Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Kemitraan AI Indonesia dan

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Selular.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan hubungan Indonesia dan India memasuki fase baru melalui penguatan kerja sama di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas kolaborasi riset, pengembangan talenta digital, infrastruktur, dan inovasi AI antara kedua negara.

Menurut Nezar Patria, Indonesia dan India memiliki karakteristik yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem AI.

India dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan infrastruktur publik digital, sementara Indonesia memiliki bonus demografi, sumber daya strategis, serta potensi pasar dan talenta yang besar untuk mempercepat adopsi teknologi berbasis AI.

“Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi,” ujar Nezar Patria.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Nezar menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan Peta Jalan AI Indonesia sebagai landasan kebijakan nasional untuk mempercepat implementasi kecerdasan artifisial di berbagai sektor.

Regulasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi panduan pengembangan teknologi di dalam negeri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret dengan mitra internasional, termasuk India.

Dalam paparannya, Nezar menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi produk AI global.

Pemerintah mendorong pembangunan ekosistem yang mencakup pengembangan perangkat lunak, peningkatan kapasitas komputasi, pembangunan pusat data, serta penguatan sumber daya manusia agar Indonesia memiliki posisi lebih strategis dalam rantai nilai industri AI.

“Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas,” kata Nezar.

Ia menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi fondasi pengembangan industri AI nasional.

Selain memiliki populasi usia produktif yang besar, Indonesia juga didukung cadangan nikel dan berbagai mineral kritis yang menjadi bahan baku penting dalam industri teknologi, termasuk perangkat komputasi dan pusat data.

Posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Indo-Pasifik juga dinilai memberikan nilai strategis dalam pengembangan ekonomi digital regional.

Kemitraan Indonesia dan India di sektor digital turut memperoleh momentum baru setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian kerja sama di berbagai bidang.

Salah satu fokus yang disepakati kedua negara adalah penguatan ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital serta pengembangan Indonesia Open Network sebagai salah satu fondasi kolaborasi teknologi di masa depan.

Dalam konteks AI, Nezar menilai kerja sama tersebut dapat diperluas melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Ia mendorong adanya pertukaran peneliti, kolaborasi antarlembaga riset, pengembangan perusahaan rintisan berbasis AI, hingga peningkatan investasi penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) oleh perusahaan teknologi asal India di Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi tidak seharusnya berhenti pada aktivitas pemasaran produk, tetapi perlu diwujudkan melalui pembangunan kapasitas teknologi di dalam negeri.

Kehadiran pusat riset dan pengembangan dinilai dapat mempercepat transfer pengetahuan, memperkuat ekosistem inovasi nasional, serta membuka peluang bagi talenta digital Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi global.

“Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan,” ujar Nezar.

Pemerintah juga menilai pengembangan AI membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas riset, dan pelaku startup.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengembangan teknologi AI tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Kemkomdigi saat ini menempatkan AI sebagai salah satu prioritas transformasi digital nasional.

Selain menyusun Peta Jalan AI Indonesia, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi talenta digital, pembangunan infrastruktur komputasi, serta penyusunan tata kelola AI yang bertanggung jawab agar pemanfaatan teknologi tersebut berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Menutup pemaparannya, Nezar menegaskan Kemkomdigi berkomitmen memastikan setiap bentuk kerja sama Indonesia dan India di bidang AI mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Pemerintah juga berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat daya saing industri digital nasional sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan teknologi yang berbasis inovasi dan sumber daya manusia unggul.

Baca Juga: Wamenkomdigi Tegaskan Pertemuan dengan Meta-TikTok Bukan Terkait Demo