Rabu, 23 September 2026 07:27 WIB
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan memberikan keterangan terkait penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok saat ditemui di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Walda Marison
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa petang, satu dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dicari.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan tim SAR melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang.
"Saat ini ada dua korban yang belum ditemukan," kata Berton berdasarkan data yang tersedia saat memberikan keterangan.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah titik, antara lain dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa tumpukan material lumpur yang terbawa banjir.
Berdasarkan data terbaru, bencana tersebut juga mengakibatkan satu warga mengalami luka berat dan tiga warga luka ringan.
Banjir bandang turut berdampak terhadap sekitar 100 rumah warga dan sejumlah bangunan pemerintahan di kawasan Arosuka.
Berton sebelumnya mengatakan sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian. Sementara itu, data BPBD Kabupaten Solok pada Selasa pagi mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Perbedaan jumlah tersebut merupakan bagian dari perkembangan pendataan warga terdampak yang masih berlangsung.
BPBD Kabupaten Solok sebelumnya juga mencatat 11 kantor pemerintahan terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Selain itu, banjir bandang menyebabkan akses jalan dan sejumlah fasilitas di sekitar kompleks pemerintahan Kabupaten Solok terdampak material lumpur dan kayu.
Tim gabungan masih melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material, serta pendataan dampak bencana.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari mulai, 22 September 2026 sebagai langkah mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda daerah itu.
Penetapan status tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang diikuti Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh jajaran diminta untuk terus bekerja secara cepat, terpadu dan responsif dalam menangani dampak bencana serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan," kata Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam rapat tersebut di Solok, Selasa.
Status tanggap darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam melaksanakan penanganan bencana secara terpadu.
Ia mengatakan keputusan tersebut untuk mempercepat upaya penyelamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Solok.
Pemerintah Kabupaten Solok juga segera menerbitkan surat keputusan mengenai penetapan status tanggap darurat tersebut pada Selasa.
Penerbitan keputusan sempat terkendala pemenuhan administrasi karena kompleks perkantoran Bupati Solok di Arosuka turut terdampak banjir bandang pada Senin (21/9) malam.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah bersama forkopimda dan unsur terkait akan melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk mengetahui perkembangan situasi pasca-bencana.
Penanganan dampak bencana, termasuk evakuasi masyarakat apabila diperlukan, juga menjadi bagian dari langkah yang dilakukan selama status tanggap darurat berlangsung.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satu korban banjir bandang Solok ditemukan meninggal satu masih hilang
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.