Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri terpesona melihat keris kerajaan asal Bima yang menjadi salah satu koleksi museum Art Gallery of South Australia (AGSA) di Adelaide, Australia Selatan.
Keris tersebut tercatat dalam katalog museum AGSA sebagai keris kerajaan asal Bima, Pulau Sumbawa, yang dibuat sekitar abad ke-17 hingga awal abad ke-18.
"Ketika kami menemukan benda dari Bima berada di museum Australia, pertanyaannya kemudian adalah berapa banyak lagi benda kebudayaan NTB yang berada di luar negeri," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Senin.
Keris kerajaan tersebut tidak hanya dipandang sebagai senjata, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kebudayaan. Material logam berharga serta unsur dekoratif pada keris menunjukkan artefak itu memiliki kaitan dengan status, kekuasaan, estetika, dan teknologi logam pada zamannya.
Baca juga: NTB fokus pemulihan ekonomi Sade dan bangun museum
Pada 11 hingga 12 September 2026, Indah bersama sejumlah delegasi Pemerintah Provinsi NTB menelusuri sejumlah koleksi yang berkaitan dengan kebudayaan Nusa Tenggara Barat dan Bali yang tersimpan di Art Gallery of South Australia.
Indah mengatakan keberadaan koleksi budaya NTB di luar negeri perlu ditindaklanjuti dengan pengetahuan yang lebih lengkap mengenai asal-usul dan riwayat benda.
Pemerintah NTB mendorong agar dokumentasi digital artefak yang tersimpan di institusi luar negeri bisa diakses oleh masyarakat NTB dan membuka peluang kerja sama penelitian antara museum di NTB dengan museum di Australia.
"NTB tidak kekurangan kekayaan budaya. Yang sering kali masih kurang justru kemampuan mendata, meneliti, mendokumentasikan, menjaga, dan menceritakannya secara sistematis," pungkas Indah pernah menjabat sebagai Bupati Bima selama dua periode sejak 2016 hingga 2025.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026