Jakarta (ANTARA) - AC Milan kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Lecce tiga gol tanpa balas dalam lanjutan giornatta kelima Liga Italia 2026/27 di San Siro pada Senin.
Sebelumnya, tim asuhan Ruben Amorim tercatat tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun di semua kompetisi, dengan dua kali seri di Liga Italia dan sekali kalah di Liga Europa.
Kemenangan Milan kali ini diraih berkat gol Christian Pulisic, Adrien Rabiot dan Diego Moreira.
Tambahan tiga poin membawa Rossoneri naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan 11 poin dari lima pertandingan.
Sementara itu, Lecce tertahan di peringkat ke-12 dengan koleksi enam poin, demikian laman resmi legaseriea.
Milan langsung berusaha mengendalikan permainan sejak awal pertandingan. Tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-14.
Strahinja Pavlovic mengirim umpan lambung yang diterima Pulisic. Pemain asal Amerika Serikat itu mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Milan pun unggul 1-0.
Lecce berusaha merespons, tetapi pertahanan Milan mampu mempertahankan keunggulan. Tidak ada gol tambahan hingga babak pertama berakhir dan Rossoneri memasuki ruang ganti dengan keunggulan 1-0.
Milan kembali mencetak gol pada menit ke-61. Berawal dari kombinasi umpan satu-dua, Goncalo Ramos memberikan operan kepada Adrien Rabiot.
Rabiot kemudian menuntaskan peluang tersebut dengan tembakan tepat sasaran untuk menggandakan keunggulan Milan menjadi 2-0.
Rossoneri semakin menjauh pada menit ke-73. Diego Moreira menggiring bola masuk ke dalam kotak penalti, melewati lini pertahanan Lecce, sebelum melepaskan tembakan yang menjebol gawang tim tamu.
Lecce berusaha mencari gol balasan pada sisa pertandingan. Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.
Milan pun mengamankan kemenangan 3-0 atas Lecce.
Susunan Pemain
AC Milan (3-4-2-1): Mike Maignan; Mario Gila, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Samuel Chukwueze, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan; Christian Pulisic, Alexis Saeelemaekers, Goncalo Ramos.
Lecce (4-3-3): Wladimiro Falcone; Antonio Gallo, Jamil Siebert, Kialonda Gaspar, Danilo Veiga; Youssef Maleh, Ivan Ilic, Lassana Coulibaly; Joel Monteiro, Nikola Stulic, Santiago Pierotti.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengapresiasi perjuangan Sumaya yang telah menyumbangkan medali perak pertama untuk Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ia menyebut raihan satu perak dan empat perunggu pada hari pertama Asian Games tersebut sebagai pencapaian signifikan.
"Hari ini kita cukup surprise. Hari ini dulangan medali yang kita peroleh itu signifikan, satu perak, empat perunggu. Kita cukup surprise dan happy banget,” demikian pernyataan Todotua di Nagoya yang diterima pada Minggu (20/9).
Tambahan medali pada Minggu datang dari teqball dan karate. Sebelumnya, Indonesia telah meraih medali perunggu melalui wushu, teqball, dan soft tennis.
Atlet teqball putri Sumaya menyumbangkan medali perak setelah tampil pada final nomor tunggal putri di Nagoya City Higashi Sports Center.
Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga tiga set dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.
Todotua berharap torehan tersebut dapat menjadi awal dari konsistensi Kontingen Indonesia selama Asian Games 2026.
Ia juga melihat sejumlah cabang olahraga mulai memasuki babak perempat final dan semifinal sehingga peluang untuk menambah medali masih terbuka.
“Mudah-mudahan ke depan konsistensi dan ritmenya ini bisa tetap berkesinambungan. Kita monitor ada pertandingan yang sudah mulai masuk quarter dan semifinal, ini artinya peluang kita untuk mendapatkan medali cukup baik,” katanya.
Meski sudah mengamankan lima medali, Todotua mengatakan Kontingen Indonesia masih menantikan raihan emas.
“Memang yang kita tunggu, kita bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.
Dukungan terhadap perjuangan atlet Indonesia juga datang dari pemerintah. Todotua mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus memonitor perjalanan Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.
Todotua mengungkapkan dirinya mendapat kabar dari Sekretaris Kabinet agar terus memberikan semangat kepada para atlet.
Presiden Prabowo juga disebut bersedia melakukan video call langsung dengan kontingen apabila Indonesia berhasil meraih medali emas.
“Semalam itu dikasih kabar sama Pak Seskab, ‘Bang, tetap semangat.’ Pak Presiden memonitor dan bahkan Pak Presiden menyatakan beliau bersedia kalau nanti ada emas, bisa langsung video call dengan beliau,” kata Todotua.
Todotua memastikan komunikasi dan koordinasi dengan cabang olahraga terus dilakukan untuk mendukung perjuangan atlet Indonesia.
“Jadi memang ini benar-benar dimonitor, supporting, dukungan, dan kita komunikasikan terus dengan cabang olahraga,” lanjutnya.
Ia juga meminta atlet dan ofisial yang belum bertanding untuk tetap fokus mempersiapkan diri dan tidak terganggu persoalan nonteknis.
Menurutnya, koordinasi dengan OCA, INAGOC, serta pihak tuan rumah terus dilakukan untuk menangani berbagai kebutuhan kontingen.
“Untuk atlet dan ofisial yang belum datang karena schedule mereka masih nanti, tetap yakin dan percaya, tetap fokus di pertandingan. Serahkan ke kami untuk urusan nonteknisnya,” tegas Todotua.
Selain itu, tim Indonesia terus memantau kondisi cuaca melalui command centre dan tim monitoring dan evaluasi, termasuk perkembangan potensi typhoon.
“Terus fokus, terus kita persiapkan fisik dan mental. Harapannya, kondisi seperti ini, potensi medali dan bisa lebih banyak kita dapatkan,” kata Todotua.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Paris Saint-Germain (PSG) behasil mengatasi perlawanan Marseille dengan skor 2-1 dalam laga pekan kelima Liga Prancis 2026/27 di Stade Velodrome, Marseille pada Senin.
Ferran Torres dan Marquinhos menjadi pencetak gol untuk PSG, sementara Marseille membalas melalui Angel Gomes.
Marseille harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah Timothy Weah mendapat kartu merah pada menit ke-77.
Hasil tersebut membawa Les Parisiens ke peringkat keenam klasemen sementara dengan delapan poin dari lima pertandingan. PSG masih tertinggal lima poin dari AS Monaco yang berada di puncak klasemen
Sedangkan Marseille terpuruk di peringkat 17 dengan hanya mengumpulkan tiga poin, demikian laman resmi Ligue 1.
Kedua tim bermain ketat pada babak pertama. Marseille dan PSG sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-66. Torres yang baru tujuh menit masuk ke lapangan, langsung memberikan dampak bagi PSG.
Masuk menggantikan Kvicha Kvaratskhelia, Torres menyambut umpan silang Desire Doue dari sisi kiri dengan sundulan dari depan gawang. Bola meluncur ke dalam gawang Marseille dan membawa PSG unggul 1-0.
Keunggulan PSG hanya bertahan enam menit. Marseille mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Angel Gomes pada menit ke-72.
Gol tersebut berawal dari serangan Marseille melalui tengah lapangan. Amine Gouiri menyodorkan bola kepada Gomes di depan kotak penalti.
Ia kemudian melewati kepungan pemain PSG sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut atas gawang.
PSG kembali unggul pada menit ke-74 melalui Marquinhos. Umpan panjang dari sisi kiri mengarah ke depan gawang dan disambut bek asal Brasil tersebut.
Sontekan pertama Marquinhos masih mampu ditepis kiper Marseille, Jeffrey de Lange. Namun, bola rebound kembali disambar sang pemain untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Situasi Marseille semakin sulit tiga menit kemudian. Timothy Weah menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran sehingga harus meninggalkan lapangan.
Marseille pun bermain dengan 10 orang.
PSG berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah gol, tetapi tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
PSG pun mengamankan kemenangan 2-1 atas Marseille.
Susunan Pemain
Marseille (4-2-3-1): De Lange, Timothy Weah, Egan-Riley, Aguerd, Emerson (Ulisses Garcia 84'), Harit (Abdallah 63'), Hojbjerg, Abdelli (Bezahaf 84'), Paixao (Angel Gomes 30'), Maupay (Moumbagna 84'), Gouiri
Paris Saint-Germain (4-3-3): Safonov, Nuno Mendes, William Pacho, Marquinhos, Zaire-Emery, Fabian Ruiz (Akliouche 65'), Vitinha, Joao Neves, Kvaratskhelia (Ferran Torres 59'), Dembele (Godts 79'), Doue (Beraldo 79')
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bersepeda kini semakin punya banyak wajah. Ada yang menggunakannya untuk berolahraga, pergi bekerja, berkeliling kota, mengikuti komunitas, sampai menjelajahi jalur wisata.
Perkembangan skena sepeda juga membuat pilihan jenis sepeda semakin beragam. Road bike, mountain bike (MTB), sepeda lipat, hingga gravel punya karakter masing-masing yang dirancang untuk kebutuhan dan medan berbeda.
Karena itu, memilih sepeda sebaiknya tidak hanya berdasarkan model yang terlihat menarik. Jenis medan, jarak tempuh, tujuan penggunaan, hingga kebiasaan bersepeda juga perlu dipertimbangkan.
Lantas, apa bedanya?
Road bike untuk mengejar efisiensi di jalan raya
Road bike dirancang terutama untuk melaju di permukaan aspal. Ciri yang paling mudah dikenali adalah penggunaan setang melengkung atau drop bar dan ban yang relatif tipis.
Karakter tersebut membuat road bike cocok bagi pesepeda yang lebih sering berkendara di jalan raya dan menyukai perjalanan jarak jauh dengan kecepatan relatif tinggi.
Jenis sepeda ini juga dekat dengan kultur group ride, ketika sejumlah pesepeda berkumpul dan menempuh rute yang sama. Dalam skena sepeda perkotaan, road bike juga kerap digunakan untuk kegiatan akhir pekan maupun latihan.
Perkembangan road cycling sendiri tetap menjadi bagian penting dari olahraga sepeda secara global. UCI masih menjalankan kalender WorldTour dan Women's WorldTour pada 2026, menunjukkan bahwa disiplin jalan raya tetap menjadi salah satu bagian utama olahraga balap sepeda.
Namun, untuk pemula yang hanya membutuhkan sepeda untuk perjalanan santai di lingkungan sekitar, karakter road bike yang lebih berorientasi pada efisiensi mungkin tidak selalu diperlukan.
Baca juga: E-bike bermerek Volkswagen dengan teknologi ala mobil terungkap
MTB untuk medan yang lebih menantang
Berbeda dengan road bike, mountain bike atau MTB dibuat untuk menghadapi medan yang lebih beragam, terutama jalur tanah, bebatuan, tanjakan dan turunan.
MTB umumnya memiliki ban lebih lebar dengan tapak yang dirancang untuk memberikan cengkeraman lebih baik. Sejumlah model juga dilengkapi suspensi untuk membantu menghadapi permukaan yang tidak rata.
Dalam dunia MTB sendiri terdapat berbagai disiplin, mulai dari cross-country, trail, enduro hingga downhill. UCI menjelaskan bahwa masing-masing format memiliki karakter medan, gaya berkendara dan kebutuhan sepeda yang berbeda.
Di Indonesia, MTB juga masih memiliki ekosistem kompetisi yang aktif. Kejuaraan Nasional MTB 2026 diikuti 180 atlet dari 16 provinsi dan mempertandingkan nomor cross-country di Sentul City serta downhill di Taman Wisata Alam Gunung Pancar.
Namun, MTB tidak harus selalu digunakan untuk kompetisi. Bagi pesepeda rekreasional, sepeda jenis ini dapat menjadi pilihan untuk menjelajahi jalur pedesaan, kawasan perbukitan atau rute yang memiliki permukaan lebih beragam.
Sepeda lipat untuk mobilitas yang praktis
Kalau kebutuhan utama adalah kepraktisan, sepeda lipat bisa menjadi pilihan yang menarik.
Sesuai namanya, sepeda ini dapat dilipat sehingga lebih mudah disimpan atau dibawa menggunakan kendaraan tertentu. Karakter tersebut membuat sepeda lipat cukup dekat dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang memiliki ruang penyimpanan terbatas atau ingin mengombinasikan sepeda dengan moda transportasi lain.
Skena sepeda lipat atau yang sering disebut "seli" juga berkembang di Indonesia. Komunitas sepeda lipat tidak hanya melakukan perjalanan di dalam kota, tetapi juga menggelar kegiatan rekreasi dan wisata.
Contohnya terlihat dalam agenda Palangka Raya Bersepeda 2026. Kegiatan yang digelar komunitas Hakumpul Seli bersama Pemerintah Kota Palangka Raya tersebut membuka partisipasi untuk berbagai jenis sepeda, termasuk sepeda lipat, MTB, road bike dan fixie.
Artinya, sepeda lipat kini tidak hanya dipandang sebagai sepeda praktis untuk jarak pendek. Bagi komunitasnya, sepeda ini juga bisa menjadi bagian dari kegiatan sosial dan perjalanan wisata.
Baca juga: Amelly punya modal kenal trek untuk pertahankan emas BMX
Gravel, pilihan untuk yang ingin lebih fleksibel
Selain tiga jenis yang cukup populer tersebut, ada pula sepeda gravel yang belakangan semakin mendapat perhatian.
Secara tampilan, gravel bike memiliki kemiripan dengan road bike karena sama-sama menggunakan drop bar. Namun, gravel dirancang untuk menghadapi permukaan yang lebih beragam.
Ban gravel umumnya lebih lebar dan ruang bannya lebih besar dibandingkan road bike. Karakter ini membuatnya lebih fleksibel ketika digunakan di jalan aspal, jalan berbatu atau permukaan yang tidak sepenuhnya mulus.
Perkembangan kategori gravel juga menunjukkan bahwa batas antara berbagai jenis sepeda semakin fleksibel. Pesepeda kini memiliki pilihan untuk mencari sepeda yang tidak hanya unggul di satu jenis medan, tetapi juga mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Jadi, harus pilih yang mana?
Sebenarnya tidak ada satu jenis sepeda yang cocok untuk semua orang.
Jika aktivitas utama dilakukan di jalan aspal dan ingin mengejar efisiensi untuk perjalanan jarak jauh, road bike bisa dipertimbangkan.
Jika lebih sering melewati jalur tanah, perbukitan atau medan yang tidak rata, MTB lebih sesuai dengan karakter tersebut.
Sementara itu, sepeda lipat menarik bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan, terutama untuk mobilitas perkotaan dan penyimpanan yang mudah.
Adapun gravel dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengeksplorasi lebih dari satu jenis permukaan tanpa harus memiliki sepeda berbeda untuk setiap medan.
Yang tidak kalah penting, kebutuhan pribadi tetap menjadi pertimbangan utama. Sepeda yang digunakan secara rutin dan nyaman bisa lebih bermanfaat daripada sepeda dengan spesifikasi tinggi tetapi jarang digunakan.
Baca juga: 7 manfaat bersepeda bagi tubuh, baik untuk fisik dan mental
Skena sepeda semakin beragam
Perkembangan skena sepeda di Indonesia menunjukkan bahwa jenis sepeda tidak lagi sekadar membedakan bentuk atau spesifikasi. Setiap jenis memiliki komunitas, aktivitas dan karakter perjalanan masing-masing.
MTB misalnya, tidak hanya berkembang sebagai olahraga tetapi juga dikaitkan dengan sport tourism. Sementara itu, sepeda lipat dapat masuk ke kegiatan komunitas dan wisata, sedangkan road bike tetap menjadi pilihan untuk perjalanan di jalan raya.
Di sisi lain, sepeda juga semakin sering dibicarakan sebagai moda transportasi. Komunitas Bike to Work Indonesia pada 2026 kembali mendorong sepeda digunakan untuk aktivitas harian dan meminta agar jalur sepeda yang tersedia dipertahankan serta diintegrasikan dengan jaringan mobilitas perkotaan.
Pada akhirnya, memilih sepeda bukan hanya soal mengikuti tren.
Yang lebih penting adalah memahami ke mana sepeda tersebut akan dibawa, seberapa sering digunakan dan seperti apa pengalaman bersepeda yang ingin didapatkan.
Road bike, MTB, sepeda lipat maupun gravel sama-sama punya tempat dalam skena sepeda. Tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan, medan dan gaya bersepeda masing-masing.
Baca juga: Potret pameran sepeda motor Internasional di Chongqing
Baca juga: Bersepeda bukan cuma olahraga, kini jadi bagian gaya hidup
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Atletico Madrid keluar sebagai pemenang dalam derby Madrid setelah menekuk Real Madrid 2-1 pada pekan ketujuh Liga Spanyol 2026/27 di Riyadh Air Metropolitano, Minggu.
Alejandro Grimaldo dan Jonathan David menjadi pencetak gol Atletico. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas melalui Antonio Rudiger pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil ini membawa Atletico naik ke peringkat kedua klasemen La dengan 16 poin dari tujuh pertandingan.
Real Madrid turun ke posisi ketiga dengan 15 poin. Sementara itu, Barcelona masih memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin atas Atletico Madrid, demikian laman resmi LaLiga.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Atletico mendapat peluang pada menit ke-15 melalui Jonathan David.
Penyerang asal Kanada itu menyambut umpan silang dengan sundulan di dalam kotak enam yard, tetapi pemain Real Madrid melakukan penyelamatan di garis gawang.
Real Madrid merespons melalui Aurelien Tchouameni pada menit ke-21. Namun, tembakan gelandang tersebut masih melambung jauh di atas mistar.
Vinicius Junior kemudian memperoleh dua peluang beruntun. Pada menit ke-24, ia mendapat ruang di dalam kotak penalti, tetapi penyelesaiannya melambung.
Dua menit berselang, Vinicius kembali melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang juga melewati mistar.
Tidak ada gol hingga babak pertama berakhir. Kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor 0-0.
Atletico langsung menekan setelah jeda. Pada menit ke-47, Alex Baena melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke sisi kanan gawang. Namun, Thibaut Courtois melakukan penyelamatan gemilang.
Petaka bagi Real Madrid terjadi tiga menit kemudian. Dean Huijsen melakukan pelanggaran dengan menarik jersey pemain Atletico di dalam kotak penalti. Wasit Miguel Ortiz menunjuk titik putih.
Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui VAR. Setelah pemeriksaan, kartu kuning untuk Huijsen dibatalkan dan diganti kartu merah langsung. Real Madrid pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Alejandro Grimaldo maju sebagai eksekutor penalti pada menit ke-53. Ia menunggu Courtois bergerak sebelum mengarahkan bola ke sudut kiri bawah dan membawa Atletico unggul 1-0.
Unggul jumlah pemain, Atletico mampu menggandakan keunggulan enam menit kemudian. Giuliano Simeone mengirim umpan ke dalam kotak penalti yang kemudian disambut Jonathan David dengan tembakan first-time. Bola meluncur ke bagian atas gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Real Madrid terus berusaha mengejar ketertinggalan meski bermain dengan 10 pemain. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-89.
Bernardo Silva mengirim umpan silang dari situasi bola mati. Antonio Rudiger menyambutnya dengan sundulan dari dekat kotak enam yard yang mengarah ke sisi kiri gawang. Skor berubah menjadi 2-1.
Gol tersebut membuat Real Madrid memiliki peluang untuk mengejar gol penyama kedudukan. Namun, Atletico mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Atletico Madrid pun mengamankan kemenangan 2-1 dalam Derby Madrid.
Susunan Pemain
Atletico Madrid (3-4-2-1): Jan Oblak; Marc Pubill, Cristian Romero, David Hancko; Giuliano Simeone, Marcos Llorente, Johnny Cardoso, Alejandro Grimaldo; Lee Kang-In, Alex Baena; Jonathan David.
Real Madrid (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, Dean Huijsen, Marc Cucurella; Federico Valverde, Aurelien Tchouameni; Arda Guler, Jude Bellingham, Vinicius Junior; Kylian Mbappe.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ada paradoks menarik dari kegaduhan mengenai desil kesejahteraan. Semakin banyak masyarakat mempertanyakan mengapa dirinya berada pada desil tertentu, semakin terlihat bahwa masyarakat sebenarnya mulai peduli terhadap data pemerintah. Sesuatu yang selama ini terasa jauh dan abstrak tiba-tiba menjadi personal karena menyangkut kondisi rumah tangga dan kemungkinan akses terhadap program pemerintah.
Perdebatan itu tentu memiliki sisi negatif. Ketidaksesuaian antara data dan kondisi yang dirasakan masyarakat dapat menimbulkan kekecewaan, prasangka, bahkan ketidakpercayaan. Di era media sosial, pengalaman satu keluarga juga dapat dengan cepat berkembang menjadi persepsi bahwa data pemerintah secara keseluruhan bermasalah.
Namun, di balik kegaduhan tersebut terdapat perkembangan yang justru layak diapresiasi: masyarakat mulai menguji data pemerintah dengan realitas yang mereka alami sendiri. Bagi Badan Pusat Statistik (BPS), ini merupakan berkah sekaligus alarm.
Selama ini, statistik lebih sering dipahami sebagai produk akhir. Masyarakat membaca angka kemiskinan, pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi, atau ketimpangan ketika dirilis, kemudian berpindah ke berita berikutnya. Tidak banyak yang bertanya bagaimana angka itu dibentuk atau apakah informasi tentang dirinya telah tercatat dengan benar.
Desil mengubah hubungan tersebut.
Ketika seorang warga mengetahui bahwa rumah tangganya berada pada kelompok kesejahteraan tertentu, pertanyaannya menjadi konkret: informasi apa yang digunakan? Apakah kondisi rumah saya masih sesuai dengan data? Mengapa keluarga saya berada pada kelompok tersebut? Jika ada yang keliru, siapa yang harus memperbaikinya?
Masyarakat mulai bergerak dari sekadar konsumen data menjadi penguji data.
Bayangkan seorang pekerja yang kehilangan pekerjaan beberapa waktu lalu, sementara informasi yang menjadi rujukan masih menggambarkan kondisi ketika ia memiliki penghasilan tetap. Atau sebuah keluarga yang anggota rumah tangganya sudah berubah karena anak bekerja di kota lain, tetapi komposisi keluarga dalam sumber data belum diperbarui. Perubahan pekerjaan, tempat tinggal, kepemilikan aset, maupun kondisi sosial ekonomi juga dapat membuat informasi lama tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan terkini.
Contoh tersebut tidak otomatis membuktikan data pemerintah salah. Namun, ia menunjukkan persoalan mendasar: realitas sosial bergerak lebih cepat daripada sebagian data yang merekamnya. Di sinilah masyarakat dapat menjadi sensor sosial.
Sensor tidak menentukan apakah data benar atau salah. Sensor memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa. Satu keluhan belum tentu berarti ada persoalan sistemik. Tetapi jika persoalan serupa muncul berulang dari wilayah atau kelompok masyarakat tertentu, informasi itu layak menjadi early warning untuk ditelusuri.
Lalu, siapa melakukan apa?
BPS memiliki mandat sebagai lembaga statistik resmi, dengan tanggung jawab menjaga kualitas statistik yang dihasilkan melalui kegiatan statistiknya. BPS bukan lembaga yang menentukan siapa menerima seluruh program bantuan pemerintah.
Sementara itu, pemerintah sebagai pemilik berbagai program dan sumber data administrasi memiliki tanggung jawab memastikan data dikelola dan dimutakhirkan untuk kebutuhan kebijakan. Penetapan sasaran program merupakan keputusan pemerintah, bukan semata-mata keputusan statistik.
Pembedaan ini penting. Ketika seseorang tidak menerima bantuan, persoalannya belum tentu berarti statistik BPS keliru. Bisa terdapat kriteria program, perubahan kondisi rumah tangga, proses pemutakhiran, atau pertimbangan kebijakan lainnya. Sebaliknya, jika ditemukan pola ketidaksesuaian, persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada penjelasan bahwa sistem telah berjalan.
Di sinilah BPS perlu memperkuat quality gate.
Pengendalian kualitas tidak cukup dilakukan setelah data selesai diolah. Pemeriksaan perlu berlangsung sejak pengumpulan, pemeriksaan kelogisan, validasi, integrasi antarsumber, pemutakhiran, pendeteksian anomali, hingga sebelum informasi digunakan untuk kepentingan publik.
Semakin banyak sumber data diintegrasikan, semakin penting proses tersebut. Data yang benar pada masing-masing sumber belum tentu menghasilkan gambaran yang tepat ketika digabungkan tanpa pemeriksaan. Data yang akurat pada suatu waktu juga dapat menjadi kurang relevan ketika kondisi masyarakat berubah.
Karena itu, kualitas data bukan hanya soal akurasi, tetapi juga keterbaruan, konsistensi, relevansi, dan kemampuan mendeteksi anomali.
Keluhan masyarakat dalam konteks ini tidak boleh otomatis dianggap sebagai bukti kesalahan statistik. Namun, keluhan juga tidak seharusnya selalu dipandang sebagai persoalan komunikasi. Pola keluhan yang konsisten dapat menjadi bahan quality check.
Misalnya, jika banyak rumah tangga dengan karakteristik serupa di suatu wilayah melaporkan persoalan yang sama, pemerintah dapat menelusuri sumber administrasinya, BPS dapat melihat apakah terdapat pola statistik yang tidak lazim, dan pemerintah daerah dapat memeriksa kondisi lapangan. Dengan begitu, suara warga tidak berhenti sebagai komentar di media sosial, tetapi menjadi sinyal yang dapat memicu pemeriksaan.
Inilah bentuk partisipasi publik yang lebih produktif.
Namun, masyarakat juga memiliki tanggung jawab. Data yang berkualitas membutuhkan informasi yang berkualitas. Ketika sensus atau survei dilakukan, memberikan informasi secara benar bukan sekadar memenuhi permintaan petugas. Informasi tersebut menjadi bahan untuk menggambarkan kondisi masyarakat dan merancang kebijakan.
Begitu pula pemutakhiran data administrasi. Perubahan alamat, komposisi keluarga, pekerjaan, maupun kondisi sosial ekonomi perlu tercermin melalui mekanisme yang tersedia. Tanpa partisipasi masyarakat, kebijakan akan selalu menghadapi risiko menggunakan informasi yang tertinggal dari kenyataan.
Karena itu terdapat hubungan timbal balik:
Pemerintah membutuhkan masyarakat untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Masyarakat membutuhkan data yang berkualitas agar kebijakan pemerintah lebih tepat. BPS membutuhkan keduanya agar statistik resmi tetap relevan dan dipercaya.
Di sinilah fenomena desil menjadi lebih besar daripada persoalan bansos.
Selama ini, literasi statistik sering dipahami sebagai kemampuan membaca tabel, grafik, persentase, atau indikator. Padahal, literasi yang lebih matang adalah kemampuan memahami bagaimana data dibentuk, apa keterbatasannya, bagaimana data digunakan, dan bagaimana masyarakat dapat ikut memastikan informasi tentang dirinya tetap benar.
Pertanyaan “Saya masuk desil berapa?” merupakan tahap awal.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Apakah data mengenai saya sudah benar?”
Dan berikutnya: “Jika tidak benar, bagaimana memperbaikinya?”
Jika masyarakat mulai sampai pada pertanyaan tersebut, sesungguhnya telah terjadi kemajuan dalam budaya statistik Indonesia.
Tentu, peningkatan kesadaran publik juga membawa konsekuensi bagi BPS dan pemerintah. Semakin banyak masyarakat memperhatikan data, semakin tinggi tuntutan terhadap akurasi, keterbaruan, transparansi, dan mekanisme koreksi.
Namun, tekanan tersebut dapat menjadi energi untuk memperbaiki sistem.
BPS perlu memperkuat quality gate. Pemerintah perlu memastikan sumber data administrasi dan mekanisme pemutakhiran berjalan baik. Masyarakat perlu memberikan informasi yang benar sekaligus menggunakan kanal koreksi secara konstruktif.
Kegaduhan desil mungkin bermula dari ketidakpuasan terhadap data, tetapi justru dapat menjadi tanda bahwa publik mulai memiliki kepedulian terhadap kualitas statistik.
Tidak semua kritik benar. Tetapi masyarakat yang tidak pernah bertanya juga tidak akan membantu menemukan data yang perlu diperbaiki.
Karena itu, tugas lembaga statistik bukan membuat data yang kebal terhadap pertanyaan. Tugasnya adalah membangun statistik yang cukup kuat untuk diuji, cukup transparan untuk dijelaskan, dan cukup adaptif untuk diperbaiki.
Desil, dengan demikian, dapat menjadi berkah sekaligus alarm bagi BPS. Berkah karena masyarakat semakin sadar bahwa data pemerintah berkaitan dengan kehidupan mereka. Alarm karena kesadaran itu membawa tuntutan baru terhadap kualitas statistik.
Jika momentum ini dikelola dengan baik, masyarakat dapat menjadi sensor sosial dari luar sistem, sementara BPS memperkuat quality gate dari dalam dan pemerintah memastikan data digunakan serta dimutakhirkan secara tepat.
Pada akhirnya, kebijakan berbasis data tidak akan pernah lebih baik daripada data yang menjadi fondasinya.
Mungkin inilah berkah terbesar dari kegaduhan desil: rakyat mulai menyadari bahwa mereka bukan sekadar objek yang dicatat dalam data pemerintah. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang ikut menentukan apakah data tersebut benar-benar mampu menggambarkan Indonesia.
Catatan Redaksi:
Katadata.co.id menerima tulisan opini dari akademisi, pekerja profesional, pengamat, ahli/pakar, tokoh masyarakat, dan pekerja pemerintah. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke [email protected] disertai dengan CV ringkas dan foto diri.
Jakarta (ANTARA) - Pulau Jawa dan Bali masih menjadi pusat pertumbuhan atlet bola basket usia dini di Indonesia, seiring meluasnya pembinaan dasar yang menekankan kemampuan individu, karakter, nutrisi, dan pengalaman bermain.
"Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah di Jawa hingga Bali konsisten melahirkan pemain muda namun potensi daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan," kata Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri, Minggu.
Dia menjelaskan pembinaan usia dini seharusnya tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran utama. Proses latihan perlu memberi ruang kepada anak untuk menikmati permainan dan membangun kemampuan dasar sebelum memasuki kompetisi.
"Yang paling penting karena di usia dini itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban," ujar legenda Indonesia Basketball League (IBL) berjuluk "Raja Steal" itu.
Lebih lanjut Dimaz menjelaskan, tempatnya kini bernaung memiliki empat cabang, yakni dua di Surabaya serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta. Kurikulumnya tidak hanya mencakup tentang teknik bola basket, tetapi juga pembentukan karakter dan edukasi nutrisi.
Pendekatan mini basketball diterapkan bagi kelompok usia lima hingga 12 tahun. Dalam latihan dan pertandingan, pelatih tidak menampilkan skor sehingga anak-anak tidak dibebani tekanan kemenangan atau kekalahan.
Pembinaan juga diarahkan pada kemampuan individu untuk melengkapi latihan di klub yang umumnya berorientasi pada permainan tim.
Materi seperti passing, dribble, shooting, dan body movement menjadi fondasi sebelum pemain berkembang menuju tahap kompetisi lebih tinggi.
Kemampuan bergerak, termasuk berlari, melompat, dan koordinasi tubuh, perlu dikuasai sejak awal. Fondasi tersebut membantu pemain membangun keterampilan teknis dan kesiapan fisik untuk menerima materi permainan yang lebih kompleks.
Sebagai Basketball Director, Dimaz bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan di seluruh cabang DBL Academy dan memberikan arahan kepada pelatih mengenai metode latihan sesuai karakter peserta didik.
Dia menyebut, para alumni akademi tersebut telah banyak berprestasi ketika mengikuti turnamen di tingkat SMP dan SMA bahkan sudah menjadi penghuni tim nasional. Merela di antaranya Inez Angelina Welly dan Praisey Blessed, serta sejumlah nama lainnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Ratana Arya menilai berbagai kejuaraan dapat menjadi wadah pembinaan dan menambah pengalaman bertanding pemain muda.
Baginya, setelah pengembangan bola basket tidak hanya berhenti sampai di proses pembinaan, tetapi juga berlanjut untuk ikut serta dalam turnamen atau kompetisi berjenjang yang berkualitas.
"Setiap penyelenggaraan kejuaraan akan menjadi wadah untuk pembinaan dan pengembangan bola basket kelompok usia," ujar dia.
Menurut Ratana, kompetisi yang digelar DPP Perbasi maupun pihak swasta memberi kesempatan atlet muda meningkatkan mental dan teknik bermain. Ajang seperti DBL Indonesia, High School Basketball Championship (HSBC) 2026, dan berbagai kompetisi lainnya menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bola basket nasional.
Pewarta: Donny Aditra
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita di Jakarta pada Minggu (20/9) masih layak untuk disimak hari ini, mulai dari kebakaran apartemen hingga pendataan bangunan terdampak proyek MRT.
Berikut ulasan selengkapnya:
1. Gulkarmat evakuasi 53 orang dari Apartemen Teluk Intan yang terbakar
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengevakuasi 53 orang yang terjebak di dalam kamar saat terjadi kebakaran di Apartemen Teluk Intan Jalan Teluk Intan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan pada Minggu malam.
Baca di sini
2. Gubernur DKI paparkan pertumbuhan ekonomi di U20 Mayoral Plenary
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 di hadapan sejumlah pemimpin kota dunia saat menghadiri U20 Mayoral Plenary di Civic Hall, New York, Amerika Serikat.
Baca di sini
3. Dua mobil kecelakaan di Tol Wiyoto Wiyono, diduga karena kelalaian
Dua unit mobil terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Wiyoto Wiyono KM 03.00 B Jatinegara arah Cawang, Jakarta Timur, Minggu pagi, akibat salah satu pengemudi kurang hati-hati saat berpindah lajur.
Baca di sini
4. Pemda: Pelestarian budaya Betawi merupakan tanggung jawab bersama
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat agar identitas budaya Jakarta tetap tumbuh di tengah modernisasi.
Baca di sini
5. DKI data bangunan terdampak proyek MRT Thamrin-Kwitang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan pendataan lokasi dan bangunan yang berpotensi terdampak rencana pembangunan transportasi publik Mass Rapid Transit (MRT) Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang.
Baca di sini
Baca juga: Kebakaran melanda bedeng di Kelapa Gading Timur, Jakut
Baca juga: DKI Jakarta juara umum Kejurnas Berkuda Memanah 2026
Baca juga: Gorila Komu ikut rayakan HUT ke-162 Taman Margasatwa Ragunan
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 21 September 2026 - 07:03 WIB
VIVA – Persib Bandung menutup rangkaian tiga pertandingan tandang dalam 17 hari dengan hasil positif. Pangeran Biru berhasil mengalahkan Persijap Jepara 2-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu, 20 September 2026.
Baca Juga
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengaku puas dengan kemenangan tersebut. Menurutnya, hasil di Jepara menjadi penutup yang layak setelah timnya melewati rangkaian pertandingan dengan perjalanan panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam 17 hari terakhir, Persib harus menjalani tiga laga tandang. Mereka lebih dulu kalah 1-2 dari Persija Jakarta, kemudian bangkit dengan mengalahkan FC Seoul 1-0 di AFC Champions League Two.
Baca Juga
Persib lalu melanjutkan perjalanan ke Jepara untuk menghadapi Persijap. Total, Tolic menyebut timnya telah menempuh perjalanan sekitar 13.000 hingga 14.000 kilometer dalam periode tersebut.
"Akhirnya, saya merasa senang setelah, saya rasa menempuh perjalanan sekitar 13.000 atau 14.000 kilometer dalam 17 hari terakhir, dan melakoni tiga pertandingan, kita mengakhirinya dengan tiga poin. Saya pikir ini sangat layak kita dapatkan," katanya, usai pertandingan.
Baca Juga
Kemenangan atas Persijap juga tidak didapat dengan mudah. Persib justru lebih dulu tertinggal setelah Jose Antonio Ruiz Lopez mengeksekusi penalti pada menit ke-12.
Persib merespons sembilan menit berselang. Thom Haye mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan pada menit ke-21.
Memasuki babak kedua, Persib berbalik unggul. Uilliam Barros mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-55 melalui sontekan yang membawa tim tamu memimpin 2-1.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan Persib hingga pertandingan berakhir. Tiga poin dari Jepara sekaligus menutup rangkaian laga tandang dengan catatan positif.
Tolic mengakui Persijap memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Persib harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tidak mudah datang ke sini. Kami tentu saja pada akhirnya sudah menduga bahwa tim lawan akan memberikan tekanan, tetapi inilah karakter kami, kami berjuang sampai akhir," tegas pelatih asal Kroasia berusia 48 tahun tersebut.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Persib setelah menjalani jadwal padat dan perjalanan panjang dalam beberapa pekan terakhir.
VIVA.co.id
21 September 2026
Nagoya, Jepang (ANTARA) - Kontingen Indonesia dijadwalkan menjalani agenda pertandingan pada 15 cabang olahraga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Senin (21/9), dengan pertandingan tersebar di Cluster Aichi, Tokyo, dan Gifu.
Rangkaian pertandingan Indonesia berlangsung sejak pagi hingga malam hari, mulai dari wushu, soft tenis, karate, menembak, hingga basket putri. Selain itu, atlet Indonesia juga dijadwalkan tampil pada renang dan tim hoki putri menghadapi India.
Di cluster Aichi, soft tenis menjadi salah satu cabang yang menghadirkan sejumlah pertandingan bagi Indonesia. Tim putra dan putri serta nomor ganda campuran tercantum dalam jadwal pertandingan.
Pada nomor ganda campuran, Rizky Zammy Febrian Laluyani/Alif Nafiah dijadwalkan menghadapi wakil Taipei dan Pakistan. Sementara Fernando Sanger/Siti Nur Arasy tercantum dalam pertandingan menghadapi wakil Laos, Kamboja, dan Jepang.
Cabang wushu juga menjadi agenda Indonesia dengan nomor changquan putri, taijiquan putra, men's taijijian putra, serta nomor kelas 60 kilogram putri dan 65 kilogram putra. Pada nomor kelas 60 kilogram putri, Indonesia dijadwalkan menghadapi Kyrgyzstan, sedangkan kelas 65 kilogram putra menghadapi Kazakhstan.
Sementara pada karate, wakil Indonesia dijadwalkan bertanding pada nomor kata perorangan dan beregu. Nama Komang Sudarnita, Ni Ketut Maharani, Muhammad Negara, Christopher Edbert Setiabudi, serta Cindy Marcrasputri Citra tercantum dalam daftar atlet.
Pertandingan karate juga mempertemukan wakil Indonesia dengan atlet dari Sri Lanka, Jepang, Singapura, Republik Korea, Qatar, dan Bahrain.
Cabang olahraga basket 3x3 dan basket masih bergulir pada fase grup. Basket putri Dewa Ayu dan kawan-kawan akan menghadapi China di Grup A, sementara tim putri basket 3x3 bertemu Singapura dan Korea Selatan.
Indonesia selanjutnya dijadwalkan tampil pada menembak, dengan nomor senapan angin 10m individual putra dan tim. Anang Febrian, Fathur Gustafian, dan Kanurian Al Ghosh akan turun di nomor senapan angin 10 meter beregu putra, sementara Yemima Natalia Sinaga turun pada nomor skeet putri.
Agenda pertandingan lainnya di cluster Aichi mencakup basket 3x3, mixed martial arts, bola voli, bola voli pantai, bola basket, dan basket putri.
Di cluster Tokyo, cabang renang menjadi salah satu agenda Indonesia. I Gede Siman Sudartawa dan Jason Donovan Yusuf dijadwalkan tampil pada 50 meter gaya punggung putra.
Flairene Candrea Masriani Wolf kemudian turun pada 50 meter gaya punggung putri, sedangkan Jason Donovan Yusuf dan Samuel Maxson Septionus tampil pada 50 meter gaya bebas putra.
Adelia Chantika Aulia dijadwalkan bertanding pada 200 meter gaya bebas putri dan Arya Adrean Putra Haryono pada 100 meter gaya dada putra. Indonesia juga menurunkan tim estafet 4x200 meter gaya bebas putra.
Sementara itu, hoki putri Indonesia dijadwalkan menghadapi India dalam pertandingan Pool B di Gifu Prefectural Green Stadium.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.