AKURAT.CO Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke nasional mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.
Kementerian Kesehatan juga mencatat sekitar 3,9 juta penduduk Indonesia hidup dengan stroke pada 2023, sementara penyakit ini menyebabkan lebih dari 337 ribu kematian.
Kondisi tersebut membuat rehabilitasi menjadi bagian penting dalam membantu penyintas stroke memulihkan fungsi tubuh dan meningkatkan kemandirian.
Salah satu aktivitas yang dapat digunakan sebagai terapi tambahan dalam rehabilitasi adalah yoga.
Latihan yang menggabungkan gerakan tubuh, pernapasan, dan relaksasi ini dapat membantu melatih keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan, fungsi motorik, serta kualitas hidup penyintas stroke.
Sejumlah kajian mengenai aktivitas fisik pada pasien pascastroke juga menunjukkan latihan yang dilakukan secara teratur dapat mendukung pemulihan fungsi motorik, emosional, kesehatan kardiorespirasi, dan kualitas hidup.
Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
Gangguan keseimbangan merupakan salah satu masalah yang kerap dialami setelah stroke.
Latihan yoga dengan gerakan yang disesuaikan dapat membantu melatih stabilitas tubuh, koordinasi, serta kesadaran terhadap posisi tubuh.
Gerakan seperti Mountain Pose atau pose berdiri dengan bantuan kursi dan dinding dapat menjadi pilihan bagi penyintas stroke yang sudah dinyatakan aman untuk berlatih.
Latihan harus dilakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Baca Juga: 950 Dapur MBG Diduga Tak Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen Jika Tak Lolos SLHS
Membantu kekuatan dan fleksibilitas
Kelemahan dan kekakuan otot juga umum terjadi setelah stroke. Gerakan yoga yang sederhana dan terkontrol dapat digunakan untuk melatih kekuatan serta mempertahankan rentang gerak sendi.
Peregangan yang dilakukan sesuai kemampuan dapat membantu mengurangi kekakuan sehingga aktivitas sehari-hari, seperti berpakaian, makan, dan mandi, lebih mudah dilakukan.
Namun, gerakan tidak boleh dipaksakan hingga menimbulkan nyeri.