Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan bahwa setiap perempuan memiliki peran penting dalam memajukan ekosistem pariwisata Indonesia.
"Masih ada anggapan perempuan hanya menjadi pelengkap. Padahal tanpa perempuan, ekosistem pariwisata tidak akan bergerak," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dalam Women's Leadership Forum 2026 di Jakarta, Senin (27/7), Ni Luh mengatakan perempuan saat ini mendominasi tenaga kerja di sektor pariwisata, mulai dari menjadi penggerak UMKM, penjaga budaya, hingga pemimpin komunitas yang memperkuat daya saing destinasi wisata.
Baca juga: Kemenpar dan kemensos perkuat akses pendidikan dan SDM pariwisata
Baca juga: Kemenpar genjot KEK Samota sebagai destinasi bahari kelas dunia
Peran perempuan juga tidak lepas dari pengelola desa wisata, pemilik homestay, pelaku UMKM kuliner dan kriya, penenun, perajin, pemandu wisata, hingga pelestari seni dan tradisi yang menjadi identitas destinasi Indonesia.
Menurutnya, kontribusi perempuan telah menjadi fondasi penting dalam membangun pariwisata Indonesia yang semakin berdaya saing di tingkat global.
Ia menekankan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling inklusif karena lebih dari separuh tenaga kerjanya merupakan perempuan. Namun, besarnya kontribusi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Salah satu tantangan tersebut adalah meski jumlah perempuan sangat besar, kesempatan mereka untuk menduduki posisi pimpinan dan memperoleh penghasilan yang setara masih menjadi tantangan di berbagai sektor pariwisata.
Ia mencontohkan pada industri perhotelan perempuan masih lebih banyak menempati posisi tertentu, seperti pemasaran, sementara kesempatan untuk menduduki posisi pimpinan utama masih belum merata.
Oleh karena itu, dia menilai diperlukan langkah-langkah afirmatif yang mampu membuka akses lebih luas bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis di sektor pariwisata. Dukungan terhadap perempuan harus diwujudkan melalui kebijakan dan aksi nyata yang memberikan kesempatan yang setara dalam kepemimpinan.
Ia juga menyampaikan Kementerian Pariwisata menjadi salah satu kementerian yang menunjukkan komitmen nyata terhadap kesetaraan gender. Saat ini, jabatan Menteri Pariwisata maupun Wakil Menteri Pariwisata sama-sama diemban oleh perempuan.
Menurutnya, kepemimpinan di sektor pariwisata tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga membangun kolaborasi, mengorkestrasi berbagai pemangku kepentingan, serta menjadi katalisator bagi kemajuan sektor pariwisata.
"Kami di sana sangat menjunjung tinggi kolaborasi. Pemimpin pariwisata adalah pemimpin yang menjadi kolaborator, orkestrator, dan juga katalisator," ujarnya.
Ni Luh mengajak seluruh perempuan yang hadir dalam forum untuk terus saling mendukung, memperkuat jejaring kepemimpinan, serta membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan pariwisata nasional.
"Memberikan akses kepada perempuan dan memberikan kepercayaan kepada perempuan bukan hanya soal menjadikan seorang perempuan sebagai pemimpin. Lebih dari itu, kita sedang menciptakan masa depan, membuka peluang, dan melahirkan generasi-generasi yang lebih baik," katanya.
Baca juga: Menpar sebut JFC kembangkan wisata seni Jember dengan kualitas dunia
Baca juga: Wisata bagi lansia hingga Katy Perry kecam Firework dipakai perang
Baca juga: Kemenpar jadikan Jakarta dan Bali percontohan wisata kebugaran
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.