Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu terus dievaluasi agar kekurangan dalam pelaksanaannya dapat segera diperbaiki.
Idah mengatakan evaluasi diperlukan karena pelaksanaan program nasional tersebut mencakup wilayah dengan kondisi geografis dan karakteristik masyarakat yang berbeda, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kalaupun ada yang kurang-kurang, tentunya kita akan perbaiki bersama-sama,” kata Idah saat diwawancarai di Gorontalo, Sabtu.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen mendukung pelaksanaan MBG agar program tersebut dapat menjangkau masyarakat secara optimal.
Menurut Idah, perluasan layanan MBG ke wilayah 3T merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan program nasional tersebut dapat dirasakan masyarakat yang berada di daerah dengan tantangan akses.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah, ini program nasional yang harus kita dukung,” ujarnya.
Idah berharap perluasan layanan MBG di wilayah 3T dapat dilanjutkan ke daerah lain di Provinsi Gorontalo sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.
“Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk daerah 3T yang akan diikuti oleh kabupaten yang lain,” katanya.
Sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga Puncak, Kabupaten Gorontalo, diresmikan bersama ratusan SPPG lainnya di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi di 16 provinsi kawasan Indonesia Timur.
SPPG Dulamayo Selatan pada tahap awal menyiapkan sekitar 446 porsi makanan bergizi bagi penerima manfaat dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, serta kelompok B3.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.