Worldpanel: Strategi gaet pembeli baru kunci menangkan pasar FMCG - ANTARA News Megapolitan

calendar_today 16.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Laporan terbaru Brand Footprint 2026 dari Worldpanel by Numerator menunjukkan bahwa persaingan pasar barang konsumen yang cepat habis terjual (fast-moving consumer goods/FMCG) di Indonesia kini semakin ketat, sehingga menuntut para pelaku usaha untuk berfokus menarik pembeli baru demi menjaga keberlanjutan bisnis.

Kondisi tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah merek yang berkompetisi di pasar dari 436 menjadi 451 merek. Akibatnya, persentase merek yang mencatat pertumbuhan mengalami penurunan signifikan dari 62 persen pada tahun sebelumnya menjadi hanya 44 persen pada tahun 2025, meskipun kebiasaan belanja rumah tangga di dalam negeri secara umum masih relatif stabil.

Managing Director Worldpanel Indonesia, Venu Madhav dalam keterangan resminya, Kamis, menjelaskan bahwa konsumen di Indonesia sebenarnya masih aktif berbelanja dengan rata-rata melakukan 293 perjalanan belanja dan membeli sekitar 95 merek kebutuhan sehari-hari setiap tahunnya. Kendati demikian, ketatnya kompetisi membuat produsen tidak bisa lagi sekadar mengandalkan pertumbuhan pasar secara organik.

“Merek kini bersaing lebih ketat dari sebelumnya untuk mendapatkan perhatian pembeli. Akibatnya, memenangkan pembeli baru menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Venu Madhav.

Dalam laporan yang mengukur tingkat preferensi konsumen melalui metrik poin jangkauan konsumen (consumer reach points/CRPs) ini, merek mi instan legendaris Indomie berhasil memimpin daftar 10 besar merek FMCG yang paling banyak dipilih di Indonesia. Posisi tersebut kemudian diikuti secara berurutan oleh So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, Nabati, Masako, dan Frisian Flag.

Di sisi lain, potret pasar saat ini juga menunjukkan kebangkitan merek-merek berskala kecil yang porsinya naik menjadi 41 persen dari total merek yang dilacak, di mana lebih dari separuhnya berhasil mencatatkan pertumbuhan karena mampu menawarkan inovasi serta nilai yang sesuai dengan kebutuhan harian konsumen.

Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan di tengah ketatnya pasar dicontohkan oleh merek bumbu masak Desaku dan popok bayi Baby Happy. Melalui strategi kemasan bungkus kecil (sachet) yang terjangkau serta penguatan penetrasi di pasar ritel tradisional, Desaku sukses memikat lebih dari enam juta pembeli baru, sementara Baby Happy berhasil menjaring 1,7 juta konsumen baru lewat program promosi beli lebih banyak lebih hemat (buy more save more).

Menanggapi fenomena tersebut, Marketing Lead Worldpanel Indonesia, Corina Fajriyani menekankan bahwa fondasi dari pertumbuhan jangka panjang terletak pada kemampuan untuk terus menarik pembeli baru dan memahami kebutuhan mendalam dari konsumen itu sendiri.

“Merek-merek yang berkinerja terbaik adalah mereka yang terus menarik pembeli baru sekaligus memberikan lebih banyak alasan bagi konsumen untuk memilih mereka,” kata Corina.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.