Bosnia Soroti Gaza di PBB, Bećirović: Dunia Gagal Merespons Genosida Palestina

calendar_today 23.09.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Ketua Presidensi Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović menilai komunitas internasional gagal memberikan respons memadai terhadap tragedi di Gaza. Ia mengaitkan situasi Palestina dengan pengalaman Bosnia menghadapi perang dan genosida pada 1990-an.

Ketua Presidensi Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović mengkritik respons komunitas internasional terhadap situasi di Gaza dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Selasa, 22 September 2026.

Bećirović mengatakan dunia internasional tidak boleh pasif menghadapi ketidakadilan yang meluas. Ia secara khusus menyoroti penderitaan warga Palestina di Gaza dan menyebut respons terhadap situasi tersebut sebagai bagian dari krisis global yang semakin dalam.

Pernyataan Bećirović disampaikan ketika para pemimpin dunia berkumpul dalam debat umum Sidang Umum PBB ke-81 yang berlangsung pada 22-26 September 2026.

Bećirović Kaitkan Gaza dengan Pengalaman Bosnia

Dalam pidatonya, Bećirović mengingat kembali perang Bosnia dan Herzegovina pada 1992-1995. Ia mengatakan negaranya pernah mengalami agresi, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap warga Bosnia, sehingga pengalaman tersebut menjadi dasar pandangannya mengenai pentingnya respons internasional terhadap konflik saat ini.

Bosnia dan Herzegovina juga telah lama menjadikan pengalaman Srebrenica sebagai bagian penting dalam diplomasi internasionalnya. Pengadilan internasional telah menetapkan bahwa genosida terjadi di Srebrenica pada 1995.

Bećirović kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan sejumlah konflik yang berlangsung saat ini, termasuk perang di Ukraina, situasi di Gaza, konflik regional di kawasan Teluk serta krisis kemanusiaan di Sudan.

Menurutnya, berbagai konflik tersebut, ditambah meningkatnya populisme otoriter, telah menciptakan kondisi global yang ditandai ketakutan dan ketidakstabilan.

Gaza Jadi Sorotan dalam Sidang Umum PBB

Pernyataan Bećirović mengenai Gaza muncul di tengah perhatian besar PBB terhadap konflik dan krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam pembukaan debat umum Sidang Umum PBB ke-81 juga menyoroti situasi di Gaza. Ia mengatakan serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas diikuti serangan besar terhadap warga Palestina di Gaza dengan tingkat kematian dan kehancuran yang menurutnya belum pernah ia saksikan selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Guterres juga merujuk pada perkara di Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai penerapan Konvensi Genosida terkait Gaza dan menegaskan bahwa semua pihak harus mematuhi hukum internasional serta perintah pengadilan tersebut.