhenti membandingkan pengalaman

Ketika melihat unggahan orang lain, ingat bahwa media sosial hanya menunjukkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang.

Foto liburan, makanan menarik, acara seru, atau pencapaian yang terlihat di layar tidak menggambarkan seluruh cerita di baliknya.

Karena itu, tidak semua pengalaman orang lain harus dijadikan standar untuk kehidupan sendiri. Jika teman sedang bepergian, bukan berarti Anda juga harus bepergian. Jika orang lain sedang mengikuti tren tertentu, bukan berarti Anda harus melakukan hal yang sama.

Baca juga: Jalani hidup tanpa panik ala "JOMO" dari Tanya Dalton

2. Tanya diri sendiri sebelum mengikuti tren

Sebelum mengikuti sesuatu yang sedang viral, coba berhenti sejenak dan bertanya, "Saya memang tertarik atau hanya takut ketinggalan?"

Jika memang tertarik dan aktivitas tersebut sesuai dengan kondisi, tidak ada salahnya ikut merasakan pengalaman tersebut.

Namun, jika jawabannya lebih dekat kepada rasa takut tertinggal, melewatkannya juga bukan masalah.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu seseorang membedakan antara keinginan pribadi dan dorongan untuk sekadar mengikuti orang lain.

3. Berikan waktu untuk diri sendiri

Tidak setiap akhir pekan harus dipenuhi agenda. Ada kalanya waktu kosong justru dibutuhkan untuk beristirahat dan mengembalikan energi.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk membaca buku, menonton film, menjalankan hobi, berolahraga ringan, mendengarkan musik, atau sekadar menikmati suasana rumah.

Tidak memiliki agenda bukan berarti membuang waktu. Dalam situasi tertentu, waktu yang tenang justru dapat membantu seseorang mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan.

4. Kurangi dorongan untuk selalu mengecek media sosial

Menerapkan JOMO tidak berarti harus menghilangkan media sosial sepenuhnya.

Langkah yang lebih sederhana adalah memberikan jeda. Misalnya, tidak langsung membuka media sosial setiap kali ada waktu kosong atau mengurangi notifikasi yang tidak terlalu penting.

Kebiasaan tersebut dapat membuat perhatian tidak terus-menerus tertarik pada aktivitas orang lain.

Sesekali, seseorang juga dapat menikmati waktu tanpa harus mengetahui apa yang sedang terjadi di media sosial.

5. Belajar nyaman mengatakan "tidak"

Tidak semua ajakan harus diterima.

Jika sedang lelah, memiliki prioritas lain, atau memang tidak tertarik dengan kegiatan tertentu, menolak dengan sopan merupakan hal yang wajar.

Mengatakan "tidak" bukan berarti tidak menghargai teman. Justru, kemampuan menentukan batas dapat membantu seseorang menjaga waktu dan energinya.

Yang penting, keputusan tersebut tidak digunakan sebagai alasan untuk terus mengisolasi diri dari orang lain. Tetap menjaga hubungan sosial dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat juga merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

6. Nikmati aktivitas tanpa harus mengunggahnya

Salah satu cara sederhana menerapkan JOMO adalah menikmati pengalaman tanpa selalu merasa perlu membagikannya di media sosial.

Ketika makan bersama teman, misalnya, cobalah sesekali fokus pada percakapan tanpa sibuk memikirkan foto atau unggahan berikutnya.

Begitu juga ketika pergi berjalan-jalan, membaca buku, atau melakukan hobi. Tidak semua pengalaman harus menjadi konten agar tetap bermakna.

Baca juga: Conscious living: Cara jalani hidup lebih sadar tanpa ikut-ikutan

7. Tentukan prioritas sendiri

JOMO juga berkaitan dengan kemampuan menentukan apa yang penting.

Coba buat daftar sederhana mengenai hal-hal yang sedang menjadi prioritas, seperti sekolah atau pekerjaan, keluarga, kesehatan, pertemanan, hobi, atau waktu untuk beristirahat.

Dengan mengetahui prioritas tersebut, akan lebih mudah menentukan aktivitas mana yang layak mendapatkan waktu dan perhatian.

Jika ada tren yang tidak sesuai dengan prioritas, melewatkannya bukan berarti ketinggalan. Itu merupakan pilihan berdasarkan kebutuhan sendiri.

JOMO bukan berarti anti-sosial

Salah satu kesalahpahaman mengenai JOMO adalah anggapan bahwa seseorang harus menjauhi teman, tidak mengikuti kegiatan sosial, atau menghindari media sosial.

Padahal, JOMO bukan tentang seberapa sering seseorang keluar rumah atau seberapa jarang menggunakan media sosial.

Konsep ini lebih kepada perubahan cara berpikir. Dari yang sebelumnya merasa harus mengikuti semuanya menjadi lebih selektif dalam menentukan apa yang layak mendapatkan waktu, perhatian, dan energi.

Seseorang tetap dapat menghadiri konser, mencoba tempat makan yang sedang viral, mengikuti tren fesyen, atau bepergian bersama teman. Bedanya, keputusan tersebut dibuat karena memang ingin, bukan karena takut dianggap tertinggal.

JOMO bukan berarti harus selalu melewatkan tren

Mengikuti tren bukan sesuatu yang salah. Begitu juga dengan memilih untuk melewatkannya.

Jika sebuah tren memang menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan, tidak ada alasan untuk menolaknya hanya demi terlihat berbeda.

Sebaliknya, jika tidak tertarik, tidak perlu memaksakan diri hanya karena semua orang sedang membicarakannya.

Pada akhirnya, JOMO bukan tentang siapa yang paling jarang mengikuti tren atau siapa yang paling banyak menghabiskan waktu sendirian. JOMO lebih kepada kemampuan merasa nyaman dengan keputusan sendiri.

Hidup bukan perlombaan untuk selalu menjadi orang pertama yang mengetahui, mencoba, atau memiliki sesuatu.

Kadang, bisa mengatakan, "Saya tidak ikut, dan itu tidak apa-apa," justru menjadi bentuk kebebasan tersendiri.

Baca juga: Terlalu sering scroll, remaja rentan cemas dan turun percaya diri

Baca juga: Cegah FOMO, Indodax galakkan literasi aset digital dan kripto

Baca juga: Siasat hadapi anak yang sedang FOMO

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Apakah bersepeda bisa menurunkan berat badan? Ini faktanya

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang cukup mudah dilakukan untuk menjaga kebugaran. Selain melatih tubuh, aktivitas ini juga dapat membantu membakar energi dan mendukung program penurunan berat badan.

Bersepeda memang dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi hasilnya tidak hanya bergantung pada olahraga. Pola makan, jumlah kalori yang dikonsumsi, durasi aktivitas, dan konsistensi juga turut menentukan keberhasilan penurunan berat badan.

Bersepeda bisa membantu menurunkan berat badan

Saat bersepeda, tubuh menggunakan energi untuk menggerakkan berbagai kelompok otot. Aktivitas aerobik seperti bersepeda dapat membantu meningkatkan jumlah kalori yang digunakan tubuh.

Penurunan berat badan terjadi ketika energi yang digunakan tubuh lebih besar dibandingkan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman. Karena itu, olahraga akan lebih efektif jika disertai pola makan yang sesuai kebutuhan.

Bersepeda juga termasuk aktivitas yang dapat dimasukkan dalam program penurunan berat badan. Program pengelolaan berat badan umumnya menggabungkan aktivitas fisik secara rutin dengan pengaturan pola makan.

Baca juga: Studi ungkap manfaat bersepeda jangka panjang untuk kesehatan lansia

Berapa lama sebaiknya bersepeda?

Orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam sepekan. Bersepeda dengan intensitas sedang termasuk salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mencapai target tersebut.

Bagi orang yang memiliki target menurunkan berat badan, aktivitas fisik yang lebih banyak dapat memberikan manfaat tambahan. Namun, durasi dan intensitas tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi pemula, tidak perlu langsung bersepeda dalam waktu lama. Aktivitas dapat dimulai secara bertahap, kemudian durasi dan intensitas ditingkatkan setelah tubuh mulai terbiasa.

Pola makan tetap penting

Rutin bersepeda bukan berarti seseorang bebas mengonsumsi makanan tinggi kalori. Asupan energi yang terlalu banyak dapat mengimbangi atau bahkan melebihi energi yang digunakan saat berolahraga.

Karena itu, pola makan tetap menjadi bagian penting dalam program penurunan berat badan. Pilih makanan bergizi seimbang, perhatikan ukuran porsi, serta batasi makanan dan minuman yang tinggi gula tambahan dan kalori.

Baca juga: Panduan aman bersepeda di jalan raya

Tips bersepeda untuk menurunkan berat badan

  • Bersepeda secara rutin sesuai kemampuan tubuh.
  • Mulai dari intensitas ringan hingga sedang, terutama bagi pemula.
  • Tingkatkan durasi secara bertahap setelah tubuh mulai terbiasa.
  • Perhatikan asupan makanan agar kalori yang masuk tetap terkendali.
  • Cukupi kebutuhan cairan, terutama saat bersepeda dalam waktu lama.
  • Gunakan helm dan perlengkapan keselamatan saat bersepeda di luar ruangan.
  • Kombinasikan dengan latihan kekuatan untuk membantu mempertahankan massa otot.

Latihan kekuatan setidaknya dua kali dalam sepekan juga direkomendasikan sebagai bagian dari aktivitas fisik untuk orang dewasa.

Jadi, apakah bersepeda bisa menurunkan berat badan?

Dengan demikian, bersepeda dapat membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan penggunaan energi tubuh. Namun, olahraga ini bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan berat badan.

Hasil yang lebih optimal dapat diperoleh dengan menggabungkan bersepeda secara rutin, pola makan sehat, pengaturan asupan kalori, serta kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan.

Dengan demikian, bersepeda dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif dan relatif mudah dilakukan untuk mendukung program penurunan berat badan selama dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan, demikian mengutip WHO dan sumber-sumber lain.

Baca juga: 7 manfaat bersepeda untuk kesehatan, jaga jantung dan berat badan

Baca juga: Konsistensi Verri Sanovri, mudik bersepeda ke Palembang sejak 2018

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Kopi terakhir sebaiknya jam berapa? Ini waktu yang tepat

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi pada pagi atau siang hari bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan membuat aktivitas berjalan lebih fokus.

Namun, waktu minum kopi ternyata perlu diperhatikan, terutama jika kamu termasuk orang yang mudah sulit tidur. Kandungan kafein dalam kopi merupakan stimulan yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Akibatnya, minum kopi terlalu sore atau malam bisa membuat waktu tidur menjadi lebih lama atau kualitas tidur terganggu.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk minum kopi agar tidak mengganggu tidur?

Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?

Sebaiknya minum kopi setidaknya 6 jam sebelum tidur

Salah satu patokan yang cukup aman adalah menghindari konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.

Hal ini didukung penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine. Penelitian tersebut menguji efek 400 miligram kafein yang dikonsumsi saat waktu tidur, tiga jam sebelum tidur, dan enam jam sebelum tidur.

Hasilnya menunjukkan bahwa kafein tetap dapat mengganggu tidur meskipun dikonsumsi enam jam sebelum seseorang tidur. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa menghindari konsumsi kafein dalam jumlah cukup besar setidaknya enam jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi gangguan tidur.

Artinya, jika kamu biasanya tidur pukul 22.00, sebaiknya kopi terakhir dikonsumsi sekitar pukul 16.00. Bahkan, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, memberi jarak yang lebih panjang bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Pagi hingga awal siang bisa menjadi waktu yang lebih ideal

Jika kamu ingin tetap menikmati kopi tanpa terlalu khawatir mengganggu tidur malam, pagi hingga awal siang merupakan pilihan yang lebih aman.

Misalnya, kamu bisa minum kopi setelah sarapan atau pada pertengahan pagi. Jika masih membutuhkan kopi pada siang hari, usahakan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

Sebaliknya, kopi pada sore menjelang malam sebaiknya dibatasi. American Academy of Sleep Medicine juga menyebut konsumsi kafein pada sore dan awal malam dapat mengganggu tidur, bahkan ketika dikonsumsi sekitar enam jam sebelum waktu tidur.

Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif

Patokan enam jam bukan berarti semua orang akan mengalami gangguan tidur jika minum kopi setelah batas tersebut. Respons tubuh terhadap kafein bisa berbeda-beda.

Ada orang yang minum kopi pada sore hari dan tetap bisa tidur seperti biasa. Namun, ada pula yang langsung merasa lebih sulit mengantuk setelah minum kopi beberapa jam sebelumnya.

Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh sendiri. Jika kamu sering merasa sudah mengantuk tetapi sulit tidur setelah minum kopi sore, cobalah memajukan waktu konsumsi kopi ke pagi atau awal siang.

Jumlah kafein juga perlu diperhatikan. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin besar pula kemungkinan efeknya terhadap tidur. Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein yang lebih tinggi dapat memberikan gangguan tidur yang lebih nyata.

Jadi, kapan waktu terbaik minum kopi?

Secara umum, pagi hingga awal siang merupakan waktu yang lebih ideal untuk menikmati kopi jika ingin meminimalkan risiko gangguan tidur.

Sebagai patokan sederhana, beri jarak setidaknya enam jam antara konsumsi kopi dan waktu tidur. Jika biasanya tidur pukul 22.00, kopi terakhir sebaiknya sekitar pukul 16.00 atau lebih awal.

Namun, jika kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kafein, tidak ada salahnya memberikan jarak yang lebih panjang. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa harus mengorbankan waktu dan kualitas tidur pada malam hari.

Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya

Baca juga: Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Resep Tumis Kentang Jamur Sosis yang Gurih dan Praktis

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Kunci utama hidangan ini ada pada tekstur kentang. Merendam potongan kentang di air dingin sebelum digoreng membantu meluruhkan pati permukaan sehingga kentang tidak lengket, tidak cepat berubah warna, dan tidak mudah hancur saat ditumis.

Setelah itu, keringkan betul-betul karena air adalah musuh kerenyahan, baru goreng setengah matang agar bagian luarnya menutup rapat. Bumbui kentang dengan cukup garam supaya rasanya tidak hambar. Chef Robert Irvine, dikutip dari Chowhound, menyatakan, "Ini menambah rasa dan membantu kamu mendapatkan kulit yang renyah."

Untuk jamur, jangan menjejalkan terlalu banyak ke dalam wajan sekaligus. Jamur mengandung sekitar 80 hingga 90 persen air, sehingga bila wajan terlalu penuh, jamur akan mengukus dalam cairannya sendiri dan gagal kecokelatan. Chef Politte, dikutip dari Tasting Table, menyatakan, "Menumis jamur di wajan panas dengan sedikit minyak atau mentega meningkatkan cita rasa dan mencegahnya menjadi lembek."

Waktu penggaraman jamur juga menentukan. Menaburkan garam terlalu dini justru menarik keluar air sehingga jamur berubah liat dan berair. Chef Tim Lu dari Noisette, dikutip dari The Takeout, menyatakan, "Jika kamu membumbui terlalu awal, cairannya akan terus menguap dan hasil akhirnya menjadi terlalu asin." Senada, Rachel Lessenden, dikutip dari Foodie, menyatakan, "Waktu terbaik untuk menambahkan garam adalah setelah karamelisasi dimulai, mendekati akhir proses memasak."

Ringkasnya, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih kentang yang lebih padat dan berpati agar bagian dalam tetap creamy sementara luarnya set, dan potong seukuran supaya matang merata.
  • Jangan mencuci jamur di bawah air mengalir; cukup lap dengan kain atau tisu lembap agar tidak menyerap air berlebih.
  • Gunakan api sedang hingga besar saat menumis supaya cairan cepat menguap dan bahan cepat matang.
  • Masukkan kentang goreng di tahap akhir agar tidak terlalu lama terkena panas dan tetap utuh.

Dengan bahan sederhana dan langkah yang ringkas, tumis kentang jamur sosis layak masuk daftar menu putar keluarga. Sekali kamu menguasai kunci teksturnya, tinggal berkreasi dengan tingkat pedas, jenis jamur, atau tambahan sayur. Kalau baru mulai belajar masak, resep ini juga cocok dijadikan latihan bersama panduan resep masakan mudah untuk pemula dan info seputar manfaat kentang agar makin percaya diri di dapur. Selamat mencoba.

10 Negara Paling Berisiko untuk Liburan Sendirian, Alasannya Jadi Sorotan

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Liburan sendirian ke luar negeri atau solo traveling memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, tidak semua negara memiliki kondisi yang aman untuk dikunjungi, Bunda.

Hal ini karena sejumlah wilayah masih menghadapi ketidakstabilan politik, gempa bumi, hingga tingginya angka kriminalitas. Risiko perjalanan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, kerusuhan sipil, kondisi layanan kesehatan, hingga potensi bencana alam.

Untuk itu, sejumlah lembaga pemerintah menetapkan tingkat risiko perjalanan untuk membantu wisatawan mempertimbangkan keamanan destinasi. Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar paling berisiko untuk liburan sendirian? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip Travel and Leisure, Venezuela menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo, menurut laporan terbaru perusahaan asuransi perjalanan Square Mouth yang dirilis pada 30 Juni 2026. Negara di Amerika Selatan itu mencetak indeks risiko 9,74 dari 10 dengan kurang dari 10 persen penduduk di sana melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari.

"Tantangan keselamatan ini, dikombinasikan dengan akses perawatan kesehatan yang terbatas dan kendala infrastruktur, berkontribusi pada peningkatan tingkat risiko bagi pelancong solo," kata laporan tersebut.

Venezuela saat ini diklasifikasikan dalam Travel Advisory Level 3 oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), merekomendasikan warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan" di sana "karena risiko kejahatan, penculikan, terorisme, dan infrastruktur kesehatan yang buruk dan bencana alam."

Pada 24 Juni 2026, Venezuela dilanda serangkaian gempa bumi dahsyat. Sejak itu, jumlah korban tewas telah meningkat. Departemen Luar Negeri AS mencatat gempa bumi telah "menyebabkan kerusakan yang luas dan gangguan pada transportasi, infrastruktur, dan layanan darurat."

Setelah Venezuela, Peru menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo dengan skor 8,87 dari 10. Laporan itu mencatat kurang dari 25 persen penduduk merasa aman berjalan sendirian di malam hari di sana, dengan hampir 60 persen menyatakan "kekhawatiran tentang diserang."

Negara Gabon berada di peringkat ketiga dalam daftar, diikuti oleh Kolombia di tempat keempat, dan Bolivia di tempat kelima. Sementara itu, dalam membuat laporan ini, Square Mouth menganalisis kejahatan, akses perawatan kesehatan, kualitas infrastruktur, akses internet, dan lainnya untuk 113 negara yang berbeda, masing-masing diberi peringkat dengan skor risiko tertinggi.

Ini adalah daftar lengkap dari 10 tujuan paling berisiko untuk pelancong solo, dan skor risiko mereka dari 10.

WNI juga diminta tunda bepergian ke Kolombia usai gempa

Menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat, Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) juga mengimbau WNI untuk tidak bepergian ke negara tersebut. 

"Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Kolombia dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan kondusif oleh otoritas setempat, mengingat masih adanya potensi gempa susulan dan gangguan operasional transportasi udara di beberapa bandara," tulis Kemenlu RI mengutip situs web safetravel.kemlu.go.id. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Fakta Pengiran Raabi’atul Adawiyyah

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

6 Fakta Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia

Sabtu, 15 Aug 2026 11:30 WIB

6 Fakta Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot

Menantu Sultan Brunei, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, kehilangan gelar kerajaannya/Foto: instagram.com/bruneiroyalfamily

Nama Pengiran Raabi'atul Adawiyyah tengah jadi sorotan setelah gelar kerajaannya dicopot oleh Istana Brunei Darussalam. Menantu Sultan Hassanal Bolkiah ini dinilai menunjukkan perilaku yang nggak pantas sebagai bagian dari keluarga kerajaan. 

Istana bahkan menyebut tindakannya telah mencoreng nama baik monarki dan dianggap nggak menghormati Sultan. Meskipun begitu, sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa yang sebenarnya dilakukan Raabi'atul hingga gelarnya dicabut.

Lantas, siapa sosok menantu Sultan Brunei ini? Yuk, simak fakta-fakta tentang Pengiran Raabi'atul Adawiyyah berikut ini. 

Lahir dari Keluarga Bangsawan Brunei

Raabi'atul Adawiyyah tengah menjadi sorotan
Raabi'atul Adawiyyah/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul

Pengiran Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah. Raabi'atul juga memiliki sembilan saudara, salah satunya Awangku Abd Aziz Hafizuddin yang diketahui bekerja di maskapai Royal Brunei Airlines.

Dinikahi Putra Sultan Hassanal Bolkiah dengan Mewah

Dinikahi putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah secara mewah/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul

Pengiran Raabi'atul Adawiyyah resmi menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Pernikahan mereka digelar sangat mewah selama 11 hari, mulai 5 hingga 15 April, di Istana Nurul Iman, kediaman resmi Sultan Brunei.

Rangkaian acaranya juga nggak main-main. Jamuan pernikahan digelar di aula istana yang mampu menampung hingga 5.000 tamu, lengkap dengan prosesi para pengawal kerajaan. Adawiyyah dan Abdul Malik pun tampil dengan busana penuh berlian dan permata. Adawiyyah bahkan mengenakan tiara berlian dengan enam zamrud, kalung berlian dengan tiga zamrud besar, serta sepatu Christian Louboutin bertabur kristal Swarovski.

Kemewahan itu berlanjut saat keduanya berganti busana untuk acara malam. Abdul Malik mengenakan seragam upacara militer dengan hiasan bahu dan kerah bertabur berlian, sementara Adawiyyah tampil dalam gaun ungu yang dihiasi manik-manik dan sulaman benang perak. Bahkan, buket pengantin yang dibawanya bukan bunga segar, melainkan dibuat dari permata yang berkilauan.

Punya Latar Belakang di Bidang IT

Raabi'atul sudah memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul

Sebelum dikenal sebagai bagian dari keluarga kerajaan, Raabi'atul sudah memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi. Ia disebut mengantongi sejumlah sertifikat ICT, seperti Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan Adobe Certified Certificate. Ia juga pernah mengikuti pelatihan ICT Youth Development Programme.

Pernah Bekerja sebagai Analis Data

Raabi'atul sempat meniti karier di dunia profesional sebagai analisis data/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul

Raabi'atul ternyata sempat meniti karier di dunia profesional. Setelah lulus sekolah, ia bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks, perusahaan konsultan IT di Brunei. Pada 2013, ia kemudian melanjutkan karier sebagai IT Instructor di HAD Technologies. Jadi, sebelum menjadi menantu Sultan Brunei, Raabi'atul sudah lebih dulu punya pengalaman di dunia kerja.

Aktif Mengikuti Kompetisi Al-Qur'an

Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan/Foto: instagram.com/dpm_paipra

Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama kompetisi membaca Al-Qur'an. Saat masih berusia 13 tahun pada 2005, ia sudah mewakili sekolahnya dalam lomba membaca Al-Qur'an.

Pada 2008, ia kembali mengikuti Skim Tilawah Al-Qur'an Remaja serta kompetisi nasional Dikir Dabai'ie antarsekolah menengah di Brunei. Aktivitasnya di lingkungan sekolah juga membuat Raabi'atul dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School, Berakas.

Dikenal Anggun dan Punya Banyak Hobi

Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang anggun dan selalu berpikiran positif/Foto: instagram.com/mr94ler15

Di mata keluarga dan teman-temannya, Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang anggun dan selalu berpikiran positif. Di waktu luang, ia disebut senang membaca buku tentang Islam, terutama yang membahas peran perempuan Muslim.

Selain membaca, ibu empat anak ini juga menikmati musik dan aktif berolahraga. Badminton dan squash menjadi beberapa olahraga yang digemarinya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

Pilihan Redaksi

  • Kisah Adrian Zecha yang "Terusir" dari Indonesia, Kini Sukses Bangun Kerajaan Hotel Mewah Dunia
  • Walaupun Bergelimang Harta, Ini 5 Gaya Hidup Frugal Keluarga Kerajaan Inggris
  • Putri Leonor dan Putri Infanta Sofia Pancarkan 'Summer Vibe' di Resepsi Musim Panas Tahunan Istana

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Kopi menjadi salah satu minuman yang cukup dekat dengan keseharian banyak orang. Ada yang lebih suka kopi hitam karena rasa dan aroma bijinya lebih terasa, sementara sebagian lainnya memilih kopi susu karena rasanya lebih lembut dan mudah dinikmati.

Namun, ketika bicara soal kesehatan, muncul pertanyaan, "kopi hitam atau kopi susu, mana yang lebih baik jika dikonsumsi setiap hari?"

Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana memilih salah satu. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis kopinya, tetapi juga bahan tambahan seperti gula, sirup, krimer, serta jumlah kafein yang dikonsumsi.

Kopi hitam cenderung lebih sederhana

Kopi hitam pada dasarnya hanya terdiri dari seduhan biji kopi dan air. Karena tidak mendapatkan tambahan gula, susu, krimer atau sirup, jumlah kalorinya relatif rendah.

Kopi juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Selain itu, kopi hitam tanpa tambahan gula membuat seseorang lebih mudah mengontrol asupan gula tambahan dalam sehari.

Namun, bukan berarti kopi hitam otomatis lebih sehat dalam semua kondisi. Kandungan kafein tetap perlu diperhatikan karena kafein dapat menyebabkan beberapa orang mengalami jantung berdebar, gelisah atau sulit tidur.

Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari

Kopi susu tidak selalu berarti kurang sehat

Di sisi lain, kopi susu juga tidak otomatis menjadi pilihan yang buruk. Penambahan susu dapat memberikan protein, kalsium dan sejumlah zat gizi lainnya.

Masalahnya biasanya terletak pada apa yang ditambahkan ke dalam kopi susu.

Kopi susu yang dibuat dengan sedikit atau tanpa gula tentu berbeda dengan minuman kopi yang menggunakan banyak gula, sirup, krimer manis atau topping. Semakin banyak bahan tambahan tersebut, semakin besar pula asupan gula dan kalorinya.

Asupan gula tambahan yang terlalu tinggi memang perlu dibatasi. Pedoman gizi saat ini menganjurkan agar konsumsi gula tambahan tidak berlebihan karena dapat membuat seseorang lebih sulit memenuhi kebutuhan zat gizi tanpa melebihi kebutuhan kalori.

Jadi, bukan susu yang menjadi masalah utama. Justru jumlah gula dan bahan tambahan lainnya yang perlu diperhatikan.

Bagaimana perbandingannya?

Jika dibandingkan secara sederhana, kopi hitam tanpa gula biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol dari sisi kalori dan gula tambahan.

Namun, kopi susu juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik apabila dibuat dengan komposisi sederhana, misalnya menggunakan susu tanpa banyak tambahan gula atau sirup.

Dengan kata lain, pilihan yang lebih baik bukan sekadar "hitam atau susu", melainkan seberapa banyak gula dan bahan tambahan yang ada di dalam minuman tersebut.

Sebagai contoh, kopi hitam tanpa gula dan kopi susu dengan sedikit gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan beberapa tambahan pemanis. Begitu juga dengan kopi susu yang dikonsumsi sesekali dibandingkan minuman kopi manis yang dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.

Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya

Perhatikan juga kandungan kafein

Selain gula, kandungan kafein merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan.

Bagi orang dewasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada sebagian besar orang dewasa. Namun, sensitivitas setiap orang terhadap kafein bisa berbeda.

Kafein juga dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Karena itu, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang lebih sulit terlelap.

Untuk remaja, persoalannya berbeda. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyarankan agar anak dan remaja membatasi konsumsi kafein, dengan batas sekitar 100 miligram per hari untuk usia 12-18 tahun.

Karena itu, kopi sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian bagi remaja tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi tubuh. Minuman berkafein juga bukan pengganti tidur yang cukup.

Jadi, mana yang lebih baik?

Jika tujuannya adalah memilih minuman kopi dengan gula dan kalori tambahan yang lebih mudah dikontrol, kopi hitam tanpa gula menjadi pilihan yang lebih sederhana.

Namun, bukan berarti kopi susu harus dihindari. Kopi susu masih bisa menjadi pilihan selama jumlah gula, sirup dan bahan tambahan lainnya tidak berlebihan.

Hal yang paling penting adalah melihat keseluruhan pola konsumsi. Secangkir kopi susu dengan sedikit gula tidak serta-merta membuat pola makan menjadi tidak sehat. Sebaliknya, kopi hitam juga bukan alasan untuk mengabaikan jumlah kafein yang masuk ke tubuh.

Jadi, kalau kamu sudah dewasa dan memang terbiasa minum kopi, pilihlah jenis kopi yang sesuai dengan kebutuhan, batasi gula tambahan, dan perhatikan waktu konsumsinya agar tidak mengganggu tidur.

Sementara bagi remaja, lebih baik tidak menjadikan kopi sebagai minuman harian dan tetap mengutamakan tidur yang cukup serta pola makan yang seimbang.

Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif

Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Bagi banyak orang, secangkir kopi sudah menjadi teman untuk memulai aktivitas. Kafein di dalamnya dipercaya bisa membantu mengusir kantuk dan membuat pikiran lebih siap bekerja.

Namun, benarkah kafein bisa membuat seseorang lebih produktif?

Jawabannya, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan beberapa kemampuan kognitif, tetapi bukan berarti otomatis membuat seseorang lebih produktif dalam semua hal.

Kafein bisa meningkatkan fokus dan kewaspadaan

Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk.

Ketika efek adenosin dihambat, seseorang dapat merasa lebih terjaga. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam dosis rendah hingga sedang dapat meningkatkan kewaspadaan, perhatian dan waktu reaksi.

Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!

Efek ini cukup terasa ketika seseorang sedang lelah atau kurang tidur. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 45 publikasi menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan perhatian, waktu reaksi dan beberapa aspek fungsi eksekutif pada orang yang mengalami kurang tidur.

Karena itu, tidak heran jika kopi sering dikonsumsi saat harus bekerja, belajar atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi.

Meski dapat membantu fokus, kafein tidak otomatis meningkatkan seluruh kemampuan otak.

Penelitian menunjukkan efek kafein terhadap memori dan fungsi kognitif tingkat tinggi seperti pengambilan keputusan tidak selalu konsisten.

Artinya, minum kopi mungkin membuat Anda lebih terjaga saat mengerjakan tugas, tetapi bukan berarti secangkir kopi langsung membuat kemampuan berpikir atau hasil pekerjaan menjadi jauh lebih baik.

Produktivitas tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk kualitas tidur, kondisi tubuh, lingkungan kerja dan cara mengatur waktu.

Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari

Jangan sampai kopi mengorbankan tidur

Ada satu hal yang sering terlupakan. Kafein memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya dapat bertahan cukup lama dan mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Meta-analisis terhadap 24 penelitian menemukan konsumsi kafein dapat mengurangi total waktu tidur dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

Masalahnya, kurang tidur pada hari berikutnya justru bisa membuat konsentrasi dan produktivitas menurun. Jadi, menggunakan kopi untuk terus menutupi rasa lelah bukanlah solusi jangka panjang.

Jadi, apakah kafein bisa bikin lebih produktif?

Bisa membantu, tetapi sifatnya lebih sebagai pendukung, bukan penentu utama produktivitas.

Kafein terutama bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, khususnya ketika tubuh sedang mengantuk atau kurang tidur. Namun, efek tersebut tidak bisa menggantikan tidur yang cukup.

Jadi, kalau ingin tetap produktif, jangan hanya mengandalkan kopi. Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi dan gunakan kafein secara bijak agar manfaatnya tidak justru berbalik mengganggu waktu istirahat.

Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya

Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.