Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menyampaikan pentingnya menjadikan suara anak sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program perlindungan anak.
"Hari ini kami ingin mendengar langsung aspirasi anak-anak. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal karena setiap anak berhak merasakan manfaat pembangunan," kata dia saat berdialog dengan perwakilan anak dalam kegiatan Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat, Kota Jakarta Timur, Jumat.
Pihaknya mengajak anak-anak untuk membangun perilaku sopan dalam berbicara dengan orang tua dengan tidak menggunakan suara keras.
Anak-anak yang hadir juga diajak berdialog, mendengarkan aktivitas mereka, menanyakan cita-cita saat mereka dewasa, termasuk menyampaikan harapan mereka kepada pemerintah.
Jelajah SAPA merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026.
Menurut dia, Jelajah SAPA menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus sarana bagi pemerintah untuk melihat kondisi nyata layanan perlindungan anak, memperkuat koordinasi, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi melalui implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) guna mendorong sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif bagi anak.
"Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan lingkungan bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi maupun penelantaran. Mari kita pastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan meraih cita-citanya. Perlindungan anak bukan tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," kata dia.
Pada 23 Juli mendatang, acara peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan dilakukan secara desentralisasi untuk lebih mendekatkan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.