Senin, 7 September 2026 16:14 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto ketika menjawab p[ertanyaan wartawan di Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Warga yang tengah beraktivitas di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro tidak sembarangan menyalakan api guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Senin, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Menurut dia, kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Kebakaran yang bermula dari titik kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera diketahui dan ditangani.
"Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya," katanya.
Ia mengatakan pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi potensi karhutla. Selain masyarakat, seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan lereng Sumbing dan Sindoro diminta ikut menjaga keamanan hutan, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada saat cuaca panas dan angin cukup kencang.
"Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada semak, ilalang, dan rerumputan yang mengering," katanya.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara Bambang Setyawan mengimbau masyarakat tidak menyalakan api di dalam kawasan hutan maupun lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan Perhutani.
"Dengan kondisi cuaca yang cukup kering, kita harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai aktivitas yang sebenarnya sederhana justru menjadi pemicu kebakaran hutan," katanya.
Ia mengatakan kawasan lereng gunung memiliki vegetasi yang mudah terbakar ketika musim kemarau ini. Karena itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan bara api, puntung rokok, maupun sumber api lainnya di kawasan hutan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.