Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB
Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi membuat trading semakin mudah dilakukan melalui ponsel. Masyarakat dapat memantau harga, membaca grafik, hingga melakukan transaksi melalui platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko yang perlu dipahami, mulai dari penipuan investasi hingga pencurian data pribadi.
Baca Juga
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap aktivitas keuangan ilegal. Pada Juni 2026, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengumumkan penghentian 228 pedagang aset keuangan digital ilegal yang beroperasi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Temuan ini menunjukkan pentingnya memeriksa legalitas layanan sebelum bertransaksi. Sumber resmi OJK.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, apa saja risiko digital dalam trading yang perlu diwaspadai? Berikut VIVA telah merangkum Senin (19/10/2026).
Baca Juga
1. Penipuan Berkedok Keuntungan Pasti
Salah satu ancaman terbesar adalah tawaran trading yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Pelaku biasanya menggunakan testimoni, tangkapan layar keuntungan, atau gaya hidup mewah untuk menarik calon korban.
Baca Juga
Padahal, setiap aktivitas trading memiliki risiko kerugian. Jangan mudah percaya pada pihak yang menjanjikan profit tetap, terutama jika meminta setoran dana tanpa penjelasan mengenai mekanisme transaksi dan legalitas perusahaan.
2. Pencurian Data melalui Phishing
Phishing merupakan modus penipuan yang bertujuan memperoleh informasi sensitif melalui tautan, situs, atau pesan palsu. Pelaku dapat menyamar sebagai layanan pelanggan platform trading untuk meminta kata sandi dan kode OTP.
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat melalui Investor.gov mengingatkan investor agar melindungi informasi keuangan dan berhati-hati terhadap upaya pencurian identitas. Informasi lengkap tersedia melalui panduan keamanan akun investasi.
3. Akun Trading Dibobol
Akun yang tidak dilindungi dengan baik berisiko diakses pihak lain. Penggunaan kata sandi yang mudah ditebak, perangkat bersama, atau jaringan internet yang tidak aman dapat meningkatkan risiko keamanan.
Gunakan kata sandi unik, aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia, dan jangan pernah membagikan kode verifikasi kepada orang lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
4. Kerugian akibat Volatilitas Pasar
Risiko trading bukan hanya berasal dari penipuan. Perubahan harga yang cepat juga dapat menyebabkan modal berkurang, terutama ketika trader mengambil keputusan tanpa analisis yang memadai.
Halaman Selanjutnya
Aset dengan volatilitas tinggi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan tajam. Karena itu, pahami karakteristik instrumen sebelum bertransaksi dan tentukan batas kerugian sesuai kemampuan finansial.