Jumat, 14 Agustus 2026 14:46 WIB
Grafik riwayat PM2.5 di Musi 2 Palembang berada di level merah pada 14 Agustus 2026. ANTARA/HO/BMKG
Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level merah atau sangat tidak sehat sehingga harus diwaspadai bersama.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan (Sumsel) Wandayantolis di Palembang, Jumat, menyampaikan berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga Jumat (14/8) pagi berada pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
Dia menjelaskan Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran Sinar Beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya, kata dia, dipengaruhi oleh adanya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel, yang terbawa masuk ke Kota Palembang.
"Kondisi kualitas udara yang tidak sehat ini hanya berlangsung dini hari sampai pagi hari saja," ujarnya.
Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.
"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," kata Wandayantolis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dampak asap karhutla, kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026