AKURAT.CO Ketua Presidensi Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović menilai komunitas internasional gagal memberikan respons memadai terhadap tragedi di Gaza. Ia mengaitkan situasi Palestina dengan pengalaman Bosnia menghadapi perang dan genosida pada 1990-an.
Ketua Presidensi Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović mengkritik respons komunitas internasional terhadap situasi di Gaza dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Selasa, 22 September 2026.
Bećirović mengatakan dunia internasional tidak boleh pasif menghadapi ketidakadilan yang meluas. Ia secara khusus menyoroti penderitaan warga Palestina di Gaza dan menyebut respons terhadap situasi tersebut sebagai bagian dari krisis global yang semakin dalam.
Pernyataan Bećirović disampaikan ketika para pemimpin dunia berkumpul dalam debat umum Sidang Umum PBB ke-81 yang berlangsung pada 22-26 September 2026.
Dalam pidatonya, Bećirović mengingat kembali perang Bosnia dan Herzegovina pada 1992-1995. Ia mengatakan negaranya pernah mengalami agresi, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap warga Bosnia, sehingga pengalaman tersebut menjadi dasar pandangannya mengenai pentingnya respons internasional terhadap konflik saat ini.
Bosnia dan Herzegovina juga telah lama menjadikan pengalaman Srebrenica sebagai bagian penting dalam diplomasi internasionalnya. Pengadilan internasional telah menetapkan bahwa genosida terjadi di Srebrenica pada 1995.
Bećirović kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan sejumlah konflik yang berlangsung saat ini, termasuk perang di Ukraina, situasi di Gaza, konflik regional di kawasan Teluk serta krisis kemanusiaan di Sudan.
Menurutnya, berbagai konflik tersebut, ditambah meningkatnya populisme otoriter, telah menciptakan kondisi global yang ditandai ketakutan dan ketidakstabilan.
Pernyataan Bećirović mengenai Gaza muncul di tengah perhatian besar PBB terhadap konflik dan krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam pembukaan debat umum Sidang Umum PBB ke-81 juga menyoroti situasi di Gaza. Ia mengatakan serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas diikuti serangan besar terhadap warga Palestina di Gaza dengan tingkat kematian dan kehancuran yang menurutnya belum pernah ia saksikan selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Guterres juga merujuk pada perkara di Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai penerapan Konvensi Genosida terkait Gaza dan menegaskan bahwa semua pihak harus mematuhi hukum internasional serta perintah pengadilan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (22/9/2026), memperingatkan bahwa kekerasan Israel, pengusiran warga, dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki merusak prospek perdamaian serta meningkatkan risiko pembersihan etnis. Ia meminta semua pihak menghormati hukum internasional.
“Kekerasan, pengusiran, dan perluasan permukiman oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki sedang merusak jalan menuju perdamaian dan meningkatkan bayang-bayang pembersihan etnis,” kata Guterres dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York.
“Kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita,” tambahnya.
Guterres mengatakan situasi yang menghancurkan di wilayah Palestina yang diduduki tidak boleh diabaikan di tengah gejolak yang lebih luas yang melanda Timur Tengah. Ia menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai tindakan mengerikan, tetapi mengatakan serangan tersebut kemudian diikuti oleh gempuran terhadap warga Palestina di Gaza, dengan skala pembunuhan dan kehancuran yang belum pernah dirinya saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai sekretaris jenderal.
Ia turut mengingatkan bahwa Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Sekjen PBB tersebut juga merujuk pada pendapat penasihat yang dikeluarkan pengadilan, dengan mengatakan bahwa PBB harus diizinkan menjalankan mandatnya di Gaza dan staf serta personel kemanusiaannya harus dilindungi.
“Semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan perintah pengadilan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Guterres mengatakan konflik terus menjalar di Timur Tengah, sementara apa yang disebut sebagai gencatan senjata hanya menjadi “sedikit lebih dari sekadar api yang lebih kecil”, dengan warga sipil tetap menanggung dampaknya.
“Saya menyerukan kepada para pemimpin di ruangan ini untuk memaksimalkan pekan tingkat tinggi ini demi deeskalasi dan dialog,” ucapnya.
Guterres turut mendesak masyarakat internasional untuk mengirimkan pesan yang jelas bahwa pertempuran harus dihentikan, bantuan kemanusiaan harus diizinkan mengalir, serta hak dan kebebasan navigasi harus dipulihkan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.
Mengenai Ukraina, Guterres mengatakan perang Rusia telah membuat sebuah negara berdaulat mengalami perang brutal yang secara terang-terangan melanggar Piagam PBB.
Terkait konflik di Sudan, ia menggambarkannya sebagai perang terhadap warga sipil, dengan menyoroti pengungsian massal, kelaparan, serangan terhadap rumah sakit dan rumah warga, kekerasan seksual, serta serangan yang didorong oleh faktor etnis.
Sekjen PBB juga mengatakan krisis di Myanmar berisiko luput dari perhatian dunia.
Selanjutnya, ia menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB dengan mengatakan, “Dewan Keamanan abad ke-21 tanpa kursi permanen bagi Afrika adalah tidak adil dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.”
sumber : Antara, Anadolu
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena Bulan purnama Harvest Moon bakal menghiasi langit malam pada Sabtu (26/9). Catat tanggal penampilannya.
Biasanya, Bulan terbit sekitar 50 menit lebih lambat dari satu hari ke hari berikutnya. Namun, di sekitar ekuinoks September, selisih waktu tersebut menjadi lebih kecil di Belahan Bumi Utara.
Bulan akan terbit pada waktu yang hampir sama selama beberapa malam berturut-turut, memberikan lebih banyak cahaya Bulan sesaat setelah Matahari terbenam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Famer's Almanac, puncak purnama ini akan terjadi pada 26 September pukul 16.49 UTC atau sekitar pukul 23.49 WIB.
Bulan purnama September tahun ini dinamakan Harvest Moon karena tanggal kemunculannya paling dekat dengan ekuinoks musim gugur. Sebagai pembanding, tahun 2025, gelar Harvest Moon jatuh pada Bulan purnama pada Oktober.
Melansir USA Today, jika tanggalnya tidak berada paling dekat dengan ekuinoks musim gugur, maka Bulan purnama tersebut akan dinamakan Corn Moon.
Menurut NASA, sebutan Harvest Moon berasal dari kebiasaan para petani zaman dahulu yang sangat mengandalkan cahaya Bulan untuk menyelesaikan pekerjaan panen di malam hari sebelum ditemukannya listrik. Cahaya bulan ini menjadi sangat krusial saat musim gugur karena periode panen berada pada puncaknya.
Selain itu, menurut Almanac, bulan purnama September juga memiliki beberapa nama lain untuk menyambut peralihan dari musim panas ke musim gugur:
Melansir BBC, fenomena ini disertai dengan planet pendamping yang istimewa. Pada 26 September 2026, Harvest Moon akan ditemani oleh Saturnus.
Untuk menyaksikan fenomena ini, pengamat di Bumi dapat melihat ke arah timur saat Matahari terbenam untuk melihat Bulan terbit, dan sekitar satu jam kemudian, Saturnus akan terbit, tampak sebagai 'bintang' terang di bawah dan di sebelah kiri Bulan.
Pada 27 September, keduanya akan terbit bersama lagi, dengan Bulan kini berada di sebelah kiri Saturnus.
(dmi/dmi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurangan emisi metana dari sektor persampahan membutuhkan sistem pengukuran yang mampu menunjukkan sumber, besaran, serta perubahan emisi setelah intervensi dilakukan. Penguatan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) dinilai menjadi bagian penting agar kebijakan pengurangan emisi metana berbasis pada kondisi pengelolaan sampah di lapangan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam MERIT Conference 2026 bertajuk "From Measurement to Mitigation: Membangun Sistem Pengurangan Metana dari Sektor Sampah" yang digelar di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Konferensi tersebut diselenggarakan Dietplastik Indonesia, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, dan YPBB Bandung. Forum mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, komunitas ilmiah, mitra internasional, donor, media, serta pemangku kepentingan persampahan untuk membahas pengembangan sistem MRV emisi metana dari sektor persampahan di Indonesia.
Direktur Eksekutif PPLH Bali Catur Yudha Hariani mengatakan persoalan pengurangan emisi metana dari sampah tidak dapat dilepaskan dari cara sampah dikelola sejak dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).
Menurut dia, pembuangan sampah ke TPA tidak lagi dapat dipandang sebagai solusi akhir untuk seluruh jenis sampah. Cara pengelolaan sampah juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap iklim, terutama karena sampah organik yang tertimbun di TPA dapat menghasilkan emisi metana.
"Pembuangan sampah ke TPA tidak bisa lagi kita anggap sebagai hal yang biasa atau solusi akhir untuk semua jenis sampah. Di saat yang sama, kita juga perlu memahami dampak iklim dari cara kita mengelola sampah," ujar Catur.
Ia mengatakan pengurangan emisi metana harus diawali dengan pemahaman mengenai besaran emisi yang dihasilkan. Karena itu, pengukuran yang kredibel menjadi bagian penting dari perjalanan Proyek MERIT.
"Sampah organik yang masuk dan tertimbun di TPA dapat menghasilkan emisi metana. Dan untuk mengurangi emisi tersebut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu berapa besar emisinya melalui pengukuran yang kredibel. Inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Proyek MERIT sampai dengan fase saat ini," katanya.
Dalam konferensi tersebut, salah satu pembahasan diarahkan pada pendekatan pengukuran emisi metana di TPA. Pengukuran dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah sumber data, antara lain data satelit, data komposisi sampah, dan sensor Closed Flux Chamber (CFC) di tiga wilayah proyek.
Pengukuran juga melihat perbedaan emisi yang timbul berdasarkan kondisi musim. Tenaga Ahli Proyek MERIT Dr Eng Didin Agustian Permadi mengatakan pengukuran menunjukkan adanya perbedaan flux metana pada kondisi musim yang berbeda.
"Proses anaerobik di TPA pada musim kemarau menghasilkan flux metana yang lebih tinggi pada pengukuran yang dilakukan," ujar Didin.
Menurut dia, temuan tersebut masih perlu dikembangkan oleh pemerintah daerah melalui pemetaan risiko. Pemetaan tersebut diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan persoalan di TPA, termasuk risiko kebakaran yang dapat terjadi berulang.
Namun, pengukuran emisi tidak hanya dilakukan di lokasi pembuangan akhir. MERIT Conference juga membahas emisi yang dapat muncul dari pengolahan sampah organik di luar TPA.
Sesi kedua konferensi membahas intervensi pengolahan sampah organik di luar TPA, metode pengukuran emisi pada fasilitas pengolahan, serta kebutuhan sistem informasi yang mampu menghubungkan data dari berbagai tahapan pengelolaan sampah.
CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 07:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Kopi asal Aceh, Arabika Gayo, masuk dalam daftar kopi terbaik versi Taste Atlas. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi Gayo itu menempati peringkat pertama dalam kategori Best Asian Coffee Beans Types 2026.
Dalam daftar tersebut, kopi Arabika Gayo berada di atas sejumlah kopi dari negara Asia lainnya. Di posisi berikutnya ada Kafae Doi Chaang dan Kafae Doi Tung dari Thailand, kemudian Yemeni Mocha dari Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya di Asia, Kopi Arabika Gayo juga masuk dalam daftar kopi terbaik dunia. Kopi asal Aceh ini berada di peringkat kelima dalam kategori Best Coffee Beans in the World.
"Kopi ini dikenal memiliki rasa yang bersih, body sedang hingga penuh, serta tingkat keasaman yang rendah, dengan karakter rasa herbal, earthy atau rempah," tulis Taste Atlas.
Salah satu hal yang ikut membentuk karakter kopi Gayo adalah tempat kopi tersebut ditanam. Kopi Arabika Gayo tumbuh di ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan ketinggian tersebut, ditambah tanah vulkanis dan iklim yang relatif sejuk, membuat kawasan Gayo cocok untuk budidaya kopi Arabika.
Pilihan Redaksi
Taste Atlas juga mencatat kopi Gayo umumnya diproses menggunakan metode giling basah atau wet-hulling, teknik pengolahan yang banyak digunakan pada kopi Sumatra. Dalam proses ini, biji kopi dikeringkan sebagian sebelum kulit tanduknya dilepas. Setelah itu, biji kembali dikeringkan hingga mencapai tingkat kekeringan yang sesuai.
"Hasilnya adalah profil rasa yang khas dengan mouthfeel yang kaya dan karakter earthy yang dalam. Saat diseduh, Kopi Gayo dikenal memiliki keseimbangan dan cita rasa yang jelas," demikian penjelasan Taste Atlas.
Karakter rasa tersebut membuat Kopi Gayo tidak hanya dikonsumsi di Indonesia. Kopi dari dataran tinggi Aceh ini juga dipasarkan ke berbagai negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia.
(anm/asr)
Tangerang, CNN Indonesia --
Atlet-atlet Teqbal, Pentathlon, dan Triathlon yang membela Indonesia di Asian Games 2026 sudah pulang dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (22/9) malam.
Para atlet pulang ke Tanah Air dengan membawa sejumlah prestasi mulai dari medali perak dan perunggu hingga pencapaian target di pesta olahraga bergengsi tersebut.
Salah satu atlet berprestasi dari cabor Teqbal, Yoga Ardika Putra, bersyukur berhasil meraih medali perunggu ditambah rekannya Sumaya yang mendapat medali perak pada ajang Asian Games 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
"Hasil yang kami raih sudah sesuai dengan target, yaitu membawa pulang medali. Dan tentunya, kami bangga bisa meraih medali di ajang sebesar ini," ucap Yoga dengan wajah berbinar-binar.
Perak dan perunggu menjadi buah tangan kontingen teqbal dari Nagoya. Olahraga teqbal yang merupakan perpaduan tenis meja dan sepak takraw baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games.
Medali Yoga menjadi salah satu sumbangan untuk Indonesia yang kini mengoleksi tujuh perunggu. Sementara medali dari Sumaya tercatat sebagai satu-satunya perak hingga Rabu (23/9) pagi.
Sementara atlet modern pentathlon Indonesia menampilkan performa optimal dengan masuk final, tetapi belum berhasil membawa pulang medali.
Sekertaris Jenderal Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (Sekjen PP MPI), Marsekal Pertama TNI, Ridwan Gultom menyampaikan secara umum timnya sudah mendapat prestasi, meski kalah dalam laga final.
Kekalahan itu karena tim lawan jauh lebih berpengalaman, sementara Timnas MPI baru terbentuk 2 tahun belakangan.
"Secara umum sebenarnya kita sudah mendapat prestasi, jadi kalau untuk yang putri, satu-satunya atlet di ASEAN yang masuk final, kemudian seluruh atlet kemampuannya meningkat," ujar Marsekal Pertama TNI, Ridwan Gultom.
Cabor Triathlon juga gagal meraih medali, namun mencapai target dari Kemenpora untuk berada di posisi 5 besar pada ajang Asian Games 2026.
Pelatih Triathlon, Wahyu Hidayat, mengatakan timnya masih di dalam jalur prestasi mencapai target, meski belum bisa membawa pulang medali.
Kegagalan itu disebabkan para atlet Triathlon kehilangan beberapa momen pertandingan internasional sebelum turun di ajang Asian Games 2026.
"Anak-anak agak kaget, sehingga mengganggu performa, namun kami bersyukur bahwa kami dapat memenuhi target dari Kemenpora, untuk individual target kami 4 besar, sementara target keseluruhan 5 besar," imbuhnya.
Atlet triathlon yang masuk dalam jajaran empat besar adalah Martina Ayu Pratiwi yang turun di nomor perseorangan putri. Sementara tim estafet beregu campuran menduduki peringkat kelima.
Terlepas dari semua prestasi yang diraih pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tiap-tiap cabor bersikeras akan mengevaluasi setiap kekurangan dan berusaha maksimal meningkatkan prestasi pada kompetisi mendatang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
[Gambas:Video CNN]
(ash/nva)
Peserta dari masyarakat sipil Peduli Palestinamenginjak bendera Israel saat menggelar aksi Solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (14/6/2026). Dalam aksinya, massa mengecam tindakan zionis Israel atas genosida yang terjadi di Palestina, menuntut pemerintah di seluruh dunia untuk menangkap pelaku kejahatan genosida. Selain itu mereka mendesak otoritas internasional untuk segera membebaskan peserta land convoy Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza yang hingga saat ini masih ditawan oleh kelompok milisi bersenjata di Libya Timur serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap hak-hak kemerdekaan Palestina.
REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN— Menanam pohon apel di tengah Gurun Rub' al-Khali tidak akan membuatnya tumbuh dan berbuah.
Demikian pula menanam pohon kurma di puncak-puncak Pegunungan Lebanon tidak akan membuat kita dapat memanen buah kurma darinya.
Apa yang berlaku pada hukum-hukum kehidupan juga berlaku pada lahir dan tumbuhnya sebuah negara.
Negara-negara dapat mati sebagaimana tumbuh-tumbuhan mati ketika ditanam di lingkungan yang tidak sesuai.
Jika sebuah benih asing ditanam di lingkungan yang bukan habitatnya, ia tidak akan mampu bertahan lama.
Agar kita tidak berhenti pada perbandingan semata, mari kita ingat kembali kerajaan-kerajaan Eropa yang pernah didirikan di negeri kita pada Abad Pertengahan, pada masa Perang Salib. Saat itu berdiri Kerajaan Yerusalem, kerajaan-kerajaan di Karak dan Tripoli, serta kekuasaan penuh atas pesisir Suriah dari Gaza hingga Iskenderun.
Kerajaan-kerajaan tersebut memang mampu bertahan selama puluhan tahun, tetapi setelah itu tidak ada lagi jejaknya. Mereka pergi setelah layu dan mati, persis seperti tanaman yang ditanam di lingkungan yang tidak sesuai. Hal yang sama, menurut pandangan ini, berlaku bagi "Israel".
Benih "Israel" adalah benih buatan yang diciptakan di laboratorium "rasialis" di Eropa, dengan gen-gen yang sepenuhnya Barat. Benih itu kemudian dibawa dan ditanam di Palestina.
Kini, sebagaimana kerajaan-kerajaan kecil pada Abad Pertengahan tadi, ia telah tumbuh, menguat, dan menjadi entitas yang hadir dalam peta demografis dan politik.
Namun, ia tidak akan mampu bertahan; lingkungan itu sendiri akan menolaknya karena benih tersebut, menurut argumen ini, tidak sesuai dengan tanah tempat ia ditanam.
Rabu, 23 September 2026 07:27 WIB
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan memberikan keterangan terkait penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok saat ditemui di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Walda Marison
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa petang, satu dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dicari.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan tim SAR melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang.
"Saat ini ada dua korban yang belum ditemukan," kata Berton berdasarkan data yang tersedia saat memberikan keterangan.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah titik, antara lain dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa tumpukan material lumpur yang terbawa banjir.
Berdasarkan data terbaru, bencana tersebut juga mengakibatkan satu warga mengalami luka berat dan tiga warga luka ringan.
Banjir bandang turut berdampak terhadap sekitar 100 rumah warga dan sejumlah bangunan pemerintahan di kawasan Arosuka.
Berton sebelumnya mengatakan sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian. Sementara itu, data BPBD Kabupaten Solok pada Selasa pagi mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Perbedaan jumlah tersebut merupakan bagian dari perkembangan pendataan warga terdampak yang masih berlangsung.
BPBD Kabupaten Solok sebelumnya juga mencatat 11 kantor pemerintahan terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Selain itu, banjir bandang menyebabkan akses jalan dan sejumlah fasilitas di sekitar kompleks pemerintahan Kabupaten Solok terdampak material lumpur dan kayu.
Tim gabungan masih melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material, serta pendataan dampak bencana.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari mulai, 22 September 2026 sebagai langkah mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda daerah itu.
Penetapan status tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang diikuti Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh jajaran diminta untuk terus bekerja secara cepat, terpadu dan responsif dalam menangani dampak bencana serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan," kata Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam rapat tersebut di Solok, Selasa.
Status tanggap darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam melaksanakan penanganan bencana secara terpadu.
Ia mengatakan keputusan tersebut untuk mempercepat upaya penyelamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Solok.
Pemerintah Kabupaten Solok juga segera menerbitkan surat keputusan mengenai penetapan status tanggap darurat tersebut pada Selasa.
Penerbitan keputusan sempat terkendala pemenuhan administrasi karena kompleks perkantoran Bupati Solok di Arosuka turut terdampak banjir bandang pada Senin (21/9) malam.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah bersama forkopimda dan unsur terkait akan melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk mengetahui perkembangan situasi pasca-bencana.
Penanganan dampak bencana, termasuk evakuasi masyarakat apabila diperlukan, juga menjadi bagian dari langkah yang dilakukan selama status tanggap darurat berlangsung.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satu korban banjir bandang Solok ditemukan meninggal satu masih hilang
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Cabang olahraga karate menyumbangkan satu medali perunggu untuk Kontingen Indonesia yang tengah berlaga pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Selasa waktu setempat.
Karateka Indonesia Cok Istri Agung Sanistyrani meraih medali perunggu setelah tampil pada nomor kumite -55 kilogram putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Toyohashi City General Gymnasium, Jepang, Selasa.
Cok Istri harus bangkit setelah kalah 0-8 dari karateka Iran Fatemehzahra Saeidabadi pada pertandingan semifinal. Dia meraih medali usai mengalahkan karateka Singapura Hafezan Marissa pada pertandingan perebutan tempat ketiga.
Tambahan satu medali perunggu berarti Indonesia telah mengumpulkan total delapan medali yang terdiri dari satu perak dan tujuh perunggu.
Meski mendapatkan tambahan satu medali, Kontingen Indonesia merosot dari posisi 13 pada Senin (21/9) malam, ke peringkat 20 klasemen sementara Asian Games 2026 pada Selasa malam.
Laga beregu
Selain tambahan medali, tim bulu tangkis Indonesia tembus ke putaran semifinal yaitu beregu putra dan beregu putri yang akan berlangsung pada Rabu (23/9) waktu setempat.
Tim putra bulu tangkis Indonesia dapat mengatasi perlawanan Malaysia pada babak perempat final, sedangkan tim putri dapat mengalahkan Taiwan juga pada perempat final.
Selanjutnya, tim tenis meja ganda campuran Indonesia Affan Pratama/Cindy Putri mengalahkan wakil Iran Benyamin Faraji/Setayesh Iloukhani dengan skor 3-2 pada laga pertama mereka dalam Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Kemenangan itu membuat Affan/Cindy melaju ke babak berikutnya (round 2) dengan menghadapi pasangan Korea Selatan Junsung Oh/Nayeong Kim pada Rabu (23/9).
Ganda campuran lain Indonesia pada cabang tenis menang "bye" pada babak sebelumnya. Mereka adalah Muhammad Junindra/Almaira Nebuchadnezzar, yang akan menghadapi wakil Thailand Phakpoom Sanguansin/Orawan Paranang.
Pada cabang olahraga sepak takraw, tim nasional putri Indonesia menekuk Jepang dengan skor 3-0 pada laga terakhir Grup A Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, yang digelar di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Selasa.
Pewarta: Aldi Sultan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO Cuaca hari ini, Rabu (23/9/2026) masih menunjukkan kondisi yang cukup beragam di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan ringan, tetapi peningkatan hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.
Memasuki periode akhir September, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi musim kemarau dan atmosfer yang relatif kering, terutama di sebagian Sumatra dan Kalimantan. Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.
Baca Juga: Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
Untuk cuaca 23 September 2026, BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah tertentu.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca Indonesia pada periode 22–24 September 2026 secara umum berupa cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang.
Wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan sedang tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap disarankan memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika awan hujan mulai berkembang.
Selain hujan sedang, BMKG juga mengidentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Untuk periode 22–24 September 2026, wilayah yang berada dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat adalah Sumatera Utara. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Selatan.
Potensi tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan lebat dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko genangan, sedangkan angin kencang dan petir dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini memang cenderung lebih kering. Namun, beberapa dinamika atmosfer regional masih dapat meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Pada 22–23 September 2026, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar Sumatra. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sebagian besar Kalimantan dan perairan di sekitarnya.