Wawali Surakarta dorong pelaku UMKM perkuat kolaborasi

calendar_today 26.09.2026 - person  - timer ~

Wawali Surakarta dorong pelaku UMKM perkuat kolaborasi

Sabtu, 26 September 2026 17:57 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menjadi narasumber utama dalam seminar “UMKM Surakarta Go Digital: Afiliasi sebagai Strategi Kolaborasi” yang digelar Solo Entrepreneur Community (SOLEC) di Minoa Hotel, Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan platform digital untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global.

Astrid saat menjadi narasumber utama dalam seminar “UMKM Surakarta Go Digital: Afiliasi sebagai Strategi Kolaborasi” yang digelar Solo Entrepreneur Community (SOLEC) di Minoa Hotel, Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu mengatakan digitalisasi harus dimanfaatkan sebagai strategi pengembangan usaha, bukan sekadar mengikuti tren.

Dalam seminar tersebut, Astrid membawakan materi “Kolaborasi Pemerintah, Platform Digital & UMKM untuk Menembus Pasar Global melalui E-Commerce”. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mempertemukan peran pemerintah, platform digital, komunitas, dan pelaku UMKM.

“Go digital jangan hanya sekadar ikut tren. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi benar-benar menjadi alat untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan membuat UMKM kita naik kelas,” katanya.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran dalam membuka akses dan menciptakan ruang kolaborasi, sementara platform digital dapat memberikan sarana bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Di sisi lain, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan akses tersebut untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan platform digital dan tentu para pelaku UMKM. Bagaimana pemerintah membuka ruang, platform memberikan akses, dan UMKM mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk membawa produknya ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masuk ke pasar digital tidak berhenti pada kemampuan mengunggah dan menjual produk. Kesiapan produk menjadi bagian penting ketika UMKM ingin memperluas pasar.

“Ketika kita bicara pasar global, bukan hanya soal bagaimana menjual produk. Produknya juga harus siap. Kualitas harus dijaga, branding harus kuat, dan pelaku usahanya harus siap memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya.

Penguatan digitalisasi UMKM di Solo juga berjalan beriringan dengan berbagai program yang melibatkan pemerintah dan mitra strategis. Pada September 2026, Pemkot Surakarta mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan usaha, mulai dari menggali ide produk, menyusun strategi komunikasi pemasaran, membuat konten promosi hingga membaca tren pasar.

Kolaborasi #BeliLokal yang melibatkan Pemkot Surakarta, Kementerian Perdagangan, serta platform digital Tokopedia dan TikTok Shop juga membuka ruang bagi UMKM Solo untuk memperluas pasar. Dalam program tersebut, lebih dari 200 pelaku usaha dari Solo dan sekitarnya mendapatkan pembekalan mengenai perdagangan digital, termasuk legalisasi usaha, pembuatan konten digital, dan affiliate marketing.

Perubahan pola perdagangan digital tersebut turut mendorong pelaku UMKM memanfaatkan format pemasaran seperti video pendek dan live shopping untuk memperkenalkan produk. Pada saat yang sama, penguatan legalitas melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi bagian penting agar pelaku usaha memiliki fondasi yang lebih kuat dalam mengembangkan bisnisnya.

“Saya kira ini yang harus kita dorong bersama. Digitalisasi itu alat, bukan tujuan akhir. Kita ingin teknologi benar-benar digunakan untuk membangun branding, memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan membuka akses pasar,” ujarnya.

Ia menilai komunitas seperti SOLEC memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring antarpelaku usaha. Kolaborasi yang terbangun melalui komunitas diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret dan peluang usaha.

“UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Komunitas menjadi penting untuk membangun jejaring dan kolaborasi. Dari sana bisa muncul pengetahuan baru, kerja sama baru, bahkan akses pasar baru,” katanya.

Sebelumnya, saat mengukuhkan pengurus SOLEC, Astrid juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM memiliki daya saing yang lebih luas.

Astrid berharap seminar tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat mendorong pelaku UMKM segera mempraktikkan strategi digital yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“Jangan sampai ilmu yang didapat hanya berhenti di seminar. Harapannya ada yang dipraktikkan, ada jejaring yang dilanjutkan, dan ada kolaborasi yang kemudian menghasilkan peluang usaha baru,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.