Jakarta (ANTARA) - Pertunjukan Reog Ponorogo dan alunan musik tradisional Jawa Timur turut memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Wisma Indonesia, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (17/8).
Tarian yang identik dengan topeng singa raksasa berhiaskan bulu merak yang beratnya bisa mencapai puluhan kilogram ini telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda.
“Saya sangat senang diberi kesempatan dan dukungan untuk menampilkan budaya Indonesia di Washington,” ujar Bandi Wiyono, diaspora Indonesia asal Ponorogo, dalam keterangan tertulis KBRI Washington DC.
Di tengah teriknya matahari dan sorak antusias para pengunjung, Bandi lincah menari mengangkat dadak merak bersama dengan kelompok seni Singolodoyo AS.
Penampilan budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang diawali Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, dengan Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo bertindak selaku Inspektur Upacara.
Diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, 17 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan khidmat mengibarkan Sang Merah Putih. Pemuda-pemudi Indonesia tersebut telah mendedikasikan lebih dari delapan minggu untuk berlatih demi momen sakral ini.
“Mengibarkan bendera pada upacara 17 Agustus di Washington adalah kehormatan yang sangat berarti bagi saya, apalagi sebagai anak Indonesia yang lahir dan besar di Amerika,” tutur Isaac Kaawoan, anggota Paskibra yang bertugas sebagai salah satu pengibar bendera.
Begitu prosesi resmi usai, suasana berubah meriah. Pemenang lomba busana nasional terbaik diumumkan dan para peserta beranjak ke kediaman dubes RI untuk beramah-tamah, lalu menikmati sajian makanan Indonesia sambil mendengarkan alunan lagu-lagu Indonesia yang dibawakan secara langsung oleh band yang beranggotakan WNI dan diaspora Indonesia.
Saat matahari bergerak semakin tinggi, lapangan tenis di Wisma Indonesia berubah menjadi arena permainan tradisional khas 17 Agustus, mulai dari lomba makan kerupuk, lomba kursi goyang, lomba kelereng, hingga memasukkan pensil ke dalam botol, yang diikuti anak-anak, remaja, hingga dewasa dengan penuh tawa dan sorak-sorai.
Acara juga dimeriahkan dengan pengundian hadiah undian serta kehadiran truk-truk makanan yang menyediakan berbagai sajian makanan Indonesia.
Perayaan yang mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini menjadi pengingat bahwa identitas, kehangatan, dan kekeluargaan sebagai bangsa Indonesia tetap terjaga, meski terpisah jarak yang jauh dari Tanah Air, demikian keterangan KBRI Washington DC.
Pewarta: Yashinta Difa
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.