Viral Pemilik Gym di Bali Usir 3 WNA Diduga Anggota IDF Israel

calendar_today 19.08.2026 - person  - timer ~

Denpasar, CNN Indonesia --

Sebuah video viral di media sosial terkait perseteruan antara pemilik pusat kebugaran atau gym di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan warga negara asing (WNA) yang diduga dari Israel.

Pihak imigrasi dan polisi sedang menyelidiki dugaan tiga WNA tersebut anggota pasukan militer Israel.

Dalam video itu diberi keterangan seorang pemilik gym di Ubud, Bali, mengusir tiga tentara Israel setelah mereka berkata tidak sopan kepada stafnya. Viralnya video itu, saat ini masih ditelusuri atau dilakukan pengecekan baik dari pihak Imigrasi Kelas l TPI Denpasar dan kepolisian Polsek Ubud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra selaku Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, saat dikonfirmasi Rabu (19/8).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara.

"Coba kami cek," kata dia.

Dalam video yang viral itu, pemilik gym mengaku mengambil tindakan setelah salah satu tamu bersikap tidak sopan terhadap stafnya. Ia juga menerangkan, tamu tersebut ternyata belakangan diketahui berkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @filaasteni, pemilik gym tampak menegur para pengunjung tersebut.

"You guys serve in IDF, so you kill babies. So I don't, I don't discuss. That's one thing. I have my morals, that's it, that's it (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral)," ujar pemilik gym dalam video yang dilihat, dikutip pada Rabu (19/8).

Perseteruan bermula ketika tiga pria berkewarganegaraan Israel datang ke tempat kebugaran tersebut.

Dalam video klarifikasi lanjutan, pemilik gym menyebut salah satu dari mereka bersikap kasar terhadap stafnya.

"These three gentlemen came to our gym, and one of them was very rude to our staff (Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami)," ungkapnya.

Setelah mendapat laporan dari staf, pemilik gym lalu mendatangi ketiganya untuk meminta penjelasan sekaligus menanyakan kewarganegaraan mereka.

Dari percakapan itu, ia mengetahui bahwa ketiga warga asing atau pengunjung itu adalah orang Israel dan tergabung dalam IDF. Pemilik gym itu mengatakan tiga WNA itu masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara lain, bukan Israel.

"You guys are not even allowed to be in this country, man. You come with a different passport. (Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain)," kata dia.

Pemilik gym kemudian meminta ketiganya meninggalkan tempat tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak melayani warga Israel, personel IDF, maupun orang yang bersikap kasar kepada staf.

Buntut pengusiran tersebut, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan. Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

Namun, pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan, penolakannya ditujukan kepada warga Israel dan IDF, serta orang yang bersikap kasar terhadap stafnya, bukan terhadap agama tertentu.

(kdf/kid)

placeholder