Viral Pria Curi Anting Emas dari Jasad Korban Banjir Nepal, Terlalu!

calendar_today 29.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria diduga mengambil anting emas dari jasad perempuan korban banjir Nepal viral di media sosial. Aksi tersebut memicu kemarahan netizen karena dilakukan saat wilayah itu tengah dilanda bencana besar.

Dalam video berdurasi sekitar 41 detik, terlihat sedikitnya dua pria berada di dekat jasad seorang perempuan. Mereka tampak memindahkan tubuh korban menggunakan papan kayu dan menariknya dengan memegang rambut.

Setelah itu, salah seorang pria terlihat melepaskan anting dari kedua telinga korban. Perhiasan tersebut kemudian diletakkan di dekat mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah orang lain, baik pria maupun perempuan, terlihat berada di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya juga tampak merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.

Rekaman itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai kecaman. Banyak netizen mengecam tindakan mengambil barang berharga dari korban yang meninggal di tengah bencana.

Polisi Nepal Tangkap Pelaku

Kepolisian Nepal mengonfirmasi telah mengambil tindakan setelah video tersebut viral. Melalui unggahan di X, polisi mengatakan orang-orang yang diduga terlibat dalam pengambilan anting korban telah ditahan.

Polisi Nepal juga membagikan sebagian rekaman tersebut ketika mengumumkan penangkapan. Belum diketahui lebih lanjut identitas maupun jumlah pasti orang yang ditahan terkait kejadian tersebut.

Insiden ini terjadi ketika Nepal dan wilayah Tibet masih menghadapi dampak bencana banjir besar yang melanda kawasan perbatasan.

Lebih dari 400 orang dilaporkan meninggal akibat bencana tersebut, sementara sekitar 1.468 orang masih dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan.

Bencana juga membuat ratusan orang terjebak dan sulit dievakuasi, termasuk warga negara asing. India dilaporkan masih berusaha mencari keberadaan sekitar 290 warganya yang belum diketahui nasibnya.

Upaya pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan berat. Sejumlah jalan rusak, jembatan hancur, sementara lumpur dan material puing dalam jumlah besar menutup akses menuju daerah yang terdampak.

(afr/afr)

TAGS

LIHAT LAINNYA