Jumat, 2 Oktober 2026 19:45 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya peran Forum Anak Jawa Tengah sebagai pelopor perubahan menuju Indonesia Emas, sekaligus pelapor untuk melindungi teman sebaya dari berbagai persoalan sosial.
"Harus mampu menjadi pelopor untuk perubahan menuju Indonesia emas, menuju kualitas sumber daya manusianya, sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi anak-anak, baik dari putus sekolah, pernikahan dini, dan kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak," katanya saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Jateng di Semarang, Jumat.
Menurut dia, anak-anak tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga dan melindungi teman sebayanya.
Keberadaan Forum Anak selama ini telah membantu pemerintah dalam menyuarakan berbagai persoalan anak. Salah satunya dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan, sekaligus mencegah perkawinan usia anak.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan keberanian anak untuk menyuarakan pilihan melanjutkan pendidikan menjadi salah satu bentuk perubahan yang perlu terus diperkuat.
"Dengan adanya forum anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan. Kami enggak nikah dulu, Pak. Kami masih ingin melanjutkan pendidikan," katanya.
Ia meminta Forum Anak aktif terlibat dalam proses pembangunan karena pemerintah membutuhkan masukan langsung dari anak agar kebijakan yang disusun turut menjawab kebutuhan mereka.
"Kami butuh untuk kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kami butuh untuk masukannya dari anak-anak. Kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng Uswatun Hasanah mengatakan Forum Anak Jateng telah menjadi salah satu kanal untuk menangkap aspirasi anak dari berbagai daerah.
Forum tersebut berdiri sejak 2009 dan kini memiliki perwakilan di 35 kabupaten/kota.
Forum Anak juga dilibatkan dalam proses pembangunan melalui Musrenbangwil, Musrenbang kabupaten/kota, hingga tingkat desa, selain menjadi ruang menyampaikan pendapat dan mengembangkan kreativitas.
Gerakan tersebut mendorong anak untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan teman sebaya, termasuk menjadi bagian dari advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng Prajnaputra Piyakusuma mengatakan konferensi tidak semata menjadi program kerja, tetapi juga ruang bagi anak untuk saling bertukar pengalaman dan membawa pengetahuan baru ke daerah masing-masing.
"Kami berharap bahwa teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan juga bisa membawa bekal bagi teman-teman pribadi dan juga bagi teman-teman yang ada di kota/kabupaten masing-masing," katanya.
Konferensi tahun ini mengangkat tema "Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi" untuk menggambarkan proses regenerasi Forum Anak yang terus melahirkan gagasan baru, sekaligus meneruskan gagasan baik dari generasi sebelumnya
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.