Salat istisqa digelar di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. Salat sunah muakkadah itu berlangsung pada pukul 07.00 waktu setempat.
Mataram (ANTARA) - Ribaun warga bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar salat istisqa atau salat memohon hujan sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, yang memicu kekeringan di berbagai wilayah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan salat istisqa adalah langkah spiritual yang diambil agar hujan dapat segera turun guna mengatasi krisis air bersih dan memperbaiki kembali sektor pertanian.
Salat istisqa digelar di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. Salat sunah muakkadah itu berlangsung pada pukul 07.00 waktu setempat.
Iqbal menilai salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut sangat relevan dengan situasi Nusa Tenggara Barat saat ini yang terdampak kekeringan ekstrem akibat musim kemarau panjang.
Sesuai ajaran dan sunah, gelaran doa bersama ditujukan untuk memohon rahmat pencerahan dari Allah SWT agar dampak kekeringan ekstrem yang dirasakan masyarakat tidak semakin meluas.
Menurut dia, pemerintah daerah telah membahas langkah penanganan melalui ikhtiar menggunakan teknologi modifikasi cuaca agar hujan bisa segera turun.
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di wilayah NTB terjadi secara bertahap mulai akhir November hingga Desember 2026.
Wilayah pertama yang diguyur hujan adalah ZOM NTB 1 dan ZOM NTB 10 di Pulau Lombok dengan luas wilayah mencapai 1.352 kilometer persegi.
ZOM NTB 1 meliputi seluruh Kota Mataram, sebagian Lombok Barat bagian tengah, sebagian Lombok Utara bagian selatan, dan sebagian kecil Lombok Tengah bagian tengah.
Sedangkan, ZOM NTB 10 mencakup sebagian kecil Lombok Barat bagian utara, sebagian Lombok Tengah bagian utara, sebagian kecil Lombok Timur bagian barat, dan sebagian kecil Lombok Utara bagian selatan.
Pada pertengahan Desember 2026, BMKG memprediksi ada 10 zona musim yang memasuki awal musim penghujan. Adapun 15 zona musim diperkirakan memasuki musim penghujan pada akhir Desember 2026.
Gubernur Iqbal mengingatkan transisi dari musim kemarau menuju musim hujan membawa tantangan baru yang tidak kalah krusial. Saat hujan mulai turun deras, potensi bencana seperti banjir dan genangan air berisiko tinggi mengintai berbagai kawasan permukiman dan lahan pertanian.
Ia menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menginspeksi infrastruktur penampungan dan saluran air, membersihkan drainase, memeriksa saluran gorong-gorong, serta memantau kondisi aliran sungai.
"Melalui sinergi antara doa bersama, imbauan kesiapsiagaan, dan langkah mitigasi fisik di lapangan, kami berharap kedatangan musim hujan dapat menjadi berkah bagi petani dan masyarakat tanpa memicu dampak bencana banjir yang merugikan," pungkas Iqbal.
Pewarta : Riswanda Imawan
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026